seorang mahasiswi yang menjalin hubungan yang rumit dengan seseorang tentara .. apakah mereka akan berakhir sampai menikah ? ... entahlah
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nunna namjoon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 13
Saat suga mengantri obat di apotik, ia tak sengaja bertemu dengan doona.
"Suga-ya.. " Ucap doona sambil melambaikan tangan ke suga.
"Apa kau ada waktu,aku ingin mengajakmu makan siang bersama, aku ingin mengobrol denganmu, aku yang traktir anggap saja dalam acara sebagai reuni" Lanjutnya.
"Apa kau tak sibuk? " Jawab suga.
"Pekerjaan ku sudah selesai, setelah ini ada dokter jaga yang akan menggantikan ku" Ucap doona.
Di samping rumah sakit ada cafe kecil namun cukup nyaman jika di jadikan tempat tongkrongan atau untuk melepas penat saat bekerja. Disitu lah doona mengajak suga untuk makan siang.
"Sudah lama ya kita tak seperti ini, aku merindukan bekerja sama dengamu di medan tempur" Ucap doona dengan candaannya.
"Yaakk kau mengingat ku akan sesuatu? " Jawab suga
"Benarkah, kau mengingat apa? " Ucap doona sambil mendekatkan diri ke arah suga dan memangku dagunya dengan tangan di atas meja.
"Eemm saat kepala rumah sakit menggodamu dengan menyatakan cinta saat upacara perpisahan hahahahaha" Ucap suga dengan meledek doona.
"Yyaaakkk,, itu sangat memalukan untukku" Jawab doona dengan memukul lengan suga.
Tanpa di sadari di sudut lain ada Gea yang tak sengaja melihat mereka dari luar, niatnya Gea akan membeli kopi untuk dirinya namun tak sangka ia malah melihat pemandangan yang tak mengenakkan hatinya.
Tiba-tiba hajun datang dan mengagetkan Gea dari belakang, "Doorrr, kau ingin membeli kopi atau cuman ingin menjadi pajangan di depan cafe"
"Yyaaakkk apa kau tak punya sopan santun hah, mengagetkan orang sembarangan bagaimana kalau aku punya penyakit jantung, dasar menyebalkan" Jawab Gea dengan amarah yang meluap lalu berjalan meninggal hajun sendirian.
"Salahku di mana, kenapa dia tiba-tiba jadi sensitif sekali" Heran hajun dan saat ia menoleh ke dalam cafe ia melihat suga dan doona sedang bersenda gurau dengan jarak yang cukup dekat, orang lain yang tak mengetahui nya akan menyangka jika mereka adalah sepasang kekasih.
"Pantas saja Gea jadi sensitif itu, ternyata dalangnya ada di dalam, kalian sungguh merepotkan ku" Keluh hajun dengan berjalan ke dalam cafe untuk menghampiri suga.
"Apa sudah selesai kencannya KAPTEN MIN SUGA yang sangat di hormati" Ucap hajun penuh penekanan.
"kenapa?? Apa maksud mu kak, kami hanya makan siang bersama" Jawab suga dengan santai.
"Sebaiknya kau mengejar dia sebelum kau hilang kesempatan" Ucap hajun dengan tegas.
"Maksud mu apa, aku tak mengerti" Jawab suga yang langsung berdiri.
"Gea melihat mu bercanda dengan asiknya layaknya sepasang dua sejoli yang serasi, padahal tadi kau pamit hanya mengambil obat ternyata malah dengan perempuan ini di sini" Tegas hajun.
"Di mana dia sekarang kak? " Ucap suga dengan gigih sambil memegang bahu hajun.
"Mungkin masih di parkiran mobil"
Belum sempat hajun melanjutkan bicaranya, suga sudah berlari keluar cafe untuk mencari Gea.
"Tapi suga..... " Teriak doona.
"Diamlah, kau terlalu berisik, lebih baik periksa pasienmu sana" Ucap hajun sambil mengunyah makanan yang tersaji di meja dan berjalan keluar.
******
Seluruh parkiran sudah di telusuri nya namun ia tetap saja tak menemukan Gea, rintik-rintik hujan mulai turun, dan suga memutuskan untuk mencari di taman terdekat.
Dan akhirnya ia menemukan Gea sedang terduduk di kursi di bawah pohon dengan di derai tangis.
Suga segera berlari dan memeluk Gea dengan erat.
"Maaf kan aku, maafkan aku Gea, aku akan menjelaskan nya" Ucap suga penuh dengan kekwatiran.
"Pergilah, aku ingin sendiri" Tegas Gea sambil melepas pelukan suga.
"Aku hanya makan siang saja dengan doona tak lebih dari itu kau jangan salah paham gea" Jawab suga dengan tegas.
"Pada awalnya aku ingin menaruh hati lagi kepadamu tapi ternyata aku salah, mungkin kita tak akan bisa bersama seperti dulu lagi" Ucap Gea dengan ia akan tangis yang semakin menjadi.
"Aku tak mau bertemu denganmu lagi" Lanjutnya.
"Tapi gea... " Ucap suga sambil mendekati gea namun di urungkannya.
"Aku yang salah, seharusnya aku tak meresponmu kembali, nyatanya!! aku merasakan sakit untuk kedua kalinya" Balas gea dengan isakan tangis.
"Gea, aku tau aku salah, aku minta maaf okay, tak seharusnya aku seperti itu" Jawab suga dengan berusaha memeluk Gea dengan erat, namun Gea terlalu lemah untuk menolak.
"Tolong maafkan Gea, maafkan aku" Ucap suga yang memeluk erat tubuh Gea.
*******
"Kemana mereka berdua, hujan semakin lebat dan petir mulai menyambar di mana-mana,,biarlah mereka sudah tua untuk apa aku mencarinya, sebaiknya aku kembali ke dalam" Gerutu hajun yang menunggu suga dan Gea di depan rumah sakit.
******
Ternyata suga dan Gea mencari penginapan dekat hotel, tak mungkin jika mereka kembali dengan keadaan basah kuyup seperti itu.
"Mandilah dulu aku akan menelfon resepsionis untuk mengantarkan pakain ke sini" Perintah suga.
Tanpa basa basi Gea segera berlari menuju kamar mandi.
Batin Gea "aaiissshhh kenapa aku dan dia aaahhh, dengar Gea untuk kali ini saja okay semuanya akan baik-baik saja, dan tak akan terjadi apapun dengan mu dan suga"
Sungguh Gea frutasi untuk apa dia tadi berlari dan termenung di bawah hujan, ia sangat menyesalinya.
Beberapa menit berlalu namun Gea tak kunjung keluar dari kamar mandi. Suga yang khawatir melangkah kan kakinya ke arah kamar mandi
Tok tok tok
"Gea, apa kau kau baik-baik saja di dalam, bajumu ku taruh di paper back di depan pintu kamar mandi, kau bisa mengambil nya" Ucap suga.
Tak menunggu lama pintu terbuka sedikit dan tangan Gea terukur keluar untuk mengambil paperbacknya. Suga yang melihat tingkah Gea hanya merasa gemas.
Setelah 5 menit Gea keluar kamar dengan balutan baju tidur.
"Aku sudah menggunakan kamar mandi, sebaiknya kau juga segera mandi sebelum.... "
HHACCCIHHHH HHHACCCIIHHHHH..
"kau kenapa apa kau sudah terserang flu, maafkan aku yang terlalu lama di kamar mandi" Ucap Gea kwatir.
"Tak apa hanya flu sedikit, aku akan mandi dulu"... Titah suga dan berlalu menuju kamar mandi.
"Kau bodoh sekali Gea, sebaiknya aku menelfon petugas hotel untuk membawakan obat dan makanan" Cerutu Gea.
20 menit berlalu suga keluar dengan hanya menggunakan handuk yang di lilitkan di pinggangnya.
"Aaarrrrgggg mataku" Teriak Gea.
"Aku lupa membawa bajuku ke dalam, dan untuk apa kau menutup mukamu" Ucap suga dengan sedikit menggoda Gea.
"Cepat pakai bajumu, apa kau tak malu hanya seperti itu di hadapan wanita" Teriak Gea.
"Untuk apa malu di depan calon istriku" Ucap Gea.
Batin Gea "apa maksudnya calon istri, jantungku tolong bekerja sama lah untuk saat ini"
"Buka wajahmu jangan seperti itu" Perintah suga sambil memegang tangan Gea yang menutup wajahnya.
"Tidak akan,, ganti bajumu dulu sanaaa aaarrrhggg" Ucap Gea yang tak sengaja membuka tangannya dan tubuh suga sudah menindihnya karna Gea terlalu banyak bergerak saat suga berusaha membuka kedua tangannya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
BERSAMBUNG.....