Apakah kamu percaya cerita Cinderella?
Amina Arafat hanyalah seorang gadis yatim piatu, imigran dari Palestina dan tinggal bersama paman bibinya serta sepupunya di Brussels Belgia. Amina memiliki wajah cantik yang khas, membuat Akira Léopold, putra mahkota kerajaan Belgia, jatuh cinta pada pandangan pertama.
Amina yang merasa tidak pantas bersanding dengan seorang pangeran dan putra mahkota, mencoba menjauh dari Akira tapi dia salah. Akira adalah keturunan Léopold yang tidak akan menyerah begitu saja demi mendapatkan wanita yang sudah mencuri hatinya sejak bangku sekolah.
Generasi 8 klan Pratomo
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hana Reeves, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Galau
"Akira ...."
Akira hanya menatap jendela kamarnya. Setelah mengalami koma selama seminggu, Dia sadar setelah Amina membesuknya dan membuat ibunya dan Omanya langsung menangis bahagia. Akira berani bertaruh Lego Markas Avenger nya kalau Arsyanendra pun menangis lega.
"Jangan sekarang Oma ...." jawab Akira tanpa menoleh Zinnia yang sedang mengupaskan jeruk. Air matanya tampak menitik dari mata coklatnya.
"Akira ... Oma tahu kamu patah hati tapi ... Semangat lah untuk sembuh," ucap Zinnia lembut.
"Dia pergi Oma ...." Akira menghela nafas panjang. "Amina tidak pernah bilang jika dia mengambil beasiswa ke Swiss."
"Amina beberapa waktu lalu datang ke Oma."
Akira pun menoleh ke arah Omanya. "Amina ngomong apa sama Oma?"
"Dia ... memang tidak yakin bisa sama kamu. Dengar, jangan marah dulu. Itu wajar, Akira. Amina pasti akan jadi bahan pertimbangan parlemen. Oma, tantemu Alisha, Oom Aspen ... Kita tidak bisa seenaknya, Akira. Tante Alisha kamu meskipun Princess tapi perbedaan keyakinan menjadi permasalahan di parlemen."
"Apa aku harus melepaskan gelar seperti Oom Richard?" tanya Akira.
"Tidak seekstrim itu, Akira. Oma rasa Amina juga sama mencintaimu tapi dia lebih memikirkan kamu. Dia tidak mau kamu kena masalah di parlemen."
Akira terisak. "Tapi hatiku yang kena masalah, Oma. Aku benar-benar jatuh cinta dengan Amina. Dia gadis terbaik buatku. Dia bukan gadis yang silau harta dan gelarku. Amina gadis sederhana dan jaman sekarang langka, Oma."
Zinnia menatap cucunya yang benar-benar down dan dirinya seolah déja vu melihat Sean dulu down saat ditinggal pergi. Bedanya Zinnia dan Sean pisah karena fitnah, kalau Akira dan Amina masalah status sosial.
"Akira ... Boleh Oma kasih strategi? Demi bisa mendapatkan Amina?" Zinnia menatap Akira.
"Strategi apa Oma? Apapun akan aku lakukan demi bisa membawa Mina kembali."
Zinnia tersenyum.
***
New York Dua Tahun Kemudian
Akira yang sudah sehat, dalam perjalanan ke New York untuk menghadiri pertemuan-pertemuan di gedung PBB bersama Arsyanendra untuk memberikan klarifikasi insiden saat Akira terluka. Raja Belgia itu memang akhirnya mengerahkan tentara terbaiknya untuk intervensi di daerah konflik akibat Akira ditembak disana. Belgia mendapatkan sanksi karena melanggar perjanjian perdamaian. Akira memang membutuhkan waktu untuk bisa pulih dan baru sekarang dia bisa hadir.
Pesawat Kerajaan Belgia pun mendarat di Newark Airport dan Dubes Belgia datang menyambut bersama dengan perwakilan PBB. Arsyanendra turun bersama dengan Akira didampingi menteri luar negeri, Mentri pertahanan dan Jenderal Militer yang berada di daerah konflik.
"Selamat datang di New York, Yang Mulia," sapa Dubes Belgia.
"Terima kasih Stewart. Siapa saja ini?" tanya Arsyanendra saat melihat pengawalnya yang akan menjaga dirinya selama di New York.
"Ini kepala keamanan Kedutaan Besar Belgia, Grady Daugherty."
Arsyanendra dan Akira melihat pria tampan dengan sikap sempurna. Ayah dan anak itu bisa melihat Grady memiliki latar belakang militer.
"Tolong ya Grady," senyum Arsyanendra.
"Tentu saja Yang Mulia."
***
Zurich Swiss
Amina meletakkan kepalanya diatas meja karena dirinya merasa lelah dengan tugas hari ini. Entah kenapa dirinya galau apalagi setelah dia pergi dari Akira, pangeran itu tidak pernah menghubungi dirinya lagi.
"Bukankah ini yang kamu mau, Mina? Tapi kenapa kamu jadi galau?" Amina melihat kalender digitalnya dan entah kenapa dia reflek memberikan tanda silang hari-hari Akira tidak menghubungi dirinya.
"Sudah 645 hari ...." Amina melihat pemandangannya langit biru musim gugur. Pohon-pohon sudah berganti warna menjadi kuning, oranye ke coklat dengan gradasi yang indah.
"Dua tahun tanpamu ternyata membuat aku rindu juga suaramu." Amina melihat foto mereka berdua saat piknik dan saat Akira deploy.
Bea masuk ke dalam apartemen sembari bawa kantong belanjaan. Pengawal itu baru saja belanja di negara tetangga, Jerman. Bukan tanpa alasan karena harga barang pokok di Swiss itu mahal dan Jerman lebih murah. Bea memilih menyetir mobil ke kota Basel yang hanya satu jam.
"Nona Amina baik-baik saja?" tanya Bea.
"Tidak ... Aku pusing dengan tesis aku sendiri," jawab Amina.
Bea tersenyum. "Nona Amina, apa Nona tahu, King Arsya dan Prince Akira maju ke PBB Minggu lalu?"
Amina menatap Bea. "Ada apa?"
"King Arsya kan menghabisi para pemberontak terutama yang menembak Prince Akira. King Arsya itu raja yang tegas dan tidak tedeng aling-aling melindungi rakyatnya terutama yang di garis depan. Apalagi Prince Akira hampir tewas. Disapu bersih," jawab Bea.
Amina memang jarang melihat berita karena dia ingin konsentrasi belajar agar bisa cepat lulus.
"Lalu sekarang Belgia dicecar PBB?" tanya Amina.
"Iya. Wajar sih karena menyangkut putra mahkota Belgia."
Amina hanya terdiam. Apa kamu dan King Arsya akan ribut di PBB?
***
Penthouse Adrianto Pratomo dan Rarasati Trenggono
"Ngamuk lah kamu," kekeh Adrianto ke Arsyanendra yang datang di penthouse jaksa penuntut umum New York.
"Siapa yang tidak ngamuk? Kesannya aku yang jadi tersangka disini padahal tentaraku sedang melindungi wanita dan anak-anak! Aku maki-maki saja apalagi Akira hampir tewas!" dengus Arsyanendra.
"No pikir-pikir dulu, mas?" goda Adrianto.
"Nggak kepikiran!"
Sontak Adrianto tertawa terbahak-bahak.
"Aku disini dulu ya pak Jaksa. Pengen cooling down."
"Silahkan Yang Mulia ...."
Arsyanendra menyipitkan mata birunya. "Reseh lu!"
***
Mandaka menghampiri Akira yang duduk di kursi balkon dan memberikan segelas kopi.
"Galau lu?" tanya Mandaka.
"Galau ... Amina pergi meninggalkan aku ...." Akira menyesap kopinya.
"Dia takut mengecewakan kamu, bro," ucap Mandaka sambil duduk di sebelah Akira.
"Padahal ada aku yang akan selalu melindungi dirinya, Daka! Aku tidak mungkin tidak melindunginya!"
Mandaka menyesap kopinya. "Aku tahu bagaimana pria-pria di keluarga kita tapi Amina lebih memikirkan kamu, perlindungan dirinya. Kamu kuat, tapi Amina belum tentu, mas."
Akira menghela nafas panjang. "Aku gatal ingin menghubungi dirinya tapi aku takut membuat dirinya lebih menjauh dariku."
"Apakah kamu tidak mendapatkan kabar terbaru?"
"Bea, pengawal yang dikirim Oma untuk Amina selalu kasih update ke Oma dan Mommy."
"Setidaknya kamu dapat kabar lah!"
"Kalian berdua."
Akira dan Mandaka menoleh ke arah suara. Tampak Rarasati berdiri disana.
"Ada apa Ma?" tanya Mandaka.
"Mau ikut ke Jakarta? Wira laporan kalau Sari bikin ulah. Sudah tahu lagi hamil malah naik genteng!" omel Rarasati.
Kedua pria disana terkejut. "Naik genteng?"
***
Yuhuuuu up Siang Yaaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu
The sableng family, yg nyuruh turun genteng aja, mama Rarasati bawa prince Akira 😂😂😂😂😂