NovelToon NovelToon
Kembalinya Cinta Lama

Kembalinya Cinta Lama

Status: sedang berlangsung
Genre:Single Mom / CEO / Cintapertama
Popularitas:4.4k
Nilai: 5
Nama Author: Tika Despita

Setelah enam tahun tak bertemu, Senja kembali bertemu mantan kekasihnya Arsean.
Pertemuan kembali mereka, mengingatkan luka dan rasa sakit pada dirinya Senja.
Karena di saat itu dia tengah hamil anaknya Sean, namun Sean tak tau. Kedua orang tua Sean pun seolah bungkam dan menginginkan anak dalam kandungannya Senja.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tika Despita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dirgantara Akhirnya Tau Semuanya

"Pak Dirgantara?" Senja tak menyangka kalau ada Dirgantara yang berdiri dengan tangan bersidekap di dada.

Senja buru-buru menghapus air matanya. Dia sendiri bingung apakah Dirgantara mendengar semua ucapannya dengan Sean.

"S-saya... Mau anterin laporan ini ke pak Ridwan." Senja semakin terlihat gugup. Dia berjalan melewati Dirgantara berharap Dirgantara tak bertanya apapun.

"Hapus dulu air mata kamu! Kamu mau yang lain lihat kalau kamu siap menangis?" Dirgantara menahan lengan Senja dan memberikan sapu tangan.

"Terimakasih, pak."

"Itu.. Anu..." Lanjut Senja bingung.

"Pergilah anterin berkas itu dulu! Pasti pak Ridwan sudah menunggu!" potong Dirgantara.

"Hmmm.." Senja mengangguk dan pergi.

Setelah di rasa Senja sudah menjauh, Dirgantara menaiki anak tangga darurat. Meski tak paham dengan maksud obrolan Senja dan Sean barusan, namun satu hal yang dia tangkap yaitu kalau Sean dan Senja sudah saling kenal.Dan hubungan mereka tak sesederhana itu.

Menaiki beberapa anak tangga, Angkasa bisa mendengar suara Sean yang sedang berbicara dengan seorang wanita. Dan suara wanita itu cukup dikenali Dirgantara,yaitu Tamara, mamanya Sean.

" Sean..kamu kenapa gak cerita ke mama kalau Senja bekerja di sini?" Tamara sudah emosi dari tadi sepertinya.

"Kenapa aku mesti cerita semuanya sama mama? Bukankah selama ini mama juga gak pernah cerita atau jujur perihal Senja enam tahun yang lalu sama aku?"

"Sean!!" hardik Tamara.

"Cukup ma! Aku mohon!! Jangan ganggu Senja lagi. Dia sudah memulai hidupnya yang baru. Dia bekerja di sini semata hanya untuk mencari rezeki untuk menghidupi anaknya yang juga merupakan anak aku,ma!"

"Sean.. seberapa yakin kamu kalau anak itu anak kamu,ha?"

"Sangat yakin,ma! Ikatan batin itu ada,sejak pertama aku melihat wajahnya. Saat pertama aku menatap dua bola matanya. Hatiku terenyuh dan sakit setiap melihat anak itu!" jawab Sean dengan mata berkaca-kaca.

" Mama gak percaya. Kamu tau sendiri,Senja itu anak dari kampung. Bisa saja dia punya rencana licik,makanya dia sengaja kerja di sini,agar kamu mau balik sama dia dan bertanggung jawab atas anak yang belum tentu darah daging kamu!"

" Ma,jangan hina Senja lagi.Dia tak seperti itu. Aku mengenalnya. Bahkan jika aku bersujud ingin kembali dengannya,dia juga gak bakalan mau."

" Jadi biarkan Senja kerja di sini. Anggap saja ini cara aku bertanggung jawab atas anak itu." Ucap Sean memohon.

" Apa? Jadi laki-laki itu Sean?" lirih Dirgantara dalam hati dan memilih pergi agar Sean dan mamanya tak menyadari kalau dia mendengar semuanya.

***

Meski suasana hatinya masih belum baik, Senja tetap profesional. Dia tetap mengerjakan pekerjaan yang diberikan pak Rudi kepadanya. Baginya bertahan di sini adalah satu-satunya cara agar hidupnya dan Angkasa menjadi lebih baik. Dia tak ingin anaknya merasakan kekurangan dan hidup melarat seperti sebelumnya.

Tak lama kemudian Dirgantara masuk ke ruangan dan langsung duduk di meja kerjanya. Seperti biasanya dia terus menatap Senja. Bahkan tatapan kali ini seperti ada amarah yang bergemuruh setelah tau semuanya.

Senja sempat menoleh sebentar. Namun. Dia buru-buru mengalihkan pandangan lagi. Dia cukup takut kalau Dirgantara tau semuanya tentang hubungan masa lalunya dengan Sean. Entah mengapa rasanya ,dia ingin jam cepat berputar.Agar dia bisa pulang secepat mungkin dan menjauh dari tatapan Dirgantara saat ini.

Akhirnya jam pulang kerja datang juga. Senja buru-buru merapikan meja kerjanya dan pulang.Dia sempat menatap meja kerjanya Dirgantara,namun kosong. Dirgantara seperti sudah pulang duluan.

Biasanya Senja naik bus,tetapi hari ini dia memilih naik taksi agar cepat sampai di rumah. Ada perasaan tak tenang di dalam dirinya dan ingin cepat-cepat bertemu anaknya.

Baru saja dia turun di depan warung buk Asni,dia malah terkejut melihat Dirgantara yang duduk mengobrol dengan Angkasa.

"Pak Dirgantara,anda ngapain di sini?" Jelas Senja terkejut. Apalagi Dirgantara selama ini tak tau tempat tinggalnya.

"Aku hanya ingin bertemu keponakan ku!"

Deg!

Jantung Senja langsung berpacu kencang. Dia tak bisa berkata apa-apa setelah Dirgantara mengatakan hal tersebut.

"Angkasa.. kamu pulang duluan ya! Tunggu ibuk di rumah." Ucap Senja membujuk anaknya.

"Baik buk!" Angguk Angkasa namun masih menatap Senja.

"Ada apa nak?"

"Apa om ini,beneran pamannya Angkasa?" tanya Angkasa dengan polosnya.

"Sayang..jangan dengerin seseorang yang baru sekali bertemu dengan kamu. Bisa saja om ini sedang bercanda." Senja mengusap lembut kepalanya Angkasa.

"Owh...Begitu ya,buk?".

"Iya,Nak!"

"Yaudah Angkasa tunggu ibuk di rumah dulu. Jangan kelamaan ngobrol sama orang asing ini ya!"

"Iya sayang!"

-

-

Senja mengajak Dirgantara berbicara agak sedikit jauh dari warung buk Asni.

" Apa tujuan anda datang menemui anak saya?" Tanya Senja.

"Tak ada tujuan apapun. Saya hanya ingin melihat anak itu saja!" Jawab Dirgantara dengan entengnya.

" Bohong!!"

Dirgantara langsung menatap tajam Senja karena dikatakan bohong.

" Saya mohon,jika anda mengetahui sesuatu tentang masa lalu saya,jangan katakan apapun pada anak saya. Dia tak ada hubungannya dengan ini semua!"Senja menatap Dirgantara dengan tatapan memohon.

" Bertahun-tahun saya sudah berdamai dengan ini semua. Bahkan saya sudah melupakan itu semua dan hanya ingin hidup tenang bersama Angkasa. Jadi kami benar-benar tak butuh dia lagi!"lirih Senja dengan suara pelan.

"Apapun tujuan anda datang ke sini,saya mohon jangan bawa-bawa anak saya! Dia tidak tau apa-apa." lanjut Senja.

" Sampai kapan kamu akan menyembunyikan identitas ayahnya? Dia tak akan selamanya menjadi bocah. Dia juga akan dewasa dan mencari tau semuanya!" ucap Dirgantara serius.

" Selama tak ada yang memberitahukannya!"

" Senja.."

"Jika kamu merasa ini semua tak adil untuk kamu,cari aku! Aku akan membantu kamu!" Ucap Dirgantara pergi begitu saja dan tak ingin bertanya banyak. Dia akan mencari tau sendiri seperti apa hubungan Senja dan Sean dulu.

Senja menatap punggung Dirgantara yang semakin menjauh. Jujur saja ini cukup membuat dia khawatir. Dirgantara sudah tak semuanya dan tak cukup lama akan semakin banyak yang tau hubungan masa lalu dirinya dengan Sean.

-

-

Senja melangkah masuk ke dalam ruangan gudang yang ia sebut sebagai rumah. Hal pertama yang dia lihat adalah Angkasa yang sedang asik mewarnai buku gambarnya.

Senja duduk di samping Angkasa. Air mata mulai mengenang di pelupuk matanya, melihat gambar yang dibuat Angkasa.

"Bagus gak gambar Angkasa, buk?"

"Bagus sayang.." Jawab Senja menatap gambar orang-orangan tersebut.

"Ini ibuk. Ini Angkasa dan yang bersayap ini ayah." Ucap Angkasa tersenyum polos menunjuk setiap gambar yang dibuatnya.

"Kenapa ayahnya bersayap?" Tanya Senja lagi.

"Karena ayah sudah tidak ada, berarti ayah menjadi malaikat bersayap."

Senja langsung memeluk erat Angkasa.

"Maafkan ibuk, Nak. Kamu hanya punya ibuk dan tak punya ayah." Lirih Senja menangis.

"Siapa bilang Angkasa tak punya ayah? Ayah Angkasa kan sudah di surga."

"Iya nak.." angguk Senja.

"Angkasa kan sudah punya ibuk. Ibuk segalanya buat Angkasa." Angkasa kembali memeluk ibuknya. Meski dia sendiri juga iri melihat beberapa temannya yang bermain dan bercanda sama ayah mereka. Dan dia tak pernah merasakan hal itu sekali pun. Karena yang tertanam di benaknya, ayahnya sudah meninggal.

1
Soraya
untuk kata ibu tlg jgn pake huruf k thor
sunaryati jarum
Memang itu akibat kesalahan kamu,tapi akhirnya sadar, semoga setelah pertemuan kembali dengan Ny Raya hidupmu dan Angkasa semakin baik
sunaryati jarum
Benar dia penyelamatmu dulu Senja
Soraya
lanjut thor
Qhaqha: Ok.. Ditunggu.. 😊😊
total 1 replies
nesha
lanjut thor double uuuup
Qhaqha: insyallah ya... 😊😊😊
total 1 replies
Soraya
ditunggu updatenya
Qhaqha: Bab baru udah di up ya... Jangan lupa bantu ratingnya ya 🙏🙏🙏
total 2 replies
Ryn
lanjuut thour 💪🏼💪🏼💪🏼💪🏼
Qhaqha: ok😊😊😊😊😊😊
total 1 replies
Sunaryati
Memang lebih baik seperti toh Kedua orang Sean menolak Senja. Agar tidak menimbulkan masalahJika mereka bersatu kembali harus
Sunaryati: belum selesai sudah terkirim.
maksudnya harus dapat restu kedua orang tua Sean,atau malah dengan Dirgantara
total 1 replies
Qhaqha
Aamiin😊😊😊
Soraya
lanjut
Qhaqha: Sipp.... Bantu bintangnya juga ya kk😊😊
total 1 replies
nesha
nyeseeek bacanya.. moga ada pelangi setelah hujan buat senja dan anaknya
Soraya
lanjut thor
Sunaryati
Kau dan suamimu akan menerima karma karena menyia- nyiakan keturunan kalian.Biarkan Sean menikahi Rea, dan tidak memiliki keturunan.Sedangka Senja menikah dengan Dirgantara,agar mereka menyesal seumur hidup.
Qhaqha: 😊😊😊
Mohon bantuan untuk ratingnya ya KK...
total 1 replies
olyv
jleb g tuh?? kasihan senja..sini peluk nak 😭😭
Qhaqha: Ayuk kita peluk ramai-ramai 😊
total 1 replies
nesha
makjleb bgt
Qhaqha: jleb banget.. 😊😊
total 1 replies
nesha
pada akhirnya akan berjodoh 😍
nesha
dan di saat kamu sudah tau pun kamu g berusaha untuk mempertahankan senja demi anakmu, tapi kamu lebih memilih untuk bertunangan dgn rea. pengecut kau sean
Soraya
lanjut thor
Qhaqha: ok
.😊😊
total 1 replies
Sunaryati
Maksud Dirgantara Sean merampas jabatan itu gimana
Qhaqha: Tunggu up Bab selanjutnya ya KK.

😊😊😊
total 1 replies
Sunaryati
Waduh kasihan Senja, nanti kena marah wanita dekatnya Dirga
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!