Mungkin ini jalan takdir atau rencana terselubung ku, ternyata tak perlu jauh aku mencari mu
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MAMI ADRIELLA20, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ternyata Dia.
Kian hari kian banyak bukti cinta ku terima dari si pengagum rahasia sampai aku bosan menerima nya, bahkan tak haya itu menjadi ladang pahala ku ya kalian bayangkan aja berapa pengemis jalanan kenyang akibat donasi si pengagum ini.[Dapat lagi donk] ku kirim gambar serta video bukti cinta kepada Lista untuk bahan candaan kami, dan boom nya dia ingin kami bertemu sekali saja tanpa siapapun ikut dengan ku, di cafe pilihan ku tak apa biar dekat dengan kantor ku.
Atas dasar penasaran ku pilih cafe terbaru tidak jauh dari kantor mengambil konsep alam jadi lumayan ramai jika aku minta tolong nanti nya. aku mengirim pesan satu jam sebelum pertemuan, dan gong nya ia sudah berada dekat dengan kantor ku terbukti dari kesediaan waktu nya. Aku terkejut melihat mobil itu, mobil silver sering melintas dikantor beberapa kali ku temui kenapa aku tidak menyadari nya. Apa selama ini dia juga mengikuti sampai rumah? Rasa-rasanya tidak, kan di perumahan selalu dijaga security.
"Miwa," Ia menjabat tangan ku, memberikan aroma tubuh nya melalui pelukan, wangi parfumnya bikin aku tertarik. Sesaat aku hilaf akan ketampanan nya, tubuh tinggi berisi namun sedikit tua, ibarat kata sekelas Anjasmara dan Ari Wibowo sang laki-laki mata nan berduit, "Sebelumnya kita ketemu dimana ya," aku memilih untuk kenal saja tidak lebih, dari fisik sang pengagum ku ini mungkin suatu saat aku bisa menjadi gundik nya. "Kamu tak perlu tau detail ku, intinya kamu mau dengan ku ; aku mau waktu dan raga mu." Ha anjirrr benar-benar tawar ni, astagaa harga diri ku hilang seketika.
"Kamu itu mirip dengan cinta pertama ku, senyum serta sikap... Namun di waktu muda aku tidak bisa memilikinya, dan sekarang aku punya hal yang bisa buat masa itu kembali," elusan lembut jemarinya membuat ku geli, aku tak ingin masuk ke dalam underground Jakarta biarkan aku tenang dengan jati diriku.
"Aku gak mau !" Tolak ku meninggal kan tempat itu, ya ia hanya tersenyum. Disana dia tampak tenang, aku terlalu takut berhadapan dengan pria seperti itu aku takut sekali. Anehnya ketenangan itu menakuti ku.
Dan suatu hal yang ku harapkan terjadi, beberapa orang menyergap tubuh ku, aku terbantin menyebabkan luka-luka akibat goresan jalan raya, mereka menarik paksa seolah tak ada harga dirinya aku. Ia mengancam ku dengan pisau, air mata ku jatuh dibuatnya... Tetesan air penyesalan tertuang di dalamnya, ku pikir akulah wanita hebat, pemberani nyatanya ketakutan menghentikan kekuatan ku.
Gigitan bibir bawah dan bius dari mereka melumpuhkan ingatan ku, terakhir aku mengingat aku dibawa kabur oleh mereka, dan sekarang aku paham apa itu ketidak berdayaan. Ia menyekap ku dalam satu apartemen, tidak memberikan akses telepon atau pun alat komunikasi lainnya. Dalam tangis ku laki-laki itu masuk mencium kening
ku sehingga membuatku jijik rasanya. "Kamu mau dipaksa? Atau gimana? " Lagi-lagi sentuhan tubuh tanpa persetujuan membuat ku jijik akan tubuh ini.
"Aku mohon jangan berbuat sesuatu yang bikin aku enggak ada harga dirinya," aku menatap ia dengan penuh harap, ia tersenyum kecil lalu hampir menodai ku, baju ku robek namun pukulan ku menyadarkan ia betapa aku menjaga diriku. Ia mengatakan 'Pacar mu itu munafik, di kasih uang sedikit saja sudah rela meninggalkan mu dan bilang kamu sudah pernah di nodai nya." Aku tau dia mulai memainkan manipulatif psikologi ku, apa yang dia harapkan aku akan menjawab tidak pernah melakukan nya dan membuktikan itu kepadanya, lagi pula aku tau Josua seperti apa. Jangan-jangan hubungan kami retak ada hubungan nya dengan dia.
Lagi pula untuk apa aku takut di sentuh dia jika sudah pernah melakukan nya dengan Josua, aku sang pemain psikologi mau di permainkan kita bikin permainan nya menghancurkan dia. Kini aku tidak akan main kasar kepada dia, "Berarti kamu bodoh dong, mau sama bekas orang? Perjuangan kamu terlalu rendah kalau cuman dapatin aku yang sudah di pakai orang ! " tantangan ku tak membuat ia gentar, sialnya tangan itu meringkuk ku, ia bergetar hebat layaknya gertakan gigi itu. "Kamu," hampir ia mengenai tangan kepada tubuh ku.
Aku kembali di lemparkan oleh tangan tidak di kenal, berani-beraninya mereka melakukan seperti itu kepada ku. Hal utama yang harus ku lakukan adalah mencari jalan keluar, ia mungkin meletakkan cctv di sekitar sini namun dimana ya, tiada suara selain nafas dan bau rokok nya ia terus memandangi ku mungkin habis rokok itu habis lah aku.
Memang tidak ada tali yang mengikat cuman ruangan ini saja sudah membuatku terkunci. Lantang sekali mereka melakukan itu jangan sampai aku terbelenggu disini, aku tidak ingin memiliki anak haram, apalagi anak yang tidak ku ingin itu sumpah ku.
Pikiran ku mulai kacau dihati ku hanya ingin membunuh dia segera cuman pasti aku jadi tersangka disini, pasti aku akan menjadi bulan-bulanan masyarakat bila kasus ini terangkat, aku harus gimana Tuhan kasih aku petunjuk jalan.
Air mata ku membuat ia terus-menerus menunda ia menyentuh ku kembali, ia membujuk ku dengan uang nya, apa aku bikin acara tertarik dengan nya lalu keluar dari persembunyian ini. "Aku capek, tolong jangan sakiti aku. " Ranum wangi itu menenangkan tapi si pemakainya begitu menghanyutkan. Ia meninggalkan ku, bahkan membuka jendela kamar tidak bisa ku lakukan , dari balik sini dapat mu pandang ketinggian gedung ini mungkin ada di lebih dari 10 lantai. Enggak ada hal yang bisa ku lakukan selain berharap nyawa ku tidak hilang untuk secepat ini.
Kala pintu itu tertutup keheningan sesungguhnya datang kepada ku, aku takut untuk kedatangan selanjutnya berpikir bagaimana supaya ia tidak masuk lagi, aku mengelilingi ruangan ini kemana kiranya ada jalan pintas, salah satu nya ada meja ringan yang dapat menarik ku ke atas cuman saat ini kondisi ku enggak aman untuk kabur ada pengawal diluar.
Eh kenapa gak ditutup aja pintu utama pakai meja, kan lumayan tuh menghalangi mereka.
Ku upayakan agar pintu utama terkunci dari dalam, segala barang berat dapat ku geser ku angkat perlahan-lahan namun sialnya itu membuat tangan ku terkilir, aku mencari kemana tas ku perginya namun satu pun tak ada ku temukan tempat penyimpanan nya.
Langkah ku kian lemah kala itu tak ada hal lain terpikir olehku, tas dan barang-barang lainnya bagaimana bisa aku masuk jika pun aku bisa terlepas dari sini.
semangat, yah..
jan lupa mampir juga..
kita saling dukung, yah..
💪💪💪
Datang dan dukung karyaku yang berjudul "TRUST ME", yuk!
Kritik dan saran dari kakak akan memberi dukungan tersendiri untukku..
Bikin aku jadi semangat terus untuk berkarya..
Ditunggu ya, kak..
Terima kasih..
🥰🥰🥰