NovelToon NovelToon
Dipinang Dosen Killer

Dipinang Dosen Killer

Status: sedang berlangsung
Genre:Dosen / Cinta pada Pandangan Pertama
Popularitas:12.8k
Nilai: 5
Nama Author: Ana fatih

"Astangfirullah Pak, ini bukan hukuman tapi menindas namanya!" Pekik Nabila kala menatap bukuu setebal tembok di depannya.
"kalau tidak mau silahkan keluar dari daftar Siswi saya!" jawab pria yang amat di kenal kekillerannya.
huff!
Nabila tak dapat membantah selain pasrah ia tidak mau mengulangi mata kuliah satu tahun lagi hanya demi satu kesalahan.
Tetapi Nabila pikir ini bukan kesalahan yang fatal hanya dosennya memang rasa sensitiv terhadap dirinya, Nabila tidak tahu punya dendam apa Pak Farel sehingga kesalahan kecil yang Nabila perbuat selalu berujung na'as.

Yuk lanjut baca kisah Nabila yang penuh haru dan di cintai oleh dosennya sendiri secara ugal-ugalan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ana fatih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14

detik-detik unboxing.

Acara di rumah Nabila masih berlangsung bangat, di mana setelan menandatangi surat nikah kini waktunya Nabila dan Alka melakukan sesi pemotretan wedding bersama Photographer yang sudah di undang.

Bermacam gaya di ragakan oleh Alka, termasuk gaya yang buat jantung Alka berdebar tak karuan begitu juga dengan Nabila.

"Maaf Mas, sampean kurang kebelakang dikit, dan tolong istrinya di peluk ya," kata Photographer memberikan arahan pada dua pengantin.

Nabila langsung terkesiap, tapi beda dengan Alka yang langsung gercep memeluknya dari belakang, Nabila seketika jadi kikuk kaku.

"Bagus, tapi tatapannya kurang romantis dan mendekat ya Mas, Mbaknya tolong melihatnya ke arah sana," pintanya lagi.

Alka menegang kala wajahnya semakin dekat dengan Nabila, yang seolah tidak ada jarak di antara ke duanya.

Namun karena gugup Alka yang di mintak maju, ia justru hampir saja menempel ke bibir Nabila kalau saja photographer tidak mengingatkan.

"Bisa di lanjutkan nanti malam, Mas," katanya sambil tersenyum.

Seketika Alka langsung mundur tersenyum kecut, malu sebab dirinya merasa tidak sabaran.

Nabila hanya bisa menghukum senyum getir, dalam hatinya senang karena Alka di permalukan oleh photographer di depan umum, tetapi rasa resah menyelinap kembali mengingat nanti malam adalah malam pertama mereka yang benar tidak dapat Nabila bayangkan apa yang akan di lakukan oleh pria muster itu.

Rasanya tak sanggup Nabila membayangkan saja, apa lagi menganu. Nabila pun memejamkan mata tak kuasa, tetapi Alka justru memberikan kecupan singkat di bibirnya.

"Oke, sudah selesai Mas, boleh lanjut, hehee," ledek Photographer karena ia melihat Alka sudah tidak sabaran.

E'hem!.

Alka melepas pelukan di pinggang Nabila yang sedari tadi tanpa sadar Alka belum melepasnya.

Nabila pun menghela napas lega, sebab ia sudah lama menahan debaran jantung yang naik turun karena ulah Alka.

Tak lama kemudian acara pun selesai dan kini tinggallah keluarga dekat yang masih menikmati hidangan sambil berbincang ringan, ada kedua orang tua Nabila dan Alka.

"Al, Abi dan ummi sudah tua dan umur kamu juga tidak muda lagi, kami harap kamu benar sungguh-sungguh menjalani pernikahan ini dengan salah satunya segera beri Abi cucu," ucap Abi Ibrahim.

Uhuk!

Uhuk!

Nabila langsung tersedak saat mendengar dirinya di mintak segera memberikan cucu, sebab bagi Nabila pernikahan ini hanya sandiwara baik bagi dirinya dan Alka.

"Abi tenang saja, insyaallah Alka dan istri Alka tidak akan mengecewakan kalian, kita memang sudah berkomitmen untuk tidak menunda hal itu, benar kan sayang?" Alka meyakinkan orang tuanya dengan bertanya pada Nabila langsung sambil tersenyum.

Mata Nabila membulat sempurna, ia pikir Alka sangat pintar berekting padahal dengan begitu yang ada dirinya yang susah nanti karena sama saja memberikan harapan palsu pada mereka.

Melihat tidak ada reaksi dari Nabila, Alka langsung menggenggam tangan Nabila kuat.

"Apa kamu sengaja mau buat mereka sedih, lihat itu wajah ibu juga," bisik Alka penuh penekanan.

Benar kata Nabila Alka hanya berpura-pura hanya demi orang tuanya, padahal sejatinya Alka hanya gengsi jadi ia mengkambing hitam orang tuanya.

Nabila pun terkesiap, lalu ia menoleh ke arah ibu Dewi yang memberikan senyuman tanda beliau setuju dan berharap Nabila pun setuju sehingga Nabila tidak ada pilihan lain juga tidak tidak tega kalau membantah ucapan Alka.

"I-ya, saya dan Pak Alka sudah sepakat untuk tidak menundanya," jawab Nabila gugup.

"loh, kok panggil Bapak sih sayang, panggil yang lain donk, kalian sekarang sudah jadi suami istri," ujar Hanin mengulum senyum.

"Wajar Mi, masih baru nanti juga punya panggilan khusus," kelakar Ibrahim dan merekapun tertawa.

Begitupun Alka yang tiada henti menyungging senyum samar, betapa tidak ia sudah menjebak Nabila dengan setuju itu artinya nanti malam tidak ada hambatan karena Nabila sendiri juga sudah menyetujuinya.

"Oh ya, ini tiket bulan madu kalian, nanti kalau sudah pulang berbulan madu kamu bawa Nabila ke Bandung Al, ummi juga mau memperkenalkan menantu ummi pada santri pasti mereka senang," ucap ummi Hanin lagi.

"loh dapat tiket bulan madu dari siapa, Mi?" tanya Ibrahim yang tidak tahu, padahal waktu itu Hanin pernah bilang itu hadiah dari dirinya dan sang istri.

"Abi giman sih, ini kan hadiah dari kita, lupa ya?" cubit Hanin sambil mengedipkan matanya.

"Oh iya, masyaallah Abi lupa, oh ya kapan kalian mau berangkat?" tanya Ibrahim.

"Habis ini Bi," sahut Alka cepat.

Nabila lagi-lagi terkesiap, ia tidak menyangka kalau hidupnya serba ada kejutan yang tak terkira.

Mana bisa Alka mau mengajaknya berbulan madu hari ini juga, mustahil bukan saling cinta saja nggak.

"Masyallah, tabarakallah, semoga menjadi bulan madu yang di berkahi Allah dan pulangnya membawa kebahagian, Abi dan ummi sangat senang kini akhirnya kami tidak lagi resah soal keturunan, jujur kami sempat sedih mengingat Alka adalah putra kami satu-satunya di tambah dia orang berbeda, sehingga sulit perempuan mau sama dia, tapi beruntung nak Nabila mau menerima Alka." kata Abi Ibrahim cerita.

Beberapa jam selanjutnya setelah selesai makan siang, akhirnya orang tua Alka berpamitan sedang Dewi meminta ke dua anak menantu dan putrinya masuk ke kamar untuk bersih-bersih dan istirahat sebelum berangkat ke hotel untuk berbulan madu.

Ceklek!

Nabila tercekat kala wajah Alka yang terlihat di balik pintu.

"Bapak, ngapain masuk ke kamar saya?" katanya tanpa sadar.

Alka hanya menyerngit,"ini kamar istri saya, kan!" balasnya ketus.

"Sial, kenapa gue bisa lupa kalau tuh orang suami gue sekarang," batin Nabila.

"Iya Pak, silahkan masuk," gumam Nabila.

Alka masuk dan langsung menarik das juga kancing kemejanya.

Melihat itu Nabila cengang dengan mata membulat.

"Pak, mau apa?" katanya khawatir sambil menggigit bibir bawahnya.

"Memang kamu saja yang mau mandi."

"Tapi kan bisa ganti di dalam," batin Nabila.

"Oh, kalau gitu saya keluar dulu," ucap Nabila.

Alka tidak ingin Nabila keluar dari kamarnya, ia ingin berduaan walau tidak ngapa-ngapain tapi perasaan lebih senang ada sang istri di kamar.

"Apa kamu lupa kalau tadi kita di suruh istirahat di kamar. Kalau kamu keluar itu artinya kita di mengindahkan ucapan mereka," ucap Alka seolah mencari kesalahan Nabila agar dia tidak keluar.

Nabila diam, memang betul tadi ibunya meminta ia istirahat dalam artinya agar mereka berduaan di kamar tapi kan Nabila masih belum terbiasa berdua dengan Alka apa lagi satu kamar begini.

Di tambah Alka mau ganti pakaian yang tidak mau berganti di kamar mandi.

"Huf!" Nabila menghela napas saja.

"Silahkan kalau tetap mau keluar, itu artinya kamu mau buat ibu mu kecewa, to' yang di curigai bukan saya tapi kamu sendiri karena kamu yang meninggalkan kamar ini."

"Iya, Pak," sahut Nabila tidak ingin memperpanjang lagi.

Alka tersenyum melihat Nabila tidak cerewet atau banyak membantah.

"Tapi Pak, bisakan ganti pakaian di kamar mandi," cicit Nabila kala Alka hendak membuka kaos dalamnya.

Alka menoleh,"kenapa, kamu khawatir tergoda sama ketampanan saya?" ujar Alka dalam hatinya merasa puas bisa jahili Nabila.

"E-nggak kok Pak, saya cuma--,"

"Seterusnya kamu harus terbiasa melihat saya ganti baju, kita sudah jadi pasangan suami istri, kamu tahu itu kan!" ucap Alka santai lalu membuka kaos dalamnya dan kini nampak tubuh kekar Alka.

Nabila menelan salivanya sendiri, gimana bisa Alka begitu enteng mengucap kalimat suami istri seolah hubungan mereka bakal langgeng selamanya.

Nabila menunduk tidak berani mendongak karena tahu Alka tidak memakai baju, dan pria itu dengan santainya masuk ke kamar.

Nabila menghela napas lega sambil memegang dadanya lemah.

"Bisa-bisa jantung gue rusak karena Pak Alka," batin Nabila.

Dan tak lama Alka keluar yang makin buat Nabila tercengang, bisa-bisanya Alka keluar kamar hanya memakai boxer warna navy dan Alka terlihat begitu sexi di tambah tubuh atletis yang memang menggoda.

"Astangfirullah, Pak," gumam Nabila segera memalingkan wajahnya karena malu melihat Alka yang tidak memakai baju.

Alka berjalan santai, rambutnya masih sedikit basah menambah nilai ketampanannya.

"Kamu kira saya setan, sampai nyebut gitu," ucap Alka mendekat.

Nabila panik karena Alka benar melangkah mendekati dirinya dalam situasi seperti ini, kalau saja bisa sudah pasti lari sedari tadi.

"Tolong ambilkan baju untuk saya," ucap Alka.

"Baik, Pak," Nabila segera pergi mengambilkan baju untuk Alka yang berada di kopernya.

"Ini, Pak," kata Nabila sambil menyerahkan baju dengan tangan gemetteran. Melihat itu kejahilan Alka muncul kembali ia lebih mendekat ke arah Nabila dan mendukungnya, shontak Nabila panik.

"Saya lihat kamu tegang terus setiap melihat saya, hm?" ujar Alka dengan suara pelan.

"Ng-gak, papa Pak," Nabila berusaha menunduk karena tak sanggup berdekatan dengan tubuh Alka yang nyaris menempel.

"Kenapa kamu menunduk, saya suami kamu loh! Kamu berhak melihat tubuh saya, begitupun sebaliknya." Nabila semakin panik mendengar ucapan Alka.

Rasanya sesak di dadanya, saat Alka memberikan izin ia melihat tubuhnya dan dirinya pun yang merasa punya hak atas tubuhnya.

"Ma-af Pak, saya masih canggung saja, bukankah sebelumnya kita belum terbiasa begini," cicit Nabila entah itu benar atau salah jawabannya.

Alka menyeringai, dan iapun mendekatkan bibirnya ke telinga Nabila.

"Kalau begitu, mulai nanti malam kita biasakan begini, dan kamu harus belajar menerimanya, no drama saya tidak sukak," bisik Alka.

Bola mata Nabila membeliak, ia tidak paham no drama apa yang di maksud suaminya itu.

"Maksud, Bapak--,"

bonus buat kalian...lope-lope

1
Aditya hp/ bunda Lia
ck, ... nih dosen atu bawaannya nyokot Mulu 😂
Aditya hp/ bunda Lia
siksa terus Nab ... 😂
Aura kasih
gacor Nabila 🤣😄😄
Zara Fatimah
seru banget bikin skit peeut
Zara Fatimah
🤣🤣 kapok kamu Alka
Zara Fatimah
ampun dech Pak Alka 😂😂
Zara Fatimah
Lucu 😂
Aura kasih
awww. aku tidak kebayangyang di lakukan pak dosen 😂😂
Aditya hp/ bunda Lia
wkwkkk .... pak dosen lagi solo karier senam 5 jari? 😂😂
Aditya hp/ bunda Lia
balas dendam nih Nabila
Aditya hp/ bunda Lia: banyak juga gak apa-apa tuman wae suami galak 😂
total 2 replies
Aura kasih
buat Alka cemburu kejang-kejang Thor 🤣
Ana fatih: 🤣🤣 biar tahu Rasak ya kak
total 1 replies
hasatsk
cie cie yang mulai tidak mau berjauhan dengan dosen killernya...
Aura kasih
aduh kak ayolah buat Alka bucin. eh tapi aslinya dia itu sudah bucib 🤣
Aura kasih
Adakah cowok model Alka
Aditya hp/ bunda Lia
apa jangan2 ada masalah yah sama rahimnya Nabila ada miom atau kista mungkin? 🤭
Aditya hp/ bunda Lia
masa iya sih Nabila keguguran ... 🤭
Aditya hp/ bunda Lia: aku nya orangnya suka sotoy 😂😂✌️
total 3 replies
Aditya hp/ bunda Lia
emang si pak dosen ini bunglon yah kadang baik kadang jahat nyebelin pake banget ...
Aditya hp/ bunda Lia: masukin oven ajah biar meleleh 😂
total 2 replies
Nia Juniawati
bagus bagus banget ceritanya/Smile//Smile//Smile//Smile/
Aura kasih
Abi anak mu mintak di jitak kepalanya 🤣
Aditya hp/ bunda Lia
mulut si Alka ini kayaknya harus ditaplok dulu pake ulekan cabe 7kg deh dower - dower
Aditya hp/ bunda Lia: heran soalnya dosen tapi ngomong ke istri asal jeplak
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!