NovelToon NovelToon
Doll Controller

Doll Controller

Status: sedang berlangsung
Genre:Perperangan / Summon / Spiritual
Popularitas:531
Nilai: 5
Nama Author: Fadhil Asyraf

kekuatannya menyebabkan dia bisa mengendalikan boneka tapi semakin sering ia menggunakannya ia pun mulai di Kendalikan oleh kekuatan sendiri

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fadhil Asyraf, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14: Gunting Jiwa dan Pembebasan Kehendak

Pertempuran di Lembah Distorsi mencapai puncaknya. Monster-monster dari dahan pohon yang dipelintir dan batu yang berdenyut menerjang maju, di bawah komando Kresna, Dalang Benang Darah. Kapten Kael dan prajuritnya berjuang mati-matian, pedang mereka beradu dengan kekuatan alam yang terdistorsi. Sementara itu, Ryo dan Lyra berdiri teguh di ambang lingkaran pengaruh Kresna, bersiap untuk melaksanakan rencana berbahaya mereka.

"Siap, Lyra?" Ryo bertanya, suaranya tenang namun tegang. Ia memejamkan mata, memusatkan benang intinya. Boneka Elara di tangannya terasa seperti sebuah penanda, sebuah ingatan akan kesalahan masa lalu yang kini harus ia hindari.

"Siap," Lyra membalas, tangannya menggenggam tangan Ryo erat. Ia merasakan benang kehidupannya sendiri bergetar, namun ia fokus pada empati dan tekadnya, menjadikannya penarik yang stabil dan murni.

Ryo memproyeksikan benang intinya ke dalam benang Lyra, menggunakan Lyra sebagai perantara. Melalui Lyra, ia merasakan benang-benang dominasi yang Kresna tanamkan pada prajurit, pada monster-monster alam, bahkan pada alam itu sendiri. Benang-benang itu terasa seperti duri tajam yang menusuk kehendak bebas, memelintirnya untuk melayani Kresna.

"Aku akan memutus benang dominasi, bukan benang inti," Ryo mengingatkan dirinya sendiri. "Fokus pada resonansi yang salah."

Kresna merasakan pergerakan Ryo. "Kau mencoba apa, Dalang rendahan? Mencoba melawan kehendakku? Kau tidak akan berhasil! Benangmu terlalu lemah untuk menahan keagungan visi ini!" Kresna memproyeksikan lebih banyak ilusi, mencoba memecah belah fokus Ryo dan Lyra, membuat mereka melihat diri mereka gagal, melihat Aethelgard hancur.

Lyra merasakan gelombang keputusasaan dan ketidakberdayaan yang mengancam menelannya. Ia melihat Ryo roboh, melihat Kael dan pasukannya tewas, melihat dirinya sendiri tak berdaya. Namun, ia berpegangan pada benang kebaikan dan harapan di dalam dirinya. Ia merasakan kehangatan tangan Ryo, sebuah pengingat bahwa ia tidak sendirian.

"Ingat misi kita, Ryo!" Lyra membalas, menyalurkan tekadnya ke dalam genggaman mereka. "Bukan untuk mengendalikan, tapi untuk membebaskan!"

Kata-kata Lyra beresonansi dengan benang inti Ryo. Ryo membuka matanya, kilatan tekad membakar di matanya yang merah. Ia melihat Kresna, yang memancarkan benang dominasi dari kristal di tongkatnya.

"Gunting Jiwa!" Ryo berbisik.

Melalui benang Lyra, yang bertindak sebagai pemandu, Ryo mengirimkan gelombang eterik yang halus namun tajam. Ia tidak memotong secara acak, melainkan dengan presisi seorang ahli bedah. Ia memutus benang-benang dominasi Kresna, satu per satu, dari benang inti para prajurit. Benang-benang yang terpelintir itu terputus, dan para prajurit, yang sebelumnya dipenuhi ilusi, terhuyung, seolah baru terbangun dari mimpi buruk.

"Apa yang terjadi?" teriak salah satu prajurit, melihat dahan-dahan pohon yang menyerang mereka kini kembali menjadi pohon biasa.

Kresna terkejut. Ia merasakan benang-benang yang ia kendalikan terputus. "Tidak mungkin! Bagaimana kau bisa memutus benangku tanpa merusak intinya?"

"Karena benangmu adalah penjara," Ryo membalas, terus-menerus memotong. "Dan benangku adalah kunci."

Benang-benang yang terdistorsi di sekitar lembah mulai kembali ke keadaan semula. Pohon-pohon yang meliuk-liuk aneh kembali tegak. Kabut hijau keunguan perlahan menipis. Kekuatan Kresna melemah seiring dengan benang-benang dominasinya yang terputus.

"Kau menghancurkan visiku!" Kresna meraung, matanya memancarkan kemarahan. Ia mencoba menyerang Ryo secara langsung, memproyeksikan benang dominasi paling kuatnya ke arah Ryo, mencoba menguasai benang intinya.

Ryo bersiap. Ini adalah pertarungan Dalang vs. Dalang, inti vs. inti. Ia merasakan benang Kresna yang mencoba melilit benang intinya, mencoba menundukkannya. Tapi Ryo tidak lagi takut akan dikendalikan. Ia telah belajar dari Mulut Jurang, ia telah belajar dari Elara. Ia telah menemukan keseimbangan.

Ia mengarahkan benang intinya, bukan untuk menyerang balik, melainkan untuk membungkus benang dominasi Kresna, melumpuhkannya, menghentikannya agar tidak lagi bisa memelintir benang-benang lain. Ia tidak menghancurkan Kresna, melainkan menonaktifkannya, mencegahnya untuk terus menyebarkan pengaruh buruknya.

Kresna berteriak kesakitan, bukan fisik, melainkan spiritual. Ia merasakan benang dominasinya, sumber kekuatannya, terperangkap, tidak bisa lagi memelintir atau mengendalikan. Tongkat di tangannya jatuh ke tanah, kristal di puncaknya berhenti berdenyut. Matanya yang hijau keunguan kembali menjadi mata manusia yang hampa, kehilangan kekuasaan yang dulu terpancar.

Ryo terhuyung, Lyra segera menopangnya. Pertarungan itu menghabiskan energinya, namun ia berhasil. Ia tidak menghancurkan Dalang lain, melainkan membebaskan benang-benang yang terjerat dari Dalang itu. Kresna kini terbaring di tanah, bukan mati, tapi tidak lagi mampu menggunakan kekuatannya. Benang-benang dominasinya telah diputus, dan ia hanya tinggal cangkang kosong dari Dalang yang menyimpang.

"Dia... tidak mati?" Lyra bertanya, melihat Kresna yang tak berdaya.

"Tidak," Ryo terengah-engah. "Benang intinya tidak rusak. Hanya benang dominasinya yang putus. Dia kini bebas dari kehendaknya sendiri untuk menguasai orang lain. Terserah dia apakah akan mengisi kehampaan itu dengan kebaikan, atau tetap hampa."

Kapten Kael dan prajuritnya, yang kini sepenuhnya bebas dari ilusi dan dominasi, bergegas mendekat. Mereka melihat Kresna yang tak berdaya, dan mereka melihat Ryo dan Lyra yang kelelahan namun berhasil.

Kemenangan telah diraih, namun dengan cara yang berbeda. Ryo tidak menghancurkan musuhnya, melainkan membebaskannya dari belenggu kekuasaannya sendiri. Sebuah pelajaran baru bagi Dalang Jiwa, sebuah pelajaran tentang kekuatan pembebasan, bukan penghancuran.

1
anggita
like👍 iklan. moga novelnya lancar.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!