NovelToon NovelToon
SESAL YANG TERLAMBAT

SESAL YANG TERLAMBAT

Status: tamat
Genre:Penyesalan Suami / Pelakor jahat / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Tamat
Popularitas:2.4M
Nilai: 4.9
Nama Author: Mama Mia

Virginia Fernandes mencintai Armando Mendoza dengan begitu tulus. Akan tetapi kesalah pahaman yang diciptakan Veronica, adik tirinya membuatnya justru dibenci oleh Armando.

Lima tahun pernikahan, Virginia selalu berusaha menjadi istri yang baik. Namum, semua tak terlihat oleh Armando. Armando selalu bersikap dingin dan memperlakukannya dengan buruk.

Satu insiden terjadi di hari ulang tahun pernikahan mereka yang kelima. Bukannya membawa Virginia ke rumah sakit, Armando justru membawa Vero yang pura-pura sakit.

Terlambat ditangani, Virginia kehilangan bayi yang tengah dikandungnya. Namun, Armando tetap tak peduli.

Cukup sudah. Kesabaran Virginia sudah berada di ambang batasnya. Ia memilih pergi, tak lagi ingin mengejar cinta Armando.

Armando baru merasa kehilangan setelah Virginia tak lagi berada di sisinya. Pria itu melakukan berbagai upaya agar Virginia kembali.

Apakah itu mungkin?
Apakah Virginia akan kembali?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mama Mia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

07. Benarkah mayat Virginia?

Armando merasa matanya begitu berat, efek semalaman tak bisa tidur. Biasanya kopi dari sekretaris akan membantu, tapi kini tak lagi. Ia berjalan menuju kantin, untuk pertama kalinya sejak menjadi penguasa Mendoza Grup, enggan meminta kopi pada sekretaris.

Melewati karyawan yang sedang istirahat, telinganya terasa panas saat nama Virginia disebut. Dengan geram, ia mendekati mereka.

“Siapa yang sedang kalian bicarakan?" tanyanya

"Tidak ada, Tuan." mereka semua menjawab gugup.

Armando berdecak sinis. Keinginannya untuk membeli kopi sirna.

"Apa kalian berada di perusahaan ini hanya untuk bergosip. jika kalian sudah bosan bekerja di sini kalian boleh pergi! "

Setelah berkata demikian, Armando keluar dari kantin dengan gusar.

Dua orang yang tadi menjawab omongan Armando terduduk di kursinya.

Beberapa teman lain hanya bisa menatap iba. Mereka kehilangan pekerjaan tanpa tahu apa dosanya.

 

Berjalan keluar mencari udara segar, Armando melonggarkan dasi. Ia berjalan tak tentu arah hingga tanpa sadar, langkahnya membawanya ke sebuah taman dengan kolam ikan hias di tengahnya.

“Sial! Untuk apa aku ke sini?” Bergumam memaki diri sendiri. Dulu, Virginia sering merengek mengajaknya ke tempat itu, tapi ia tak pernah mewujudkannya.

“Kak Armando.” Dari arah berlawanan, Veronica muncul dengan wajah bahagia. “Akhirnya kita bertemu kembali,” ucap Veronica, langsung memeluknya dengan bahagia.

Armando melepaskan kasar pelukan Veronica, membuat wanita itu menatap tak percaya.

“Jaga sikapmu! Aku sudah menikah.”

Veronica terperangah. Bahkan Armando terkejut menyadari apa yang baru saja ia ucapkan.

“Sejak kapan Kak Armando mengakui pernikahannya dengan wanita jalang itu?” Veronica bergumam kesal dalam hatinya. Tidak, ini tak boleh terjadi.

“Bukankah kalian sudah bercerai?” Veronica menatap sendu.

Armando menyimpan kedua tangannya di saku celana, menatap Veronica sambil mengerutkan kening. Dalam hati bertanya, dari mana wanita itu tahu dirinya dan Virginia sudah menandatangani surat cerai?

“Siapa yang bilang?” Suaranya terdengar dingin.

Veronica mengambil ponselnya dari tas, membukanya, dan memberikannya pada Armando. Menunjukkan sebuah postingan di sosial media miliknya 10 hari yang lalu.

“Kakak membuat postingan di media bahwa kalian sudah bercerai.” Veronica menatap sendu wajah Armando, seakan ia merasa kasihan pada pria itu. Padahal sejatinya ia sedang bersorak gembira.

Armando mengambil ponsel dari tangan Veronica dan melihat postingan itu. “Dia tidak mungkin benar-benar ingin bercerai,” bergumam dalam hati. Armando meremas kuat ponsel itu. Wajahnya tiba-tiba pias dengan rahang mengeras.

“Kak Armando, bukankah kita bisa memanfaatkan momen ini untuk bersatu. Kakak sudah berpisah dengannya.” Veronica memeluk Armando dengan bahagia.

Armando terkesiap, ada sisi hatinya yang tidak terima dengan ucapan Veronica. Pikirannya mendadak kosong. Ia bahkan tidak membalas pelukan Veronica seperti biasanya.

Merasakan tubuh Armando yang hanya terdiam kaku, Veronica mengangkat wajahnya. “Kak Armando, kenapa diam saja?" Veronica menggoyangkan lengan Armando dan menatap penuh heran.

Armando menatap ke arah Veronica dengan tatapan yang rumit, lalu menyerahkan kembali ponsel Veronica yang masih ada di tangannya. Veronica menerima dan memasukkan kembali ponsel itu ke dalam tasnya.

“Kak Armando, ada apa? Kakak terlihat tidak bahagia. Apakah mungkin sebenarnya Kak Armando sudah mencintai kak Virgi?” Veronica menatap sendu. Air matanya hampir menetes.

Armando menatap wajah Veronica tak mengerti. Bukankah sejak dulu Veronica adalah cinta sejatinya? Bukankah dia selalu menunggu waktu bisa bercerai dengan Virginia untuk bisa segera menikah dengan Veronica? Tapi kenapa sekarang ia merasa ragu?

 *

Armando dan Veronica telah duduk berdua berhadapan di sebuah restoran mewah. Veronica merasa senang pada akhirnya dia bisa menguasai Armando seorang diri. Akan tetapi melihat Armando yang saat ini hanya diam melihat jarinya yang tak lagi berhias cincin membuatnya merasa geram.

“Kak Armando…! Kak Armando…!”

Berulang kali Veronica menyebut nama pria itu. Akan tetapi pria itu tetap saja pada fokusnya memegang jari manisnya yang kini kosong. Entah apa yang ada dalam pikiran pria itu sehingga dia bahkan tak mendengar suara Veronica.

“Kak Armando..! Kak Armando…!” Veronica melambai-lambaikan tangannya di depan wajah Armando.

Pria itu sedikit tersentak kemudian menengadahkan wajah menatap ke arah Veronica dengan tatapan tak mengerti. “Ada apa?” tanya pria itu.

"Kak Armando kenapa? Apa yang terjadi pada Kak Armando hari ini? Sudah beberapa kali aku memanggil, tetapi Kak Armando seperti tak mendengarku.”

Suara Veronica terdengar sedih. Ia tak suka dengan sikap Armando yang seolah baru saja kehilangan sesuatu yang berharga. Apa Armando kecewa karena Virginia mengumumkan perceraian mereka? Tidak. Veronica tak akan membiarkan itu terjadi.

“Maaf ya. Akhir-akhir ini pekerjaanku benar-benar padat. Aku mungkin merasa sedikit lelah,” dusta Armando.

Sebenarnya bukan itu yang terjadi. Entah kenapa pikirannya tiba-tiba teringat akan Virginia yang beberapa hari ini tak ditemuinya. Dan pembicaraan beberapa karyawan tadi? Mayat? Virginia. Apa benar itu mayat Virginia? Bagaimana jika memang benar? Memikirkan itu, kenapa dadanya terasa sakit?

Veronica tersenyum, dia harus bersikap dirinya adalah wanita yang memahami Armando. Lagipula dia tidak boleh terlalu menekan pria itu. Jangan sampai pria itu malah kehilangan keinginan untuk tetap bersamanya.

“Ada apa? Kamu tadi ingin bicara apa?” tanya Armando sambil menatap lekat ke arah wajah gadis itu.

Veronica tersenyum lalu menyodorkan piring yang berisi steak wagyu ke hadapan Armando. “Tolong potongkan steak ini!” ucap gadis itu manja.

“Aku saja baru saja manikur. Aku tidak mau kukuku ini rusak,” Veronica berbicara sambil menunjukkan kuku-kukunya yang telah cantik dengan warna cat yang mengkilat.

Armando menatap wajah itu tanpa kata, jika itu adalah Virginia, maka wanita itulah yang akan melayani dirinya. Bukan minta dilayani.

Perlahan hati pria itu mulai membandingkan antara Veronica dan Virginia. "Apa selama ini aku salah?" Pria yang kemudian menggelengkan kepala. "Tidak. Semua ini adalah salah Virginia. Dia yang sudah menjebakku dengan obat agar bisa tidur bersama."

1
Emily
Armando menyesal membuang intan demi batu kali
Dwi Setyaningrum
bungkus 1 yg kyk ale🤭
Dwi Setyaningrum
termsk yg baca dan yg nulis ya thor🤭🤭
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia: betul betul betullll 🤣🤣🤣
total 1 replies
Dwi Setyaningrum
kasi hadiahnya jgn yg mewah kasi yg kW aja lah
Titien Prawiro
Ah lanjut thor
Titien Prawiro
He he he gr amat Mbak. jadi ngekek baca komen tnya Tse
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia: komen dia memang selalu se- eksited itu. selalu jadi hiburan buat diriku saat suntuk. dan selalu jadi mood booster🤣🤣
total 1 replies
Titien Prawiro
Kasihan Armando, balik lagi salah sendiri cari masalah dalam rumah tangga, begitu ditinggal jadi gila, sombong sih orangnya.
Titien Prawiro
Begitulah rasanya merindukan seseorang, cinta tak sampai. jadi sakitkan.
Titien Prawiro
tulisan aneh2 jadi bacanya di-kira2 sendiri saja. saku desaku
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia: aduh, pasti typo ya 😄😄
total 1 replies
Titien Prawiro
BegonyaArmando, bodoh lagi, bego bisa ditipu perempuan jalang.
Titien Prawiro
Seorang CEO kok bisa bisa ditipu sampai ber-tahun2
Lina Mei
bagus
Aditya hp/ bunda Lia
scrol beranda Nemu ini penasaran masukin fav dulu 🤭 bacanya nanti yah Moms
Aditya hp/ bunda Lia: dah ketemu tapi liat yang pelakor buat maduku udah 100 bab yah udah banyak babnya rasa seunggah ... 🤭🤭 baca santai ajah kayaknya
total 7 replies
Isuhoya Sir
👍
Ophelia Roosevelt
waahh... Virginia masih hiduupp
Ophelia Roosevelt
tololnya tolol banget
Mega Baiq
terllu lama,EMG bnran mnggl ato gmn sih,smua org tau udh mnggl tp knp tidak di kuburkn mayatnya,ini sih penulisnya yg o,on
Rahma Susanty
top
Uthie
Aahhh
Uthie
ikutan tergila-gila bacanya 😂😂🤭👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!