NovelToon NovelToon
Villainess Want To Survive

Villainess Want To Survive

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi ke Dalam Novel / Slice of Life / Action / Epik Petualangan / Fantasi / Fantasi Wanita
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: DancingCorn

Ketika aku membuka mata, aku tiba di tempat yang tidak ku kenal.

Cukup yakin, ini novel yang pernah aku baca.

[Freedom The Continent]

[Freedom The Continent] adalah novel yang berpusat pada petualangan beberapa karakter dalam perjalanan mereka membebaskan benua dari kegelapan.

Ada dua tokoh sentral dalam cerita ini. Seorang mage wanita yang diangkut dari dunia lain dan seorang pendekar pedang yang terlahir kembali.

Tapi cukup, abaikan tentang mereka.

Karena aku tidak datang ke dunia ini menjadi salah satu dari mereka!

Aku menjadi bagian dari novel itu sebagai seorang penjahat kejam, mantan tunangan pangeran yang telah diasingkan!

Bahkan namaku hanya muncul beberapa baris dalam paragraf novel itu.

Tipikal Novel abad pertengahan, dimana gadis biasa menjadi saint, dinikahkan dengan pangeran dan mantan tunangan sang pangeran—seorang putri Duke yang menjadi penjahat untuk mendorong perkembangan cinta mereka.

Dan aku, adalah penjahat itu.

"... sial, ini mengerikan."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DancingCorn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 31 - Dungeon: Kaisha

Kali ini Baibai tidak terbang tanpa arah. Bersama Clae dengan anak ayam di tangannya. Mereka terbang menuju satu arah.

Hamparan air yang tidak berujung perlahan-lahan menyempit.

"Benar, Pyo. Lurus saja dari sini."

Anak ayam sebelumnya terjebak di air. Dia sibuk mengapung sehingga tidak bisa menggunakan kekuatannya.

Sekarang ada di udara, dia dengan mudah menunjukkan arah untuk sampai ke lantai dua.

Entah beruntung atau tidak, Anak ayam dengan lihai menghindari banyak monster ganas. Tidak seperti saat Baibai dan Clae terbang tanpa arah sebelumnya.

Senyum tipis terbentuk di wajah Clae. 'kali ini aku beruntung.'

Dia bisa melewati lantai lima, empat dan tiga tanpa bersusah payah.

"Oh, benar. Kamu... Siapa namamu?"

"Pyo? Piyo adalah Piyo, Pyo."

"...."

"Jadi kamu dipanggil Piyo, meow?"

"Benar, Pyo."

"Nama yang cocok, meow."

"Hehe, terimakasih, Pyo."

Clae : ....

Sungguh, dua makhluk lucu.

Clae menggelengkan kepala tidak berdaya. Tapi senyum tipis di mulutnya tidak hilang.

Pemandangan yang cukup menghibur di tengah kesuraman dungeon ini.

"Ngomong-ngomong, apa yang terjadi di lantai dua. Apa para monster bertarung dan menyebabkan kekacauan?"

"Pyo? Apa yang kamu katakan. Tidak sama sekali, Pyo."

Clae mengerutkan kening, tidak?

"Lalu?"

"Inti dungeon ada di lantai dua, pyo. Aku biasa mengelola dungeon dari sana. Namun, Pyo... aliran energi disana menjadi tidak stabil sejak 100 tahun yang lalu, Pyo."

"Begitu...."

Maka para monster dari lantai dua hingga lima mencoba menyelidiki masalah yang terjadi. Namun mereka menemukan bahwa lantai enam ke atas tidak bisa diakses.

Ketidakstabilan pada inti dungeon pasti membuat dungeon ini hancur.

"Lalu para monster pergi ke lantai dua...."

"Pyo, tentu saja mereka membantuku menjaga kestabilan dungeon, Pyo. Mereka membantu memasok sihir atau hal lain. Tapi.... Aku malah jatuh ke danau ini ketika menyelidiki fluktuasi di lantai enam, Pyo."

Clae berkedip. Bukankah itu kesalahan mereka...

Sepertinya fluktuasi itu terjadi karena dia dan Baibai masuk ke lantai enam beberapa saat yang lalu.

Tunggu dulu, tapi Piyo mengatakan dia ada di danau ini selama kurang lebih satu bulan!

Bukankah dia hanya sebentar disana?!

Sepertinya tidak ada satu hari.

Tapi satu bulan....

Clae melirik Piyo dengan perasaan bersalah.

Piyo kembali menjelaskan, "Tanpa diriku, Pyo. Aku tidak yakin apakah lantai dua masih baik-baik saja, Pyo."

Clae menarik nafas dalam, "Jangan khawatir, tidak ada gempa sampai sekarang."

"Benar, meow. Tenang saja, meow. Manusia ini terlihat lemah, tapi dia bisa diandalkan."

"Aku harap begitu, Pyo."

Jika sesuatu terjadi, dungeon pasti menunjukkan getaran. Lagipula, ketidakstabilan inti berujung pada kehancuran dungeon ini. Dan pada saat yang sama, memusnahkan seluruh penghuninya.

Mengetahui ini, pasti para monster pasti berusaha melindunginya.

Piyo sendiri sepertinya diciptakan untuk menjaga kestabilan. Dan dia sangat diperlukan untuk hal-hal seperti ini.

Selama 100 tahun terkahir, berapa banyak tenaga yang diperlukan makhluk kecil ini untuk menjaga dungeon ini.

Clae tiba-tiba mengangkat tangannya, mengelus kepala Piyo dengan lembut.

"Terimakasih sudah bekerja keras."

"Pyo?"

Piyo memandang dengan bingung. Namun pipi kecilnya terlihat sedikit memerah.

Ketika mereka sedang dalam perjalanan, Clae melihat sebuah kapal besar yang diduga sebagai kapal bajak laut berdiam di celah yang tenang.

"Bai, berhenti."

"Meow?"

"Itu."

Clae menunjuk arah kapal dengan telunjuknya.

"Pyo, kamu hebat!!!"

"Hah?"

"Kita bisa menggunakan itu pyo~"

Clae menoleh sedikit, melihat Baibai.

"Aku tidak masalah, meow. Sihir ku cukup untuk terus terbang."

Clae menepuk kepala Baibai.

"Lebih efisien dengan kapal."

Dia juga bisa tiduran dan tidak perlu melayang sambil berdiri yang lebih menyenangkan.

Dia tersenyum dan mengajak mereka untuk menaiki kapal tersebut. Clae melihat seisi kapal sebelum berhasil menggunakannya.

Kapal ini berlayar tanpa sihir. Ada mekanisme aneh di atasnya.

Seperti mesin.

Mesin?!

Dia tiba-tiba teringat dengan kaum Dwarf. Dunia ini juga memiliki banyak ras seperti dalam novel-novel fantasi umum.

Hanya saja, bagaimana Dwarf menempatkan kapal disini.

Clae menggelengkan kepala.

Clae juga melihat simbol di deck kapal. Itu sama seperti simbol pintu masuk labirin di lantai 10. Namun Clae melihat aksara yang berbeda dari aksara jawa tertulis di sana.

Aksara itu, Clae pernah mempelajarinya.

Hanya saja, meski dia bisa membaca aksara itu, dia tidak mengerti artinya. Aksara ini sepertinya ada di buku yang dia baca mengenai portal.

Clae menggelengkan kepala. Dia mulai perjalanan bersama Baibai dan Piyo melewati lantai empat dan tiga.

Itu perjalanan yang menyenangkan dan cepat mereka kira-kira hanya membutuhkan waktu kurang dari lima jam sebelum sampai di lantai tiga dan mereka sudah sampai di tempat Piyo jatuh kurang dari 30 menit.

Tapi Piyo meminta Clae untuk masuk melewati pintu depan. Monster di lantai dua selalu membunuh orang yang tiba-tiba muncul entah dari mana. Karena mereka waspada dan sangat berhati-hati dalam melindungi lantai dua.

Clae, demi keselamatannya, tentu langsung setuju.

Mereka akhirnya sampai di pintu lantai dua. Membuat Clae menangis bahagia di hatinya.

'Andai saja jalan sebelumnya semudah ini.'

"Ini dia pyo, kita bisa masuk dengan kapal. Ada dermaga pyo."

"Itu memudahkan."

Ketika kapal itu masuk melalui pintu, sebuah hal aneh tiba-tiba terjadi.

Penumpang kapal itu, Clae, Baibai dan Piyo menghilang. Sebelum mereka menghilang sebuah cahaya menelan mereka.

Clae memiliki firasat buruk. Dia sepertinya pernah mengalami ini. Clae tanpa sadar menarik Baibai dan Piyo mendekat ke tubuhnya.

Ketika Clae membuka mata, mereka berada di tempat familiar.

"MEOWW!!"

Baibai menjerit. Clae merasa hembusan hangat dibelakangnya.

Dia berharap Baibai memberinya sihir angin.

Namun bayangan besar yang menutupinya membuat Clae tahu, angin hangat itu bukan dari Baibai.

Clae tidak berani berbalik, dia hanya dengan perlahan-lahan menjauhkan Baibai dan Piyo dari dirinya.

"Clae!"

"Pyo?"

Clae tiba-tiba tersenyum hangat. Untuk pertama kalinya Baibai melihat senyum itu.

Clae sudah cantik, namun senyumnya membuat Clae terlihat jauh lebih berbeda. Jauh lebih cantik.

Baibai pernah melihat Clae tersenyum. Itu adalah senyuman sinis, cibiran atau senyum kemenangan. Tapi kali ini Baibai benar-benar melihat Clae tersenyum tulus kepadanya.

Jantung kucing itu berdetak cepat. Merasa senyum itu sangat familiar.

"Mmeo~~ GGRRR"

Lantai 10. Mereka telah kembali ke lantai 10. Clae mengerti itu.

Dibelakang Clae adalah Carnotaurus yang menyebalkan dan mengerikan.

'Sial, kenapa tidak ada hal mudah di tempat ini! Ini bukan dungeon yang aku tau!!'

Pilihan Clae saat ini hanyalah membiarkan anak-anak kecil didepannya pergi.

"Baibai, ambil Piyo dan lari. Aku akan mengalihkan perhatiannya."

"Meow!!!"

"PERGI!!!"

RRRROOOAAAAARRRRR

--++--

Pojok penulis:

Maaf atas keterlambatannya. Seharusnya kemarin ini di up, tapi salah tanggal terbitnya. Yah, happy reading.

Jangan lupa like + Comment ya

1
SecretS
Tapi selalu semangat up kak😄😄😄, Aku ini sejujurnya masih kepo sih tapi karena urusan tertentu jadi harus tabung eps, semangat terus kakak 😄😄😄👍
SecretS
Untuk eps selanjut nya, Aku tabung ya kakak mau menggerjakan tugas Akhir nih 🙏🙏🙏, nanti bulan Mei baru bisa Baca lagi kak /Sob//Sob//Sob/, maaf ya gk bisa baca mulai besok kak🙏🙏🙏
DancingCorn: Tenang aja, ceritanya bakal nambah kok (⁠✿⁠^⁠‿⁠^⁠)
Semangat terus buat ngerjain tugasnya ya (⁠☆⁠▽⁠☆⁠)
total 1 replies
SecretS
Up lagi kak /Cry//Cry/, Baca 1 eps aja masih kurang kayak nya soal nya cerita kakak seru bangggeeett, jadi ketagihan gitu loh, Baca sedikit langsung kepo terus, " ini gimana ke lanjutan nya?? waaaahh". Tolong semangat up terus kak, Aku tunggu kok 👍👍👍
DancingCorn: Terimakasih atas dukungannya ^^
Meski mau bilang 'tabung dulu baru baca', spesial karena komen kamu. aku update 2 bab hari ini.
semoga suka ya (⁠ ⁠ꈍ⁠ᴗ⁠ꈍ⁠)
total 1 replies
SecretS
Tolong up lagi dong kak gimana lanjutan nya, kepo kak!!! Tolong paling tidak up sehari sekali
DancingCorn: Tentu ^^
total 1 replies
ellyna munfasya
UPP lagi thorr😤
Panda
titip jejak kak nanti dibaca
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!