Inara Zahra Putri seorang siswi SMA kelas XI, ia pandai dalam seni lukis dan memiliki bakat bernyanyi.
Namun ia selalu menyembunyikan kemampuannya karena takut tidak diterima atau di anggap tidak serius dalam akademik.
Karena, sang ayah ingin ia menjadi seorang dokter di masa depan dan mengambilan pelajaran tentang kedokteran.
ia merasa dilema!!!
Apakah ia tetap memenuhi harapan keluarga menjadi dokter...?
Atau memperdalam bakatnya dalam bidang seni...?
••《 Inara juga memiliki rahasia kecil yang selalu ia simpan dalam hatinya, ia menyukai seseorang secara diam-diam...!》••
☆☆Dalam cerita mengacu pada paduan budaya Minang kabau dan kehidupan perkotaan modern.
●● Cerita ini hanya fiktif belaka murni karangan author tidak sesuai dengan sejarah..!!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jasmine Oke, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 3. Membentuk Struktur Organisasi Kelas
Lalu Inara membalas chat kenzo untuk memberitahu bahwa guru kelasnya sudah masuk.
"Bang, guru kelasku sudah masuk!, aku tunggu kedatanganmu disini saat istirahat nanti!." Balas Inara, lalu ia mematikan nada ponselnya dan menyimpannya kedalam tas.
Sebelum fokus kepada guru di depan ia berbisik kepada Naura.
"Bang kenzo datang kesini bawa makanan, kita tidak usah kekantin nanti." Bisiknya.
"Oke!" Naura menjawab dengan berbisik juga lalu tersenyum.
Setelah itu mereka fokus mendengarkan ceramah guru.
"Selamat pagi semuannya, bagaimana kabar kalian? Dan apakah libur semesternya menyenangkan?"
"Sekarang waktunya kalian memulai aktivitas disekolah kembali, jadi masalah liburan jangan dibahas lagi saat pelajaran dimulai"
" perkenalkan saya Siskawati, S.Pd guru fisika dan juga wali kelas XI IPA 1 selama setahun kedepan" bu siska memperkenalkan dirinya terlebih dahulu.
"Selamat pagi bu Siska tolong jaga kami selama setahun kedepan." Ucap para siswa-siswi dengan serentak.
"Manis sekali mulut kalian!, kita saling menjaga kedepannya, jaga nama baik kelas kita dengan baik, kedepannya kita sama-sama untuk memajukan kelas XI IPA1 supaya menjadi kelas terbaik ditahun ini"
"Untuk menjalani itu semua kita perlu bentuk struktur Organisasi kelas terlebih dahulu"
"Terdiri dari pertama Wali kelas saya sendiri, lalu ketua kelas, wakil ketua, sekretaris, bendahara, dan seksi-seksi pendukung seperti kebersihan, keamanan, kesehatan, kesenian, pendidikan dan kerohanian."
Ucap bu siska berapi-api dengan penuh semangat, menyampaikan pidatonya kepada semuanya, ia menjelaskan tugas masing-masing setiap jabatan dalam struktur Organisasi kelas.
"Apa semuanya paham!." Kata bu Siska lagi, bertanya kepada semua muridnya.
"Kami paham bu siska." Ucap para siswa-siswi dengan serentak, salah satu siswa mengajukan pertanyaan lagi.
"Bu siska, bagian seksi kesenian bagaimana aku bersama Inara saja." Ucap Aira kepada ibu siska.
"Inara bukankah kamu bagian PMR bagaimana kalau kamu masuk seksi kesehatan ja, sedangkan Aira seksi kesenian!." Ucap bu siska lagi, ia kurang setuju usul Aira karena setahunya Inara masuk klub PMR.
"Tapi inara sangat jago melukis bu, lebih jago dari saya, lihat ini bu?." Ucap Aira tidak mau menyerah, lalu ia memperlihatkaan gambar Inara.
Bu siska memperhatikan gambar lukisan Inara, bu siska mengernyit karena ia melihat wajah familiar dilukisan itu.
"Ini..." ucapnya terhenti karena Inara mengambil buku itu lalu menutupnya, supaya bu siska tidak menyadari siapa yang didalam lukisan, ia melihat Aira dengan kesal, lalu minta maaf kepada bu Siskawati.
"Maaf bu! Saya tidak apa-apa masuk seksi kesehatan juga seksi kesenian." Ucap Inara dengan sopan, lalu ia memberikan pendapatnya lagi kepada bu Siskawati.
"Bukankah setiap anggota seksi boleh mengambil dua jabatan! Jadi tidak masalah saya masuk dua seksi sekaligus." Kata Inara lagi, lalu ia menyimpan buku gambarnya kedalam tas.
"saya setuju pendapat Inara, bagaimana yang lainnya apakah setuju atau ada yang keberatan." Kata Bu Siska bertanya kepada yang lainnya.
"Kami setuju bu, kami semua sudah tahu dengan kemampuan Inara, meski dulu kami tidak sekelas, kami sudah mengenalnya." Ucap salah satu murid untuk mewakili yang lainnya.
"Iya bu siska." Ucap semuanya dengan serentak, mereka setuju karena mereka mengetahui kemampuan Inara, selain pintar ia juga jago melukis.
"Karena semuanya setuju, kalian pilih anggota tambahan untuk seksi-seksi lainnya." Ucap bu Siskawati lagi.
"Tapi sebelum itu, ibu mengambil absen terlebih dahulu, karena dari kalian semua masih ada yang belum ibu kenal, sebab ibu tidak mengajar semua kelas diwaktu kalian kelas X." Kata bu Siska ia juga ingin mengenal semua muridnya.
Karena semua murid diacak sesuai dengan kemampuan mereka karena itu ada yang tidak ia kenal oleh bu siska.
"Semua bersiaplah, jika namanya dipanggil katakan hadir, lalu perkenalkan diri kalian, nama, tanggal lahir, dan alamat." Ucap bu siska lagi.
"Baik bu siska, kami senang berkenalan denganmu." Ucap salah satu murid, yang lainnya juga setuju, karena menurut mereka guru fisika sangatlah killer, tapi setelah bertemu bu siska yang mudah bergaul mereka senang.
Setelah itu bu Siska mengambil absen hadir memanggil semua murid, bagi siswa yang namanya dipanggil dia berdiri sambil memperkenalkan dirinya.
Tidak lama setelah itu sesi memperkenalkan diri sudah selesai, lalu masuk pada sesi pemilihan ketua, wakil ketua, sekretaris dan bendahara kelas.
Tidak lama setelah itu mereka semua sudah selesai memilih dan struktur organisasi kelas sudah terbentuk.
Ketua kelas jatuh pada Liam dia tegas dan disiplin juga bertanggung jawab sangat cocok untuk memimpin, mengatur dan mengkoordinasi dengan anggota kelas.
Wakil ketua jatuh pada Antoni sifatnya juga sama dengan Liam mereka juga berteman baik, jadi semua siswa memilih dia sebagai wakil ketua, untuk membantu tugas ketua.
Sedangkan sekretaris jatuh pada Hasna Haaniya, sifatnya lemah lembut tulisan tangannya sangat rapi dan bagus, cocok untuk tugas sekretaris yang bertanggungjawab atas catatan, persiapan kelas dan administrasi kelas.
Hasna dia adalah yang duduk dengan Aira dibelakang Inara dan Naura, ia juga senang dekat dengan kelompok Inara yang cantik dan baik hati.
Lalu bendahara jatuh kepada Putri ia sangat cekatan (tangkas, lincah, gesit, pintar, cerdik dan cepat) sangat cocok mengelola keuangan kelas dan anggaran kas kelas.
"Nah, pembagian struktur organisasi kelas sudah selesai, karena hari ini adalah pertama sekolah, kelas masih banyak debu dan kotor, jadi hari ini kita melaksanakan goro bersama sampai jam istirahat." Ucap bu siska lagi.
Membuat semua siswa berteriak senang karena tidak belajar, walaupun bersih-bersih mereka tetap senang untuk menghindari pelajaran fisika, meski bu siska mudah bergaul tetap saja yang namanya fisika pasti menakutkan.
"Bu siska!, aku dan Inara mengambar peta konsep struktur organisasi kelas dipapan tulis belakang." Ucap Aira kepada bu siska karena ia melihat papan tulis hitam didinding belakang menganggur.
" itu ide bagus, apakah kalian mempunyai bahannya." Ucap bu siska.
"Kami hanya butuh cat minyak, dan spidol permanen saja bu." Ucap Inara ia juga setuju untuk mengambar disana.
"Baiklah semua bahannya ada di kantor Tu kalian ambil saja kesana, bilang kalian dari kelas ibu." Ucap bu Siska lagi.
Tak lama setelah itu Aira dan Inara kembali dari kantor TU sambil membawa perlengkapan lukisannya.
Ia mengambil warna cat, warna kulit dan warna baju seragam sekolah, juga pensil dan spidol permanen.
Inara menggambar struktur organisasi kelas mulai dari wali kelas ia melukis bu siska sangat mirip, lalu ketua ia juga menggambar Liam disana, dan begitulah selanjutnya sampai keseksi-seksi, mereka dilukis disana.
Tidak lama setelah itu ia menyelesaikan menggambar semua anggota struktur kelas.
.
.
.
terima atau tidak masalah nanti?