NovelToon NovelToon
Istri Nakal CEO Dingin

Istri Nakal CEO Dingin

Status: tamat
Genre:Wanita Karir / CEO / Diam-Diam Cinta / Dijodohkan Orang Tua / Romansa / Nikah Kontrak / Tamat
Popularitas:669.3k
Nilai: 5
Nama Author: hofi03

Ziva Putri Willson, putri bungsu keluarga Willson, adalah perpaduan sempurna antara kecantikan, kecerdasan, dan kepercayaan diri setinggi langit. Di usianya yang masih muda, dia telah menjadi desainer ternama yg namanya menggema hingga ke mancanegara.

Damian Alexander, CEO muda yang dikenal kejam dan dingin. Baginya, hidup hanyalah deretan angka dan nilai saham. Dia sangat anti pada wanita karena menganggap mereka makhluk paling merepotkan di dunia.

"Dengar, Tuan CEO, kamu mungkin bisa membeli saham dunia, tapi kamu tidak bisa membeli hak untuk mengatur kapan aku harus bernapas. Jadi, simpan wajah sok kuasamu itu untuk rapat, bukan untukku." -Ziva.

"Aku sudah menghadapi ribuan musuh bisnis yang licin, tapi menghadapi satu wanita bermulut tajam seperti dia jauh lebih menguras energi daripada akuisisi perusahaan. Tapi justru itu yang membuatnya berbeda." — Damian.

Siapa yang akan menyerah lebih dulu? Si Tuan Dingin yang mulai kehilangan akal sehatnya, atau Nona cerewet berwajah manis

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hofi03, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

TERPESONA

Mobil Bentley hitam itu berhenti tepat di depan teras utama Mansion Willson. Damian turun dengan gerakan yang sangat tenang, seolah-olah dia sedang menghadiri pertemuan bisnis biasa, bukan sedang memasuki kandang singa.

Riko mengekor di belakang sambil memeluk buket bunga lili putih besar, wajahnya terlihat sangat tertekan.

"Selamat malam Tuan Muda," ucap bodyguard di depan pintu utama.

"Hem"

Jawab Damian bergumam lirih dengan raut wajah datar nya.

"Silahkan Tuan muda," ucap bodyguard, membuka pintu dengan lebar.

Begitu pintu besar itu dibuka oleh salah satu bodyguard, aura dingin langsung menyambar.

Di ruang tamu yang luas itu, Kenzo dan Arkan sudah duduk manis.

Kenzo duduk di sofa tunggal dengan kaki bersilang, tangannya memegang gelas kristal berisi cairan amber, sementara Arkan duduk di pinggiran meja biliar di sudut ruangan sambil memainkan tongkat biliar dengan gerakan memutar yang provokatif.

Tuk

Tuk

Tuk

Damian melangkah masuk. Langkah sepatunya yang beradu dengan lantai marmer menciptakan bunyi yang berirama tetap.

"Selamat malam," ucap Damian datar, suaranya menggema di ruangan itu.

Kenzo tidak langsung menjawab, dia menyesap minumannya perlahan, menatap Damian dari ujung sepatu hingga ujung rambut selama hampir sepuluh detik, sebuah teknik intimidasi klasik.

"Damian Alexander, tepat waktu. Satu poin untukmu," ucap Kenzo, dengan suara berat nya.

"Aku tidak suka membuang waktu, Tuan Kenzo," jawab Damian tanpa gentar, matanya lurus menatap Kenzo.

Arkan tiba-tiba melompat turun dari meja biliar dan berjalan mendekat dengan senyum jahil yang tidak mencapai mata.

"Waktu adalah uang, ya? Tapi di rumah ini, waktu adalah soal nyawa, terutama kalau berkaitan dengan adik kami," ucap Arkan, tersenyum miring.

Arkan berhenti tepat di depan Damian, matanya beralih ke Riko yang berdiri gemetaran di belakang bosnya.

"Dan siapa ini? Asistenmu? Kenapa dia terlihat seperti mau pingsan? Apa kamu begitu kejam sampai asisten mu sendiri ketakutan melihat kami?" tanya Arkan, menetap Riko dari atas sampai bawah.

"S-selamat malam, Tuan-tuan Willson. Saya Riko, asisten Tuan Damian," ucap Riko langsung membungkuk kaku.

"Simpan bunganya, Riko," perintah Damian tenang.

Tanpa diperintah dua kali, Riko langsung meletakkan bunga itu di meja, lalu mundur tiga langkah untuk mencari zona aman.

"Aku di sini untuk menjemput Ziva, sesuai janji," ucap Damian beralih menatap Kenzo kembali.

"Janji dengan Daddy? Apa dengan Ziva? Iya," jawab Kenzo berdiri, tubuhnya yang tegap kini berhadapan langsung dengan Damian.

"Tapi kesepakatan dengan kami? Belum ada. Kamu pikir dengan memberikan kartu kredit tak terbatas dan membelikan kain kargo, kamu sudah sah menjadi bagian dari keluarga ini?" tanya Kenzo, dingin.

"Aku tidak membeli restu kalian," jawab Damian, santai.

"Aku melakukan apa yang seharusnya dilakukan oleh pria yang menginginkan seorang wanita, jika kalian merasa itu adalah bentuk pamer, itu masalah perspektif kalian," lanjut Damian, tersenyum miring.

"Oho! Berani juga bicaranya!" ucap Arkan tertawa hambar.

Arkan berjalan mengelilingi Damian seperti binatang buas yang sedang memeriksa mangsa nya.

"Dengar, Tuan Damian Alexander, Ziva itu berlian kami, kalau sampai aku dengar dia menangis karena sikap kakumu, atau kalau sampai dia merasa tertekan hidup di dalam istana milikmu itu, aku sendiri yang akan meretas seluruh sistem keamanan perusahaanmu dan membuatnya hancur dalam semalam. Paham?" ucap Arkan, penuh penekanan.

"Silakan coba," jawab Damian, tanpa merasa terintimidasi sedikit pun.

Tepat saat ketegangan mencapai puncaknya, terdengar suara ketukan sepatu hak tinggi dari arah tangga.

Tak

Tak

Tak

Semua mata menoleh ke atas, di atas tangga sana mereka melihat, gadis cantik dengan penampilan yang sangat menawan.

Ziva turun dengan gaun hitam backless, gaun hasil rancangan nya sendiri, rambutnya disanggul modern, memperlihatkan leher jenjangnya yang kini dihiasi kalung zamrud jutaan dolar yang dia beli tadi menggunakan uang Damian.

Malam ini Ziva tampak sangat memukau, elegan, namun tetap memiliki aura nakal khas dirinya.

"Wah, wah... ada rapat kabinet apa di sini?" tanya Ziva sambil tersenyum lebar melihat ketiga pria itu berdiri kaku di ruang tamu.

Sementara Damian masih tertegun, melihat penampilan kucing nakal nya malam ini.

"Indah dan Sempurna," batin Damian, terpukau.

Untuk sesaat, topeng kaku Damian retak, matanya menatap Ziva tanpa berkedip.

"Bang Ken, Bang Arka, jangan bilang kalian habis menginterogasi Damian?" tanya Ziva sampai di lantai bawah dan langsung berdiri di samping Damian,

"Kami cuma sedang memberikan sedikit pengarahan soal tata tertib keluarga Willson, Va," jawab Arkan, mendengus kecil.

"Kamu nggak diapa-apain kan sama mereka?" tanya Ziva melirik Damian.

Damian kembali ke ekspresi datarnya, meski tangannya perlahan menepuk tangan Ziva yang melingkar di lengannya.

"Hanya percakapan ringan, Ziva, tidak ada yang perlu dikhawatirkan," ucap Damian, datar.

"Bohong! Aku lihat Riko sudah keringat dingin begitu!" bisik Ziva sambil melirik Riko yang mengangguk penuh penderitaan di pojok ruangan.

"Awas ya kalau kalian macam-macam malam ini," ucap Ziva menatap kedua kakaknya dengan tatapan mengancam.

"Damian ini sumber kekayaan ku, yang tidak boleh disia-siakan, hehehe," lanjut Ziva di dalam hati nya.

"Ayo Damian, kita berangkat sekarang sebelum kedua singa ini mulai menggigit!" ucap Ziva, tersenyum lebar.

Damian mengangguk pelan, lalu dia menatap Kenzo dan Arkan sekali lagi sebelum berbalik.

"Kami berangkat. Sampai jumpa di Gala Dinner, Kakak ipar," ucap Damian, datar.

"Damian! Ingat! Jangan sampai ada lecet di tubuh nya, kalau tidak, aku kirim rudal ke kantormu!" Teriak Arkan, saat Damian dan Ziva, berjalan menuju pintu.

Damian tidak menoleh, tapi dia mengangkat tangannya seolah memberi tanda diterima, sementara Ziva hanya tertawa sambil melambaikan tangan.

"Masuk," ucap Damian membukakan pintu untuk Ziva.

Ziva mengerutkan keningnya, bisa-bisa nya ada seorang pria se kaku Damian, tidak ada manis-manis nya sama sekali.

Di dalam mobil, suasana mendadak sunyi. Damian masih Diam dan menatap lurus ke depan, sementara Ziva sibuk merapikan gaunnya.

"Gimana tadi? Seru kan ketemu abang-abangku?" tanya Ziva memecah keheningan.

"Mereka menarik," jawab Damian singkat.

"Menarik? Mereka itu protektif banget, Damian. Kamu satu-satunya pria yang berani masuk ke rumah ini dan keluar tanpa luka lecet," ucap Ziva bangga.

"Kamu memakai perhiasannya. Ternyata seleramu tidak buruk," ucap Damian menoleh ke arah Ziva, menatap kalung zamrud yang berkilau di lehernya.

"Tentu saja! Ini kan pakai uangmu, jadi seleraku naik seribu persen," canda Ziva.

"Oh iya, soal bunga lili di depan tadi... itu darimu?" tanya Ziva.

"Bukan, itu dari Riko," bohong Damian dengan wajah lempeng nya.

"Masa? Riko mana mungkin berani beli bunga tanpa perintahmu," ucap Ziva menyipitkan mata nya.

Damian terdiam sejenak, lalu dia mendekatkan wajahnya ke arah Ziva, membuat Ziva refleks menahan napas.

"Anggap saja itu jaminan, supaya kamu tidak terlalu nakal malam ini di depan para kolega bisnisku," bisik Damian pelan.

"Lihat saja nanti, Tuan kaku," bisik Ziva menantang.

1
ahyuun.e
kurang thor tambah lagi 😂
Bundha Ningsih
moga tiara dpt abangnya yg sulung...🩷
azka Heebat
kaya ada yg salah thor kata tadi naik mobil Ferrari sedang kan mobil Ferrari hanya ada 2 tempat duduk nah si asisten ya kan ikut jadi macam tu 🙏
ahyuun.e
mampir dlu gegara pelindung darah abadi ngak kmu up up thor 🤒
Muft Smoker
makasih banget kak buat cerita ny ,,
pokokny love2 sekebon buat cerita kk ,, 🤭🤭🤭😁😁😁
Muft Smoker
kak ,,
cerita ny bagus aq suka ,,
konflik ny pas gx lebay ,,
pkok ny T.O.P B.G.T ,,
Anju Toreg
visualnya dong thor
Indahayu .s
seruuuu bgtt
Muft Smoker
mantap las bu designer satu ini ,,
tp ngomong2 si Clarissa gx muncul udh di buang k laut kah ma kak author🤭🤭🤭🤭🤣🤣🤣🤣
Muft Smoker
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Muft Smoker
tenang , elegan Dan mahal ,,
mantap ziva ☺️
Muft Smoker
waah ternyata ziva bukan hanya seorang designer dn jago masak ,,
dy mlah lebih berbahaya dr 2 abank ny ,,
/Chuckle//Chuckle//Chuckle//Chuckle/
Muft Smoker
sekarang damian cosplay jd bayi raksasa ,🤓🤭🤭🤭
Muft Smoker
damian cemburu ,,
🤭🤭🤭
Muft Smoker
season kedua cerita mereka kak author ,,
duplicat ziva Dan damian ,,
🤭🤭🤭😁😁😁
Muft Smoker
hahahaha ,, beres baca berasa dpet surat cinta dari depkolektor krn nunda cicilan 5 bln ,, 🤭🤭🤭🤣🤣🤣🤣
Muft Smoker
si Clarissa lgi nyari penyakit mematikan ,,
dy gx Tau sypa damian ,, 😑😑😑
Muft Smoker
jiwa bar bar dari ras terkuat di bumi mulai menampakan diri ,, 🤭🤭🤭🤭
Muft Smoker
kasihan riko ,,
ekspresi ny kyak liat org2 dpt BLT sedangkn dy gx ,, 🤭🤭🤭🤭😁😁😁😁
Muft Smoker
siap kan ambulance ,, sbntar lgi riko mau pingsan ,, 🤭🤭🤭🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!