HAZEL SETEVIANO sangat mencintai pria yang di jodohkan dengannya RONAlDO ALEXANDER, karan rasa cintanya pada Ronald sangat besar, Hazel selalu bersikap posesive, dia akan marah jika ada wanita yang mendekati Ronald, hingga bertambah hari Ronald semakin di buat muak dengan sikap Hazel yang menurutnya sangat cemburuan, bahkan Hazel juga selalu bersikap sinis pada LUNA MAHENDRA yang jelas jelas sudah bersahabat dengan Ronald sejak duduk di bangku SMP, karna Hazel merasa kalau Luna sudah merebut perhatian Ronald darinya.
Dan suatu hari tibalah acara peresmian pertunangan Hazel dan Ronald yang di gelar di hotel mewah, dan malam itu senyum Hazel terus mengembang, tapi senyum itu lenyap seketika saat Ronald membatalkan pertunangannya di depan para tamu undangan.
Hazel yang merasakan sakit di hatinya dia hanya bisa menangis dan berlari keluar dari hotel, dan naasnya saat menyebrangi jalan raya, sebuah truk
menghantam tubuhnya hingga terpental ke sisi jalan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zakiya el Fahira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 21
Malam hari di sebuah hotel terbesar di pusat kota Lacosta, terlihat dekorasi acara pertunangan yang sangat megah di dalam aula hotel, dekorasi itu sudah di kerjakan sejak lima hari yang lalu.
Di dalam aula semua tamu undangan sudah berdatangan, dan dari mereka kebanyakan adalah teman teman satu jurusan dengan Ronald ataupun Hazel, untuk teman bisnis Sean ataupun William yang di undang hanya beberapa saja.
''Hazel mana sih?, kok belum datang juga?'' gumam Rahel ibu Hazel yang sedikit khawatir karna putrinya tak kunjung datang, padahal acara akan di gelar sebentar lagi.
Tak hanya ibu Hazel, Ronald juga tak kalah cemasnya, dia takut terjadi sesuatu dengan Hazel di jalan.
Dan selang beberapa saat kemudian, terdengar suara pintu aula yang menjulang tinggi terbuka, dan terlihat seorang wanita memakai gaun berwarna abu abu, yang memperlihatkan bahu mulusnya masuk ke dalam aula.
Tak
Tak
Tak
Semua orang yang ada di ruangan di buat terpana, saat Hazel memasuki ruangan dengan gaun yang menjuntai anggun. Bahan kainnya mengikuti gerak tubuhnya seolah hidup. Saat dia tersenyum, gaun itu seolah memantulkan cahaya, menjadikannya pusat perhatian yang tak terbantahkan—bukan karena kemewahan, tetapi karena keanggunan yang terpancar dari pembawaannya.
Sangat cantik itulah saat ini kata kata yang muncul di benak seluruh tamu undangan untuk sosok Hazel, mereka entah itu tamu laki laki atau perempuan semuanya tidak ada yang bisa berpaling dari kecantikan yang di miliki Hazel.
Di tempat paling ujung, Ronald yang memakai jas dengan warna yang senada dengan gaun yang di kenakan oleh Hazel, dia berdiri dengan senyuman yang terus tersungging di susut bibirnya, dia masih belum percaya kalau gadis cantik yang berjalan ke arahnya akan menjadi miliknya.
''Kak''
''Malam ini kamu benar benar sangat cantik'' ujar Ronald.
Hazel tersenyum dengan kedua pipinya yang bersemu merah, mendengar pujian yang di lontarkan oleh Ronald.
Melihat Hazel sudah datang, MC segera membacakan susunan acara, dan setelah menyampaikan beberapa maksud tentang inti acara malam ini, kini MC meminta Ronald dan Hazel untuk saling tukar cincin.
''Silahkan, Tuan Ronald untuk memasangkan cincin di jari Nona Hazel'' ucap MC.
Hazel tiba tiba gugup, saat Ronald mulai menyematkan cincin pertunangan yang di desain khusus ke jari manisnya, Hazel masih belum percaya takdir di kehidupan keduanya benar benar berubah.
Setelah Ronald memasang cincin di jari manis Hazel, kini Hazel yang menyematkan cincin di jari manis milik Ronald.
Suara tepuk tangan dari para tamu undangan seketika bergema di seluruh ruangan, setelah Ronald dan Hazel sama sama memakai cincin pertunangan mereka, kini hubungan mereka berdua sudah di resmikan.
Stelah acara pertukaran cincin selesai, kini semua tamu undangan di persilahkan untuk menikmati jamuan yang sudah di hidangkan, dari beraneka macam cake dan minuman.
Para orang tua mereka saling mengobrol dengan kolega bisnis mereka, selain untuk memberi ucapan selamat, mereka juga mengobrol tentang masalah bisnis.
Sedangkan Clara, David dan Kenzo mereka bertiga bergegas menghampiri pasangan yang baru resmi bertunangan itu.
''Selamat ya Zel, akhirnya kamu dan Kak Ronald sudah resmi bertunangan'' ucap Clara sembari memeluk Hazel.
''Terimakasih, semoga kamu juga cepat nyusul'' balas Hazel dengan tertawa pelan.
Clara langsung cemberut. ''Ingin sih, tapi sama siapa?, kekasih aja enggak punya'' ucap Clara dengan expresi sedih yang di buat buat.
''Sama Kak Kenzo kan bisa'' sahut Hazel dengan santainya, membuat Kenzo yang mendengarnya tersedak ludahnya sendiri.
Uhuk
Uhuk
''Ih enggak mau, Kak Kenzo suka ngeselin, yang ada aku di buat darah tinggi sama dia'' cetus Clara.
Ketiga pria di sekitar mereka tertawa mendengar apa yang di katakan oleh Clara termasuk Kenzo sendiri.
''Nald, gimana, jadi?'' tanya David tiba tiba sembari menggerakkan alisnya naik turun.
''Apanya?'' tanya Ronald balik dengan dahi mengerut.
''Buat Hazel hamil''
Plakk
Aduhh
Ronald reflek menggeplak kepala David, dan menyalangkan tatapan tajamnya.
''Kenapa kamu pukul kepalaku?, kalau aku bodoh gimana coba'' tukas David sembari mengelus kepalanya.
''Diam mulutmu'' ketus Ronald, dia takut kalau Hazel sampai mendengar apa yang di katakan oleh David barusan, bisa bisa Hazel nanti takut dengannya.
''Kalian berdua kenapa?'' tanya Hazel.
''Eng,, enggak apa apa, ini David ingin bertunangan juga katanya'' sahut Ronald sembari tersenyum kikuk.
Hazel hanya ber oh ria saja, lalu kembali mengobrol dengan Clara.
Sedangkan di asrama saat ini Luna menatap ponselnya dengan hati yang sudah sangat hancur, saat melihat salah satu mahasiswi ada yang mengunggah foto saat Ronald menyematkan cincin pertunangan di jari manis Hazel, dengan teks. [''Seperti pasangan yang sudah di takdirkan dari surga'']
''Hiks,, apa karna aku dari kalangan orang miskin, jadi kamu memandangku sebelah mata'' gumam Luna dengan terisak.
Sampai saat ini Luna masih belum bisa menerima kenyataan, kalau yang Ronald cintai itu memang Hazel, selama ini Luna selalu berfikir kalau kebaikan yang Ronald lakukan padanya, itu adalah salah satu bentuk kalau Ronald memiliki perasaan padanya.
Hari semakin larut, setelah acara pesta pertunangan usai, Ronald membawa Hazel kencan di taman pusat kota, karna besok hari minggu jadi suasana taman masih agak ramai oleh muda mudi yang sedang kencan dengan kekasihnya masing masing.
''Aku perhatikan sejak perjalanan ke sini kamu diam terus, kenapa hem?'' tanya Ronald sembari mengusap punggung tangan Hazel yang ia genggam di atas pahanya.
''Bolehkah aku tanya sesuatu sama Kak Ronald?''
Ronald menganggukkan kepalanya. ''Boleh, kamu mau tanya apa?''
Hazel terdiam sejenak untuk merangkai pertanyaan yang selama ini sangat ingin ia tanyakan pada Ronald langsung.
''Apa alasan Kak Ronald menerima perjodohan ini?'' tanya Hazel dengan menatap wajah tampan Ronald.
Ronald tersenyum mendengar pertanyaan yang di lontarkan oleh Hazel, lalu dia mendongak menatap langit malam yang sangat cerah dengan gemerlap bintang.
''Mungkin kamu tidak akan percaya dengan apa yang aku katakan, tapi itu memang faktanya, sebelum kita di jodohankan, aku sudah lebih dulu jatuh cinta denganmu'' ujar Ronald.
Sontak Hazel terkejut mendengarnya. ''Ma,, maksud Kak Ronald?, bukannya kita tidak pernah bertemu sebelumnya?, kok bisa Kak Ronald jatuh cinta duluan sebelum kita di jodohkan?'' tanya Hazel bingung.
''Kamu benar, memang kita belum pernah bertemu sebelumnya, tapi saat aku duduk di bangku SMP, aku tidak sengaja menemukan foto kamu di galeri ponsel ibuku, dan itulah awal aku langsung menyukaimu, yah,, bisa di bilang jatuh cinta pada pandangan pertama'' ujar Ronald menceritakan saat awal dia bisa jatuh cinta pada Hazel, padahal belum pernah bertemu sekalipun.
''Langsung jatuh cinta hanya dengan melihat foto saja, aneh'' gumam Hazel tak habis fikir dengan Ronald.
''Aneh memang, tapi mau bagaimana lagi, perasaan itu datang begitu saja, dan bukan aku juga yang minta'' timpal Ronald.
''Terus, apa Kak Ronald langsung tanya sama Bibi, ini foto siapa?, dan anaknya siapa gitu?'' tanya Hazel yang mulai kepo.
''Enggak'' jawab Ronald singkat.
''Lah, terus'' tukas Hazel dahinya mengerut.
''Ya, saat itu aku masih malu, jadi enggak berani tanya foto kamu, tapi Ibu tidak tahu kalau aku diam diam selalu memantau ponselnya'' ujar Ronald di iringi kekehan ringan.
''Ih, Kak Ronald udah kayak stalker ''
''Biarin, yang penting dengan begitu aku selalu tahu kabar tentangmu'' sahut Ronald.
''Terus, bagaimana perasaan Kak Ronald, saat tahu kalau di jodohkan denganku?'' tanya Hazel.
Ronald menarik nafasnya dalam dalam, lalu menghembuskannya perlahan. ''Andai aku orangnya enggak bisa jaga image, mungkin saat itu aku sudah guling guling di lantai kayak orang gila, karna terlalu bahagia'' ucap Ronald membuat Hazel tertawa terbahak bahak.
Dan malam itu Hazel serasa di buat terbang ke awan, saat mendengar ungkapan cinta yang terus menerus Ronald lontarkan padanya.
luna kn ppb...😝😝
dia yg slah,tp msih ga trima.....
mna brani bgt bkin hazel luka,abs ni siap2 aja dpt hkumn dr ronald....
smga hazel ga nglmain kjdian d msa lalu....
dsr pe'a.....ga ada bkti,udh nduh smbrangn....mna d dpn orngnya pula....glirn tau yg sbnrnya...
malu woooyyyyy.....😛😛😛
pdhl mh mngkn tu bpknya.....
luna kepo bgt....udh tau ronald ga ada prsaan apa2 sm dia,msih aja ngeyel....
knp ga brsha buat bka hti k ygblain aja..
emng dia spa smp cmburu gt,ronald aja biasa aja tuh sm dia....