NovelToon NovelToon
Jetro, Pengantin Pengganti

Jetro, Pengantin Pengganti

Status: sedang berlangsung
Genre:Pengantin Pengganti Konglomerat / Pengantin Pengganti
Popularitas:97.1k
Nilai: 5
Nama Author: Rahma AR

Jetro Julian Wisesa, pengusaha sukses, masih single.

"Aku yang akan menikahimu."

Febi Karindra, bekerja di kantor polisi, sudah dijidohkan dengan rekan kerjanya hanya bisa mematung. Semua tamu yang awalnya kasihan karena pengantin prianya tidak datang, sekarang menatap iri. Karena pengganti pengantinnya lebih segala galanya dari pada pengantin aslimya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rahma AR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rencana di dalam rencana

"Sudah aku bilang, dia hanya tertarik pada Febi," ejek Cakra setelah Jetro meninggalkan restoran. Wajahnya tampak sangat bahagia dengan kegagalan kencan Fiola.

Fiola menahan kekesalannya, tapi di depan Cakra dia harus bisa bersikap sebaliknya.

"Baguslah kalo begitu. Sekarang tergantung kamu. Jadi, nikah dengan Febi kapan?" Fiola balas mengejek dengan

Cakra menyandarkan bahunya di kursi mereka. Tangannya memijat keningnya. Wajah bahagianya berganti dengan frustasi.

"Sebaiknya kamu pulang. Kamu jangan mengecewakan papaku dan orang tuamu." Fiola berdiri setelah mengatakannya. Dia tidak ingin Cakra mengejeknya lagi.

"Kamu masih mau mencoba menarik perhatian Jetro?" sindir Cakra.

Fiola mendengus karena tebakannya benar.

"Buat apa. Aku hanya tidak ingin mengecewakan papa. Makanya aku datang."

Cakra menatap wajah cantik di depannya. Sangsi dengan yang dia ucapkan. Tadi aja dia lihat Fiolalah yang beberapa kali berbicara duluan. Sekarang malah ditinggal.

Kalo laki laki tertarik dan jatuh cinta dengan perempuan, tidak akan bersikap begitu. Dia pasti akan mengantarkannya pulang. Seperti yang nanti akan dia laukan.

Setelah menghela nafas panjang Cakra segera berdiri.

"Aku antar kamu pulang."

Fiola hanya menganggukkan kepalanya. Dia memang beruntung punya Cakra. Tapi sekarang targetnya adalah Jetro. Dia harus pastikan kalo pernikahan Febi dan Cakra terjadi.

*

*

*

Fiola deg degan melihat papanya sudah berada di teras, seolah sedang menunggunya mengatakan kabar baik.

"Bagaimana pertemuannya?" tanya papanya ngga sabar sambil menyongsong kedatangan putrinya.

Fiola tersenyum.

"Lancar, pa."

Senyum Anggareksa tampak melebar.

"Jadi..... Dia mau dijodohkan dengan kamu?" todongnya papanya.

"Kayaknya, sih, pa." Fiola agak ragu mengatakannya.

"Syukurlah. Papa senang dengarnya. Papa lega sudah menemukan calon suami yang baik buat kamu dan Febi."

Fiola tersenyum. Biarlah sedikit bohong, batinnya.

"Rencananya kapan Febi dan Cakra akan menikah, Pa?" tanya Fiola mengalihkan topik pembicaraan. Takut ketahuan bohongnya kalo papanya terus menanyakan tentang pertemuan dia dan Jetro tadi.

"Secepatnya. Minggu depan kalo bisa. Setelah itu kita pikirkan kapan kamu dan Jetro menikah."

Fiola hampir bersorak saking bahagianya.

"Aku setuju, pa."

Dia yakin, dengan tangan dingin papanya, Jetro pasti mau menikah dengannya.

Jetro hanya belum mengenalnya. Kalo sudah mengenalnya, pasti dia menyesal sudah ngasih buket bunga mawar itu untuk Febi.

*

*

*

"Minggu depan?" Cakra dan Febi menyahut serentak. Mereka saling tatap dengan raut wajah kaget. Bahkan wajah Febi tampak pucat.

"Kenapa?" Tante Marlena menatap pasangan muda ini bergantian dengan heran.

"'Emm.... Apa ngga kecepatan, mam? Aku belum mengurus persyaratannya, pasti lama sekali," sanggah Cakra memberikan alasan.

"Tenang, Cakra. Papamu sudah mengurusnya," jawab mamanya dengan senyum di bibirnya.

Wajah Cakra tambah tegang sedangkan Febi juga tambah pucat.

Terdengar tawa halus Danu Sumirat dan Anggareksa.

"Memangnya selama setahun ini kalian pikir papa dan ommu ngapain aja," sela Danu Sumirat dalam tawanya.

"Semua sudah beres. Kalian tinggal datang akad dan resepsi aja," timpal Anggareksa.

DEG

Hampir saja Febi pingsan mendengarnya.

Bagaimana ini?

Bagaimana cara mengatakan yang sebenarnya?

Tangannya yang menegang garpu bahkan sampai gemetar.

Tante Marlena mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya.

"Undangannya bahkan sudah di cetak. Kalian bisa kasih ke teman kalian besok." Marlena meletakkan setumpuk undangan ke atas meja

Cakra memijat keningnya. Bingung, mumet, itu yang dia rasakan.

Teman temannnya taunya dia berhubungan dengan Fiola, pasti akan geger ketika melihat nama di kertas undangan.

Apalagi sekarang Febi sedang diisukan dengan Jetro.

Denyutan di kepalanya makin kerasa.

"Mau pengawal yang kirimkan undangannya atau kalian sendiri yang melakukannya?" tanya Marlena sambil menatap keduanya bergantian.

"Kalo mama, papa dan Om Angga akan bagikan sendiri untuk yang teman teman terdekat. Selain itu pengawal kita yang akan mengurusnya," sambung Tante Marlena.

Cakra segera mengambil inisiatif dengan mengambil tumpukan undangan itu ketika Febi masih membeku di kursinya.

"Aku aja yang bagikan, mam."

"Jangan semua, dong. Kasih Febi juga. Belum tentu kamu mengenal teman teman Febi," tukas Danu Sumirat pada putranya.

Cakra terdiam, kemudian mengambilkan satu saja undangan untuk Febi yang menerimanya dengan tangan gemetar.

Kamu bisa kasih ke Jetro. Cakra mengatakan itu lewat tatap mata mereka yang bertemu.

"Kok, cuma satu?" Alis Danu Sumirat mengernyit.

"Untuk teman terdekat Febi, Pa," ucap Cakra dengan lirikan penuh arti.

"Oooh...." Danu Sumirat mengangguk maklum.

Febi memaksakan senyumnya dengan menyembunyikan kegalauan perasaannya.

Anggareksa menatap gestur tubuh putrinya dan Cakra yang masih kaku.

Mereka masih belum jatuh cinta juga?

Pertengkaran kedua putrinya tadi malam masih mengganggu. pikirannya.

Nanti dia akan bicara lebih khusus dengan Fiola agar menjaga jarak dengan Cakra.

*

*

*

Kedatangan Jetro kembali ke perusahaannya sudah ditunggu oleh Abiyan dan Baim. Sebentar lagi mereka akan meeting.

Jetro mengajak kedua sepupunya masuk ke dalam ruangannya. Kemudian dia langsung memperlihatkan video pertemuan Cakra dengan Fiola pada Baim dan Abiyan.

Kedua laki laki tengil itu sudah tidak sabar melihat videonya. Ngga lama kemudian keduanya tertawa sambil memegang perut. Terpingkal pingkal.

"Ooh..... Jadi dia datang juga," ucap Abiyan.

"Cemburu dia, ya." Baim juga ikut berkomentar.

"Jadi karena mamanya Cakra tidak setuju, ya," komen Abiyan lagi setelah tawanya mereda.

"Kamu teliti sekali." Baim menggelengkan kepalanya sambil menatap Jetro. Tapi ide Jetro yang menempelkan speaker kecil di bawah meja memang jempolan.

Video dari pengawal Jetro hanya menampilkan gambar tanpa audio. Karena bukan berada di ruang privat, jadi sia sia saja menghack rekaman cctv di restoran.

Suara yang dihasilkan pasti tidak akan jelas karena bercampur dengan suara tamu yang lain. Tanpa speaker kecil ini, mereka tidak akan mengetahui apa yang dibicarakan keduanya.

"Gadis itu hanya cantik, tapi hatinya mengerikan. Terhadap adiknya saja dia begitu," komentar Abiyan sambil menggelengkan kepala.

"Dia kejam." Baim menyetujui pendapat Abiyan.

"Kamu akan gunakan video itu untuk menggagalkan pernikahan Febi, ya." Baim tertawa membayangkan kerusuhan yang akan terjadi jika video itu tersebar.

"Begitulah," jawab Jetro kalem. Dia yakin akan diundang ke resepsi pernikahan Febi karena orang tua mereka saling kenal.

"Dasar." Tawa Abiyan makin keras, juga Baim.

.

1
Lia Kiftia Usman
pikiran dan hati yg selalu 'netink' mempercepat berkembang sel kanker nya... jauh dari bersyukur apalagi koreksi diri... ya sudahlah ....🤭
Ariany Sudjana
hahaha sudahlah mati saja kamu fiola, kamu itu pelacur murahan dan juga pembunuh 🤣🤣😂😂
Ernaaaaa
nah loh...tobat Thor eh salah tobat Fiola
Lusi Hariyani
emang karma fiola...itu kanker dr org2 yg dibunuh fiola
Lusi Hariyani
si baim modus bngt dh blng aja suka im jgn bikin baper ank org...sat set gitu😄
anggita
👍like☝☝2xiklan
anggita
selamat idul fitri thor, maaf lahir dan batin🙏.
Dewi kunti
stegi🤭
Herman Lim
baim mank jaim ya giring sampe pelaminan ya Baim. 🤣🤣
Elisabeth Ratna Susanti
selamat Hari Raya Idul Fitri mohon maaf lahir dan batin 🥰
Elisabeth Ratna Susanti
top 👍🥰
Ariany Sudjana
betul setuju kalau nashwa yang jadi jodohnya Cakra, perempuan baik-baik dan mandiri, dan yang pasti bukan pelacur murahan dan pembunuh seperti fiola
Ariany Sudjana
heh kamu jalang murahan, kamu masih berharap mamanya Jetro atau Jetro melawat kamu ke RS? terus kamu mau buat drama supaya Jetro kasihan sama kamu, terus minta kamu jadi istrinya? hahaha ada pelacur murahan mimpi ketinggian 🤣🤣😂😂 heh jalang murahan, kamu itu sudah cocok jadi pelacur dan pembunuh, ga cocok masuk ke keluarga konglomerat, seperti keluarga Jetro 😂😂🤣🤣
Tri Handayani
tuch cakra udah langsung dapat restu dari mama dan papamu tinggal kamu'nya aja,masih terbelenggu dg masa lalu atau ingin bahagia dgn seorang yg baru.
Rahmawati
dah dapet restu tuh dari mama marlena,, tinggal cakranya mau move on ato gk
Elizabeth Zulfa
minal aidzin wal faidzin mohan maaf lahir dan batin Thor & teman2 pembaca semua 🙏🙏🙏
maafkan jika ada kritik, saran/pun komen aq zg tanpa sengaja menyinggung kalian yaaaa.... 😊😊😊
Lusi Hariyani
ternyata naswa yg jd target y cakra
hansen
cakra OTW nikah niii🤭
Ernaaaaa
MET lebaran Thor mohon maaf lahir bathin
Rahma AR: met lebaran juga...... maaf lahir dan batin😊
total 1 replies
Ernaaaaa
g kapok tuh orang ..otakna dah g ada
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!