Adven Mahardhika Alkhatiri, seorang lelaki yang penuh rahasia dalam hidupnya. Bahkan keberadaan anaknya juga menjadi rahasia dan teka teki tersendiri untuk keluarga Alkhatiri yang begitu terpandang.
Rahasia besar apakah yang selama ini dia simpan? dan mampukah dia mendapatkan jawaban dari rasa penasarannya terhadap seorang perempuan bernama Sukma Paramitha?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ridwan01, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 35 ( Surat )
"Tidak dad, Adven tidak mau terima dia sebagai keluarga, dia sudah berkomplot dengan Monica, memisahkan Adven dengan Paramitha, membuat Axel lima tahun hidup tanpa ibunya! membuat kebohongan sampai membuat Adven membenci Paramitha!" ucap Adven tegas
Akhtar menginap tiga hari di Ciremai karena mereka ingin menenangkan diri dan berusaha membujuk Budi agar mau menyerahkan diri pada polisi karena Monica sudah di tangkap. tapi Budi menolak, dia tetap keukeuh tidak mau bertemu dengan Akhtar meskipun dia sudah tahu kebenaran tentang kematian kedua orang tuanya yang memang benar sama dengan perkiraan Budi. ibunya di bunuh oleh ayahnya dan ayahnya di bunuh oleh ayah kandung Budi karena Azka marah melihat kekasihnya meninggal.
"Adam juga sama dengan Adven dad, dia sudah bersekongkol dengan Tsania untuk membuat Anita jauh dari Adam, sepuluh tahun Adam di tipu dad, sepuluh tahun!" ungkap Adam
"Daddy tahu kalian kesal, tapi Budi adalah satu satunya keturunan Om kalian, Daddy mau cari dia supaya dia mau pulang dan menemui anaknya" ucap Akhtar
"Kami butuh waktu dad, kami akan bantu Daddy mencari Om Azka, tapi tidak untuk memaafkan Budi" jawab Adven pergi dari ruang kerja Akhtar begitupun Adam
"Dad, mommy bilang juga apa, jangan terburu buru, biarkan semuanya berjalan seiring waktu, ayo kita ke kantor polisi untuk menemui Dandi lagi" bujuk Jocelyn
"Dia bahkan menolak di panggil Dandi, padahal nama itu akan membuat nama Budi yang jahat hilang" keluh Akhtar.
"Dandi mungkin lebih suka nama itu dad" ucap Jocelyn
"Daddy sengaja memanggil Budi dengan nama Dandi supaya Adven dan Adam bisa sedikit luluh" ungkap Akhtar
"Kita biarkan mereka dulu dad, mereka belum sembuh dari rasa marah mereka pada Monica dan Dandi" bujuk Jocelyn
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Di kantor.
"Apa ada masalah?" tanya David saat Adven dan Adam sudah sampai di kantor
"Kamu sudah tahu tentang Budi?" tanya Adven
"Sudah, aku tidak mau membahas dia, dia hampir membuat Levina meninggal terbakar" jawab David
"Sekarang Levina tinggal di mana?" tanya Adam
"Di apartemenku, dia tidak mau pulang ke rumahnya karena takut di teror lagi katanya, kami akan tunggu keadaan aman dulu" jawab David
"Mas, mungkin orang bernama Budi itu mau berubah setelah mendengar kalau dendam dia pada keluarga kita itu salah sasaran" ucap Paramitha
"Iya kalau dia sadar, kalau tidak? padahal kak Langit sudah mengatakan kalau suami ibunya itu yang bersalah, tapi si Budi itu tetap tidak mau mendengarkan kak Langit" ucap Adven
"Tapi aku yakin kalau menyangkut masalah anak, dia akan luluh mas" ungkap Paramitha
"Mitha benar, dia pasti luluh karena dia hanya hidup sebatang kara setelah orang tuanya itu meninggal, meskipun ternyata ayahnya adalah Om Azka" ucap David
"Di mana Om Azka ya, kenapa dia sembunyi begitu lama, kenapa dia tidak mau muncul meskipun kasusnya sudah kadaluarsa" gumam Adam
Tok. Tok. Tok.
"Masuk" ucap Adven
Ceklek.
Pintu terbuka dan seorang karyawan laki laki yang menjadi sekretaris baru Adven masuk dengan membawa sebuah amplop putih yang langsung di serahkan pada Adven.
"Seorang kurir memberikan surat ini pada satpam di depan pak, katanya ini surat untuk anda" ucap lelaki bernama Fahri itu.
"Baik terima kasih, nanti kamu ingatkan saya untuk jadwal pertemuan dengan pak Samuel, jangan lupa juga persiapkan presentasinya" ucap Adven mengambil surat itu.
"Baik pak" jawab Fajri kembali pamit ke luar ruangan Adven.
Adven membuka amplop surat itu tanpa curiga, di dalamnya ada sebuah kalung yang di kenali Adven adalah kalung milik Monica, dia langsung menatap Adam, David dan Paramitha karena dia merasa ragu untuk membuka surat itu.
"Baca saja mas, mungkin ada sesuatu yang penting" ucap Paramitha
Meskipun Adven terlihat kesal, tapi dia mulai membuka kertas itu secara perlahan, sambutan pertama yang di lihat Adven adalah sebuah foto dirinya dan Monica yang sedang tersenyum di samping para mahasiswa lain di hari wisuda Adven dan Monica.
"Adven, aku tahu kamu membenciku sekarang, tapi aku ingin mengatakan sesuatu pada kamu tentang sesuatu, sesuatu yang aku sembunyikan sejak lama. Aku tidak berani mengatakan ini pada Budi karena dia begitu tempramen, ini tentang Om kamu, seseorang yang seharusnya tidak di benci Budi sejak awal karena ayahnya Darmawanlah yang jahat"
Isi surat itu begitu serius sampai sampai Adven tidak bisa membedakan itu benar-benar berita asli atau hanya karangan Monica saja. Tapi yang Adven yakini adalah Monica tidak tahu kalau sebenarnya Budi sudah tahu tentang Azka sebelum dia di tangkap polisi di Bandung.
"Aku tahu di mana dia? aku tahu di mana Om kamu dan aku akan membantumu, tapi aku mohon kamu mau menemui aku di penjara, aku ingin mengatakan sesuatu yang lebih pribadi tentang anakku, anak yang berusaha aku singkirkan tapi dia begitu kuat bertahan sampai aku memutuskan untuk menerimanya, aku mohon sebagai seorang teman lama"
"Sepertinya dia tidak berbohong" ucap Adam
"Iya, aku yakin dia jujur untuk kali ini, lagipula dia di penjara jadi dia tidak mungkin macam macam" ucap David
"Temui saja setelah pertemuan dengan pak Samuel mas, supaya kita tahu di mana keberadaan Om Azka" bujuk Arumi
"Baiklah, aku akan menemui dia nanti siang" jawab Adven