Zahra Aulia, putri Lili Kirana, tumbuh dengan dendam setelah ibunya meninggalkannya di hari ulang tahunnya yang ke-5. Lili dipaksa menikah dengan Bara Hendra, tapi akhirnya ditinggalkan. Zahra diusir keluarga Hendra dan berjanji membalas dendam. Dia mendekati tuan muda Henderson, orang terkaya dan kejam, untuk perlindungan dan balas dendam. Tapi, apakah dia bisa menaklukkan hati Henderson dan mencapai tujuannya?"
mendekati tuan muda Henderson bukan lah sesuatu yang gampang, selain kejam dia juga tidak suka wanita yang sengaja datang karena tujuan tertentu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Roha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
pikiran yang berubah
malam pukul 19:00
Jesica mengajari Nevi bagaimana caranya ber investasi yang benar dan menghasilkan keuntungan, Selain itu dia mengajarkan kiat kiat agar tidak kalah tender.
" wow , mas cepat kali menangkap semua yang saya sampaikan." puji Jesica sambil bertepuk tangan karena Nevi dengan cepat mengerti apa saja yang dijelaskan nya.
" bukan saya yang pintar, tapi gurunya. " ujar Nevi sambil tertawa.
" um " Jesica tampak malu malu saat Nevi malah balik memujinya.
" kamu gak tidur dulu..? " ujar Nevi yang melihat Jesica dari tadi menguap terus, matanya juga sudah memerah.
" gapapa kok, ini juga bentaran lagi selesai. Tanggung kali kalau gak diselesaikan sekarang. jadi besok sudah bisa mandiri kerja jadi CEO nya, hehehe" ujar Jesica.
" benaran gapapa nih..? Kalau ngantuk tidur saja. "
" iya loh , gapapa. " Jesica melanjutkan penjelasannya , kali ini dia menjelaskan bagaimana caranya agar rekan bisnis tidak bisa berbuat curang saat tender.
Nevi mendengar kan penjelasan itu dengan cermat, sambil memperhatikan Jesica yang sudah mulai tidak bisa menahan kantuk.
Nevi merasa kasihan.
" udah besok saja dilanjut kan. Kita istirahat dulu.." ujar Nevi menutup komputer yang ada didepan mereka. Dan menggenggam tangan Jesica untuk mengajaknya istirahat .
" istirahat dulu yaa..." ujar Nevi
" tapi , ini mau selesai.."
" besok saja dilanjutkan.."
Nevi merasakan tangan Jesica panas. " tangan mu kenapa panas sekali..? Kamu lagi sakit..? "
" gak kok. " ujar Jesica santai.
Nevi meletakkan tangan nya di kening Jesica, dia Merasakan kening itu panas tidak seperti biasanya.
" sayang kamu lagi sakit. cepat istirahat dulu, saya ambilkan obat penurun panasnya. " ujar Nevi yang mulai khawatir.
Jesica malah tersenyum senang, bukan kerena sakit tapi karena Nevi memanggil nya dengan sebutan
" sayang "
jesica berbaring di tempat tidur, sambil melihat Nevi yang sibuk mengambil air dan baskom lalu mengompres nya dan meletakkan di kening nya.
" kamu demam , kamu istirahat saja dulu. " ujar Nevi dengan perhatian nya.
" makasih mas, sudah perhatian ke aku. "
" ini sudah menjadi tanggung jawab ku Sebagai suamimu sayang. " ujar Nevi ,membuat Jesica tersenyum.
Jesica memandangi wajah Nevi yang sedang meletakkan kain kompres di keningnya. Dalam hatinya mengatakan kalau suaminya itu ganteng dan perhatian,cuman masih belum move on Dengan masa lalunya.
" mas .."
" iya, kenapa masih belum tidur..? Kamu lagi sakit jangan banyak bicara dulu, istirahat. " ujar Nevi lalu menatap mata Jesica yang juga menatap nya dengan tatapan sayu.
" mas , saya sudah mengusut keadaan kantor keluarga Hendra dan sudah mengetahui titik lemah mereka. Mas , bisa langsung mengancam mereka agar memberikan nona lili kepadamu. "
Nevi menarik napas panjang saat wanita yang menjadi istri nya itu berkata soal hubungan masa lalu itu.
Dia tidak menyangka Jesica begitu tulus untuk membantu nya mengembalikan lili pada nya.
" kamu membenci ku..? " ujar Nevi.
" nggak kok , siapa bilang saya membencimu..? "
" kalau tidak benci, kenapa masih bahas soal masa lalu..? Seperti nya kamu mau aku pergi secepat nya." ujar Nevi asal untuk melihat respon dari gadis itu.
" bukan gitu, saya cuman bantu mas saja. Lagipula nona lili adalah wanita yang sangat mas sayangi. Saya juga pernah bilang untuk membantu mas, mempertemukan kalian kembali. "
Nevi mengambil tangan lili dan menggenggam tangan nya dengan lembut. " sayang, saya sudah berubah pikiran. sekarang kamu tak perlu lagi mengancam keluarga Hendra agar lili dikembalikan ke saya. Mereka sudah menikah, saya juga tidak mau di cap sebagai perusak rumah tangga orang. " ujar Nevi lalu mendekatkan wajahnya dan mencium kening Jesica dengan lembut.
Jesica merasa darahnya mengalir begitu cepat saat bibir Nevi menyentuh keningnya. gejolak di dalam hatinya makin menjadi jadi , dan menginginkan lebih. Tapi dia tidak mau memulainya duluan Apalagi dia sedang dalam keadaan sakit.
" istirahat lah. Mulai besok ranjang tidak boleh dibagi lagi. Bagaimana menurut mu..? " tanya nevi menggoda Jesica.
Jesica malah menutup mukanya dengan bantal karena malu.
" yasudah istirahat dulu. Saya akan menemani mu. " ujar Nevi.
Nevi duduk di kursi dekat ranjang nya Jesica , duduk sambil bersender di tepi ranjang itu hingga tertidur.
Jesica membuka matanya perlahan lahan memperhatikan laki laki yang sedang menjaganya itu. Dia sangat bahagia.
Perasaan nya malam itu tidak bisa diganti oleh siapa pun.
" akhirnya dia mau move on Dengan masa lalunya. " gumam Jesica dalam hati , menutup matanya untuk tidur karena sudah mulai mengantuk.
Malam itu menjadi malam bahagia Jesica, bahkan kebahagiaan nya itu dibawanya didalam mimpi tidur nya.
...----------------...
Ke esokan paginya , Jesica tidak melihat Nevi. dia turun dari ranjang nya dan membuka pintu.
" mau kemana sayang..? Ayo makan dulu bubur nya, biar cepat sembuh. " ujar Nevi yang langsung nongol saat Jesica membuka pintu kamarnya.
" kamu masak bubur..? " tanya Jesica , membantu membereskan meja supaya bubur itu diletakkan diatas nya.
" iya , saya buat khusus untuk kamu."
ujar Nevi sambil tersenyum dan menyendoki sesuap lalu menyuapi Jesica.
" bagaimana..? "
" enak, rasanya pas. " ujar Jesica.
" jangan bohong ya, hanya karena mau menyenangkan hatiku saja. " ujar Nevi.
" gak mas ,ini benar benar enak. mas pintar masak, belajar darimana..? " tanya Jesica.
" belajar dari ibu, dulu karena kami tinggal berdua dan ibu sering sakitan Saya di ajarin ibu masak atas kemauan saya juga. Lambat Laun jadi bisa masak ,tapi menu nya Masih tradisional gitu.." Ujar Nevi sambil memasuki suapan kedua yang langsung dilahap oleh Jesica.
" um , kapan kapan ajarin saya juga dong. Mau masak buat suami juga"
" makanya cepat sembuh nya. Bagaimana kamu bisa masak jika masih belum sembuh..?" ujar Nevi sambil tersenyum.
" makasih ya mas. Saya beruntung nikah sama kamu. "
" justru saya yang beruntung sayang. Kamu baik , kamu juga pintar. kenapa memilih saya menjadi suami mu..? Padahal banyak laki laki dari kelas atas yang menginginkan menikah dengan mu. "
" ya , karena kamu itu berbeda dari mereka. "
" berbeda gimana..? "
" kepribadian nya berbeda, kasih sayang nya berbeda, Semuanya lah...masa harus ku katakan satu satu. "
Nevi meletakkan bowl yang berisi bubur itu diatas meja lalu mendekat dan memeluk lili. Kehangatan dari pelukan itu dirasakan keduanya. Lili merasa baru pertama kali ini merasakan pelukan hangat dan tulus dari laki laki, Bukan sandiwara melainkan pelukan itu tulus membuat nya tidak mau melepaskan nya.
" kita berdua punya masa lalu. Aku ingin melepaskan masa lalu ku demi kamu. Aku harap kamu juga begitu. Mulai sekarang kita tidak boleh ungkit masa lalu, mari jalani hari dan membangun bahtera rumah tangga ini. " ujar Nevi.
" makasih mas, aku tidak bisa mengatakan apa apa lagi karena saking senangnya. Aku bahkan pernah berpikir kalau kamu akan pergi meninggalkan kan ku. Tapi ternyata pikiran ku itu salah, terimakasih sudah mau mempercayakan aku sebagai penyandang status Istri mu. "
Keduanya berpelukan dengan erat, perasaan senang dalam hati mereka menggejolak, membuat mereka sulit melepaskan kehangatan itu.