NovelToon NovelToon
Istri Nakal CEO Dingin

Istri Nakal CEO Dingin

Status: sedang berlangsung
Genre:Wanita Karir / CEO / Diam-Diam Cinta / Dijodohkan Orang Tua / Romansa / Nikah Kontrak
Popularitas:26.2k
Nilai: 5
Nama Author: hofi03

Ziva Putri Willson, putri bungsu keluarga Willson, adalah perpaduan sempurna antara kecantikan, kecerdasan, dan kepercayaan diri setinggi langit. Di usianya yang masih muda, dia telah menjadi desainer ternama yg namanya menggema hingga ke mancanegara.

Damian Alexander, CEO muda yang dikenal kejam dan dingin. Baginya, hidup hanyalah deretan angka dan nilai saham. Dia sangat anti pada wanita karena menganggap mereka makhluk paling merepotkan di dunia.

"Dengar, Tuan CEO, kamu mungkin bisa membeli saham dunia, tapi kamu tidak bisa membeli hak untuk mengatur kapan aku harus bernapas. Jadi, simpan wajah sok kuasamu itu untuk rapat, bukan untukku." -Ziva.

"Aku sudah menghadapi ribuan musuh bisnis yang licin, tapi menghadapi satu wanita bermulut tajam seperti dia jauh lebih menguras energi daripada akuisisi perusahaan. Tapi justru itu yang membuatnya berbeda." — Damian.

Siapa yang akan menyerah lebih dulu? Si Tuan Dingin yang mulai kehilangan akal sehatnya, atau Nona cerewet berwajah manis

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hofi03, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

ABANG ZIVA

"Katanya baru pulang bulan depan! Kalian bohong!" ucap Ziva sesenggukan karena haru.

"Mana bisa kami tenang di luar negeri sementara ada berita kalau adik kecil kami yang paling berisik ini mau diambil sama manusia kaku?" jawab Kenzo setelah mencium kening Ziva.

Wajah Kenzo yang semula hangat berubah sedikit mendingin saat menyebut nama calon adik iparnya.

"Iya, Va. Abang dengar calonmu itu si Damian Alexander ya?" tanya Arkan melepaskan pelukannya dan menatap Ziva dengan pandangan menyelidik.

"Si manusia tanpa ekspresi yang katanya lebih suka baca grafik saham daripada baca perasaan perempuan?" lanjut Arkan, menggeleng-gelengkan kepalanya.

Ziva terdiam sejenak, teringat kejadian telur gulung tadi sore.

"Yah... dia memang menyebalkan, Bang, kaku, dingin, kayak kulkas dua belas pintu," jawab Ziva, menggerutu.

"Tuh kan! Apa Daddy sudah gila, jodohin kamu sama dia," gerutu Kenzo sambil duduk di sofa ruang tamu, diikuti oleh yang lain.

"Ziva, kamu serius mau nikah sama dia? Kalau kamu dipaksa, bilang sekarang, Abang punya jet pribadi yang siap bawa kamu ke negara M malam ini juga, kita batalin perjodohan gila ini," ucap Kenzo, melihat adik nya.

"Kenzo, Arkan, jangan mulai deh, mereka berdua itu cocok, tadi saja mereka baru pulang makan siang bareng orang tua Damian," ucap Nyonya Mauren, terkekeh melihat keposesifan kedua putranya.

"Makan siang? Atau interogasi?" tanya Arkan menyipitkan mata nya.

"Dengar ya, Va, besok malam di acara Gala itu, kami berdua akan ikut hadir, dan kami mau lihat sendiri, seberapa hebat si Damian ini sampai berani-beraninya melamar putri bungsu keluarga Willson tanpa minta izin secara jantan ke kami berdua," ucap Kenzo, dengan mata berkilat tajam.

Glek

Ziva menelan ludah nya kasar, dia tahu persis jika kedua abangnya sudah bersatu, bahkan badai pun bisa minggir.

Damian mungkin Raja di dunia bisnis, tapi Kenzo dan Arkan adalah singa yang menjaga wilayah keluarga Willson.

"Jangan bikin kacau ya, Bang! Besok itu acara penting," peringat Ziva was-was.

"Kami nggak bikin kacau, Sayang, kami cuma mau melakukan, standard quality control," ucap Kenzo dengan senyum tipis yang terlihat sangat mirip dengan senyum Damian saat sedang merencanakan akuisisi perusahaan.

Sangat berbahaya!

Tepat saat itu, ponsel Ziva di atas meja bergetar, sebuah notifikasi pesan muncul di layar kunci.

Ting.

💌 Kutub Utara Gila Kerja ❄️.

"Tidurlah, Ziva. Jangan begadang, besok malam akan menjadi malam yang panjang."

Arkan yang duduk paling dekat dengan ponsel itu langsung menyambar ponsel adik nya itu.

"Oho! Si kaku ngirim pesan? Malam yang panjang?" ucap Arkan, membaca pesan dari Damian.

Kenzo ikut mendekat, membaca pesan itu dengan dahi berkerut dalam.

"Panjang? Dia pikir dia mau ngapain adik kita?" ucap Kenzo, geram.

"BALAS, VA! Bilang ke dia kalau besok malam dia bukan cuma harus menghadapi wartawan, tapi juga harus menghadapi dua algojo dari keluarga Willson!" seru Arkan panas.

"Ih! Abang berisik! Masuk kamar sana! Kalian bau pesawat!"ucap Ziva langsung merebut ponselnya dengan wajah memerah.

Ziva berlari menaiki tangga masuk ke kamarnya, lalu mengunci pintunya, dan bersandar di sana sambil memegang dadanya yang berdegup kencang.

"Malam yang panjang, ya?" gumam Ziva, mengigit bibir bawah nya.

Ziva membayangkan besok malam, Damian dengan gaya kaku tapi dominannya, bertemu dengan dua kakaknya yang posesif dan gila.

"Mati lah aku....Besok bukan cuma soal mencairkan es, tapi soal mencegah kebakaran hutan di tengah acara Gala," batin Ziva panik, namun ada sedikit rasa penasaran bagaimana reaksi Damian saat berhadapan dengan Kenzo dan Arkan besok.

Setelah cukup lama bergelut dengan pikiran nya sendiri, dan menenangkan jantung nya, Ziva akhirnya mengetik balasan singkat untuk Damian.

Di kantornya, Damian yang baru saja akan menyesap kopi hitamnya, tiba-tiba ada pesan masuk di ponsel nya.

Ting.

Melihat siapa pengirim pesan itu, Damian berhenti, dia meletakkan cangkirnya, lalu bersandar di kursi kebesarannya.

💌 Kucing Nakal 🐱

"Besok malam memang akan sangat panjang, Damian. Dua kakak laki-lakiku baru saja pulang, dan mereka sudah menyiapkan asahan pedang untukmu. Sampai jumpa besok, Tuan Robot."

"Kenzo dan Arkan Willson, ya?" gumam Damian pelan.

Bukannya khawatir, Damian justru kembali menyunggingkan seringai tipisnya.

"Sepertinya besok malam memang tidak akan membosankan," gumam Damian, tersenyum miring.

Damian menyenderkan kepalanya di sandaran kursi kebesarnya nya, padahal jam sudah menunjukkan pukul sebelas malam, tapi Damian masih ada di kantornya.

Benar-benar pria yang gila kerja.

Sementara di mansion kelurga Wilson, setelah Ziva berlari masuk ke kamarnya dengan wajah merah padam, suasana di ruang tamu Mansion Willson mendadak berubah menjadi sidang meja hijau yang amat sangat serius.

Tuan Justin, yang baru saja keluar dari ruang kerjanya setelah mendengar kegaduhan, kini duduk di sofa tunggalnya sambil memijat kening.

Di hadapannya, ada Kenzo dan Arkan yang berdiri tegak dengan tangan bersedekap, menatap Daddy mereka seolah Tuan Justin adalah tersangka utama kasus penculikan internasional.

"Dad, explain," ucap Kenzo dengan suara rendah yang menggelegar.

"Damian Alexander? Serius? Daddy menjodohkan adik kecil kita dengan pria yang bahkan tidak punya detak jantung di dunia bisnis?" lanjut Kenzo, menggeleng kan kepala nya.

Hah....

Tuan Justin menghela napas, dia meraih cerutu di atas meja namun belum sempat menyalakannya karena Arkan sudah menyela lebih dulu.

"Dad, aku baru saja landing dan mendengar kalau Ziva sudah menandatangani berkas di kantor sipil tadi pagi! Bagaimana bisa Daddy membiarkan hal itu terjadi tanpa persetujuan kami?" protes Arkan, wajah jahilnya kini hilang total, berganti dengan sorot mata protektif seorang kakak laki-laki.

"Dia itu kaku, membosankan, dan aku dengar dia pernah memecat asistennya hanya karena salah mencetak grafik. Apa Daddy mau Ziva hidup dengan pria seperti itu?" tanya Arkan, kesal.

Tuan Justin menaruh cerutunya kembali, dia menatap kedua putranya dengan tenang

"Duduklah kalian berdua, jangan berdiri seperti sedang menjaga pintu gerbang," ucap Tuan Justin, santai.

Kenzo dan Arkan duduk dengan enggan, mata mereka tetap tidak lepas dari Daddy mereka.

"Pertama, ini bukan sekadar perjodohan paksa," ucap Tuan Justin, mulai berbicara.

"Ini adalah kesepakatan dua keluarga besar. Tapi lebih dari itu, Daddy mengenal Damian sejak dia masih merangkak, dia pria yang bertanggung jawab, setia, dan yang terpenting, dia satu-satunya pria yang bisa menangani sifat keras kepala Ziva tanpa harus kehilangan akal sehatnya," lanjut Tuan Justin, tidak terpengaruh dengan tatapan tajam kedua Putranya.

"Tapi Dad, Ziva butuh seseorang yang hangat, bukan kulkas berjalan!" protes Arkan masih tidak terima.

"Kulkas berjalan yang kalian maksud itu baru saja membungkam vendor di Negara B dalam hitungan menit tadi sore demi menyelamatkan koleksi Ziva," jawab Tuan Justin sambil tersenyum tipis.

1
axm
😄😄
Noey Aprilia
Ga sbr nunggu mreka ktmu.....
abang posesif vs clon suami kutub....🤣🤣🤣
Mommy Ayu
para singa penjaga keluarga Willson sangat kompak melindungi si kucing nakalnya Damian 🤣🤣🤣
Mommy Ayu
aku langsung ngebayangin Damian yang kaku seperti robot sedang memakan telur gulung 🤣🤣🤣🤣
Mommy Ayu
waaaa.... keren Damian... langsung tindakan tanpa banyak pertanyaan
zylla
Hayo loh, gimana nasib Damian 🤣
zylla
little monster 🤣🤣🤣🤣
Siti Nurjanah
daddy ziva tau ternyata soal vendor..
crazy up dpng thorrrrr
Maria Lina
kok cuman 2 thor kmrn 3 hadeh
Tiara Bella
abangnya ziva posesif semua....awas km Damian siap² km
Ilfa Yarni
waw asyik ya kluarga Wilson Ziva punya abang2 yg keren
Tiara Bella
lama² suka sm suka...lama² pd bucin.....
Tiara Bella
foto wallpaper nya berubah jd aku gk engeuh Thor.....
el 10001
namanya kadang berubah ubah ya thor
koreksi ya semangat
Husen
jd pengin punya Abang..
tia
lanjut thor
Lyvia
🤣🤣🤣🤣🤣 konyol n lucu ni ziva
Narti Narti
luar biasa
Haryati Atik Atik
lama" jg bucin ni dua org🤣🤣
Noey Aprilia
Ziva mau nyerah ga????
bru brbgi air mnum aja udh baper...
kbyang nnti kl udh nkah,trs tnggal srumah....atw sekamar pula.....🤭🤭🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!