NovelToon NovelToon
Life After Divorce

Life After Divorce

Status: sedang berlangsung
Genre:Cerai / Crazy Rich/Konglomerat / Beda Usia / CEO / Pernikahan Kilat / Nikah Kontrak
Popularitas:3.7k
Nilai: 5
Nama Author: Yayalifeupdate

Dua bulan lalu, Luella Brynn dipaksa menikah dengan seseorang Bernama Edric Alton yang tidak ia inginkan dan tidak ia kenal. Hanya untuk mengikuti permintaan mendiang orangtua Edric. Pernikahan hanya sebatas formalitas di hadapan orangtua Edric, dan begitu orangtua Edric meninggal. Luella di ceraikan begitu saja oleh Edric. Tidak ada kata perpisahan, hanya ada selembar cek dengan nominal fantastis sebagai rasa terimakasih karena Luella bersedia membantu Edric. Lalu bagaimana dengan kehidupan Luella dan Edric pasca bercerai? Dengan status baru yang akan mereka bawa satu sama lain, sedangkan usia Luella terbilang masih sangat muda bahkan usianya terpaut 15 tahun dengan Edric.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yayalifeupdate, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

27

Hari ini Luella dan Sarah berada dirumah yang sama, yaitu rumah Luella. Mereka sedang membahas beberapa desain, hingga obrolan mereka berhenti saat mereka mendengar suara ketukan pintu dari luar.

 

Sarah meminta Luella untuk tetap diam di kamar, sementara Sarah keluar untuk menemui siapa yang saat ini sedang berkunjung kerumah Luella.

 

Ceklek!

 

“Henry?” ucap Sarah.

 

“Luella, ada?”

“Pergi sama mantan suaminya”

“Ke?”

“Gak tahu, dijemput dari kantor hari ini. Aku kesini karena bawa pulang mobilnya Luella”

“Aku bisa tunggu disini? Aku ada perlu sama Luella”

“Henry, jangan mempersulit keadaan Luella, ini jam 10 malam. Jangan sampai Luella di hakimi sama Ibu-ibu disini”

“Tapi aku ada perlu”

“Bisa besok kan? Kecuali kamu sengaja mempersulit hidup Luella”

 

“Oke, bilang sama Luella, besok aku kesini sebelum dia berangkat” sahut Henry.

 

“Oke” jawab Sarah.

 

Henry meninggalkan rumah Luella, dan Sarah bisa bernafas lega setelahnya karena dia bisa membuat Henry pulang tanpa drama.

 

“Siapa Sar?” tanya Luella

 

“Henry, siapa lagi. Dia besok pagi kesini sebelum kamu berangkat. Ada rencana?”

“Ngapain?”

“Gak tau, mungkin mau membahas Cal”

 

“Sar, kita harus berangkat lebih awal” ucap Luella

 

“Kalau dia disini dari jam 6?” tanya Sarah

 

“Terus gimana Sar?”

“Kalau minta tolong Pak Cal ini akan rumit. Cuma Pak Edric yang bisa bantu”

“Sar, itu gak mungkin”

“Mungkin aja, kenapa tidak. Kamu mau Grace mempermalukan kamu? Kamu gak tahu perempuan gila seperti apa Grace itu”

 

“Astaga” Ucap Luella

 

Luella menghembuskan nafasnya dengan kasar, kemudian ia meraih ponselnya dan mencoba untuk menghubungi Edric.

 

“Halo” – Edric

“Pak Edric, sibuk apa tidak?” – Luella

“Tidak, kenapa Luella?” – Edric

“Pak Edric saya mau minta tolong kalau Pak Edric tidak keberatan” – Luella

“Iya? Tolong apa?” – Edric

“Waktu hari minggu, Pak Edric jemput saya, ada pria dirumah saya. Malam ini dia datang, dan besok pagi dia juga akan datang” – Luella

“Oke, saya akan datang besok pagi. Jangan keluar rumah sebelum saya datang, oke?” – Edric

“Terimakasih Pak Edric” – Luella

“Jangan sungkan Luella, kalau perlu apapun kamu bisa cari saya” – Edric

“Baik Pak” – Luella

 

Tut!

 

“Oke?” tanya Sarah.

 

“Oke. Besok dia datang”

“Good, setidaknya besok kamu aman. Aku bawa mobil kamu ke kantor, kitab isa menginap dirumahku”

“Oke Sar”

 

Luella merasa sedikit lega, meskipun ia sangat penasaran kenapa Henry begitu agresif beberapa hari ini. Hingga membuatnya terlihat berbeda dari Henry yang sebelumnya Luella kenali.

 

“Oke. Kita tidur saja Sar, semoga besok Pak Edric tidak menjadi sasaran Henry” ucap Luella

 

“Aku rasa Pak Edric gak semudah itu disentuh”

“Semoga ya”

.

.

Pagi ini Luella bangun lebih awal untuk mandi dan bersiap, karena hari ini dia akan bersiap menghadapi Henry.

 

“Luella, pria itu sudah menunggu kamu. Saya di mobil” – Edric.

“Baik Pak” – Luella

 

“Sarah, ayo kita jalan” ucap Luella

 

“Let’s go darling” jawab Sarah

 

Luella membuka pintu rumahnya, kemudian Henry segera menghampiri dan berdiri tepat di hadapan Luella.

 

“Luella, kita harus bicara” ucap Henry sambil menarik tangan Luella.

 

“Henry, aku gak bisa”

“Ini belum jam kantor kan? Kita masih ada waktu bicara, hanya 30 menit”

“Gak bisa Henry”

“Luella, hanya sebentar”

 

“Sayang” panggil Edric.

 

Henry seketika menoleh ke belakang dan menatap Edric. Dia mengenali Edric karena Edric lah yang merebut Luella darinya.

 

“Sebentar sayang, kita berangkat sebentar lagi bisa?” tanya Luella.

 

“Gak bisa sayang, aku ada meeting”  jawab Edric.

 

“Sorry Henry, aku harus pergi” ucap Luella kepada Henry.

 

Luella meninggalkan rumah dan menuju kearah Edric, kemudian Edric mengusap pucuk kepala Luella dan mencium keningnya.

 

Yang dilakukan oleh Edric benar-benar membuat Henry dan Sarah terkejut. Sarah tidak menyangka jika Luella bisa melakukan hal seperti ini bersama Edric.

 

Henry masih tidak percaya denga napa yang ia lihat. Dan setelah kepergian Luella, Henry menanyakan perihal apa yang ia lihat kepada Sarah.

 

“Henry, Luella semalam memutuskan untuk kembali bersama Pak Edric. Bukan hanya kamu, aku juga terkejut. Tapi ini pilihan Luella, aku hanya bisa support” ucap Sarah.

 

“Sarah, kamuy akin mau support dia? Kembali bersama pria yang bahkan tidak peduli sama Luella?”

“Kalau Luella yakin, aku tidak akan ragu. Henry, aku jalan ya. Aku harus cari sarapan”

 

Sarah meninggalkan Henry, kemudian Henry segera masuk ke dalam mobilnya dan memukul stir mobilnya.

 

“Sial!” ucap Henry

 

“Dua kali, dua kali Edric kamu merebut Luella” triak Henry

 

Henry begitu frustasi karena ia tidak ada kesempatan untuk mendekati Luella, di tambah lagi dia akan segera bertunangan dengan Grace, wanita pilihan Ibunya yang tidak ia cintai.

 

Sementara dijalan, Edric dan Luella saling mengobrol dan membahas tentang Henry. Luella menceritakan siapa Henry dan bagaimana ia bisa muncul kembali.

 

Termasuk Henry yang tiba-tiba memukul Cal hanya karena Cal terlihat akrab dengan Luella. Dan ternyata cerita tentang Cal justru menarik perhatian Edric.

 

“Jadi, Pak Cal juga mendekati kamu?” tanya Edric

 

“Tidak. Hanya waktu itu Pak Cal sempat mengantar, lalu saya dan sarah tidak sengaja bertemu, kami bicara di coffee shop dekat kantor Pak”

“Sepertinya Henry begitu ingin kamu kembali, tapi teman kamu ada benarnya. Kamu harus berhati-hati dan tentu saja hanya saya yang bisa membantu”

“Iya Pak, saya minta maaf karena sepertinya memanfaatkan Pak Edric”

“Saya suka di manfaatkan kamu”

“Hehe… Pak Edric bisa saja. Terimakasih banyak Pak”

“Sama-sama Luella. Mau sarapan?”

“Pak Edric ada meeting kan?”

“Itu hanya bagian dari scenario sayang”

 

Luella tersenyum manis kemudian mengangguk perlahan. Edric ikut tersenyum dan segera mengemudikan mobilnya menuju ke tempat yang sering ia kunjungi.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!