Fang Yuan kehilangan kedua orang tuanya karena ulah kultivator.Lalu Ia hidup bersama kakeknya hingga akhirnya sang kakek pun meninggalkannya seorang diri.
Di tengah kerasnya dunia, Fang Yuan menemukan sebuah buku kultivasi. Tanpa bakat, tanpa dukungan, hanya dengan tekad.
“Aku akan melakukan apa pun 1000 kali… sampai berhasil.”
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agen one, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 24: Kedatangan Sang Bayangan
Matahari bersinar terik, namun udara di sekitar jalan setapak menuju Kota Karang Hitam terasa membeku.
Di atas punggung Chi Yan Zhu yang perkasa, Fang Yuan duduk dengan tegak.
Jubahnya yang kini bersih—hasil rampasan dari barang-barang Bai Lie—berkibar ditiup angin.
Namun, pemandangan di belakangnya adalah gambaran neraka bagi siapapun yang melihatnya.
Bai Lie, seorang Kultivator Pendirian Fondasi yang dulunya angkuh, kini tak lebih dari seonggok daging yang terikat lehernya dengan tali rami kasar.
Ia diseret di atas tanah berbatu tanpa ampun. Kulitnya lecet, pakaiannya hancur, dan setiap kali ia mencoba melambat, Chi Yan Zhu akan mendengus dan menambah kecepatannya, memaksa Bai Lie untuk terus merangkak atau terseret lebih jauh.
Fang Yuan tidak menoleh sedikit pun. Matanya yang sedalam jurang hanya menatap lurus ke depan.
Tidak ada senyum, tidak ada amarah yang meledak-ledak—hanya kekosongan yang mematikan.
Waktu yang terlalu lama di dimensi bintang telah membunuh "anak kecil" di dalam dirinya. Yang tersisa hanyalah sebuah mesin kultivasi yang hanya mengenal efisiensi dan pembalasan.
"Berhenti." ucap Fang Yuan dingin.
Chi Yan Zhu mendengus dan berhenti seketika. Bai Lie terjerembap ke tanah, terengah-engah menghirup debu. Fang Yuan menarik tali itu, memaksa kepala Bai Lie mendongak.
"Kota di depan ... katakan padaku apa yang sedang terjadi di sana." perintah Fang Yuan.
Bai Lie gemetar, matanya dipenuhi ketakutan yang tak terlukiskan. "Tuan ... itu Kota Karang Hitam. Hari ini ... hari ini adalah hari pertama pendaftaran murid baru untuk Sekte Awan Mendung. Mereka adalah sekte kelas dua yang menguasai wilayah ini."
Fang Yuan menatap gerbang kota yang dipenuhi oleh ribuan pemuda dari berbagai desa dan kota kecil. "Sekte Awan Mendung ... Apakah mereka memiliki akses ke perpustakaan teknik tingkat tinggi?"
"Ya ... ya, Tuan! Mereka memiliki Teknik Pernapasan Awan yang bisa membantu naik ranah hingga ranah ketiga. Tolong ... ampuni saya ..."
Fang Yuan melepaskan cengkeraman talinya. "Hiduplah sebagai anjing yang berguna, maka kau akan tetap bernapas."
Fang Yuan menyimpan Chi Yan Zhu ke dalam kantong binatang buas (sebuah harta yang ia rampas dari Bai Lie).
Ia kemudian memberikan jubah kumal kepada Bai Lie untuk menutupi luka-lukanya dan memerintahkannya untuk mengikuti di belakang sebagai pelayan bisu.
Di depan gerbang pendaftaran yang megah, seorang tetua sekte dengan jubah putih sedang menguji akar spiritual para pendaftar.
"Nama?!" bentak petugas pendaftaran saat giliran Fang Yuan tiba.
Fang Yuan menatap petugas itu tanpa ekspresi. Tatapannya begitu tajam hingga petugas itu merasa seolah lehernya sedang diraba oleh bilah pedang dingin.
"Li Qiye." ucap Fang Yuan singkat.
Ia memilih nama samaran itu untuk memutus hubungan dengan masa lalunya yang lemah.
Bagi dunia, Fang Yuan sudah mati di reruntuhan desanya. Yang berdiri di sini sekarang adalah Li Qiye—seorang kultivator misterius yang haus akan puncak kekuatan.
"Umur 15 tahun (secara biologis luar), Ranah ... Tunggu!" Petugas itu terbelalak saat meletakkan tangannya di atas batu penguji yang dipegang Fang Yuan.
Batu itu bersinar dengan warna kelabu yang pekat, menunjukkan kekuatan Pendirian Fondasi Awal.
"Kau ... kau sudah mencapai Pendirian Fondasi di usia semuda ini?!" Suara petugas itu menarik perhatian para tetua di panggung utama.
Fang Yuan tetap diam. Ia tahu bahwa menunjukkan kekuatan terlalu banyak akan menarik perhatian, namun ia juga tahu bahwa tanpa kekuatan, ia hanya akan menjadi murid luar yang membuang waktu. Ia membutuhkan akses cepat ke sumber daya sekte.
"Bakatmu ... aneh. Energi Qi-mu terasa sangat berat dan dingin," ujar salah satu tetua yang menghampirinya. "Tapi kekuatan tidak berbohong. Li Qiye, kau tidak perlu mengikuti ujian murid luar. Kau langsung diterima sebagai Murid Dalam."
Fang Yuan membungkuk sedikit—sebuah gerakan mekanis tanpa rasa hormat yang tulus.
Di belakangnya, Bai Lie menundukkan kepala sedalam mungkin, hatinya menjerit melihat betapa cepatnya iblis kecil ini menyusup ke dalam struktur kekuasaan.
"Terima kasih, Tetua." ucap Fang Yuan datar.
Sambil berjalan masuk ke dalam kota menuju markas sekte, Fang Yuan melihat kerumunan pemuda yang penuh harapan dan tawa. Ia merasa muak.
Mereka menganggap sekte adalah tempat untuk belajar, sementara baginya, sekte hanyalah sebuah ladang yang harus dipanen dan kemudian dibakar jika sudah tidak berguna.
"Kerja keras hanyalah untuk mereka yang percaya pada keadilan," batin Fang Yuan. "Aku akan menggunakan sekte ini sebagai batu loncatan. Dan jika mereka menghalangi jalanku ... maka Sekte Awan Mendung akan menjadi nama berikutnya di daftar nisan yang kubuat."
ini mengingatkanku pada wang lin.
tapi aku menyukai alur ini, sangat menarik.