Penasaran dengan ceritanya langsung aja yuk kita baca
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mbak Ainun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 18: KONTRAK YANG BERDARAH
BAB 18: KONTRAK YANG BERDARAH
Darah Arga menetes tepat di atas nama "ARGA (SUBJEK KE-30)" pada buku logistik itu. Seketika, ruangan putih itu bergetar hebat. Ribuan foto bayi di dinding mulai menjerit, suara tangisan bayi yang memekakkan telinga memenuhi udara, bercampur dengan bunyi lonceng perunggu yang semakin liar.
Buku logistik itu tidak terbakar. Sebaliknya, darah Arga seperti tinta yang menghapus namanya sendiri. Namun, setiap kali namanya memudar, tubuh Arga terasa seperti ditarik dari dua arah.
"Apa yang kau lakukan?!" Pengawas tanpa wajah itu meraung. Suaranya bukan lagi gesekan batu, melainkan suara ribuan orang yang tersiksa. "Kau tidak bisa menghapus apa yang sudah tertulis sejak lahir!"
Pengawas itu menerjang Arga. Namun, saat tangannya yang dingin hampir menyentuh leher Arga, cahaya dari toples angka 29 meledak. Siluet ibunya berdiri di depan Arga, menahan tangan raksasa Pengawas itu dengan kekuatan yang mustahil.
"Sekarang, Arga! Hancurkan akarnya!" teriak ibunya.
Arga melihat ke arah meja operasi. Di bawah buku logistik itu, terdapat sebuah celah kecil yang mengeluarkan uap hitam. Itulah titik nadi Sektor 00. Arga menyadari bahwa darahnya tidak hanya menghapus nama, tapi juga berfungsi sebagai kunci untuk menghancurkan sistem.
Ia menempelkan telapak tangannya yang terluka—yang kini menunjukkan angka 8 yang berkedip menjadi 9—langsung ke celah meja itu.
"Aku bukan paketmu! Aku bukan kurirmu! Aku adalah akhir dari kontrak ini!" teriak Arga.
Cahaya merah dari toples dan cahaya emas dari telapak tangan Arga menyatu, menciptakan aliran energi yang menghantam seluruh ruangan. Buku logistik itu mulai hancur menjadi abu hitam.
Tiba-tiba, suara Pengawas itu berubah. "Jika buku ini hancur, semua paket yang pernah kau antar akan kembali mencari pemiliknya, Arga. Termasuk ayahmu. Kau akan melepaskan neraka ke dunia manusia!"
Arga ragu sejenak. Jika ia menghancurkan sistem ini, apakah ia justru membuat segalanya lebih buruk?
"Jangan dengarkan dia!" suara ayahnya tiba-tiba terdengar, berasal dari balik pintu angka 30 yang mulai retak. " Lepaskan kami semua, Arga! Biarkan kami beristirahat!"
Arga menekan tangannya lebih keras. Meja operasi itu meledak. Seluruh Sektor 00 mulai runtuh. Foto-foto di dinding terbakar satu per satu.
Saat ruangan itu hancur, Arga merasa tubuhnya terhisap kembali melalui cermin. Ia terlempar keluar ke lantai dapur rumahnya yang hancur.
Arga terengah-engah. Ia melihat sekeliling. Rumahnya sunyi. Bau busuk kain kafan sudah hilang. Simbol Ibu Semu di langit-langit sudah lenyap.
Ia melihat ke telapak tangannya. Angka 8 dan 9 menghilang. Yang ada sekarang adalah sebuah tanda baru: Angka 0.
Namun, di depannya, toples angka 29 itu pecah. Cahayanya merayap di lantai dan membentuk sosok manusia yang nyata. Ibunya terbaring di sana, bernapas dengan lemah, tapi kulitnya sudah kembali berwarna normal.
"Ibu?" Arga mendekat dan memeluk ibunya.
"Arga... kau melakukannya..." bisik ibunya sambil mengelus wajah Arga.
Namun, kebahagiaan itu hanya bertahan sesaat. Arga mendengar suara motor di depan rumahnya. Banyak motor. Bukan satu, tapi puluhan.
Ia melihat ke jendela. Di depan rumahnya, puluhan kurir berjaket hitam dengan helm gelap berdiri diam. Mereka semua melihat ke arah rumah Arga. Di telapak tangan mereka masing-masing, terdapat angka yang berbeda-beda, dari 1 sampai 28.
Seorang kurir yang paling depan maju dan meletakkan sebuah paket besar di depan pintu rumah Arga.
"Tugas nomor 30 telah gagal," ucap kurir itu serempak, suara mereka seperti mesin. "Kontrak baru dimulai. Penerima: Arga. Pengirim: Ayah."
Arga membuka pintu dengan gemetar. Ia melihat paket itu. Di atasnya tertempel label pengiriman:
"Isi: Jantung yang Kau Hancurkan. Jangan buka paketnya, atau kau akan menjadi isinya."
Arga menyadari bahwa perang baru saja dimulai. Ia bukan lagi kurir yang bekerja untuk gudang. Sekarang, ia adalah target dari seluruh kurir nyawa yang ada.
Dapatkan Arga melindungi ibunya dari kepungan para kurir nyawa? Dan apa sebenarnya isi paket yang dikirimkan oleh "Ayah" tersebut?