"Rania apa yang kamu lakukan di kamar berdua'an dengan papa kamu" teriak Ririn.
"ini tidak seperti yang bunda pikiran. om haikal yang memaksa aku masuk kamar bunda" Rania ketakutan.
"bohong itu sayang, anakmu ini yang goda mas" haikal memfitnah Rania.
plak
"kurang ajar kamu Rania.. berani banget goda suami bunda.. mending sekarang kamu pergi dari sini!! biar kamu tinggal dengan ayahmu saja" Rania di usir sama Ririn dari rumah nya.
Rania azura rinjani, gadis 16 tahun yang harus menjalani hidup sengsara semenjak kedua orang tuanya memilih berpisah dan mempunyai keluarga baru.
Rania dia abaikan oleh kedua orang tuanya dan lebih perhatian dengan keluarga barunya.. baik rumah ayah maupun bunda nya seperti neraka baginya.
"Tuhan gue harus kemana ini.. pulang ke rumah ayah gue pasti di siksa habis-habisan sama istri baru ayah.. menetap di sini pun tidak aman karena suami bunda yang bajingan itu pasti kembali melecehkan gue" Rania menangis di kamar.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ariyanteekk09, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
chapter 16
Mah sampai kapan kita begini terus sih. Mau pergi jalan-jalan kita gak punya uang.. Aku bosan di rumah terus" oceh jihan.
"Lo mau uang banyak gak! Tanpa harus capek kerja.. Mumpung gue baik loh ini. Mau gak lo" tawar Rania.
Jihan berpikir, apa benar Rania mau kasih dia kerjaan. Mau menolak tapi lagi butuh uang juga. Akhirnya jihan setuju.
"Ya udah,, ayok ikut gue sekarang juga" ajak Rania. Dia punya rencana untuk jihan.
Mereka berdua pergi mengunakan mobil terbaru Rania. Kevin membelikan Rania mobil keluaran terbaru sebagai hadiah Rania sudah sembuh dari trauma nya.
Mereka sampai di tempat yang jihan sangat kenal.
"Kita ngapain kesini" tanya jihan.
"Kan lo mau kerja yang gak perlu capek ya disini tempat nya".
"Lo mau jual gue Rania.. Gak gue gak mau" jihan tidak mau keluar dari mobil.
Rania menarik jihan keluar dari mobil nya.
"Lo gak bisa lolos jihan.. Dulu lo menjual gue ke pria hidup belang. Gue ingat waktu itu lo tertawa puas sambil menghitung uang dan melihat gue di tarik masuk kedalam.. Kini giliran lo. Lo akan tahu akibatnya dan rasanya gimana".
" lo mau balas dendam sama gue Rania ".
"Jelas dong! Gara-gara lo gue di pukul tiap hari sama bokap gue padahal lo yang salah tapi lo ngebalikin fakta" ucap Rania dengan dingin.
"Gue mohon Rania, jangan jual gue sama om-om itu.. Gue minta maaf karena sudah berbuat jahat sama lo" mohon jihan.
"Gue gak jual lo karena gue gak dapat uang dari mereka!! Dulu apa lo mau mendengar gue mohon-mohon supaya tidak di jual, bahkan gue sujud di kaki lo tapi lo tidak perduli.. Malah lo pergi ninggalin gue dengan banyak uang".
Anak buah kevin datang menghadap Rania.
"Nona muda, orang-orang itu sudah datang dan sudah menunggu gadis ini di dalam".
"Nona muda!! Siapa sebenarnya di belakang Rania sehingga di berubah jadi tidak punya hati.. Dan selama pergi dia tinggal sama siapa" batin jihan.
"Silahkan bawa jihan masuk" perintah Rania.
Jihan memberontak dan memanggil Rania supaya dia tidak di bawa masuk, tapi Rania tidak perduli. Malah melambaikan tangan sebagai perpisahan.
"Siapa suruh lo dulu jual gue sekarang gue akan balas dengan cara yang lebih dan kejadian ini tidak akan pernah lo lupakan jihan" batin Rania.
_______
Sampai di kamar itu jihan sangat terkejut , bukan hanya satu pria melainkan 3 orang. Jihan mengumpat Rania dalam hati nya.
"Silahkan kalian lakukan pekerjaan kalian. Nona muda kami sudah membawakan gadis untuk kalian" salah satu anak buah Kevin mendorong jihan ke tempat tidur..
"Gue mohon lepasin gue, pliss".
"Kamu tenang aja cantik, ayok layani kami maka kami akan kasih kamu uang yang banyak" ucap salah satu pria itu.
"Gue tidak mau om" elak jihan.
"Mending sekarang kita langsung terkam saja.. Gue sudah tidak tahan lagi" Rania ternyata memasukkan obat Penangsang di minuman ketiga orang itu.
Jihan tidak berdaya, dirinya bukan melayani satu orang melainkan 3 orang.. Ketiga pria itu secara bergiliran menikmati tubuh jihan..
"Lo benar-benar iblis Rania.. Tunggu balasan dari gue" jihan semakin membenci Rania.
Badan jihan benar-benar remuk di buatnya.. Tenaga ke 3 pria itu tidak ada habisnya. Jihan melayani mereka selama 4 jam lebih.
Setelah memberikan jihan uang yang banyak mereka bertiga pun pergi dari sana.. Jihan benar-benar tidak berdaya. Kehormatannya di renggut oleh pria hidung belang.
jihan menangis histeris melihat tubuhnya banyak tanda merah.. dia kini benar-benar hancur..
"tubuh gue ternodai,, gue gak butuh uang ini.. gue mau kehormatan gue balik. Rania harus bertanggung jawab atas semua ini" jihan bangun dari tidur nya dan langsung memakai bajunya.
*******
Sudah pukul 10 malam jihan belum pulang juga, sinta khawatir. Di telpon pun jihan gak angkat.
Raihan yang lagi nonton TV merasa terganggu melihat sinta yang terus mondar-mandir gak jelas.
"Kamu bisa diam gak sih sinta? Mas jadi gak fokus nonton TV-nya" tegur Raihan.
"Aku khawatir sama jihan mas, sampai sekarang dia belum pulang juga. Di telpon pun tidak di angkat".
"Paling dia masih keluyuran sama teman-teman nya itu.. Tunggu aja sebentar lagi dia pulang kok" ucap Raihan.
"Tapi mas Aku khawatir.. " sinta tidak melanjutkan ucapan nya saat melihat Rania turun dari atas.
Sinta langsung menghampiri Rania untuk menanyakan di mana jihan dan kenapa dirinya sudah di rumah sedangkan jihan sampai sekarang belum pulang.
"Rania!! Jihan mana. Kok kamu ada di rumah sedang kan jihan belum" tanya sinta.
"Aku memang dari sore udah pulang.. Aku gak tahu jihan di mana" jawab Rania santai.
"Bukan nya kalian pergi bersama tadi sore.. Kan kamu mau kasih jihan kerjaan".
"Ya sih. Mungkin masih di tempat kerja.. Setelah mengantarkan jihan ke tempat kerja nya Aku langsung pulang".
" mana anak kerjaan yang sampai sekarang belum pulang" sinta tidak percaya dengan alasan yang Rania berikan.
Rania tidak perduli kalau sinta tidak percaya dengan ucapan nya, Rania menuju dapur untuk ambil minum ke dapur.
Gak berselang lama jihan pulang dengan keadaan berantakan.. Jalan nya juga begitu anehh.
"Astaga jihan kamu kenapa sayang!! Kok pulang-pulang keadaan mu berantakan sekali" sinta teriak melihat anaknya pulang berantakan.
"Mama" jihan menangis histeris sambil memeluk sinta dan hanya itu yang keluar dari mulutnya.
"Apa yang terjadi dengan mu sayang. Cerita sama mama".
Jihan hanya diam aja, cuma suara isaknya aja yang terdengar. Jihoon melihat Rania yang keluar dari dapur. Jihan menatap Rania dengan penuh kebencian.
" mama Rania menjual aku ke pria hidup belang cuma satu orang melainkan 3 orang " cerita jihan.
Deggg!!!
Raihan dan sinta sangat terkejut mendengar perkataan jihan.. Pantes Pulang-pulang jihan dalam keadaan berantakan.
"Sekarang kita impas jihan, apa yang lo rasakan itu juga yang dulu gue rasakan".
" tapi lo balesnya dengan berlebihan Rania. Gue jual lo cuma di satu orang sedangkan lo 3 orang" teriak jihan.
"Gue gak jual lo jihan karena gue gak ambil uang mereka. Kan lo yang di kasih toh".
" benar-benar iblis kamu Rania.. Jadi pekerjaan yang kamu maksud itu menjual jihan" marah sinta dan ingin menampar Rania.
"Cukup, bisa gak sehari kalian tidak berdebat di rumah ini" suara raihan dengan tinggi.
"Lo gak usah senang dulu. Tubuh lo juga pernah di sentuh om-om juga".
" gue belum kasih tahu lo ya.. Waktu itu gue bisa lolos dari om-om itu jadi gak bisa di sentuh.. Gue beruntung dan lo yang gak beruntung".
"Jadi benar jihan kamu pernah menjual Rania.. Kurang ajar kamu" muka raihan merah karena tersulut emosi.
Raihan langsung membawa jihan ke kamar nya dengan di tarik, sampai di sana Raihan langsung memukul jihan. Raihan tidak akan memberi ampun.
sinta berteriak histeris melihat jihan di pukul menggunakan sabuk oleh Raihan.. teriakan ibu dan anak itu bagaikan alunan musik di malam hari bagi Rania..
agar jelas Ng ada sangkut pautnya lagi.
thanks teh 💪❤️