NovelToon NovelToon
Kontrak Pernikahan Di Markas Komando

Kontrak Pernikahan Di Markas Komando

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan di Sekolah/Kampus / Beda Usia / Teen School/College / Cinta Seiring Waktu / Nikah Kontrak / Mengubah Takdir
Popularitas:5.2k
Nilai: 5
Nama Author: Mrs. Fmz

​"Tiga syarat, Maya. Jangan jatuh cinta padaku, jangan mencampuri urusan dinasku, dan jangan biarkan satu orang pun di sekolahmu tahu siapa suamimu."
​Lettu Arga adalah perwira muda paling berbakat dengan kekayaan yang melampaui gaji bulanannya. Baginya, pernikahan adalah strategi untuk menyelamatkan karier dari fitnah. Sementara bagi Maya, siswi SMA yang baru berusia tujuh belas tahun, pernikahan ini adalah kontrak untuk menyelamatkan nyawa ibunya.
​Di depan saksi dan di bawah sumpah prajurit, mereka terikat. Maya harus belajar hidup di antara kaku dan dinginnya aturan Markas Komando, sementara Arga harus menahan diri agar tidak melewati batas terhadap "istri kecilnya" yang lebih sering memikirkan PR Matematika daripada melayani suami.
​Namun, ketika musuh mulai mengincar Maya sebagai titik lemah sang Letnan, Arga sadar bahwa ia telah melanggar syarat pertamanya sendiri: Ia telah jatuh cinta.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mrs. Fmz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33: Teman Lelaki di Gerbang Sekolah

Teman lelaki di gerbang sekolah itu berdiri dengan sangat gelisah sambil terus menatap ke arah pos penjagaan militer yang sangat ketat. Maya Anindya menahan napasnya di balik tirai jendela kamar yang hanya terbuka sedikit karena rasa takut yang luar biasa mulai merayapi hatinya. Dia mengenali sosok itu sebagai Daffa, teman sekelasnya yang paling gigih memberikan perhatian namun keberadaannya di sini adalah sebuah kesalahan besar.

"Mengapa dia senekat itu datang ke markas komando hanya untuk menemuiku?" gumam Maya Anindya dengan bibir yang gemetar hebat.

Belum sempat Maya berpikir untuk memberikan tanda agar temannya itu segera pergi, sebuah mobil patroli dengan lampu sirine yang berputar pelan mendekat ke arah gerbang. Jantung Maya laksana dipukul oleh palu godam saat melihat suaminya turun dari kendaraan dengan sorot mata yang sangat tajam serta penuh dengan selidik. Arga Dirgantara berdiri dengan sikap sempurna sambil membetulkan letak baret hijaunya sementara tangan kirinya bertumpu pada sabuk dinas yang berisi senjata api.

"Apa kepentinganmu berada di area terbatas ini pada jam istirahat malam bagi para prajurit?" tanya Arga Dirgantara dengan suara yang sangat berat serta mengintimidasi.

Lelaki remaja itu tampak sangat pucat serta gagap saat harus berhadapan langsung dengan kewibawaan seorang perwira muda yang sangat disegani di wilayah ini. Dia mencoba menjelaskan bahwa dia hanya ingin mengembalikan sebuah buku catatan milik temannya namun tatapan Arga justru semakin menggelap laksana awan mendung sebelum badai. Ketegangan di antara mereka berdua menarik perhatian beberapa prajurit jaga yang langsung mengambil posisi siaga di belakang komandannya.

"Saya hanya ingin bertemu dengan Maya Anindya sebentar saja karena ada hal yang sangat mendesak," jawab Daffa dengan suara yang sangat lirih serta penuh dengan keraguan.

Mendengar nama istrinya disebut oleh seorang lelaki asing di depan umum membuat amarah di dalam dada Arga mendadak mendidih hingga mencapai titik didih tertinggi. Dia merasakan sebuah dorongan protektif yang sangat liar namun dia harus tetap menjaga etika sebagai seorang pemimpin yang memiliki disiplin sangat tinggi. Arga melangkah satu tindak lebih dekat hingga jarak mereka hanya terpaut beberapa senti saja sementara napasnya terdengar sangat teratur namun dingin.

"Maya Anindya tidak memiliki waktu untuk bertemu dengan siapa-pun karena dia sedang berada di bawah perlindungan hukum saya!" tegas Arga Dirgantara dengan nada bicara yang tidak bisa dibantah sedikit-pun.

Maya yang menyaksikan kejadian itu dari jauh merasa air matanya mulai mengalir membasahi pipi karena merasa sangat bersalah sekaligus sangat takut akan nasib teman sekolahnya tersebut. Dia ingin berlari keluar untuk menjelaskan semuanya namun dia tahu bahwa tindakannya hanya akan memperburuk situasi serta membongkar identitas aslinya. Rasa tidak berdaya menyelimuti batinnya saat melihat Arga memerintahkan petugas jaga untuk membawa lelaki itu menuju kantor pemeriksaan untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

"Tolong lepaskan dia karena dia sama sekali tidak bersalah dalam masalah kerumitan hidup kita ini," isak Maya Anindya sambil meremas kain gorden kamarnya dengan sangat kuat.

Di bawah lampu jalanan yang remang-remang, Arga menoleh sejenak ke arah jendela kamar atas seolah-olah dia bisa merasakan tatapan sedih dari istrinya yang sedang bersembunyi. Dia tidak memberikan toleransi sedikit-pun bagi siapa-pun yang mencoba mengusik ketenangan atau bahkan mendekati batas wilayah pribadinya tanpa izin tertulis yang sah. Namun, dalam benaknya kini muncul sebuah pertanyaan besar yang sangat mengganggu tentang radar cemburu seorang prajurit.

 

1
muna aprilia
lanjutkan
Ihda Rozi
lanjut
merry
nyiksa ank org kmu ga,, pdhl maya gk salah lohh,, ko berhrp maya truma gt biar nyesel tu si Arga bini msh kecill dihukum kyk bgtt
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!