NovelToon NovelToon
Jerat Cinta Di Rumah Setan

Jerat Cinta Di Rumah Setan

Status: sedang berlangsung
Genre:Dunia Lain / Selingkuh / Rumahhantu / Tumbal / Iblis
Popularitas:14.7k
Nilai: 5
Nama Author: Dayang Rindu

"Hanya anak yang lahir dari Tulang wangi yang akan selamat! Istrimu, adalah keturunan penganut iblis. Dia tidak akan memberimu anak, setiap kali dia hamil, maka anaknya akan di berikan kepada sesembahannya. Sebagai pengganti nyawanya, keturunan ke tujuh yang seharusnya mati."
Pria bernama Sagara itu terdiam kecewa, istri yang telah ia nikahi sepuluh tahun ternyata sudah menipunya.
"Pantas saja, dia selalu keguguran. Ternyata bukan musuhnya yang membuat anak ku mati, tapi dia sendiri!"
Sagara pulang dengan kecewa, diketahui sang istri adalah seorang paranormal dengan bayaran selangit, kekuatannya tak di ragukan lagi. Ternyata....
"Lang, kamu tahu tidak, ciri-ciri perempuan yang memiliki tulang wangi?" tanya Sagara, putus asa.
"Tahu Tuan, kebetulan kekasihku di kampung merupakan tulang wangi." jawab Alang, membuat Sagara tertarik.
"Dia cantik, tapi lemah. Hari-hari tertentu dia akan merasa seluruh tulangnya nyeri, kadang tiduran berhari-hari."
Sagara tertarik, menatap Alang penuh arti

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dayang Rindu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Berdua

Menatap gambar berbingkai abu-abu berdiri di atas meja, Niken duduk merenungi keputusannya.

'Apakah, karena wajah Tuan Saga yang tampan, sehingga aku bersedia?'

'Apa karena dia kaya? Atau karena aku putus asa?'

Niken duduk menjulurkan satu kaki, sedangkan kaki satunya di tekuk.

"Melamun?"

Tangan Saga memeluknya, aroma mint menyegarkan menguar membuat Niken tak bisa berhenti menarik nafas lebih dalam.

Ia mendongak, dimana wajah segar Saga membuatnya terpesona. Sebenarnya, ini cinta, atau apa?

"Kopinya." Niken menyodorkan kopi hangat yang tadi di buatnya.

"Terimakasih." Saga meraihnya dari tangan Niken, meminumnya beberapa teguk.

"Mau makan?" tanya Niken, bahkan sekotak makanan hangat telah ia siapkan untuk Saga.

Saga tersenyum, memandangi wajah cantik Niken begitu dekat. Bulu matanya yang lentik, bibirnya yang pink alami, wajahnya yang halus, hidungnya yang mancung, tak lupa bola matanya bening menggoda.

Saga tidak tahan untuk tidak merengkuh dan menciuminya. Jarinya yang dingin setelah mandi, mulai mengusap wajah Niken dan menahannya agar tak menghindari.

"Hemph."

Ternyata Saga lebih buru-buru dari yang dia bayangkan. Tapi melihat dan merasakan seperti ini, membuatnya tak berdaya menghindar lagi.

"Imut sekali." Bisik Saga, berkata di depan bibir Niken yang basah, dia tersenyum senang.

Malu, Niken memilih menenggelamkan diri di pelukan Saga, bersembunyi di dada agar tidak terlihat lagi.

Malah membuat Saga semakin tidak bisa menahan diri. Gadis belia yang wangi, renyah dan menggoda, siapa yang tahan. Sejak awal melihat sudah membuat pikirannya tak karuan, sudah di pelukan mana mungkin di sia-siakan.

Niken memejamkan mata begitu rapat, takut dan ingin menjadi sesuatu yang menuntut.

Rasa sakit mendera meskipun sudah pernah melakukannya. Itu cukup membuat Saga amat bahagia, sulit mengendalikan diri ketika sudah tenggelam jauh ke dalam lautan berombak.

"Nanti, akan ada beberapa orang yang datang mencarimu. Kamu sudah di takdirkan menjadi gadis yang bisa membebaskan mereka dari jerat kesesatan."

Selintas bayangan masa lalu, Perempuan berusia lima puluh tahun sedang mengusap punggung tangan Niken, pelan.

"Kalau banyak, aku harus bantu siapa Bu?"

Niken yang polos itu bertanya, waktu itu berusia lima belas tahun, ia masih mengenakan seragam biru putih panjang, wajahnya yang tirus dengan mata bulat terlihat cantik alami sesuai usianya. Tapi, gurat kekhawatiran juga tampak menggelung di bola mata.

"Yang benar-benar membutuhkan pertolongan."

Istri haji Ibrahim memeluk Niken dan mengusap kepalanya yang tertutup kerudung putih.

"Mendengarnya, Niken jadi takut."

Niken membuka matanya yang terbayang masa lalu itu. Ia memandangi wajah Saga yang mendamba diatasnya.

"Tuan Saga" bisik Niken, memanggil pelan.

Panggilannya, membuat Saga semakin bahagia. Ia meraih beberapa lembar tisu yang di letakkan samping.

Niken menahannya.

"Sayang?" Saga memberi kode bahwa dia sudah tak tahan lagi.

Niken membuang tisu di tangannya, menggenggam tangan Saga erat, kemudian menariknya agar tak kemana-mana.

"Aku menginginkannya." ucap Niken.

"Tid_"

Niken membungkamnya, memeluk erat dan membiarkan semua sesuai keinginan yang tidak mau melepaskan satu sama lainnya.

Sampai pada puncak yang tak terbendung, ketika gelombang dahsyat menggulung dirinya. Saga melepaskan semua yang tertahan dari waktu yang cukup lama.

Niken memeluknya erat, membiarkan diri tenggelam dalam kungkungan Saga yang gagah. Sampai laki-laki itu merasa lega dan puas.

"Sayang, jangan panggil aku Tuan lagi. Kau istriku." Bisik Saga, menciumi rambut Niken yang wangi khas, menurutnya.

"Nanti semua orang curiga." jawab Niken, mengusap punggung Saga yang basah oleh keringat.

"Memangnya, kalau orang tahu apa kamu malu?" tanya Saga, melonggarkan pelukan dan melihat wajah berkeringat Niken.

Niken menggeleng, dia tersenyum lembut, memandangi wajah Saga yang semakin tampan.

Sejenak, keduanya berpelukan erat di ranjang yang luas. Niken sendiri menatap langit-langit kamar hotel milik Saga itu.

"Sayang, kita ke dokter saja ya? Aku tidak bisa membiarkan mu mendapat masalah." bujuk Saga, ternyata ia pun sibuk dengan pikiran yang rumit.

"Kenapa?" tanya Niken, menoleh suaminya.

"Gendis tak kan membiarkan anak kita. Dia pasti akan mengejar mu nanti, dan aku tidak mau itu terjadi. Aku mau kamu aman, aku mau kamu baik-baik saja. Menemaniku seperti ini, sudah lebih dari cukup."

"Tapi aku mau." jawab Niken.

"Kau tahu itu sangat berbahaya?" tanya Saga, mengusap wajah Niken, menatapnya.

"Kalau aku bisa bagaimana?" tanya Niken.

Saga sendiri bingung, bisa atau tidak dia tidak tahu, lagipula Niken memang benar tulang wangi yang ia cari. Tapi soal simbol pembebasan Niken tidak punya.

"Kalau di luar, rasanya tidak enak." bisik Niken.

Menghentikan kebingungan Saga, pria itu jadi tersenyum mendengar bisikan Niken yang kembali menggodanya.

"Menantang ku?" Saga mengunci tangan Niken ke atas kepala.

"Aku harus bekerja." rengek Niken.

"Kau di pecat!"

"Hah!"

Di luar sana, berkali-kali Rumi melirik ruang kerja bos belum juga terbuka. Bahkan hari sudah sore pun tak ada tanda-tanda pergerakan. Dia semakin yakin, kalau Niken itu memiliki hubungan khusus dengan atasan mereka.

Kita tinggalkan Saga yang sedang bersenang-senang.

Di rumah besar, Gendis turun dari mobilnya dengan kaki pincang, di sisinya Nina menopang dengan susah payah.

"Sial sekali aku, tidak biasanya seperti ini." kesal Gendis, terus menggerutu.

"Bibi?" Dewi menyapa Bibinya yang meringis.

"Kau? Ada apa?" tanya Gendis.

"Ada tamu?" ucap Dewi, menunjuk ruang tamu yang luas, ada seseorang duduk di sana.

Gendis berjalan menuju ruang tamu, melihat siapa yang datang padahal tak memiliki janji.

"Anda, siapa?" tanya Gendis, ia duduk pelan dibantu Nina.

"Oh, Nyai gendis. Maaf aku datang mengganggu. Di tempat kerja mu, kau sulit sekali untuk ditemui." ucap seorang pria, memakai pakaian muslim, tampan, tapi mendatangi gendis yang merupakan paranormal.

"Duduklah." ucap Gendis, setelah menelisik laki-laki itu, ia tahu kalau penampilannya tak lebih dari hanya sebuah kemunafikan.

"Terimakasih. Aku datang tentu ingin membicarakan hal yang penting. Aku, ingin minta bantuan sekaligus menawarkan hal berharga."

Kening gendis berkerut, kira-kira apa yang berharga?

"Katakan."

Pria itu terkekeh, kemudian berkata dengan dingin. "Menghabisi kiyai Yusuf!"

Gendis terkejut, tapi melihat penampilan laki-laki munafik di depannya, dia jadi tertarik. Orang beriman yang pembohong, akan mudah di habisi, daripada orang biasa tapi imannya tulus.

"Imbalannya?" tanya Gendis.

"Sepasang janin kembar." jawab Sang ustadz.

Gendis terkekeh, merasa lucu dengan imbalan yang akan dia terima. "Kau pikir itu imbalan? Itu syarat mutlak jika ingin menghabisi orang yang kuat. Soal imbalan, lain lagi." ucap Gendis, sorot matanya dingin.

"Dia pemimpin sebuah pondok, perguruan silat, dan banyak lagi kelompok-kelompok di bawahnya. Kalau kau berhasil, sebagiannya milikmu, kau bisa melakukan praktik untuk memenuhi kebutuhan mu. Kalau uang, aku yakin kau sudah tidak membutuhkannya."

Gendis terdiam, ada rasa tertarik mendengar janji laki-laki itu.

"Kau juga akan lebih mudah mendapatkan syarat mutlak mu itu. Asrama tak hanya di huni putri atau putra, tapi bisa keduanya."

"Setuju!"

1
❤️⃟Wᵃf🥑⃟𝙉ልƁίĻԼልˢ⍣⃟ₛ
gak pantas disebut ustad, iri dengki pembunuh pencuri pulaaa🙄🙄🙄🙄🙄
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉andiniandana☆⃝𝗧ꋬꋊ
hhh... benar, biang keroknya si Jaenal ini ternyata, dah sikaat aja /Hammer//Hammer//Hammer//Cleaver//Cleaver/
Ai Emy Ningrum: udah disikat ,digosok ,dibilas ,diperas trus tinggal jemur deh 😋😋😋
total 1 replies
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ𝓢𝓾𝓼ͫ𝔀ͣ𝓪ͬ𝓽𝓲ᷤ 🍻
Mencurigakan ...
jangan jangan Sagara mau sama Niken karena dia wanita tulang wangi

tinggal Alang nih ....
apakah dia mau menyerahkan Niken ke Sagara 🤔
Dayang Rindu: terimakasih sudah mampir
total 1 replies
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ𝓢𝓾𝓼ͫ𝔀ͣ𝓪ͬ𝓽𝓲ᷤ 🍻
emang apa hubungan seorang paranormal dengan resiko tidak punya anak ?

emang kalau paranormal ga bisa punya anak ??
Dayang Rindu: biasanya ada persyaratan tersendiri kak,
total 1 replies
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ𝓢𝓾𝓼ͫ𝔀ͣ𝓪ͬ𝓽𝓲ᷤ 🍻
kasihan ...
Niken sendirian di rumah kayu itu
ditinggalkan tanpa ikatan yang jelas
hanya memegang janji manusia
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ𝓢𝓾𝓼ͫ𝔀ͣ𝓪ͬ𝓽𝓲ᷤ 🍻
Ohh ... mereka saudara angkat,
bukan suami istri

tapi ......
❤️⃟Wᵃf🥑⃟𝙉ልƁίĻԼልˢ⍣⃟ₛ
Mak sum nenek kandung Alang, terus sekaligus keponakan ustadz jahat ituu , Wahh banyak kongkalikong inii🤣🤭
ѕ⍣⃝✰y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ𝒔๎
lhaa kok isooo
apa yg sebenarnya terjadi hayoo
smg di di sini kya yusuf bisa menyadari nya krn 2 anak di besarkan bukan dr tngan sndri melainkan di titipkan
nahh kek mana oraan ne

setelah tau anak2 nya menemukan jalan masing2
ѕ⍣⃝✰y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ𝒔๎: 💞💞🙈🙈🙈 begitukah
mgkin akan lebih baik ya
tgl kita tonton aja sambil goyang2 apa ya 🤔🤔🤔
total 2 replies
❤️⃟Wᵃf🥑⃟𝙉ልƁίĻԼልˢ⍣⃟ₛ
ngeeceeeesssss ilerrnyaaa bayangin makan mangga muda yang asem nya gak bisa dibayangkan 🤭🙈
Dayang Rindu: bikin ngilu gigi sampai ke hati. 😁
total 1 replies
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉andiniandana☆⃝𝗧ꋬꋊ
Aamiin ya Rabbal'alamiin 🤲
selamat menjalankan ibadah puasa thor
Ai Emy Ningrum: semoga fit lancar jaya ibadah nya /Pray//Heart/
total 1 replies
ѕ⍣⃝✰y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ𝒔๎
selamat menajali ibadah mbk sul
ѕ⍣⃝✰y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ𝒔๎: itu suli
ada kan komenya mbk suli
mbk ning /Chuckle/
total 2 replies
ѕ⍣⃝✰y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ𝒔๎
wow
niken ngidam nya hiiii aq bayangin aja udh ngerasa gigi ngilu

dulu aq ngidam buah tp semua buah harus manis
klo g manis aq ogah
🙈🙈🙈🙈
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉andiniandana☆⃝𝗧ꋬꋊ: lebih ngeri kalau kulitnya jadi item, kek kopi /Toasted/
total 4 replies
ѕ⍣⃝✰y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ𝒔๎
piye jal

kyo lagune kae lho lho
tresno iku esek3
okeh isine lancar traksine
trsno iku esek3
kosong isi ne ora ono regone
urip butuh duit
tresno iku g keno di kresit
☠ SULLY
apakah Niken dan saga
akan menikah secara resmi
di pesantren ,bareng Arimbi & imam
☠ SULLY
selamat ibadah puasa kak
semoga lancar sampai hari kemenangan
aamiin
SENJA
hadeeeh ngapain coba 😭
SENJA
waaaah masih ada hubungan sama gendis kah cuaca ini? 😳
SENJA
kan itu bapakmu kenapa masih rahasia segala
☠ SULLY
Alang dan ustadz Zainal pasti jauh2 hari
merencanakan kejahatan mereka
jgn2 kebakaran rumah haji Ibrahim juga perbuatan mereka
☠ SULLY
jadii nya Arimbi nikah sama imam ,
layaknya saudara angkat donk
Krn di asuh kiyai Hasan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!