Hanya satu persen dari populasi global, manusia yang memiliki warna mata heterochromia. Lunar salah satunya.
Memiliki warna mata hijau dan biru, Lunar menyembunyikannya ketika hidup di luar Silvanwood yang terisolasi dari teknologi.
Untuk menyambung hidup, Lunar tak menduga menjadi aktris di perusahaan entertainment milik Jackson Adiwangsa dan menjadi kesayangannya.
Hingga kejadian tak terduga membuat apa yang disembunyikan Lunar terkuak. Bagaimana kehidupan Lunar, apakah dia akan tetap tinggal atau kembali ke Silvanwood?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Seven Introvert, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dua puluh empat
Jackson bersikap seolah Lunar miliknya. Dia pun berencana menyiapkan pesta pernikahan padahal tak ada pernyataan resmi Lunar menerima Jackson. Jackson meremas kepala Naomi karena gadis itu merengek ikut ketika dia akan mengajak Lunar untuk pergi ke Mekong.
Lunar pasrah pergi bersama Jackson. Sesuai permintaan Jackson, mereka pergi berdua tanpa tim maupun kamera. Lunar senang karena ini pertama kalinya Lunar pergi bersama Jackson sebagai pria biasa.
"Apa tuan lelah mendayuh sendirian? Mari bergantian!" ucap Lunar.
"Aku menikmati rasa lelah ini," cengirnya membuat Lunar tersipu.
Jackson mengajak Lunar untuk merasakan sensasi berlayar menggunakan perahu di sungai Mekong. Gadis itu berjingkrak melewati desa terapung dan pasar terapung.
Lunar maupun Jackson antusias berbaur dengan masyarakat lokal yang syarat akan budaya tradisional. Nge-date bersama Jackson kali ini lebih berkesan menurut Lunar apalagi ketika mencicipi ikan bakar khas Mekong. Mendadak keduanya teringat momen di villa terpencil.
Ketika di Mekong, Lunar kembali mengenakan lensa hitam agar tidak menjadi pusat perhatian. Jackson membiarkan Lunar membeli souvenir berupa kerajinan tangan dan barang antik sebagai oleh-oleh.
"Lunar, malam itu kau belum menjawab pertanyaanku. Aku ingin menikah denganmu, bagaimana iya atau iya?" Jackson berbicara serius.
Agak geli Lunar mendengarnya. Gadis itu menahan tawa. Mereka masih di perahu, keduanya pun mencoba ramah dengan warga lokal yang lalu lalang di pasar terapung.
"Iya atau iya?" ulang Jackson.
"Pertanyaan macam apa itu, tuan? Seharusnya iya atau tidak," Lunar membenarkan.
Tiba-tiba tubuh Lunar oleng. Jackson Adiwangsa tak suka penolakan, pria itu memainkan perahu membuat Lunar ketakutan. Lunar membatin bisa saja dia terlempar ke sungai, tapi apa Jackson bisa setega itu?
"Tu-tuan, iya aku mau menikah denganmu. Hentikan, aku sangat takut!" Lunar berpegangan di setiap sisi perahu.
Jackson tersenyum puas. Pria itu mengatakan di mana-mana kucing takut air, tapi Lunar membantah ketika Jackson menyamakan dirinya dengan Luna. Itu sebuah kebetulan saja.
Pernikahan Jackson Adiwangsa dan Lunar Kaelix sudah dikonfirmasi oleh AHP dan pernyataan itu telah di resmikan. Publik mengatakan, hari di mana Jackson dan Lunar mengikat janji suci menjadi hari patah hati nasional.
Lunar tinggal di rumahnya bersama Naomi. Padahal jika mau bisa saja keluarga Erina menjadi keluarga mempelai wanita. Tapi sepertinya nyali Erina terlalu kerdil apalagi setelah penggagalan sayembara oleh Jackson.
Untuk prosesi ikrar suci, Jackson dan Lunar melakukannya secara privat. AHP hanya merilis video ketika kedua pengantin bersama pemuka agama saat pernikahan. Puncaknya, Jackson tak main-main dengan resepsi pernikahannya yang digelar secara mewah.
Alice semakin meraung. Gadis itu tak terima karena Lunar menjadi nyonya Adiwangsa. Mahar fantastis Lunar dari Jackson belum ada satu pun gadis yang mendapatkannya berupa saham, satu set berlian premium dan properti kekayaan yang dimiliki Jackson Adiwangsa. Lunar diberi black card unlimited membuat semua gadis iri padanya.
Bayangkan, kosmetik yang dipakai Lunar pun berbahan dasar bubuk mutiara dan serbuk berlian. Produk kecantikan premium dengan keunggulan mutiara untuk mencerahkan sementara berlian untuk anti-aging. Lunar pun berkali lipat terlihat cantik dan mempesona.
Publik mengatakan Lunar pengantin tercantik sepanjang tahun ini. Banyak yang iri dengan gadis itu, tapi insecure membuat para hatters tidak berani merujak Lunar.
Resepsi mereka sampai berhari-hari apalagi Jackson frustasi karena di hari pernikahan Lunar sedang datang bulan. Jika di siang hari digelar agamis maka malam hari pesta striptis.
Orang rich mah bebas. Pesta dadakan nan mewah sengaja Jackson adakan tak tanggung lima hari lima malam sampai Lunar selesai datang bulan.
Jantung Lunar berdegup kencang menghadapi malam pertamanya. Gadis itu pindah ke rumah Jackson yang baru di kawasan elit. Lunar berkeringat dingin di dalam kamar mewah beraroma Jasmine.
Padahal di dalam lemari, Jackson sudah menyediakan bermacam lingerie tapi Lunar malah memakai piyama. Karena ingin lebih berkesan, sebelum bertemu Lunar sang ceo AHP terlebih dahulu menyuruh orang untuk merias Lunar.
"A-aku gugup," cicit Lunar setelah dirias.
Gadis itu dipakaikan lingerie tael senada dengan warna matanya. Sang penata rias terkikik menggoda Lunar membuat gadis itu semakin ketakutan.
"Santai saja." Ujarnya lalu meninggalkan Lunar.
Lunar meneguk ludah. Berkali-kali gadis itu menatap jam dinding. Sudah pukul delapan malam tapi Jackson belum juga datang.
Lunar bisa bernapas lega untuk sesaat. Gadis itu segera berbaring di king size yang ditaburi kelopak mawar. Lunar tak perduli jika kasurnya berantakan, gadis itu menyelimuti diri dari ujung kepala sampai kaki dengan selimut tebal.
Merinding sekujur badan ketika pintu terbuka lalu terdengar langkah kaki ke arahnya. Lunar tahu yang datang Jackson Adiwangsa.
Lunar memilih memejamkan mata, dia bisa merasakan Jackson ikut merebahkan diri di sampingnya. Deg-degan sekali. Walau cuma acting, dia tak pernah di posisi ini.
Melihat Lunar, Jackson malah larut dalam pikirannya sendiri. Pria itu bukan sosok polos, Jackson sudah berpengalaman dalam hal ini tapi Lunar? Pria itu menahan tawa tak henti menggeleng.
"Lunar," Jackson menyentuh bahu gadis itu.
Lunar melompat sampai dia terperosok ke bawah. Gadis itu takut bukan main. Jackson terkejut lalu bangun hendak menolong Lunar.
"Kau tak papa?" Jackson kuatir.
Lunar bangun dibantu Jackson. Gadis itu mengangguk saja tanpa mau melihat Jackson. Malu. Jackson menggendong Lunar lalu merebahkan diri di kasur. Pria itu mengusap-usap kepala Lunar lembut. Lunar bisa merasakan Jackson begitu menyayanginya.
"Coba tatap aku," Jackson berkata lembut.
Malu-malu Lunar menatapnya. Jackson menahan tawa melihat gadis itu ketakutan. Lantas pria itu menggesekan hidungnya di pipi Lunar gemas. Sebagai pria, Jackson tersanjung mendapatkan Lunar yang masih perawan.
"Santai santai," Jackson memijat bahu Lunar yang terasa kaku.
Perlakukan Jackson membuat gadis itu tenang. Jackson membawa Lunar ke pelukannya, daripada dia membuat Lunar takut Jackson mengajaknya berbincang.
"Siapa saja yang sudah mendahuluiku bersandar di dadamu, tuan?" ujar Lunar.
Ada rasa cemburu bila mengingat itu. Lunar menarik napas harus mentabahkan diri karena Jackson Adiwangsa seorang aktor. Jackson pun tak menyanggah. Sebelum Lunar dia pernah melakukannya dengan gadis lain.
"Apa kau jijik padaku?" tanya Jackson membuat Lunar menggeleng.
"Kau mau 'kan melakukannya denganku?" Jackson kembali bertanya.
"Kalau tidak mau?" Lunar penasaran.
"Ya harus mau! Aku akan memaksamu!"
Jackson ikut masuk ke dalam selimut. Lunar berteriak kencang meminta dilepaskan tapi sia-sia karena dinding kamar kedap suara.
Di sisi lain, para penggemar mereka tengah unjuk rasa di depan gedung AHP. Penggemar fanatik meminta mereka diboikot seolah menikah scandal yang tak bisa dimaafkan.
"Bubaaaaarrr!" peringat Naomi menghadang fans fanatik menggunakan toa.
Pletak!
"Sialan! Siapa yang menjitakku?!"