Jodoh dadakan .....
Andira harus menerima jodoh yang diberikan oleh kedua orang tua angkat nya dengan terpaksa karena alasan kedua orang tua nya yang meminta balasan untuk kehidupan yang baik yang selama ini diberikan oleh kedua orang tua angkat nya, sehingga dengan terpaksa andira menerima nya.
Mereka menjalani pernikahan dengan status saja tanpa ada cinta karena si pria juga menikahi andira dengan terpaksa ,sampai suatu hari pria yang merupakan cinta pertama andira datang . Begitu juga dengan pria itu, kekasih nya yang lama pergi kembali lagi .
Akan kah pernikahan mereka berjalan dengan lancar atau berakhir dengan perceraian? yuk disimak .....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yuliati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bertemu lagi
🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺
Sudah sebulan Andira dan Sarah kuliah di universitas terbaik di kota itu ,mereka menjadi mahasiswa jalur beasiswa . Banyak dari mahasiswa disana bekerja sambil kuliah ,bahkan ada yang bermain dengan om om untuk menambah uang jajan mereka .
Bukan hanya dari kalangan bawah seperti andira dan Sarah saja yang menjadi wanita simpanan om om tapi dari kalangan atas juga banyak. Mereka merasa kurang dengan apa yang diberikan oleh orang tua nya sehingga memilih jalur instan, andira dan Sarah hanya bisa menggelengkan kepala nya dan berusaha tidak terjerumus dalam hal seperti itu.
Selama sebulan ini juga andira sibuk di kampus, dia terpilih untuk menjadi anggota kegiatan kampus. Dia sibuk kesana kemari mengurus kegiatan tambahan kampus dan sukarelawan bencana ,andira sengaja melakukan nya agar bisa terhindar dari hadinata yang sering menelpon nya dan menanyakan keberadaan nya .
Andira tau kalau dirinya sangat keterlaluan, hanya saja dia ingin menikmati semuanya sendiri dulu dan akan bertanggung jawab nantinya setelah dia lulus kuliah. Dia akan sibuk dengan keluarga baru nya ,karena dia yakin kalau hadinata tidak akan berhenti begitu saja melepaskan nya .
Apalagi keluarga nya yang sudah banyak di bantu oleh keluarga hadinata, dia harus tau diri dan menjalankan apa yang sudah di sepakati bersama. Dia tak pernah akan mengingkari janji, dia ingin menikmati semua nya lebih dulu.
"Nanti malam kamu sendirian lagi ,berani kan ?" tanya Andira, dia akan berada di kampus seharian bersama tim sukarelawan . Ada bencana kebanjiran di daerah utara seminggu yang lalu dan mereka akan mengantarkan bantuan kesana ,serta membantu membersihkan rumah ibadah sehingga mereka akan berada disana selama beberapa hari .
"Ck......kayak anak kecil aja ,aku bisa sendiri kok Dira. Kamu pergi saja ,lagian disini ada sekuriti yang berjaga setiap hari jadi ngak mungkin aku takut " jawab sarah dengan nada berani ,dia tersenyum mengingat salah satu sekuriti yang tampan dan baik pada nya.
Sarah sudah terpesona pada pandangan pertama, andira memang sering tidak pulang. Terkadang sibuk mengurus keperluan untuk bencana selama semalaman, walaupun dia ngak ikut ke daerah nya tapi dia yang menyiapkan semua nya.
Mereka berganti gantian pergi ke tempat bencana, tidak semua nya terjun sehingga mereka hanya mewakili nya saja . Sarah tak pernah mengikuti kegiatan di kampus ,bukan karena tidak mau tapi karena fisik nya yang lemah.
Tubuhnya mudah sakit jika memiliki banyak kegiatan, sarah juga akan pingsan jika melihat darah atau semacam nya sehingga kedua orang tua nya tak bisa terlalu memaksa nya. Untung nya sarah berasal dari keluarga kaya ,walaupun kekayaan keluarga nya tidak sebanding dengan hadinata tapi tetap saja mereka terbilang cukup kaya .
"Aku pergi ngak semalam sarah, mungkin beberapa hari atau mungkin seminggu an disana " jawab Andira dan lagi lagi sarah mengangguk sambil tersenyum , dia bisa memiliki alasan untuk minta di temani oleh sekuriti yang ada didepan .
"Tenang saja Dira, aku berani kok . Apalagi keamanan disini sangat baik,aku akan minta bantuan sama mereka " ucap Sarah yang tersenyum lebar ,andira hanya bisa menggelengkan kepala nya karena dia tau kalau sarah menyukai salah satu sekuriti didepan .
"Baiklah, kalau begitu aku akan bersiap siap . Besok aku akan pergi pagi, kalau ada apa apa hubungi pihak keamanan karena selama seminggu mungkin aku ngak akan bisa dihubungi. Kau tau sendiri kan daerah bencana, banyak kabel listrik dan internet yang mati " jelas Andira dan Sarah kembali mengangguk, andira benar benar menjaga nya selama ini tapi andira terlalu menganggap nya seperti anak kecil
"Iya sayang, aku tau " ucap Sarah dengan tenang, dia harus bisa menjaga dirinya sendiri dan ngak akan menyusahkan andira lagi .
Malam pun berlalu, pagi ini andira sudah bersiap untuk pergi ke medan bencana . Dia masih khawatir meninggalkan sarah sendirian di apartemen nya, tapi jelaa dia harus pergi karena kini giliran tim mereka bukan tim lainnya .
Mereka memang bergiliran berangkat ke medan bencana ,makanya saat giliran andira .Andira ingin mengajak sarah tapi sarah takut jika nantinya dia merepotkan nya disana, bukan nya membantu malah akan menjadi beban disana.
Berkali kali andira mengingatkan sarah kembali, membuat sarah tersenyum dan memeluk tubuh andira dengan erat . Dia seperti memiliki kakak yang selalu mengkhawatirkan dirinya ,sarah bersyukur bisa bertemu dengan andira.
Sarah dan andira pergi ke kampus ,mereka berpisah didepan gedung pelajar itu . Andira berjalan menuju markas kegiatan kampus ,disana sudah banyak sekali relawan yang akan berangkat ke medan bencana .
Kedua mata andira melebar saat melihat pria yang dia kenal , ini pertemuan kedua nya dengan pria itu. Pria yang di takuti saat dia SMA dulu, dia masih tak percaya kalau dirinya akan kembali bertemu dengan pria itu.
"Semua sudah siap ?" teriak pria itu dengan keras ,semuanya pun mengangguk dan mereka mulai mengambil barang barang yang memang harus mereka bawa .
Andira masih bertanya tanya kenapa Varel bisa berada disini, dia penasaran dengan Varel yang bisa memimpin para relawan di kampus ini . Bahkan semua nya tunduk pada perintah nya, andira bisa melihat jiwa kepemimpinan Varel.
"Ganteng banget ya kak Varel "
"Iya ....keren ,semua nya pada tunduk dengan perintah nya "
"Jelas ,dia pimpinan di kampus ini . Dewan kampus saja ngak berani pada nya ,bukan hanya ketua geng tapi dia juga yang menyalurkan semua bantuan ini "
"Dia selalu ikut setiap ada keberangkatan, padahal kemarin baru pulang dari medan bencana yang kebakaran di daerah selatan "
"Iya ....aku rasa tubuh nya itu sudah penuh dengan luka dan pasti nya lelah "
"Nanti disana, aku mau deketin kak Varel. Biar bisa menghangatkan tubuh nya "
"Ck...emang bisa ? Kak sonia itu selalu dekat sama dia ,ngak ada yang bisa mendekati kak Varel kalau sudah ada kak sonia "
"Iya ya, banyak yang bilang mereka itu memang sudah di jodohkan dari kecil. Mungkin tak lama lagi mereka akan menikah "
"Aku memang dengar gosip nya, mereka itu pasangan serasi "
Andira hanya bisa mendengar semua percakapan mereka ,dia juga ngak terlalu kenal Varel hanya tau kalau Varel merupakan ketua mafia dan di takuti banyak orang. Dia tak tau kalau ternyata Varel memiliki sisi kemanusiaan seperti saat ini ,dia merasa kalau Varel terlihat berbeda dari sebelum nya.
Urusan percintaan Varel, andira sama sekali tak perduli. Dia juga ngak ingin berhubungan dengan pria mana pun, mengingat diri nya sudah terikat dengan keluarga hadinata.
bersambung
Jangan lupa vote like dan komentarnya ya makasih 😘😘😘😘😘😘😘😘😘
semangat author 💪💪💪
semangat author 💪💪💪