Cerita ini adalah lanjutan dari novel ~MIRA~
_____
Enam tahun telah berlalu di mana kejadian aksi bunuh diri Mira belum bisa dilupakan oleh Raka Alendra. Pria muda tampan yang memiliki kelebihan dapat mendengar isi pikiran orang lain.
Dengan kemampuannya itu ia dapat membangun perusahaan terbesar serta perusahaan lainnya. Seorang Presdir termuda di Perusahaan Welfin di kota Byusan. Tanpa sengaja, ia bertemu dengan Sovia indriani, wanita yang baru tiba dari luar negri sekaligus seorang single mom yang memiliki rupa yang sama dengan Mira dan memiliki seoarang Putra yang bernama Deva. Sovia bekerja sebagai karyawan biasa di perusahaan Welfin.
Tiba-tiba saja seorang wanita lain hadir dan memiliki wajah yang juga mirip dengan Mira. Wanita itu mencoba untuk mengambil perhatiaan Raka. Namun karena gadis kecil yang bernama Dean, Putri kecil dari Raka mencoba untuk menyingkirkan wanita tersebut, karena tak ingin Ayahnya terjebak akan rencana jahatnya.
Begitupun dengan bocah yang bernama Deva, ia mencoba membantu Dean untuk mempersatukan Ibunya dengan Ayah Dean. Dan ternyata kedua bocah itu adalah saudara kembar yang artinya Sovia dan Raka adalah orangtua kandung mereka.
Lalu bagaimana semua itu terungkap?
Yuk kita baca sampai selesai:)
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Asti Amanda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
21. Bertemu Kembaran
...{Beri like dan komen}...
Di kediaman keluarga Welfin. Raka mulai berjalan ingin pergi ke kantor, namun dia langsung dijegat lagi oleh Ayahnya. Pria tua yang selalu saja membuatnya marah kini mendekatinya. Ia bertanya tentang siapa yang akan menjadi pasangannya besok malam.
"Raka, Papa ingin berbicara pada mu," Tuan Hendra berdiri tepat di hadapannya membuat Raka tidak bisa bergerak ke arah mobilnya.
"Ada apa?" Raka dengan suara rasa malas harus berhenti menuju keluar rumah.
"Papa harap kamu bisa hadir bersama seorang wanita di sampingmu, dan jangan membuatku malu dihadapan para pendiri besok malam."
Mendengar perkataan ayahnya, Raka cuma berpaling muka merasa muak mendengar setiap hari hanya untuk membicarakan hal yang sama.
"Tidak perlu kuatir, aku akan membawakan seorang manantu untukmu, aku terburu buru, maaf aku harus pergi." ucap Raka mengabaikan Ayahnya. Tentu Tuan Hendra terkejut mendengarnya.
"Manantu? Apa dia sudah mulai serius dengan wanita lain di luar sana." Tuan Hendra terdiam membisu mendengar ucapan yang keluar langsung dari mulut Putranya.
Nyonya Dian yang juga mendengarnya kini mendekati suaminya.
"Pah! Mungkinkah Raka sudah membuka hatinya untuk wanita lain?" tanya Nyonya Dina pada suaminnya.
"Entah lah, Mah. Kita tunggu saja besok siapa yang dia maksudkan." Tuan dan Nyonya Welfin berjalan menaiki tangga. Baru saja Raka ingin menaiki mobilnya, tiba-tiba terdengar suara teriakan Dean yang memanggilnya.
"Papii!" Dean berlari senang karena masih bisa mengejar Ayahnya. Erika yang di sampingnya tertawa geli melihat tingkahnya yang begitu manja di depan Raka, Raka cuma terdiam melihat mereka.
"Papi! Dean ikut ya ke kantor, bosan di rumah terus, paman Vian juga tidak mau bermain denganku." Dean merayu Ayahnya lagi dengan wajah cemberutnya tetapi masih terlihat menggemaskan.
Raka hanya bisa menuruti perkataan Putrinya. Tanpa harus Dean menggunakan wajah itu ayahnya pasti akan menyutujuinya. Raka mengangguk tersenyum mencubit wajah polos Dean.
"Yess, kak Erika juga ikut sama Dean." Dean menarik tangan Bibinya masuk ke dalam mobil juga. Erika cuma tersenyum geli melihatnya. Mobil tersebut melaju pergi menuju perusahaan Welfin.
Vian yang mendengar pembicaraan tadi, kini ia penasaran siapa wanita yang akan berada di samping Raka di pesta perayaan besok malam.
...¤¤¤¤¤...
Sedangkan di tempat Sovia, ia sudah berada di tempat parkiran, terlihat ia tersenyum kepada Kevin. Deva pun akhirnya keluar dari begasi mobil lalu pergi bersembunyi. Kevin pun memasuki mobilnya lalu meninggalkan tempat itu.
Sovia berjalan memasuki kantor, Deva dan Putri diam diam mengikutinya dari belakang. Sovia merasa sedikit merinding lalu beberapa kali menoleh kebelakang tetapi tidak ada siapa pun yang mengikutinya, untung Deva bisa secepatnya bersembunyi disaat Ibunya mulai berbalik.
Deva dan Putri melewati pintu yang berbeda agar tidak ada yang melihatnya. Sangat disayangkan jika penjaga menangkap basah dirinya.
"Mengapa selalu mengikutiku?" tanya Deva pada Putri yang juga ikut mengendap-endap bersamanya.
"Tentu saja agar tidak ada yang melihatku." jawab Putri. Deva memukul jidatnya mendengar perkataan bodoh itu darinya.
"Kamu kan tidak bisa dilihat oleh mereka, sebaiknya jangan bertingkah seolah olah kamu sedang bersembunyi, sugguh sangat bodoh dirimu ini."
Mendengar Deva berkata seperti itu membuat Putri marah, dan ingin memakan anak kecil di sampingnya ini. Untung saja dia memiliki wajah yang begitu indah untuk dipandang.
Disaat Deva berjalan disebuah lorong di mana terlihat seperti WC, tidak di sangka dia menyenggol seseorang hingga terjatuh.
Bugh!
"Aaaa! Kamu?" Deva terkejut melihat orang yang ada di depannya itu. Begitu mirip dengannya dengan bola mata biru serta wajah yang sama, yang membedakannya itu karena dia adalah gadis kecil yang juga menggemaskan.
...¤¤¤¤¤¤¤...
...Wah, Deva bertemu Dean. Apa yang akan terjadi?...
...><...
...Halo Readers...
...Jangan lupa...
...Like...
...Komen...
...Dan...
...Vote...
...Hargai karya author ya mwehehe....
Maaf aku blm bca season 1 soalnya . Mau bca tp males ah..kpngen lgsug bca yg ini aja🤭