"Dia milik ku...Kau membunuh ku."
Suara itu yang setiap saat, Ratna dengar setelah ia menikah dengan Bram.
Bram punya istri bernama Nilam, Namun Nilam hanya anak orang tidak punya. Atas perintah dari Ibu nya, Bram memulang kan Nilam kerumah orang tua nya. Padahal Nilam sedang hamil besar.
Seminggu setelah Nilam pindah, Bram menikah dengan Ratna. Nilam frustasi karena cinta nya yang amat besar pada suami nya.
Hingga kehebohan terjadi, Nilam di temukan mati di dalam kamar oleh orang tua nya. Perut nya memburai keluar, Bayi nya juga ikut meninggal. Seolah perut nya meledak
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab.21
Ratna membuka mata nya perlahan dan menatap sekeliling yang sangat asing bagi nya, Dinding yang terbuat dari bambu atau biasa di sebut gedek! Tubuh nya sangat sakit ketika di pakai untuk bangun, Ratna mulai ketakutan karena teringat kejadian sebelum ia menutup mata.
Nilam sudah bisa menyakiti diri nya, Jin yang biasa bersama nya sudah tidak ada lagi. Hati Ratna kacau balau, Takut bila sampai kehilangan Bram suami tercinta.
Mungkin saja sekarang, Bram sedang cemas karena menunggu nya kembali. Ratna bangun dan mencoba untuk mengenali keadaan sekitar, Sekeliling rumah hanya ada pohon besar yang bertumbuh lebat.
"Di mana aku sekarang? Seperti nya ini adalah hutan larangan." Gumam Ratna.
Tidak ada yang berani masuk kehutan larangan selama ini, Jika ada yang nekad masuk. Maka orang itu tak akan pernah kembali lagi.
Bukan hanya satu atau dua orang saja yang hilang di hutan ini, Jumlah nya sudah puluhan lebih. Baik itu wanita atau pun pria. Konon di sana ada segerombol penganut ilmu sesat yang hidup berkelompok.
Dan sekarang seperti nya, Ratna sedang berada di sana. Semakin gemetar wanita ini karena ingin pulang. Berulang kali menyebut nama Romo nya sambil menangis terisak isak.
Mulai menyalah kan pencipta karena ia merasa terzolimi, Seolah hal yang ia dapat hanya untuk sebentar saja. Dengan cepat berganti dengan rasa duka.
"Sudah bangun kamu anak manis?" Tegur suara yang sangat lembut.
"Hah? Siapa kamu." Kaget Ratna.
"Aku yang menyelamat kan nyawa mu ketika kau sekarat di pinggir sungai." Jawab wanita bercadar merah.
Dandanan nya seperti artis india dan banyak gemerincing gelang di tubuh nya, Perut rata juga terlihat sangat sexy. Hanya wajah mereka saja yang tertutupi.
"Kenapa kau menolong ku?" Ratna bertanya tanpa sadar.
"Jadi kau lebih ingin mati saja?" Tanya cadar merah mengulas senyum nya.
Ratna teringat kalau dia memang akan mati di tangan Nilam, Kini ia harus mempunyai perlindungan yang kuat. Bisa mati ia bila tidak punya sosok pelindung.
"Kau berhutang budi padaku, Jika bukan karena aku. Maka kau akan habis di tangan setan penuh dendam itu." Ujar cadar merah.
"Terima kasih sudah menolong ku, Nyi." Ratna membungkuk kan tubuh nya.
"Aku tidak butuh hanya ucapan saja, Aku ingin sesuatu yang lebih berharga." Ucap cadar merah.
Ratna tahu bahwa cadar merah ingin balasan yang lebih besar, Semula ia mengira bahwa cadar merah ingin uang atau harta lain nya. Lagi pula memang uang sangat lah berharga, Siapa yang tidak butuh uang.
"Aku tidak ingin harta mu, Hidup mu akan lebih berharga untuk ku." Ujar cadar merah.
"Apa maksud mu, Nyi?" Ratna sungguh tidak mengerti.
Cadar merah membuka penutup wajah nya, Ratna sampai terperangah karena melihat wajah yang sangat cantik menawan. Semula ia mengira bahwa lawan bicara sudah tua, Ternyata masih semuda dan secantik ini.
"Apa kau ingin punya wajah seperti ini? Usia ku sudah tujuh puluh enam tahun." Ujar cadar merah.
"Ba..bagaimana mungkin?" Ratna sampai tergagap.
"Tidak ada yang tidak mungkin jika kita memang punya niat, Kau pun bisa secantik aku dan terus awet muda." Cadar merah berjalan mengelilingi Ratna.
Ratna yang memang tidak cantik tentu saja jadi kepingin, Kulit yang putih halus tanpa cela. Pria mana yang akan berani menolak nya, Tanpa pelet apa pun pasti akan banyak lelaki yang mengejar nya.
"Masuk lah dalam sekte kami, Kau hanya perlu mencari darah pria di malam purnama." Jelas cadar merah.
"Darah pria?"
"Yah! Itu adalah salah satu syarat kami, Setiap malam purnama kita akan berkumpul sambil membawa mangsa masing masing." Ucap cadar merah.
"Bagai mana jika aku tidak bisa menemukan mangsa?" Tanya Ratna.
"Jika hanya satu kali, Kau akan di maklumi. Tapi bila sampai tiga kali berturut turut kau tidak bisa membawa mangsa, Kau akan jadi tumbal nya ketua." Ujar cadar merah.
Otak Ratna berpikir keras untuk tawaran ini, Lagi pula ia memang tidak bisa menolak. Karena ini sudah menjadi bagian untuk balas budi nya.
"Kalau kau mampu mengajak gadis lain untuk masuk sekte ini, Maka kau akan mendapat bonus dari ketua." Cadar merah masih mengiming imingi Ratna.
"Baik lah, Aku akan masuk sekte ini. Akan ku cari tumbal untuk kita." Ratna akhir nya setuju.
"Bagus! Karena kau sudah setuju, Maka saat ini pun kau sudah bisa menjadi cantik dan selalu awet muda." Ujar cadar merah.
Satu kalung bermata merah ia berikan kepada Ratna, Wanita ini segera memakai nya. Wajah yang semula biasa saja, Kini bersinar dan menjadi sangat cantik.
"Pulang lah, Jangan lupa bahwa malam esok kau harus datang kesini lagi." Cadar merah mengingat kan.
"Hah secepat itu?" Kaget Ratna.
"Besok malam sudah purnama, Kau tetap harus membawa nya." Ujar cadar merah.
"Baik lah."
Cadar merah membuka kan pintu untuk tamu nya yang baru bergabung, Ratna kembali kaget karena ini sudah di belakang rumah nya saja.
...****************...
Mak Lela semakin hari semakin terpuruk saja, Orang tua ini sangat tidak bisa menerima fakta bahwa putri sulung nya sudah meninggal dengan cara yang amat tragis.
Duk akibat di tinggal belum kunjung hilang, Namun para tetangga masih saja julid dan terus menggunjing kan Nilam. Mereka mengatakan bahwa Nilam menjadi kuntilanak karena azab dari Allah.
Semasa hidup nya gemar berselingkuh, Padahal sudah punya suami yang mapan dan tampan. Mereka menghujat Nilam dan mengatakan bahawa putri nya Mak Lela sangat tidak tahu diri.
"Kamu mau ngapain, Tis?" Risa menatap adik nya yang akan bergegas pergi.
"Mau aku labrak tu mulut nya Si Neneng, Kayak anak nya paling bener saja." Geram Tisa.
"Ndak ada guna nya juga, Biar kan saja mereka mau bicara apa." Larang Risa.
"Kamu tuh terlalu baik apa ndak peduli sih, Kak?" Heran Tisa.
"Mau kau labrak berapa kali pun, Dia akan tetap bergosip! Para warga juga sudah percaya kalau Kak Nilam selingkuh sama Aldi." Bentak Risa.
Tisa terdiam karena ucapan Kakak nya benar, Karena bukan hanya Bu Neneng saja yang mencela Nilam. Semua warga sudah percaya dengan ucapan Bu Rita kala itu. Di Tambah Aldi yang mengiya kan tuduhan perselingkuhan itu.
Berikut beberapa foto yang Ratna punya, Nilam memang sudah tidak bisa mengelak lagi. Mereka mengatakan bahwa Nilam sangat bodoh karena mau menghianati Bram. Hanya demi pemuda miskin seperti Aldi.
Seperti langit dan bumi saja beda nya, Mereka tidak tahu fakta yang sebenar nya. Dan langsung percaya dengan gosip yang Bu Rita katakan.
setahu aku Semar mesem 🤔🤔