NovelToon NovelToon
Rencana Gagal Mati

Rencana Gagal Mati

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Mantan / Komedi
Popularitas:346
Nilai: 5
Nama Author: saytama

Tokoh utama nya adalah pria bernama Reza (30 tahun) .Dia bukan Pahlawan, dia bukan orang kaya ,dia cuma pria yang merasa hidupnya sudah tamat karena hutang, patah hati, Dan Rasa bosan.

dia memutuskan untuk pergi secara terencana .dia sudah menjual semua barang nya , menulis surat perpisahan yang puitis, dan sudah memilih Gedung paling tinggi. tapi setiap kali ia mencoba selalu ada hal konyol yang menggagal kan nya , misalnya pas mau lompat tiba tiba ada kurir paket salah alamat yang maksa dia tanda tangan. Pas mau minum obat, eh ternyata obatnya kedaluwarsa dan cuma bikin dia mulas-mulas di toilet seharian.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon saytama, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Taruhan di titik nadir

Rumah sakit yang seharusnya menjadi tempat istirahat berubah menjadi pusat komando yang mencekam. Aris masuk ke kamar rawat Reza dengan langkah terburu-buru, ponselnya menunjukkan sebuah pesan video yang baru saja masuk.

Dalam video itu, Budi tampak terikat di sebuah kursi di dalam gudang tua yang dipenuhi drum solar. Wajahnya lebam, tapi matanya tetap menyorotkan keberanian. Di belakangnya, Gery muncul dengan senyum miring yang penuh kebencian.

"Reza... kau pikir kau sudah menang?" suara Gery terdengar parau dalam rekaman itu. "Kau mengirimku ke penjara, mencuri asetku, dan sekarang kau dipuja sebagai pahlawan. Aku tidak butuh uangmu lagi. Aku hanya ingin melihat koperasimu hancur saat fondasinya si bodoh Budi ini meledak bersama gudang ini. Datanglah sendiri dalam satu jam, atau pahlawanmu ini akan menjadi sejarah."

Reza mencoba bangkit dari tempat tidur, mengabaikan kabel infus yang terpasang di tangannya.

"Mas, jangan gila! Kondisi jantungmu tidak stabil!" Aris menahan bahu Reza.

"Dia memegang Budi, Ris! Budi adalah orang pertama yang memberiku alasan untuk tidak mati!" Reza mencabut paksa jarum infus di tangannya. Darah merembes kecil, tapi ia tidak peduli. "Anya, maafkan aku. Aku harus pergi."

Anya, yang biasanya melarang, kali ini hanya bisa mengangguk sambil menangis. Ia tahu, jika Reza tidak pergi, suaminya akan mati perlahan karena rasa bersalah, bukan karena penyakitnya.

Aris dan Reza melesat menembus malam Bogor menuju lokasi yang diidentifikasi Aris sebagai gudang distribusi lama yang sudah tidak terpakai. Di sana, Gery sudah menunggu dengan sisa-sisa pengikutnya yang paling setia orang-orang yang tidak punya apa-apa lagi selain dendam.

"Ris, jangan gunakan senjata," bisik Reza saat mereka sampai di depan gudang. "Kita selesaikan ini sebagai kurir."

Reza masuk sendirian ke dalam gudang, membiarkan Aris menyelinap lewat atap. Gery berdiri di samping Budi, memegang sebuah pemantik api di dekat tumpahan solar yang sengaja disebar di lantai. "Selamat datang, Sang Pahlawan," sapa Gery. "Kau tampak pucat. Apa dosamu mulai mengejarmu?"

"Dosa itu sudah kutinggalkan di atas kursi biru tiga tahun lalu, Gery," jawab Reza, langkahnya berat namun pasti. "Yang ada di depanku sekarang hanyalah seorang pria yang tidak tahu cara menerima kekalahan."

"Kekalahan? Aku tidak kalah! Selama aku bisa menghancurkan apa yang kau cintai, aku menang!" Gery menyalakan pemantiknya. Api kecil menari-nari, hanya butuh satu inci untuk membakar seluruh gudang itu.

"Gery, lihat sekelilingmu," kata Reza, suaranya tetap tenang meski dadanya kembali terasa nyeri. "Di luar sana, ribuan kurir sedang bergerak. Bukan untuk menyerangmu, tapi untuk menolong orang. Kau pikir dengan membunuh Budi, K.KJ akan mati? Tidak. K.KJ bukan tentang aku atau Budi. K.KJ adalah sebuah ide. Dan ide tidak bisa dibakar."

Tiba-tiba, Aris melompat turun dari langit-langit, menendang tangan Gery hingga pemantik itu terpental jauh. Namun, salah satu anak buah Gery berhasil melempar obor kecil ke arah tumpahan solar.

WUSSSHHH!

Api mulai merambat cepat. Aris segera bertarung dengan dua anak buah Gery, sementara Reza berlari menuju Budi. Dengan sisa tenaganya, Reza memutus tali yang mengikat Budi.

"Lari, Bud! Keluar!" teriak Reza.

"Kamu gimana, Za?!" Budi batuk-batuk karena asap.

"Bawa Aris keluar! Aku harus memastikan Gery tidak melakukan ini lagi!"

Reza berbalik menghadapi Gery yang kini terjepit di antara kobaran api. Gery tertawa histeris, seolah sudah gila. "Kita mati bersama, Reza! Itukan rencanamu dari dulu?"

Reza menatap Gery dengan iba. "Rencana itu sudah lama batal, Gery. Aku memilih hidup."

Reza menarik Gery, bukan untuk memukulnya, tapi untuk menyeretnya keluar dari lidah api yang mulai menjilat atap. Meski jantungnya terasa seperti diremas, Reza terus menarik musuhnya itu menuju pintu keluar. Baginya, menyelamatkan Gery adalah cara terakhir untuk benar-benar membunuh "kegelapan" di dalam dirinya sendiri.

Tepat sebelum gudang itu runtuh, Reza dan Gery berguling keluar ke tanah yang basah. Tim pemadam kebakaran dan polisi merangsek masuk.

Reza terkapar, menatap langit malam yang merah karena api. Napasnya tersengal-sengal. Budi dan Aris langsung memeluknya. Gery ditangkap kembali, kali ini dengan dakwaan percobaan pembunuhan yang tidak akan memberinya remisi lagi.

Di ambulan, saat oksigen dipasangkan ke wajahnya, Reza melihat Anya yang baru saja sampai. Ia tersenyum di balik masker oksigen. Ia telah mengantarkan paket terakhirnya: Pengampunan

pada saat itu di karenakan kondisi reza yang memburuk Reza harus menjalani operasi jantung, dan saat ia tidak sadarkan diri, ia mengalami "perjalanan spiritual" yang mempertemukannya kembali dengan momen di atas kursi biru itu.

Operasi besar itu berlangsung selama enam jam. Di luar ruang bedah, lorong rumah sakit dipenuhi oleh orang-orang berjaket kurir yang duduk bersila di lantai, menunduk dalam doa yang sunyi. Budi, Aris, dan Anya berdiri kaku di depan pintu kaca yang tertutup rapat. Namun, di dalam sana, di bawah sorot lampu operasi yang putih menyilaukan, Reza Aditya sedang menempuh perjalanan yang tidak bisa dijangkau oleh medis manapun.

1
oratakasinama
kek pernah baca di novel sebelah 🤣🤭
Kal Ktria: kak? mna , spil dong
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!