NovelToon NovelToon
The Monster'S Debt

The Monster'S Debt

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Nikah Kontrak / Berbaikan
Popularitas:7.7k
Nilai: 5
Nama Author: ALNA SELVIATA

Dante Valerius tidak mengenal ampun. Sebagai pemimpin sindikat paling ditakuti, tangannya telah terlalu banyak menumpahkan darah. Namun, sebuah pengkhianatan fatal membuatnya sekarat di gang sempit—hingga sepasang tangan lembut membawanya pulang.
​Aruna hanya seorang janda yang mencoba bertahan hidup demi putra kecilnya. Ia tahu pria yang ia selamatkan adalah maut yang menyamar, namun nuraninya tak bisa membiarkan nyawa hilang di depan matanya.
​Kini, Dante terjebak dalam hutang nyawa yang tidak bisa ia bayar dengan uang. Ia bersumpah akan melindungi Aruna dari bayang-bayang masa lalunya. Namun, mampukah seekor monster mencintai tanpa menghancurkan satu-satunya cahaya yang ia miliki?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ALNA SELVIATA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 35 Akar di Tanah Serbia

​​Dinginnya Belgrade di musim dingin tidak seperti dinginnya pegunungan Alpen yang bersih; di sini, udara terasa berat oleh aroma batu bara, asap knalpot tua, dan sisa-sisa sejarah perang yang tak pernah benar-benar pulih. Aruna turun dari pesawat komersial dengan identitas palsu sebagai seorang jurnalis lepas asal Kanada. Rambutnya yang biasanya terurai kini dicat cokelat gelap dan dipotong pendek sebahu, wajahnya disembunyikan di balik kacamata berbingkai tebal.

​Ia melangkah keluar dari terminal Bandara Nikola Tesla, merasakan angin tajam menyayat pipinya. Di belakangnya, Enzo mengikuti dengan penyamaran sebagai fotografer. Dante tidak ikut dalam perjalanan ini. Luka di perutnya mengalami komplikasi kecil, dan yang lebih penting, Dante harus tetap di Italia sebagai umpan utama bagi Leo.

​"Target pertama kita adalah distrik Zemun," bisik Enzo saat mereka masuk ke dalam taksi tua yang sudah menunggu. "Panti asuhan militer tempat Leo dibesarkan berada di sana. Secara resmi, tempat itu sudah ditutup lima tahun lalu, tapi data lapangan menyebutkan bangunan itu masih digunakan oleh jaringan bayangan Julian Thorne."

​Aruna menatap jalanan Belgrade yang abu-abu. "Jika Leo adalah mesin pembunuh, dia pasti punya 'pencipta'. Julian hanya pemegang kontraknya. Aku ingin tahu siapa yang melatihnya."

​Vila di Tuscany kini terasa sangat jauh. Di sana, Dante sedang bertaruh nyawa dengan membiarkan Leo terus menyerangnya, memberikan waktu bagi Aruna untuk mencari titik lemah sang pewaris maut itu. Melalui komunikator rahasia, suara Dante terdengar di telinga Aruna, meski terganggu oleh statis.

​"Aruna, kau sudah sampai?" suara Dante terdengar serak, menahan sakit.

​"Aku sudah di Belgrade. Kau... bagaimana keadaan di sana?" tanya Aruna, ada nada cemas yang tak bisa ia sembunyikan.

​"Leo menyerang gerbang barat tadi malam. Hanya gertakan, dia ingin memastikan aku masih di sini. Dia sangat sabar, Aruna. Terlalu sabar untuk pemuda seusianya. Berhati-hatilah. Tanah yang kau pijak itu adalah tempat di mana empati dilarang."

​"Aku akan segera kembali dengan jawaban, Dante. Jaga Bumi."

​Aruna memutus sambungan. Ia harus fokus. Jika ia gagal di sini, Leo akan menemukan bunker Bumi sebelum mereka sempat melakukan serangan balik.

​Distrik Zemun menyuguhkan pemandangan bangunan-bangunan beton era sosialis yang menjulang kaku. Taksi berhenti di depan sebuah gedung tua berpagar kawat berduri yang sudah berkarat. Di papan namanya yang kusam, tertulis dalam alfabet Sirilik: Panti Asuhan St. Stefan.

​"Tempat ini lebih mirip penjara daripada panti asuhan," gumam Aruna saat mereka menyelinap masuk melalui lubang di pagar belakang.

​Di dalam, bau debu dan lembap menyengat hidung. Aruna menyalakan senter kecilnya, menyapu ruangan-ruangan yang berisi tempat tidur besi tanpa kasur. Di dindingnya, masih ada coretan-coretan anak kecil, namun isinya bukan gambar bunga atau matahari, melainkan sketsa senjata dan peta taktis.

​Mereka sampai di ruang arsip yang terletak di ruang bawah tanah. Enzo dengan cepat meretas kunci brankas tua yang tertanam di dinding. Di dalamnya, mereka menemukan barisan map merah dengan cap tengkorak kecil—simbol unit elit Serbia yang dibubarkan setelah perang.

​Aruna mengambil map bertuliskan nama: LEO - SUBJEK 07.

​Ia membuka lembarannya satu per satu. Matanya terbelalak melihat foto-foto Leo kecil yang sedang menjalani latihan ketahanan ekstrem di tengah salju. Namun, ada satu dokumen yang membuatnya berhenti bernapas sejenak. Sebuah surat keterangan medis yang sudah menguning.

​"Enzo, lihat ini," Aruna menunjuk ke kolom silsilah keluarga. "Leo bukan anak yatim piatu biasa yang ditemukan Julian. Dia adalah anak dari seorang tentara bayaran yang dikhianati oleh keluarga Valerius dua puluh tahun yang lalu."

​Enzo membaca dokumen itu dengan teliti. "Ayah Leo... dia adalah komandan unit yang dikirim ayah Dante untuk membersihkan sektor Zemun. Tapi ayah Dante memutus jalur logistik mereka dan membiarkan mereka dibantai agar tidak perlu membayar upahnya. Julian Thorne menyelamatkan Leo kecil untuk satu alasan..."

​"Untuk menjadikannya senjata yang suatu saat akan menghancurkan keluarga Valerius," sambung Aruna. "Julian tidak hanya memberinya rumah, dia memberinya narasi dendam. Leo menganggap Dante sebagai putra dari iblis yang membunuh ayahnya."

​Aruna menyadari satu hal yang mengerikan. Dendam Leo bukan hanya tentang kesetiaan pada Julian. Ini adalah dendam darah yang sudah dipupuk selama dua dekade.

​Tiba-tiba, suara langkah kaki terdengar dari koridor di atas mereka. Suara itu berat dan teratur. Bukan satu orang, tapi setidaknya empat pria bersenjata.

​"Kita tidak sendirian," desis Enzo, segera mencabut pistolnya.

​"Leo?" tanya Aruna.

​"Bukan. Leo ada di Italia. Ini adalah pengelola tempat ini. Tim pembersih."

​Aruna segera memasukkan map itu ke dalam jaketnya. "Kita harus keluar lewat jalur ventilasi. Jangan biarkan mereka tahu kita mengambil dokumen ini."

​Terjadi baku tembak singkat di lorong bawah tanah yang sempit. Aruna bergerak dengan kelincahan yang mengejutkan Enzo. Ia melepaskan tembakan presisi yang mengenai bahu salah satu penyerang, bukan untuk membunuh, tapi untuk melumpuhkan. Ia masih memegang teguh prinsipnya bahwa ia tidak akan membunuh jika tidak terpaksa, namun matanya memancarkan ketegasan yang mematikan.

​Saat mereka berhasil keluar dan berlari menuju mobil sewaan mereka, sebuah mobil van hitam menghadang jalan. Pintu gesernya terbuka, dan seorang wanita dengan wajah yang sebagian tertutup syal muncul dari dalam.

​"Masuk! Cepat!" teriak wanita itu.

​Aruna mengenali suara itu. "Elena?!"

​Mereka melompat masuk ke dalam van tepat saat peluru-peluru menghantam bodi mobil. Van itu melesat meninggalkan distrik Zemun dengan kecepatan gila. Elena melepas syalnya, memperlihatkan wajahnya yang kini memiliki bekas luka bakar permanen di sisi kiri rahangnya akibat ledakan di Danau Como.

​"Kau benar-benar tidak bisa jauh-jauh dari bahaya, ya, Saudari?" Elena tersenyum miring, senyum yang terasa menyakitkan bagi Aruna karena ia tahu pengorbanan di baliknya.

​"Kau selamat... benar-benar selamat," Aruna memeluk Elena erat-erat, tidak peduli pada bau bensin dan mesiu yang melekat di pakaian saudarinya itu.

​"Aku punya sembilan nyawa, Aruna. Dan Julian Thorne lupa menghitung satu nyawa terakhir," Elena melepaskan pelukan dan menatap map di tangan Aruna. "Kau sudah menemukan rahasia Leo?"

​"Dendamnya pada Valerius. Dia berpikir Dante adalah musuhnya."

​Elena menghela napas. "Leo sedang menuju Tuscany dengan kekuatan penuh malam ini. Dia tidak lagi bermain-main. Dia membawa 'Unit Malam'—pasukan yang dilatih bersamanya. Jika kau ingin menyelamatkan Dante, kau harus tahu bahwa Leo punya satu kelemahan."

​"Apa?"

​"Adik perempuannya. Julian menyembunyikan fakta bahwa adik Leo masih hidup dan berada di panti asuhan yang dikelola oleh yayasan Beatrice di Italia. Leo mengira adiknya mati dalam perang yang sama dengan ayahnya."

​Aruna menatap Elena dengan harapan baru. "Jika kita bisa menunjukkan padanya bahwa adiknya masih hidup... kita bisa memutus rantai dendam itu."

​"Atau kau bisa menggunakannya sebagai umpan," sahut Elena dingin. "Tapi aku tahu kau, Aruna. Kau terlalu lembut untuk itu. Itulah sebabnya aku di sini. Untuk melakukan apa yang tidak bisa kau lakukan."

​Malam itu, di dalam pesawat pribadi yang membawa mereka kembali ke Italia, Aruna duduk menatap awan dari jendela. Di sampingnya, Elena sedang membersihkan senjatanya, sementara Enzo berkoordinasi dengan tim di Tuscany.

​Aruna memegang map merah itu erat-erat. Ia memiliki informasi yang bisa menghancurkan mental Leo, namun ia juga tahu bahwa waktu sangat tipis. Dante mungkin tidak akan bertahan sampai pagi jika serangan Leo benar-benar dimulai.

​"Enzo, hubungi Dante," perintah Aruna.

​"Aruna... peluru... mereka masuk..." suara Dante di komunikator terputus-putus oleh suara ledakan besar. "Bawa Bumi... jangan kembali ke sini!"

​"Dante! Bertahanlah! Aku membawa Elena! Kami datang!" teriak Aruna.

​Namun yang terdengar hanya suara hening yang panjang, diikuti oleh suara tawa dingin Leo di ujung sambungan. "Ibumu terlambat, Dante. Sekarang, mari kita lihat apakah darah Valerius benar-benar berwarna merah."

1
Hety Ety
gregetan sama Aruna overthinkingnya ga jelas😁
Nasya Sifa Aura
sampai sini sungguh mengesal kn dante atau labonte sbgai lelaki tdk punya ketegasan
Kusii Yaati
Aruna harus di latih agar menjadi kuat dan tangguh 💪
mama ubay
keren cerita novelnya 💪💪💪lanjut lanjut
mama ubay
berarti aruna sudah jadi kekasih dante yah??
mama ubay
mantap.semoga dante bs jatuh cinta sm aruna
mama ubay
tidak lama lagi d tandai sebagai orang istimewah
mama ubay
selamat tp masuk kandang harimau
mama ubay
emang tdk bs panggil nama apa
mama ubay
keren keren letak tanda baca dan alur cerita tdk membuat bosan 👍👍👍👍👍
mama ubay
aanak yg polos
mama ubay
setiap kebaikan insyaALLAH pasti akan kembali lg ke diri kita👍
mama ubay
andaikan itu aku pasti cari aman
mama ubay
penasaran kenapa dia d tolong
Vanni Sr
di bab bro aruna sm dante nikah?? ko tau² udh kek suami istri aja
🇬‌🇦‌🇩‌🇮‌🇸‌🇰‌: Alur nya cepat, jadi pembaca harus tau tau sendiri..🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!