seorang gadis belia yang harus menjalani kehidupan dengan berbagai ujian yang berat
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mia Putry, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
chapter 19
Di kediaman keluarga Yasmin.
" Dasar menantu tidak tau diri. Tapi kenapa cucuku sampai terlibat dengan keluarga Senjaya. " Rutuk Yasmin setelah menerima laporan dari orang suruhannya untuk memata matai Hartawan.
" Menurut dari penyelidikan saya Nyonya. Gadis itu di lecehkan oleh anak dari tuan Wirya Senjaya. Tapi semua itu terjadi karena jebakan seseorang. Dan itu juga cucu nyonya sendiri. Sherly , menurut laporan yang saya terima Serly sengaja ingin menjebak tuan Ardhana . Namun Ardhana malah melampiaskan hal itu kepada Nadila yang kebetulan waktu itu Nadila baru pulang kerj. Setelah kejadian itu Nadila hamil dan diusir dari kota K. Namun Tian Wirya mengetahui hal tersebut dan disitulah tuan Wirya menjaga Nadila diam diam. Dan tuan Ardhana juga kan bertanggung jawab atas apa yang terjadi pada Nadila. " Ucap anak buah Nyonya Yasmin.
" Ternyata selama ini cucuku hidup dengan sangat menderita . Padahal kekayaan ibunya sangat berlimpah . Ini semua karena keserakahan Inggrid Anak itu harusnya bersyukur telah menikmati semua ini. Namun harta telah menjadikan dia buta. " Ucap nyonya Yasmin geram terhadap kelakuan anak , menantu bahkan Cucu nya sendiri. " Baiklah kalau begitu. Kamu boleh pergi dan ingat jangan sampai Inggrid tau akan hal ini. Dan Hartawan. Blokir semua kartu Bank yang dia miliki. Katakan padanya kalau semua itu adalah prosedur perusahaan. Begitu juga Serly. Blokir kartu debit nya katakan padanya , sebelum pewaris sah datang maka semua fasilitas yang ada di bekukan oleh perusahaan . Sesuai dengan prosedur. " Nyonya Yasmin menambah kan.
" Baik nyonya. Saya pamit dulu. " Ucapnya sambil melangkah keluar rumah.
********
Di rumah Inggrid.
" Dari mana Daddy . Sherly minta uang dong. Mau perawatan di salon. Supaya bisa menggoda Ardhana. Dan menjadi kan dia menantu Daddy. " Ucap Serly sambil tersenyum licik.
" Oke , tunggu Daddy transfer . " Ucap Hartawan
Namun di luar dugaan. Rekening yang biasa dia pakai malah tidak berfungsi. Setelah itu handphone berbunyi.
( Ya Halo. )
( Maaf tuan demi keamanan dan kenyamanan terpaksa kami membekukan semua fasilitas yang anda pakai saat ini. Karena keputusan semua direksi terkait sudah memberikan pengumuman . )
( Saya tidak mengerti Apa maksudnya ini. )
( Semua fasilitas yang di berikan oleh kantor sementara waktu di bekukan. Dari kartu debit dan kartu Bank yang tuan pakai sekarang. Sampai pewaris sah di temukan. Dan seluruh dewan terkait sudah setuju . Juga nyonya Yasmin sudah menanda tangani surat pernyataan tersebut. ).
Klik.
( Halo halo. )
A
" Akh sialan . Maaf Sherly. Daddy tidak bisa memberi uang padamu melalui rekening yang biasanya. Kantor mendadak membekukan fasilitas yang Daddy pakai sekarang" ucap Hartawan sambil mengambil kartu lain yang tidak di ketahui oleh mertuanya dan istrinya Inggrid tentunya. Namun diluar dugaan .
Saat akan di gunakan malah saldo tabungan yang nilainya sangat fantastis itu tiba-tiba sudah kosong.
" Ada apa Daddy. Apa rekening Daddy yang itu juga di bekukan. ?" Tanya Serly ketar ketir.
" Ahkkk sialan wanita tua itu. Malah semua aset Daddy di bekukan. , Kita sekarang tidak bisa ngapa-ngapain Serly. Semua telah di bekukan. Hanya gaji bulanan saja Daddy terima. Itupun tidak seberapa. Semoga mami masih ada uang cadangan. " Ucap Hartawan lebih harap.
" Sherly tidak jadi dong ke salon Daddy. Hmmmya sudahlah semoga milik Sherly tidak di bekukan . " Lalu Serly mengecek di aplikasi . Namun apa yang Sherly harapkan diluar ekspektasi. Sama saja dengan ayahnya semu dibekukan .
" Ahkkkk Serly tidak mau miskin Daddy. Emang siapa sih yang jadi pewaris sah . Bukankah Tante Zahra dan om Bastian serta Nadila anak mereka sudah tewas waktu itu Daddy. Kok bisa seperti ini sih. " Sherly frustasi dengan kabar yang diterima saat ini. Sherly sangat terpukul dengan kabar yang di terima nya.
Dunia seakan runtuh. Bagaimana tidak Serly yang terbilang hidup bergelimang harta. Tiba tiba dia kehilangan itu semua. Sherly tidak siap,saking syok dengan kabar itu Serly jadi diam dan tidak menerima kenyataan .
" Nanti Daddy tanya pada mami nanti oke. " Semoga anak sialan itu tidak membuat Masalah." Ucap tuan Hartawan.
" Memang Nadila masih hidup Daddy? " Tanya Serly .
" Iya, dan sekarang dia ada di kota ini. "
" Apa nenek tau .? "
" Tidak, Jika nenekmu tau mungkin sekarang Nadila sudah ada di perusahaan untuk membuat pengumuman kalau
Pewaris sah sudah hadir di tengah para investor dan para pemilik saham."
" Ahkkkkk sialan anak itu. Awas saja kalau ketemu. Akan kuhabisi anak sialan itu. " Ucap Serly penuh kebencian.
" Nanti kita pikirkan sekarang kita pikirkan caranya untuk membuat Nadila menanda tangani surat pernyataan nanti. " Ucapnya sambil tersenyum licik.
" Baiklah. Serly tunggu kabar baik dari mu Daddy."
,*******""""""
"
Di tempat Nadila.
," Ya Tuhan ada Apa ini. Kenapa jantung ibu deg degan nak?" Ucap Nadila sambil memeluk perutnya yang Buncit.
..
, Nadila tidak tenang sejak pagi. Bahkan untuk sarapan pagi Nadila tidak begitu semangat. Jantung nya berdegup kencang. Seakan akan ada yang terjadi namun Nadila tidak tau.
Tok tok tok
" Asalamualaikum "
" Siapa yah pagi pagi bertamu." Ucap Nadila
Tok tok tok
" Asalamualaikum" ucap orang itu lagi
" Alaikum salam , iya tunggu sebentar" Jawa Nadila dari dalam . Nadila bergegas membuka pintu dan
. cek lek
Pintu terbuka
" Lho nyonya , tuan ,,,_" Nadila tidak melanjutkan ucapannya setelah melihat ada Ardhana disana tepat di depan matanya . Orang yang telah menyakiti perasaan Nadila. Dan juga orang yang ingin dia temui .
" Nak , apa boleh kami masuk? " Ucap Masayu menyadarkan Nadila dari lamunannya.
" Oh iya silahkan masuk nyonya , tuan, maaf kalau rumah Dila tidak semewah rumah tuan. Dan untuk apa laki laki ini berada disini.?" Sarkas Nadila. " Silahkan duduk"
Tian Wirya dan. Nyonya Masayu serta Ardhana masuk dan duduk bersama di sofa ruang tamu. .
" Sebentar , saya buatkan minum dulu nyonya. " Nadila lalu ke dapur untuk mengambil beberapa camilan dan juga minuman . .
" Kamu harus siap Ar , menerima kemarahan nya nanti" ucap tuan Wirya pada anak si mata wayang nya.
" Ar siap papi, " ucap Ardhana sambil menunduk.
Tak tak tak
. Nadila keluar dan membawa nampan berisi makanan dan minuman sederhana.
Melihat itu nyonya Masayu , berdiri dan membantu Nadila menyajikan nya.
" Biar saya saja nyonya. " Ucap Nadila sungkan. .
" Tidak masalah sayang. Ayo duduk disini ." Ucap nyonya Masayu sambil memapah Nadila agar duduk di samping nya.
Jantung Nadila berdegup kencang napas seakan memburu. Melihat Ardhana di sana .
Nadila ingat kejadian malam itu. Nadila dengan gerakan perlahan mendekati Ardhana dan ...... .
Plak
Plak.
" Ini adalah balasan dari rasa sakit yang sudah kau berikan. Katakan nyonya , tuan ada apa kalian kemari?" Nadila menampar wajah Ardhana.
Nyonya Masayu memeluk Nadila yang mulai menangis.
" Maafkan anakku Dila, maafkan kesalahan yang telah di lakukan oleh Ardhana putraku. "
Dunia Nadila seakan akan runtuh saat itu ,
Lalu Nadila melepaskan peluka nyonya Masayu .
" Apa maksudnya ini nyonya, Dila tidak mengerti." Nadila menjauh dari nyonya Masayu.
Tuan Wirya angkat bicara
" Maaf nak, kami baru tau belakangan ini. Maaf kedatangan kami terlambat." Tuan Wirya bersimpuh di hadapan Nadila .
Melihat itu Ardhana dan Nadila menjadi serba salah.
" Bangun tuan. Tuan tidak pantas melakukan itu. " Sarkas Nadila. " Yang pantas melakukan itu adalah pria brengsek itu ," tunjuk Nadila pada Ardhana.
" Nadila , akuu,,,," Ardhana menjeda ucapannya dan Ardhana pun mengikuti apa yang di lakukan oleh tuan Wirya.
Nadila menangis sejadi jadinya. Nadila tidak kuat lagi menahan dirinya untuk menangis.
" Menangis' lah nak. Menangis'lah. Setelah itu kami akan memberikan kebahagiaan yang sudah seharusnya dari awal. Kami akan memberikan yang terbaik untuk Nadila dan anak anak Nadila nanti. Mereka Cucu cucu saya." Ucap tuan Wirya.
Jhon yang melihat itu meresa terharu.
' berbahagia lah Dila , saya akan tetap mendoakan agar Dila bahagia.' monolog Jhon dalam hati sambil tersenyum tipis.
" Jhon,,,, jadi,,,?? " Tanya Nadila ketika melihat Jhon di balik pintu .
******""""""