Ashila Nur Hamidah
Seorang hijabers cantik dan baik yang dijodohkan orang tuanya dengan Rayhan Yahya Al-abshory, seorang yang menabraknya pada saat berangkat ke kampus.
Rayhan Yahya Al-abshory
seorang lelaki tampan bak pangeran kerajaan tetapi mempunyai sifat dingin dan selalu bertindak semena mena, dia adalah seorang CEO ternama yang mempunyai banyak perusahaan terkenal, dia merasa terkejut karena dia di jodohkan oleh orang tua nya dengan wanita yang tak dikenalnya.
Akankah mereka menerima perjodohan ini????
tunggu kelanjutannya hanya disini
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hamidah.S, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 21 Pasar malam (1)
Jam menunjukan pukul 19.00 WIB. Kini Ashila tengah menonton televisi di ruang keluarga sambil menemani Adik iparnya yang sedang mengerjakan tugas sekolahnya.
"Kak, tau gak ini caranya kayak gimana? Soalnya aku kurang faham sama pembahasan ini."
"Oh yang ini mah gampang, gini nih caranya." ucap Ashila sambil menuliskan beberapa rumus fisika di buku Kayla.
"Oh, gitu. Makasih, Kak."
"Iya."
"Kak, sekarang ada pasar malem loh di lapangan depan komplek. Kita kesana, yuk." ajak Kayla.
"Eemm.. Boleh sih, tapi kamu selesain dulu PR-nya." ucap Ashila sambil memakan cemilan.
"Yeeay.. Oke aku selesain PR-nya tinggal dua nomor lagi." ucap Kayla semangat.
Tak butuh waktu lama, akhirnya Kayla menyelesaikan tugas sekolahnya.
"Kak, aku udah selesai, nih. Kita siap-siap, yuk."
"Siap." ucap Ashila sambil mengacungkan jempolnya.
Mereka pun pergi ke kamar masing-masing untuk berganti baju.
***
Lima belas kemudian, Ashila dan Kayla kembali ke ruang tamu.
Kayala memakai hoddie berwarna pink, rambutnya di kuncir kuda, celana jeans berwarna hijau telor asin, tak lupa juga ia memakai sneakers berwarna putih dan tas selempang yang berwarna senada dengan dengan hoddie yang ia pakai.
Sedangkan Ashila memakai tunik selutut berwarna coklat, celana jeans berwarna hitam dan jilbab pashmina berwarna senada dengan baju. Tak lupa ia memakai sneakers putih dan tas selempang yang mengait di bahunya.
"Assalamualaikum." sapa seseorang sambil membuka pintu rumah.
"Waalaikumsalam."
"Kebetulan Kak Rayhan udah pulang." kata Kayla tersenyum sumringah.
"Kalian udah rapi gini mau kemana?" tanya Rayhan.
"Ke pasar malam, Kak. Yang ada di depan komplek itu loh. Kakak ikut, yuk." ajak Kayla.
"Enggak deh. Kalian ajah." tolak Rayhan.
"Iiih.. Kak ayo dong ikut. Biar rame masa cuma aku sama Kak Shila doang."
"Yaudah oke Kakak ikut, Kakak selalu kalah kalo kamu udah ngerengek kayak gini."
"Kakak ganti baju, gih. Kita tunggu di sini."
Lima belas menit kemudian, Rayhan sudah rapi dengan hoddie berwarna hitam celana jeans dan sneakers. Tak lupa ia juga memakai topi yang semakin menambah ketampanannya.
"Jalan kaki ajah, ya. Kan deket." ucap Kayla.
"Oke deh."
Rayhan, Ashila dan Kayla jalan beriringan menuju pasar malam.
Lima belas menit kemudian, mereka sampai di tempat tujuan.
"Waah.. Banyak banget pengunjung yang dateng." ucap Kayla yang takjub melihat suasana pasar malam yang ramai.
"Iya bener."
"Kak, kita naik itu yuk." ucap Kayla sambil menunjuk komedi putar.
"Gak deh, kamu ajah." tolak Rayhan.
"Jangan, Kay. Soalnya Kakak takut ketinggian." ucap Ashila menimpali.
"Ayo dong."
Kayla pun membeli dua tiket untuk naik komedi putar dan memberikannya pada Rayhan dan Ashila.
"Ayo masuk Kak Ray, Kak Shila." titah Kayla. Rayhan dan Ashila pun terpaksa mengiyakan permintaan sang Adik.
Trek!
Pintu komedi putar pun dibuka oleh petugasnya, Rayhan masuk terlebih dahulu kemudian disusul oleh Ashila. Pintu komedi putar pun ditutup kembali oleh petugas.
"Kalian have fun, ya." ucap Kayla.
"Kamu gak naik, Kay?" tanya Rayhan.
"Aku mau naik, tapi bareng temen aku. Yaudah kalian berdua selamat bersenang-senang." ucap Kayla berlalu pergi.
"Loh, kok gitu sih, Kay." teriak Rayhan kepada Adiknya yang semakin menjauh.
Terlihat wahana yang sekarang Rayhan dan Ashila duduki ini akan berputar. Ashila segera menundukan wajah dan memejamkan matanya. Tangannya berpegangan erat pada ujung baju yang ia pakai. Seketika wajahnya langsung pucat pasi.
"Kamu gak papa?" tanya Rayhan sedikit khawatir.
Baru saja Ashila akan menjawab baik-baik saja, tiba-tiba komedi putarnya berhenti. Dan mereka berada di bagian paling atas.
Refleks Ashila memeluk tubuh Rayhan. "Aku takut." ucap Ashila sambil terisak di dada suaminya.
"Kamj tenang, ya. Semuanya akan baik-baik ajah." ucap Rayhan sambil mengelus kepala Ashila yang tertutub jilbab dengan lembut.
"Kamu takut banget pada ketinggian, ya?" Ashila hanya mengangguk.
"Oke! Saya akan bantu kamu supaya kamu gak takut lagi pada ketinggian."
"Gimana caranya?" tanya Ashila yang masih setia memeluk Rayhan dan membenamkan wajahnya di dada suaminya itu.
Rayhan pun melepaskan pelukannya secara perlahan tetapi ia tetap memegangi tangan istrinya itu.
"Sekarang, buka mata kamu pelan-pelan." pinta Rayhan.
"Gak mau, takuut." ucap Ashila lirih.
"Gak bakalan kenapa-napa kok, kan ada saya di sini."
Ashila pun mengiyakan permintaan suaminya, ia perlahan membuka matanya, tetapi ketika matanya belum terbuka sepenuhnya, Ashila segera menutupnya kembali rapat-rapat.
"Gak mau, aku takut." ucap Ashila sambil menggelengkan kepalanya.
"Gak papa, pelan-pelan ajah, saya hitung, ya. Satu...."
Ashila mulai membuka matanya perlahan.
"Dua.."
Mata Ashila mulai terbuka sedikit lebar.
"Tiga."
Ashila sudah membuka matanya lebar-lebar, ia pun menatap Rayhan yang berada di sampingnya.
"Sekarang kamu liat ke bawah, pemandangannya indah tau." ucap Rayhan.
"Gak, ah."
"Kenapa? Kamu mau terus liatin muka saya yang ganteng ini."
"Ish ganteng dari mana coba, jelek kayak gitu."
"Yaudah, kamu liat itu deh, pemandangan di bawah, bagus banget loh." ucap Rayhan sambil menunjuk ke arah bawah.
"Tapi aku takut."
"Kan ada saya."
Ashila perlahan mengedarkan pandangannya ke sekelilingnya. Perlahan Ashila juga melihat pemandangan di bawah sana.
"Subhanallah, ini indah banget." ucap Ashila merasa takjub melihat lampu yang berkelap-kelip. "Bener ya kata orang, semuanya tampak indah ketika di lihat di ketinggian." ucap Ashila tersenyum lebar.
"Jadi, sekarang kamu gak takut ketinggian lagi, nih." goda Rayhan.
Ashila terkekeh. "Kayaknya gitu, makasih ya." ucap Ashila menatap Rayhan sejenak lalu mengedarkan pandangan kembali ke bawah sana.
Komedi putar pun kembali bergerak pertanda akan berputar kembali. Ashila yang sedang melihat pemandangan di bawah tersentak kaget, ia pun segera memalingkan wajahnya ke arah Rayhan, tetapi tanpa sengaja bibirnya bertubrukan dengan pipi suaminya itu. Mata keduanya membulat sempurna.
Ashila segera menjauhkan bibirnya dari pipi Rayhan. Ia menundukan kepalanya dan menelan ludah dengan gugup, di dalam sana jantungnya sudah menggila sejak tadi.
"Ma-maaf." ucap Ashila gugup.
"I-iya gak papa." ucap Rayhan tak kalah gugup.
Tak lama kemudian, komedi putar pun berhenti. Rayhan dan Ashila pun segera keluar dari wahana itu.
SEKRANG KATANX CINTA SAMA SUAMI??
MENJIJIKKAN WANITA SAMPAH