NovelToon NovelToon
Papan Takdir

Papan Takdir

Status: sedang berlangsung
Genre:Ilmu Kanuragan / Penyelamat / Action / Sistem
Popularitas:419
Nilai: 5
Nama Author: Fadhil Asyraf

Yin Chen menemukan papan catur ajaib di hutan bambu—setiap gerakannya mempengaruhi dunia nyata. Saat kekuatan gelap mengancam keseimbangan alam, dia bertemu Lan Wei dari kelompok Pencari Kebenaran dan mengetahui bahwa pemain lawan adalah saudara kembarnya yang hilang, Yin Yang. Bersama mereka harus menyatukan kekuatan untuk mengakhiri permainan kuno yang bisa menyelamatkan atau menghancurkan dunia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fadhil Asyraf, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 14: KEMBALINYA KE HUTAN MENGYOU

Setelah beberapa hari berjalan melalui wilayah yang semakin dekat dengan hutan bambu Mengyou, Yin Chen dan Lan Wei akhirnya melihat hamparan pepohonan yang mereka kenal dengan baik—hutan yang menjadi rumah bagi papan catur ajaib dan tempat dimana segalanya dimulai. Udara di sekitar mereka terasa sangat akrab, dengan aroma bambu segar dan tanah yang lembap yang membawa kenangan dari masa lalu ketika Yin Chen tinggal sendirian di sini.

“Sangat menyenangkan kembali ke sini,” kata Yin Chen dengan mata yang penuh dengan rasa hormat. “Hutan ini telah menjadi rumah saya selama bertahun-tahun, dan sekarang saya bisa melihatnya dengan mata yang lebih terbuka tentang apa yang sebenarnya ada di sekitar kita.”

Mereka memasuki hutan melalui jalur yang sudah sangat akrab bagi Yin Chen—jalur yang dia tempuh setiap hari ketika masih tinggal di sini sendirian. Pohon-pohon besar dengan akar yang menjulur ke atas tanah terasa seperti teman lama yang menyambut kedatangannya kembali. Udara di dalam hutan terasa lebih sejuk dengan sedikit kabut yang masih menutupi dedaunan di pagi hari.

“Saya akan menunjukkan tempat di mana saya menemukan papan catur ajaib,” jelas Yin Chen sambil mengarahkan tangan ke arah dalam hutan yang lebih dalam. “Tempat itu tidak jauh dari sini—hanya beberapa menit lagi jika kita berjalan dengan cepat.”

Mereka berjalan melalui jalur yang semakin dalam, melewati rerumputan tinggi dan akar pohon yang menjalar ke permukaan tanah. Saat mereka semakin dekat dengan lokasi papan catur ajaib, Lan Wei bisa merasakan energi yang semakin kuat dan jelas—energi yang berasal dari kekuatan alam yang sudah ada jauh sebelum mereka lahir.

Setelah beberapa menit berjalan, mereka melihatnya—papan catur ajaib yang mengambang di udara di tengah sebuah tempat terbuka yang dikelilingi oleh batu besar dengan ukiran simbol yang sama dengan yang ada pada kalung dan kuil kuno. Cahaya dari papan tersebut bersinar dengan lebih terang dari biasanya, seolah-olah mengetahui bahwa kedua pemain kini telah bersatu dan siap untuk mengendalikan permainan dengan cara yang benar.

“Begitu banyak hal yang telah berubah sejak saya pertama kali menemukan papan ini,” bisik Yin Chen dengan suara penuh dengan emosi. “Saya dulu berpikir ini hanya sebuah permainan biasa, namun sekarang saya tahu bahwa ini adalah sesuatu yang jauh lebih besar dari itu.”

Mereka berhenti beberapa meter dari papan yang mengambang di udara. Yin Chen mengambil kalungnya dan memegangnya bersama dengan perisai kecil yang ditemukan di kuil Tianlong. Keduanya mulai menyatu dengan energi dari papan catur ajaib, menciptakan cahaya kebiruan dan ungu yang menyatu menjadi satu. Pada saat yang sama, mereka bisa merasakan bahwa seluruh dunia mulai merespons—tanah yang sebelumnya kering mulai menjadi subur kembali, sungai yang hampir mengering mulai mengalir dengan deras, dan udara yang panas mulai menjadi sejuk dan nyaman.

“Sekarang kita bisa benar-benar mengendalikan permainan ini dengan cara yang benar,” kata Yin Yang yang tiba-tiba muncul di belakang mereka. Dia telah mengikuti jejak saudara kembarnya dan Lan Wei sejak mereka meninggalkan desa Qinghe, ingin memastikan bahwa mereka berada di jalur yang benar.

“Kakak,” ucap Yin Chen dengan senyum hangat melihat datangnya saudara kembarnya. “Kita telah melalui banyak hal bersama, dan sekarang saya tahu bahwa kita bisa melakukan lebih banyak hal jika bekerja sama sebagai satu kesatuan.”

Yin Yang mengangguk dengan senyum yang sama. “Aku setuju,” jawabnya. “Permainan ini tidak dirancang untuk dimenangkan oleh satu pihak saja—melainkan untuk mengajarkan kita tentang pentingnya kerja sama dan rasa hormat terhadap alam serta sesama makhluk hidup.”

Mereka berjalan bersama menuju papan catur ajaib yang mengambang di udara. Ketiga mereka berdiri bersama di depan papan, masing-masing memegang bagian kekuatan yang mereka miliki—kalung dari desa Wanli, perisai dari kuil Tianlong, dan pengetahuan dari leluhur yang telah disimpan dengan baik. Mereka mulai mengendalikan permainan dengan cara yang baru—tidak lagi dengan tujuan untuk menang atau menguasai, melainkan untuk menjaga keseimbangan dan membantu semua makhluk hidup di dunia ini.

Di sekitar mereka, hutan mulai merespons dengan baik—tanaman yang sebelumnya layu mulai kembali subur, burung yang hilang mulai kembali berkicau dengan riang, dan sungai yang hampir mengering mulai mengalir dengan deras kembali. Di desa-desa sekitar, penduduk yang sebelumnya lemah dan lesu mulai merasa penuh energi kembali, anak-anak mulai bermain lagi dengan riang, dan orang dewasa mulai bekerja dengan semangat baru.

“Begitulah cara yang benar untuk menangani permainan ini,” kata Lan Wei dengan suara penuh keyakinan. “Tidak dengan kekuatan atau kontrol—melainkan dengan kerja sama, rasa hormat, dan keinginan untuk membantu semua makhluk hidup di dunia ini.”

Yin Chen mengangguk sambil terus mengamati perubahan yang terjadi di sekitar mereka. “Kita telah belajar banyak dari masa lalu dan dari leluhur kita,” katanya. “Sekarang tugas kita adalah untuk menjaga keseimbangan ini dan mengajarkan generasi mendatang tentang pentingnya hidup berdampingan dengan alam dan sesama.”

Mereka menghabiskan beberapa hari di dekat papan catur ajaib, mengumpulkan lebih banyak pengetahuan tentang bagaimana cara mengendalikan kekuatannya dengan benar serta mengajarkan hal ini kepada orang-orang yang mau belajar. Mereka membangun tempat pembelajaran kecil di dekat papan catur ajaib, tempat di mana orang-orang dari desa sekitar bisa datang untuk belajar tentang hubungan antara alam dan kehidupan mereka.

Pada hari kelima mereka berada di sana, sebuah kelompok dari desa-desa sekitar datang untuk belajar—antaranya adalah anak-anak muda yang ingin memahami lebih banyak tentang alam dan bagaimana cara hidup yang seimbang. Yin Chen, Yin Yang, dan Lan Wei mulai mengajarkan mereka tentang bahasa kuno yang digunakan dalam legenda, simbol-simbol yang memiliki makna penting, serta bagaimana cara hidup yang selaras dengan alam.

“Saya merasa lega melihat bahwa ada banyak orang muda yang ingin belajar tentang cara hidup yang benar,” kata Yin Yang dengan suara penuh harapan. “Ini adalah tanda bahwa masa depan dunia akan lebih baik dengan adanya mereka yang siap menjaga keseimbangan alam.”

Lan Wei mengangguk sambil melihat anak-anak muda yang belajar dengan giat. “Kita telah menemukan tujuan kita di sini,” katanya. “Bukan hanya untuk menyelamatkan dunia dari kehancuran—melainkan juga untuk mengajarkan generasi mendatang agar tidak mengulangi kesalahan masa lalu.”

Mereka menghabiskan beberapa minggu untuk mengajar dan membangun pusat pembelajaran kecil di dekat lokasi papan catur ajaib. Setiap hari ada orang baru yang datang untuk belajar, baik dari desa-desa sekitar maupun dari wilayah yang lebih jauh. Mereka membawa makanan dan bahan bakar untuk membantu membangun fasilitas yang lebih baik bagi pusat pembelajaran tersebut.

Pada hari terakhir sebelum mereka kembali ke pusat pembelajaran utama di kuil Tianlong, mereka mengumpulkan semua orang yang telah belajar bersama mereka. Di bawah langit yang penuh bintang, mereka berdiri bersama-sama di depan papan catur ajaib yang bersinar terang.

“Kita telah melalui banyak hal bersama,” kata Yin Chen dengan suara yang kuat dan jelas terdengar oleh semua orang yang ada di sana. “Dari pertempuran antara kekuatan baik dan jahat hingga menemukan bahwa kerja sama adalah kunci untuk mengembalikan keseimbangan. Sekarang kita memiliki tanggung jawab untuk menjaga keseimbangan ini dan mengajarkan hal yang sama kepada orang lain.”

Semua orang yang ada di sana memberikan tepukan tangan yang meriah dan suara sorak yang penuh dengan harapan. Mereka tahu bahwa perjalanan yang panjang telah membawa mereka pada titik di mana mereka bisa benar-benar membuat perubahan yang berarti bagi dunia. Yin Chen, Yin Yang, dan Lan Wei berdiri bersama-sama, merasa bahwa mereka telah menemukan tujuan sejati mereka—menjadi penjaga keseimbangan alam dan pengajar bagi mereka yang ingin belajar cara hidup yang benar dengan alam dan sesama makhluk hidup.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!