Diana, harus menelan pil pahit, saat ia di keluarkan dari sekolah,akibat kesalahan yang tidak pernah ia buat. hampir setiap hari ia di buly oleh teman-teman sekolahnya, terutama Rehan. lelaki Tampan yang kerap kali membuly Diana, hingga muncul kebencian di dalam hati Diana untuk pria itu.
Akibat ulah Rehan, kehidupan Diana hancur, bahkan ia harus kehilangan ibunya. dan di usir dari rumah kontrakannya, kebencian Dian semakin mendalam sampai ke tulang. hingga ia memutuskan pergi merantau dengan adiknya.
suatu hari Diana dan Rehan ketemu secara tidak sengaja.....
bagaimana kelanjutan kisah mereka.
yuk Baca...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DeiNova, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rehan..
" maaf Bu, saya mencari Diana rumahnya tutupan,apa ibu tau kemana perginya Diana?" tanya rehan pada sala seorang ibu-ibu yang sedang duduk-duduk di depan rumah kontrakan.
" Diana dan Vera, sudah di jemput sama saudaranya. Soalnya di usir sama pemilik kontrakan." jawab ibu-ibu tersebut.
" apa ibu tau, di mana alamat rumah saudara Diana Bu?" tanya rehan lagi.
" tidak tau." jawab ibu-ibu itu
akhirnya rehan pamit pergi, sejak kejadian tentang Diana semalam, ia tidak bisa tidur memikirkan gadis itu. Rehan mulai sadar jika dia, adalah penyebab penderitaan gadis itu.
Diana telah pergi membawa segala luka dan duka, ibunya sudah meninggal dunia, ayahnya memilih istri barunya
di bandingkan Diana dan Vera. Kedua gadis itu ternyata di jemput Hendra adik ayahnya, yang kaya raya, yang tinggal di kota B bersama istri dan satu anak perempuannya.
Yang seumuran dengan Diana.
" Diana ,kamu harus mengerjakan semua pekerjaan rumah yang ada di rumah ini, mencuci pakaian, memasak dan membereskan rumah. Kau tidak di gaji,sebagai gantinya om akan membiayai sekola vera. Jatah makan kalian dua kali sehari, om tidak menerima protes." ucap Hendra menjelaskan.
Selain menerima,apa lagi yang bisa di lakukan Diana.sebeb ia tidak memiliki tumpuan hidup. Demi adiknya ,Diana rela melakukan apa saja bahkan jadi pembantu di rumah om-nya sendiri. Putus sekolah sebelumnya tidak di bayangkan Diana.
" kamar kalian ada di belakang,kamar pembantu." ketua Sera istri Hendra.
" iya, Tante." jawabannya pelan
Diana mengajak Vera ke kamarnya di belakang,kamar pembantu kedua gadis ini tampak Kumal dan lusuh, tapi mereka tak berdaya. Ada dendam di balik benak Diana , dendam pada ayahnya, dan juga Rehan yang sudah membuat kehidupan Diana menderita.
" kak, kenapa kakak tidak mencari sekolah lain saja?" tanya vera yang berharap kakaknya tidak putus sekolah.
" Biarlah kakak seperti ini,kakak akan bekerja demi biaya sekolah kamu." ujar Diana
" Om dan Tante sangat pelit dan perhitungan, kita akan makan hati tinggal di rumah ini" ucap Vera dengan nada pelan.
" Hanya tiga tahun,setelah kamu lulus barulah kita pergi dari tempat ini." ucap Diana pada adiknya. " Bersabarlah, sampai kapanpun kakak akan perjuangkan pendidikan mu Agar masa depanmu tidak seperti kakak."
Vera menangis,selain kakaknya tidak ada lagi tempat untuk mengadu, dunia yang ia miliki hanya Diana.
Meskipun ayahnya masih ada tapi tak ada gunanya.
*******
Kembali pada Rehan, yang saat ini berada di tempat tongkrongan, sejak tadi ia diam berpikir kemana perginya Diana. Isis kepalanya mulai di hantui oleh perasaan bersalah. Bahkan sejak tadi Rehan melamun hingga membuat kedua sahabatnya kebingungan.
" apa ada masalah?" tanya Juna yang merasa heran
" Apa kau tau jika Diana pergi?" Rehan justru balik bertanya.
Juna dan Kevin saling pandang. Keduanya semakin bingung.
" maksudmu pergi bagaimana?" tanya Kevin yang selama ini ikut membully Diana.
" Ibunya meninggal dunia, setalah tau Diana di keluarkan dari sekolah. Saat itu Diana di pukul habis-habisan oleh ayahnya, dan sekarang dia dan adiknya pergi entah kemana." ucap Rehan memberitahukan.
" ibunya meninggal dunia?" tanya Juna memperjelas kan.
Rehan menjawab dengan anggukan kepala.
" Rehan, itu artinya dalang dari penderitaan Diana adalah kau. Kau meminta pengacara keluargamu, pada pihak sekolah untuk mengeluarkan Diana dari sekolah. Apa kau tidak sadar, tindakan mu sudah membuat kehidupan orang lain susah?."
" Kenapa harus di pikirkan? Biarkan saja, lagipula orang miskin pantas untuk di hina." ucap Kevin yang sama sekali tidak punya hati.
" jangan berkata seperti itu, Kevin. Selama ini apa Diana menganggu kehidupan mu? Sampai kau ikut membully dia?" tanya Juna yang merasa geram.
Kevin diam Tidka bisa menjawab, semula berawal dari Rehan yang sering menganggu Diana setiap hari. Arjuna benci perbuatan kedua sahabatnya,tapi ia lebih memilih diam.
Rehan juga diam, ia benar-benar gelisah dan hatinya di liputi perasaan bersalah. Bayangkan wajah Diana yang berurai air mata tidak bisa ia usir dari pikirannya.
*******
Hari ke hari telah berlalu,tahun ke tahun pun telah berganti.saat ini Vera sudah duduk di kelas satu menengah atas, sekolah negeri yang biayanya lebih ringan. Setiap hari ia berangkat ke sekolah naik sepeda bekas yang di beli Hendra untuk kendaraan Vera pulang pergi ke sekolah.
Tidak ada uang jajan, setiap hari ia bawa bekal dari rumah. Begitu pelit Hendra dan Sera, ia hanya memanfaatkan tenaga keponakannya, demi menjadi pembantu di rumah mereka yang lumayan besar.
" pakaian dari mana, kak?" tanya Vera yang baru saja pulang dari sekolah.
" Pakaian milik Selvi tadi di berikan sama Tante." jawab Diana yang masih sibuk merapikan pakaian
" kelak, kita bisa membeli pakaian sendiri ya,kak"
Diana tersenyum lalu menjawab dengan anggukan. terdengar suara teriakan dari luar, Diana buru-buru keluar, ternyata itu suara Selvi yang meminta di buatkan minum untuk teman-temannya. Selvi saudara sepupu Diana yang sombong dan selalu merendahkan Diana dan vera.
" cepat bikinkan minum buat teman-temanku" titah Selvi dengan nada sombong dan angkuhnya.
" iya " jawab Diana singkat.
Rasanya bangga sekali Selvi bisa memerintah Diana , saudara sepupu yang miskin dan tak berdaya.
" Jangan lama-lama." seru Selvi mengingatkan.
Diana menjawab dengan anggukan kepala. Dalam hatinya ingin sekali adiknya cepat lulus cepat lulus sekolah agar mereka bisa kabur dari neraka ini. setiap hari direndahkan seolah mereka lebih rendah dari binatang.
setahun tinggal di rumah om dan tantenya, tak sekalipun sang ayah datang melihat Diana dan Vera. hatinya telah mati, Indra lebih memilih kehilangan kedua anak perempuannya dibandingkan kemewahan yang diberikan istrinya.
\*\*\*\*\*\*\*\*\*
lain pula dengan Rehan yang selama ini selalu berusaha mencari keberadaan Diana tapi tidak pernah IA temui. Rehan sudah kuliah, andai Diana masih sekolah sudah pasti gadis itu duduk di kelas tiga. sampai saat ini Rehan belum memiliki kekasih. entah kenapa hatinya menolak setiap gadis yang mendekatinya, sebab dalam hatinya masih terbayang jelas wajah Diana.
" Rehan" panggil Aulia.
Mereka satu sekolah satu angkatan tapi beda kelas.
" ini ada undangan, ulangtahunku yang ke sembilan belas, jangan lupa datang dan bawa kado untukku,ya" ucap Aulia sembari memberikan selembar kartu undangan pada Rehan.
Pria ini hanya melirik dan Engan untuk mengambilnya.
" Aku tidak tertarik datang ke acara ulangtahun mu." ucap Rehan dengan nada sombong.
Patah hati, itu yang Aulia rasakan, padahal ia menaruh harapan besar pada Rehan
Rehan terlahir sebagai anak tunggal kaya raya, orang tuanya mempunyai perusahaan rokok terbesar di kota J, membuat Rehan menjadi incaran , para gadis yang haus akan kemewahan.
" jangan seperti itu,aku mengundang mu secara baik-baik, rehan, ambil undangannya" desak Aulia.
Rehan mendengus kesal, bukannya mengambil undangannya, pria itu justru pergi begitu saja. Kevin dan Juna sejak tadi diam memperhatikan juga pergi mengikuti Rehan.
Aulia menangis seorang diri, ia merasa terhina dengan sikap Rehan, yang selalu saja menolak untuk dekat dengannya padahal padahal Aulia gadis sangat cantik.
nanti bener bener diwujudkan omongan Pak Brata.