Nella sudah jadi istri, ini ajaib.
Tidak terima dan kecewa adalah kesan pertama tapi, karena ini keputusan keluarganya ia harus terima dengan terpaksa dan siapa suaminya sekarang Nella sama sekali tak kenal.
Kehidupannya berubah drastis saat memilih menerima suaminya menjadi sah untuk dirinya bersamaan dengan rasa kecewa itu.
Selama waktu berjalan Nella akhirnya tahu suami yang menikahi dirinya bahkan seluruh kekurangannya adalah orang yang sama sekali tak pernah Nella bayangkan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sky tulip, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kayla yang malang
Semuanya terulang dalam ingatan Kayla yang sejenak melamun di selah pekerjaannya di ruang kerja dalam kamarnya, ia sendirian selalu di kamarnya sendiri.
Ethan selalu memilih pisah kamar karena mereka tak suka sekamar sejak menikah apapun itu.
Sampai saat beberapa kali malam indah terjadi di kamar Kayla tapi, Ethan selalu bersikap egois dan tak sabaran hingga setiap marah ia akan meminta pelukan hangat Kayla. Setelah lama tak ada suara dan tak ada pembicaraan diantara mereka sampai di pastikan kalo keduanya tak memiliki keturunan. Ethan marah dan berubah dengan cepat sampai mendapatkan ibu Kanaya lalu melahirkan Kanaya. Masalah Ethan harus di urus Kayla sampai menutupinya hingga ia mati, Kayla pikir hanya Kanaya dan ibunya masalah yang harus Kayla urus dari keluarga besarnya ternyata masih ada.
Dan ternyata ada Ibu Javier datang bersamaan dengan itu ibu Kanaya hamil seorang putri lagi, Kinan namanya setelah lahir, saat ibu Javier mengandung seorang putra datang kerumah hanya untuk memastikan sesuatu diajak oleh Ethan dengan senyuman pegangan tangan hingga bicara sambil tersenyum ceria.
Amarah Kayla memuncak ia sama sekali tak suka dengan semua lelucon ini.
"Apa yang kau lakukan... Gundik mana lagi yang kau hamili hah.. Kau membuat malu aku dan keluarga kita!"
Ethan diam acuh tetap membawa Ibunya Javier masuk. Ethan tak mendengarkan semua ucapan kesal Kayla dan memilih mengajak senda gurau ibunya Javier.
"Mas, Kak Kayla mau bicara dengarkan dia..." Perkataan itu seolah mengejeknya tapi, Kayla malah semakin kesal karena ia selalu melihat perempuan yang dekat dengan suaminya hamil dan punya anak sedangkan dia tidak.
"Diammkau jalang sialan aku tak pernah mau mengakuimu sebagai istri suamiku, kau pikir mudah bagiku menerima hah!"
"Maafkan aku, aku tidak akan...."
"Maaf kau bilang! Ethan!"
"Cukup Kayla... Ia baik mau melihatmu dan ia mau mengatakan kalo ia menerima semua amarahmu sebelum datang kemari kau justru menuduhnya, kesalahan ini murni aku yang lakukan jika ibunya Kanaya memang ia jalan kalo Shellia tidak ia berbeda... Kau harus tahu itu."
Kayla kembali emosi, berbeda dia bilang, ibunya Kanaya yang jalang, lalu hamil itu apa di perut' perempuan didepannya.
"Bajingan sialan... Kau harus tahu jika aku juga perempuan walaupun tidak melahirkan anak dari rahimku, maka kau dan Ethan harus mau mengakui kali semua anak kalian adalah milikku secara hukum negara ini, tidak ada penolakan setelah sah walau tidak bisa di klaim secara biologis aku akan melakukan apapun agar kalian tak bisa lagi mendapatkan anak-anak kalian!"
Kayla pergi darisana dan Ibu Javier hanya diam memegangi perutnya.
Ethan mau mengejarnya tapi, Shellia menahannya.
"Aku menerimanya mas, biarkan Kak Kayla melakukannya lagi pula aku juga tak bisa hidup lama, penyakitku akan membunuhku saat aku melahirkan atau beberapa tahun lagi setelah melahirkan."
"Shellia jangan bicara seperti itu, aku ingin putra aku mau kau yang menjadi ibunya dan menjaganya bukan dia... Kumohon sehat lah." Kecupan di kedua tangan Shellia di perhatikan Kayla yang tidak benar-benar pergi dari sana. Pemandangan menjijikan tapi, hatinya tak bisa membenci Shellia kecuali, ibunya Kanaya.
Setelah kejadian Ibunya Javier dan setelah kematiannya berlalu selama sebulan Ethan membawa lagi perempuan hamil dan itu ibu Kalinya, Kalinya lahir dalam keadaan prematur.
Tidak sesuai perhitungan matang masa melahirkan tiba ia keluar karena kecerobohan ibunya sendiri yang terlalu pekerja keras dan masih muda juga Ethan yang tidak peduli.
Kayla membenci kedua nya tapi, entah kenapa ia tidak bisa membenci Shellia dan ingatan terakhir adalah saat Shellia menemuinya sebelum kematiannya.
Pesan yang benar-benar membuat Kayla tak bisa membunuh Javier tapi, melukainya sampai parah bisa asal tidak mati.
Kembali kedalam ia melamun semua kenangan dimana semua putri dan putranya ada di dekatnya tanpa ada perhatian dari mereka dan memperlakukan Kayla seperti ibu tiri yang jahat.
Kayla tidak masalah karena tampilannya di hadapan publik adalah dirinya yang selalu mau terlihat sempurna dan tanpa celah bahkan Kanaya Kinan dan Kalinya pun harus terlihat seperti dirinya dan Javier harus terlihat sangat luar biasa seperti Ethan di depan publik.
Ketukan pintu merusak semua bayangannya yang perlahan kembali pada kenyataan jika pekerjaannya sangat banyak selama beberapa bulan ia tak pernah istirahat karena banyaknya acara.
Bahkan sekarang mungkin Ethan menerima tamu yang entah darimana datangnya. Kayla berdiri didepan jendela kamarnya sekarang, menatap keluar kaca jendela ada beberapa mobil mewah terparkir padahal hari sudah sangat gelap.
***
Javier melakukan kegiatan yang biasanya ia lakukan di tempat pelariannya dari semua kekesalannya dari orang tuanya.
Ruangan ini ada jauh di bawah rumah Nella tak tahu ruangan ini sebelum ia tahu Javier akan menghilangkannya.
"Tuan ini adalah tamu yang sama yang hari ini datang ke rumah Tuan besar."
"Ayah anda memanggil mereka tanpa alasan dan pembicaraan mereka cukup privat."
"Biarkan saja karena aku sudah tau apa yang pak tua itu mau sekian lama."
Seam mengangguk melihat punggung Javier yang gerakan tangannya sibuk dengan benda diatas meja.
"Apa Nella sudah tidur?"
"Iya Tuan, Shinta dan para pelayan bilang Nyonya sempat demam saat anda pergi tadi."
Menghela nafasnya.
Berbalik memberikan senjata api pada Seam.
"Bereskan semuanya dan juga timbun ruangan ini jangan sampai Nella tau tempat ini, sampai kapanpun tidak ada yang boleh tau Nella atau anak-anak ku nanti siapa ayah atau suaminya."
Seam mengangguk dan melihat Javier pergi keluar ruangan ini dengan langkah tegapnya.
"Yaah pekerjaan lagi."
Di depan gerbang Daman menikmati secangkir kopinya dengan roti isi yang barusan di taruh Shinta.
"Makan bersama dengannya." Memberikan satu lagi untuk teman jaga Daman.
"Kenapa kau kemari, kau harusnya cuti dari pengawal dan lakukan tugas pelayan biasa..."
Pukulan pedas di lengan Daman.
"Kau pikir cuti dari pengawal itu membuatku tak boleh berbaur dengan kalian, kadang kau melawak aneh Daman... ku tarik lagi roti isinya."
Menjauhkan dirinya yang memegang roti isi dari Shinta.
"Hiss... Dasar serakah.. Aku bercanda idiot!"
Seam membawa kardus besar ke dekat gerbang.
"Kenapa Pak di keluarkan?" Shinta lagi membuat Seam menghela nafasnya sepertinya Shinta menguras tenaga dan emosinya sebelum bicara banyak dengannya.
"Kau bantu saja dan kalian berdua awasi semuanya dan nanti akan ada Galang datang membawa mobil segera masukkan kedalam dan jangan sampai ada yang lihat kita tinggal di daerah orang yang tiba-tiba muncul tanpa di panggil."
Ketiganya paham segera Shinta ikut Seam dan Tak lama Seam dan Shinta masuk sebuah mobil yang di maksud Seam datang bersama dengan Galang.
"Pak.. Ini perintah Tuan Javier membawa barang ke pos Deket pelabuhan." Daman melirik kardus besar itu.
"Iyaa sebentar yang lainnya masih diambil. Kau bantulah pak Seam dan Shinta aku jaga disini."
Tinggal Galang dan temannya lalu Daman didepan Gerbang.
Dari atas lantai yang jendelanya mengarah ke gerbang. Javier berdiri disana dengan tubuh yang sedikit terlihat dada bidangnya karena tidak mengenakan baju hanya celana panjang dan jubah piyama satin biru gelap mengkilat.