NovelToon NovelToon
Di Balik Tawa Ibu Mertua

Di Balik Tawa Ibu Mertua

Status: tamat
Genre:Cinta Lansia / Identitas Tersembunyi / Keluarga / Peran wanita dan peran pria sama-sama hebat / Konflik etika / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:440.3k
Nilai: 5
Nama Author: Uul Dheaven

Arumi tidak menyangka. Jika tawa Ibu mertua nya selama ini, hanya lah untuk menutupi lu-ka yang ada di dalam diri nya. Ibu mertua yang begitu baik, ternyata selama ini hidup tersik-sa di rumah nya. Beliau bukan hanya di sik-sa oleh kakak ipar nya Arumi. Tapi juga Abang ipar nya. Mereka berdua, benar-benar manusia yang tak punya hati.

Sanggup kah Ibu mertua nya Arumi bertahan dengan kelakuan anak dan menantunya? Atau, apakah Arumi bisa membawa Ibu mertuanya pergi dari neraka itu?

Ayo temukan jawaban nya langsung! Baca nya jangan lompat-lompat, ya. Biar author semangat nulis nya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Uul Dheaven, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 21

Dika terduduk sambil melihat ke arah Ibu nya yang pergi. Ia benar-benar tidak menyangka jika Ibu yang sangat menyayangi nya itu, sama sekali tidak peduli dengan keadaan dirinya.

Dika mengira, jika Bu Aminah pasti akan iba saat melihat diri nya yang kesulitan seperti itu. Apalagi keadaan diri nya yang sudah sangat berbeda dari sebelumnya.

Keluarga Ayu benar-benar tidak ingin tinggal satu rumah dengan Dika. Bagi mereka, Dika hanya lah benalu. Apalagi Dika selama ini memang sangat malas bekerja.

Para warga pun sudah tahu jika Dika selama ini, bergantung pada uang yang dihasilkan oleh Romi.

Sejak saat itu, keluarga Ayu tidak ingin lagi di ganggu oleh Dika. Ayu pun pulang ke rumah keluarga nya, dan tega meninggalkan sang suami luntang lantung di jalanan.

Tak ada sedikit pun rasa iba pada sang suami, yang selama ini telah menemani nya.

"Hey Dika! Masih di sana aja kamu. Mau sampai kapan pun, kalau kamu malas dan tidak mau bekerja, jangan harap bisa bertemu dengan anak ku lagi." Ucap seorang wanita yang tak lain adalah Ibu nya Ayu.

Wanita itu, entah mengapa tiba-tiba saja melintasi area rumah besan nya tersebut. Ada rasa penasaran yang terlintas. Mengingat, jika rumah itu saat ini sudah di beli oleh orang lain.

"Bu, maafkan Dika. Tolong izinkan Dika bertemu Ayu. Dika janji tidak akan menyusahkan Ayu."

"Tidak! Bukan kah dulu sudah aku katakan. Jika kau membuat anak ku hidup susah, maka aku akan meminta nya anak ku kembali."

"Tapi, Bu. Ayu itu Istri ku. Dan Ibu tidak berhak untuk memisahkan aku dan Ayu. Lagi pun, selama ini Ayu sudah ku beri kemewahan. Tidak sedikit uang yang keluar untuk nya. Kurang apa aku, Bu."

"Kau itu pemalas. Tak punya masa depan. Apa kau tak sadar juga? Sekarang, mau tinggal dimana anak dan cucuku jika kembali bersama mu?"

"Ya tinggal di rumah Ibu. Ibu ku saja dulu, mengizinkan kami tinggal di rumah nya. Kenapa sekarang Ibu malah tidak mengizinkan Aku ikut tinggal di sana?"

"Banyak bicara kau Dika. Sungguh suami yang tidak bertanggung jawab. Aku menyesal telah mengizinkan Ayu menikah dengan mu dulu. Sungguh kasihan nasib anak ku."

"Bu, Ibu jangan bicara seperti itu. Kami jadi seperti ini juga karena anak Ibu yang terlalu banyak menuntut."

"Diam kau Dika! Pokoknya, aku tidak akan mengizinkan mu kembali dengan anak ku lagi. Lebih baik kalian cerai saja!"

Setelah mengatakan hal itu, Ibu nya Ayu langsung pergi. Dika dengan sekuat tenaga mengejar Ibu mertua nya itu.

Namun, tenaga nya tak ada lagi. Ia tiba-tiba tersandung oleh batu, dan terjatuh seketika.

Aaaaaghhhhh,,,

Dika meringis. Lutut nya terkena kerikil yang tajam. Kerikil itu seperti menancap dan hampir masuk ke dalam lutut nya.

Dika tertatih dan bangun. Tubuh lemah karena kekurangan makanan, membuat nya kesulitan berjalan.

Ia tiba-tiba saja jadi teringat pada Ibu nya. Saat itu, Bu Aminah lapar. Tapi Ayu malah menghabiskan makanan yang ada di dapur, dengan alasan ngidam.

Dika pun, tak ada keinginan untuk membelikan Ibu nya makanan lain. Sehingga seharian, Bu Aminah menahan lapar dalam tidur nya.

"Bu, apa seperti ini rasa nya lapar dan sakit dalam waktu yang bersamaan?" lirih Dika.

Ia pun berjalan perlahan dan mencari di mana mesjid terdekat. Di sana lah selama ini ia istirahat dan bersih-bersih.

Di desa itu, memang ada mesjid yang sudah di bangun. Mesjid itu di bangun dari hasil pendapatan para warga.

Rata-rata para warga di sana, bagi yang mampu akan memberikan sedikit rejeki untuk pembangunan mesjid.

Bagi yang tidak memiliki pendapatan yang besar, maka mereka akan menyumbangkan tenaga mereka untuk keperluan Mesjid.

"Masih belum pulang ke rumah juga kamu?" Ucap salah satu Pria yang melihat Dika ada lagi di mesjid.

"Saya sudah tidak punya rumah."

"Bukan kah kau anak nya Bu Aminah? Dan dimana Ibu mu itu?"

"Diam deh! Nggak usah ikut campur. Kalau kira-kira nggak mau bantu, nggak usah sok banyak nanya." Ucap Dika kasar. Perangai nya masih saja tidak berubah.

"Dasar sombong! Udah jadi gembel aja masih kayak gitu. Ingat, nggak selama nya kamu bisa di sini terus."

"Hus, pergi sana. Ganggu orang tidur aja."

Pria itu pun langsung pulang. Ia tidak ingin meladeni Dika yang begitu kasar. Dika pun, tidur di teras mesjid tanpa melakukan shalat lima waktu.

Jadi terkadang, wajar saja jika ada yang bertanya pada nya. Namun, setiap kali ada yang bertanya. Dika malah menyerang balik orang-orang tersebut.

Untung saja pengurus mesjid di desa itu baik hati. Beliau tidak mempermasalahkan Dika yang beristirahat di sana.

Beliau malah berharap suatu saat nanti, Dika sadar dan mau bertaubat dari apa yang telah ia lakukan selama ini.

"Nak Dika, apa sudah makan?" Tanya pengurus mesjid yang saat itu membawa satu kotak kecil makanan.

"Wah, kebetulan Pak. Saya lagi lapar. Makana nya untuk saya pasti kan."

Tanpa tahu malu, Dika langsung mengambil kotak kue yang ada di tangan pengurus mesjid itu.

Beliau hanya tersenyum dan memaklumi tingkah laku Dika yang sangat kurang ajar itu. Beliau yang baik hati, tidak pernah tersinggung.

"Ambil lah jika nak Dika mau." Ucap Pria tua tersebut.

Namun, makanan yang ada di dalam kotak itu bukan nya di makan. Dika langsung membuang makanan itu begitu saja, saat melihat isi di dalam nya.

"Makanan apaan kayak gini. Pak Tua, kalau kira-kira makanan nya nggak enak, mending nggak usah kasih ke aku."

"Nak Dika, ubi rebus itu makanan yang enak. Jika nak Dika tidak mau makan, mengapa malah membuang nya? Mubazir."

"Ah, banyak omong! Apa tidak ada makanan lain?"

"Tidak ada. Jika tak mau, cari saja makanan lain yang memang menurut selera nya Nak Dika." Ucap pengurus mesjid itu yang sedikit kesal.

Ubi rebus itu, adalah buatan sang istri. Ia ingin memakan nya. Namun, Dika langsung merampas dan membuang nya begitu saja.

"Dasar tua bangka sia-lan!"

Dika terus saja mengatakan hal buruk untuk Pria tua yang baik itu. Pria itu pergi dari hadapan Dika, dan tidak ingin menoleh lagi. Hati nya sungguh sakit.

Ia biarkan saja Dika seperti itu. Pasti, nanti ia akan sadar dengan kesalahan nya sendiri, ketika ia mulai kesulitan.

Dika, ia memang benar-benar berhati dan berkepala batu. Pengalaman yang ia alami selama ini, tidak membuat nya sadar.

Entah hal apa yang akan terjadi di hidup nya nanti. Semoga saja, ada hidayah, supaya ia cepat bertaubat dan memohon ampunan.

1
dnr
ada ya org kya dika sma ayu
Violet
Mauuuu... pny ibu mertua sprti Ibu Aminah tuh rasanya disayang2 tiap saat 🥰 Benar2 Ibu keluarga cemara. Keluarga no 1 tp itupun balik lg ke pribadi masing2 mau jd pribadi yg lbh baik lg atau makin terjerumus penyakit hati.
Terima kasih utk karyanya Kak 🙏🏻💐
Sehat2 slalu & semangat utk karya terbarunya 💪🏼🤗
kalea rizuky
bner mertua oon
kalea rizuky
mertua oon ikut anak mu yg baik bodoh amat soal kenangan wong suami mu uda mati apaan ya yg mau di kenang dripada nyesekk
Anonymous
biar ibu mertuanya sadar kl anaknya tdk bisa sipercaya
Budy Firmansyah
hahaa😄😄😄😄😄...baru kali ini baca nivel bisa ketawa lepas......anjay...makanann basi buat ayam
..tololl😄😄
Fitri Zamzam
dari cerita ini kita bisa melihat hukum tabur tuai itu nyata adanya. dan ketika uang dan kekuasaan digunakan dengan bijak dan benar maka semua kebaikan akan tumbuh sekalipun itu dilingkungan orang2 jahat😊
Nur Lela
luar biasa
fitriani
wkwkkwkwwkk berasa udah menang eh tawnya malah zonk🤣🤣🤣
fitriani
gitu lah manusia giliran susah minta bantuan malah marah2
fitriani
untung romi datang tepat waktu
fitriani
hadeh akhirnya si kampret yg terobsesi sama arumi nongol😏😏😏
fitriani
oalah ternyata bapaknya darma beli kucing dalam karung toh🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
fitriani
dahlah pasti setelah ini emaknya darma tantrum dan terjadinya perang dunia🤣🤣🤣🤣🤣🤣
fitriani
astaga bnr2 kacau balau keluarga si darma ini.... emaknya kebangetan sombong.... si darma gila.... bapaknya cari bini baru saking muaknya sama emaknya darna.... dahlah hancur lebur aja sekalian semuanya kl perlu sebentar lagi emaknya darma juga ikutan gila aja biar makin seru🤭🤭🤭🤭
fitriani
nah kan akhirnya emaknya si darma jadi jandes gara2 kesombongannya itu
fitriani
y Allah ngerinya gara2 pada mau semuanya dgn cara instant jadinya mati dan jadi pembunuh..... ayu yg ingin hidup enak malah mati d tangan darma dan darma yg terobsesi sama laras dan pakai jalan pintas malah jadi pembunuh
fitriani
nah bnr itu kata bapaknya darma sekalian aja tuh cariin juga bwt dy biar adil🤭🤭🤭🤭🤭
fitriani
dan ini adalah awal neraka bwt sinta
fitriani
ngeri bgt sama pelet2 dan hal2 mistis gitu percaya gak percaya tapi nyata
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!