NovelToon NovelToon
Time Travel Fotografer Tengil

Time Travel Fotografer Tengil

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Fantasi Wanita / Fantasi Isekai / Time Travel / Cinta Istana/Kuno
Popularitas:14.6k
Nilai: 5
Nama Author: ANWi

Xu Qinqin adalah fotografer abad ke-21 yang terkenal dengan foto-fotonya yang fantastis. Ia dikenal karena citranya yang nakal namun terampil, terkadang membuat modelnya merasa kesal sekaligus terkesan dengan tingkah lakunya.

Tak disangka, setelah tanpa sengaja memotret pria aneh yang mengenakan jubah kuno, Ia justru terlempar ke tubuh istri dari Jenderal Perang tertinggi di Kekaisaran.

Istri yang tidak disentuh suami nya , disakiti oleh ibu sang jenderal , dan dinggap sampah.

"Ck , gini doang ga becus banget! Pelayan macam apa kau!" Sungut Xu Qinqin dengan berkacak pinggang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ANWi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 21 : Ungkapan

Langkah kaki Wu Lian terasa berat namun stabil saat ia melewati lorong Paviliun Cendana(Paviliun untuk keluaga inti) di kediaman Xu, membawa Qinqin dalam gendongannya. Wajah Jenderal itu tetap kaku seperti batu, meski telinganya sedikit memerah karena kedekatan posisi mereka yang tak terelakkan.

​Qinqin, yang awalnya sempat protes, kini justru menyandarkan kepalanya di bahu zirah Wu Lian. Aroma kayu manis yang bercampur dengan bau debu perjalanan dari tubuh Jenderal itu entah mengapa terasa jauh lebih menenangkan daripada sebelumnya. Ternyata seorang Jenderal juga memperhatikan penampilan. Qinqin pikir wangi nya akan seperti wangi matahari. Meski qinqin mencium aroma matahari juga, namun, hanya dibagian rambut sang Jenderal.

​"Jenderal," panggil Qinqin pelan, suaranya sedikit serak karena kelelahan.

​"Diamlah. Katanya kau lelah," sahut Wu Lian dingin, tanpa menoleh sedikit pun.

​"Aku cuma penasaran. Kenapa baru sekarang kau repot-repot menggendongku? Kenapa baru sekarang kau peduli padaku?"

​Wu Lian menghentikan langkahnya tepat di depan pintu kamar. Ia menunduk, menatap mata emas Qinqin yang seolah menembus topeng keangkuhannya. "Aku selalu menjalankan tugasku, Xu Qinqin. Kau adalah tanggung jawabku."

​Qinqin tertawa hambar, sebuah tawa yang terdengar menyakitkan di telinga Wu Lian. "Tanggung jawab? Setahun aku di kediamanmu, Mr. Jenderal. Apa kau tahu setiap hari ibumu menyiksaku? Apa kau tahu dia menyuruhku mencuci semua pakaian pelayan sampai tanganku pecah-pecah di musim dingin? Apa kau tahu aku sering tidur dengan perut kosong karena dia mengunci dapur?"

​Rahang Wu Lian mengeras. Cengkeramannya pada tubuh Qinqin menguat tanpa ia sadari. "Ibunda bilang kau sedang belajar tata krama rumah tangga. Dia bilang kau senang melakukannya untuk berbakti."

​"Dan kau percaya?" Qinqin menatapnya tajam. "Ke mana Jenderal hebat yang bisa mencium bau musuh dari jarak satu mil itu? Apa kau sengaja buta, atau memang kau menganggapku begitu tidak berharga sehingga penderitaanku hanya dianggap angin lalu? Ke mana kau saat aku menangis di gudang pengap itu?"

​Wu Lian terdiam. Ia memang selalu sibuk di barak, dan setiap kali pulang, ia hanya melihat Qinqin yang selalu menunduk, pucat, dan tak bersuara. Ia pikir wanita itu memang pendiam dan penurut. Ia tidak pernah menyangka ada jeritan di balik kebisuan itu.

​"Aku-aku tidak tahu penderitaanmu sedalam itu," gumam Wu Lian, suaranya merendah. "Bagiku, pernikahan ini hanyalah bidak catur politik. Aku tidak pernah membiarkan diriku memiliki perasaan pada bidak."

​Qinqin tersenyum sinis, lalu ia teringat sesuatu yang membuatnya ingin menggoda pria kaku ini. "Bidak, ya? Tapi tadi, di depan Nyonya Bai dan para tetua, kau dengan gagahnya memanggilku 'istriku'. Bahkan kau bilang akan melakukannya dengan senang hati. Kenapa sekarang kembali sok dingin dan kaku begini?"

​Wu Lian tersentak. Langkahnya yang hendak berlanjut mendadak goyah. Ia berdeham keras untuk menutupi kegugupannya. "Itu..itu hanya untuk menjaga wibawa di depan musuh. Kau tidak perlu besar kepala."

​"Oh, jadi hanya akting?" Qinqin memiringkan kepalanya, menatap leher Wu Lian yang kian memerah. "Padahal suaramu tadi terdengar sangat tulus, Jenderal. Seolah-olah kau benar-benar tidak rela jika ada orang lain yang menyentuh 'istrimu' ini."

​Wu Lian tidak menjawab. Ia segera menendang pintu kamar hingga terbuka dan meletakkan Qinqin di atas ranjang sutra dengan gerakan yang, meski ia coba buat terlihat kasar, sebenarnya sangat hati-hati.

​"Kau terlalu banyak bicara. Istirahatlah," ujar Wu Lian sambil berbalik, berniat segera pergi.

​"Jangan sombong, Xu Qinqin. Aku hanya tidak ingin Menteri Xu berpikir aku tidak becus menjaga putrinya. Hanya itu!" tegas Wu Lian, berusaha keras mempertahankan sisa-sisa sikap dingin nya.

​"Dih, masih saja mengelak," goda Qinqin, ia berbaring sambil menopang dagu dengan tangan. "Kalau memang hanya karena Ayah, kenapa tanganmu gemetar saat tadi menggendongku? Apa aku seberat itu sampai Jenderal Agung Gozuang kewalahan?"

​"Kau...benar-benar tidak tahu malu!" Wu Lian berbalik dengan wajah yang mulai panas. "Jika bukan karena kesehatan ayahmu, aku sudah akan menghukummu karena kelancanganmu itu!"

​"Hukuman apa? Dikurung di gudang lagi? Sayangnya, Jenderal, gudang itu tidak lagi menakutkan bagiku selama ada kau yang 'senang hati' menjagaku," sahut Qinqin santai dengan nada bicara yang cerdik.

​Wu Lian mendengus keras, mencoba membuang rasa aneh yang berdenyut di jantungnya. Ia merasa sangat terganggu dengan perubahan Qinqin yang kini begitu berani dan menjengkelkan.

​"Tidurlah. Besok kita harus memastikan pengobatan ayahmu selesai. Jangan keluar kamar sebelum aku memerintahkan!" ucap Wu Lian dengan nada memerintah yang dipaksakan, sebelum akhirnya melangkah keluar dan menutup pintu dengan bantingan yang cukup keras.

​Di luar, Wu Lian bersandar pada tembok lorong, menarik napas panjang. Ia menyentuh dadanya yang berdegup kencang. Wanita itu benar-benar racun yang lebih berbahaya dari apa pun, batinnya kesal, namun ia tidak bisa memungkiri bahwa ia tidak ingin berada di tempat lain selain di kediaman ini, setidak nya untuk saat ini.

​Sementara di dalam kamar, Qinqin meringkuk di bawah selimut hangat. Ia tersenyum puas. "Jenderal Es itu ternyata kalau sedang terpojok lucu juga. Baiklah, Wu Lian. Mari kita lihat seberapa lama kau bisa bertahan memanggilku bidak, sementara matamu bilang sebaliknya."

***

Happy Reading ❤️

Jangan lupa like, komen, ikuti penulis noveltoon ANWi, vote(kalo ada) dan rate 5 , terimakasih❤️

1
Ai
bagus Qinqin aku suka kecerdasan yg dibalut kelicikan.. pintar itu namanya 🤣
Ai
ayo Qinqin belanja yg banyak kuras hbs uang suamimu🤣
Ai
jenderal dingin akhirnya mencair juga🤣
Mineaa
waaahhh......mertua dajal.....
semoga tuh rencana mertua gagal total.....
😡
ANWi: amin...
total 1 replies
sahabat pena
di apapun tuh mak nya?
ANWi: diapain yaa...
total 1 replies
sasa adzka
di kasih pedang ya thor, biar si ibu mingkem itu mulut🤣🤣🤣🤣
aku menunggu kelanjutan nya thor😍😍
ANWi: pengen nya sih gitu....
total 1 replies
Mineaa
itu si ibu di apain sama jendral es ya.....😁
sasa adzka
aku suka gaya nya Qin Qin... lebih Badas lagi thor MC nya.. lagian kan zaman kuno.. yg hebat d segani... yg lemah mati.. hukum rimba main d sini... bebas Qinqin😍😍😍
semangat up trus thor😍
sasa adzka
eh ada ruang gak neh atau dimensi..
sasa adzka
ninggalin jejak aku...
bar bar gak ya ne MC nya.. suka kali klo dia bisa war😂😂😂😂
azka aldric Pratama
hadir
sahabat pena
waduh Ibu tiri nya kabur ya? siapa yg nolongin? lanjut kak
Ai
jenderal masih gengsi mengakui perasaannya pada Qinqin
Ai
bagus sesuai karakter Qinqin yg sembarangan 🤣
ANWi: wkww bener kak~❤️
total 1 replies
Nurhayati Nurhayati
lanjut thor seruu 🤣
ANWi: siap kak ~❤️
total 1 replies
Ai
suami istri yg kompak🤣🤣🤣
ANWi: hehe bener bgt kak
total 1 replies
Ai
udah gak sabar liat Qinqin ketemu ibu tirinya.. seru ini pasti
Ai
Qinqin mantap.. hajar ibu tirimu qin
sahabat pena
kerjasama yg baik dgn jendral. seperti nya jendral sdh luluh nih. sama istri nya🤣🤣🤣🤣lanjut kak
ANWi: siap kak...❤️
total 1 replies
Mineaa
kereeeeennn.....💪
ANWi: makasi sudah rate 5 kak mineaa~
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!