cinta itu tak tau kapan akan datang, begitupun datang pada siapa, seperti itulah yang di alami oleh kedua manusia itu.
Raj Aryan Malhotra, seorang pengusaha sukses asal Kasmir, yang menetap di Mumbai.
pria yang terkenal sangat kejam dan tanpa ampun itu, tak mengira akan kedatangan seorang gadis yang mengubah hidupnya.
dia adalah Raina Sunjoyo, putri kedua dari keluarga Sunjoyo yang menjadi rekan kerja pria itu.
gadis yang selalu menyukai semua serba serbi India itu tak akan mengira, jika pernikahan yang ada di bayangannya tak akan seindah kenyataan.
nyatanya suaminya sangat membencinya karena bukan dia yang di inginkan melainkan sosok kakaknya.
apa dia bisa merebut hati suaminya?
atau dia akan berakhir menyedihkan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon meidina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
kenapa bisa begitu
pak Mahesa yang benar-benar tak tau harus bersikap, dia merasa jika di tipu mentah-mentah oleh istrinya itu.
"wanita sialan!!" marah pak Mahesa tapi tanpa di duga sebuah tembakan mengenai pria itu.
dan akhirnya mati seketika dan istrinya malah tersenyum karena harta pria itu sudah habis.
"maaf Suamiku, aku tak mau hidup dengan pria miskin, dan untukmu putriku tersayang, terserah kamu mau bagaimana karena aku juga bukan ibu kandung mu," kata istri pak Mahesa.
sedang di mobil Raj menyeringai, Rohan dan Kinjal tertawa melihat semua yang tadi terjadi.
"kalian ini benar-benar ya, bisa-bisanya tertawa seperti ini," kata Raina yang melihat mereka semua.
"ayolah kakak ipar, seharusnya kalian itu tak seperti ini, tapi gadis tadi itu sangat liar ya, bukankah Suamiku ini menyukai gadis seperti itu," kata Raina melirik Raj.
"kamu mengada-ada sayang, aku tak pernah seperti itu, bahkan di hidupku selama ini tak ada wanita lain selain Oma dan Kinjal," kata Raj yang membuat Raina tersenyum.
"itu benar kakak ipar, jadi tenang saja," jawab Kinjal."baiklah aku percaya, tapi sekarang kita mau kemana, karena mobil hitam mewah di belakang itu juga sedang mengikuti kita," tanya Raina yang memang tak bisa membaca pikiran suaminya.
"karena kita belum makan, jadi kita makan malam dulu ya," jawab Raj.
mobil mereka menuju ke restoran mewah untuk melakukan dinner, dan mereka semua masuk dengan berpasangan.
bahkan Rika dan Rino juga terlihat begitu serasi, makan malam kali ini bertema western.
setelah makan malam, mereka pun berpisah dengan Rino dan Rika.
setelah berpamitan, mereka pun masuk mobil dan langsung pergi meninggalkan restoran itu.
tapi entah bagaimana, Naina rasanya belum kenyang, dan saat melihat ada penjual martabak telur di pinggir jalan membuatnya ingin makan itu.
"berhenti dulu, aku ingin beli martabak telur itu," kata Raina yang mengejutkan Raj dan semuanya.
"apa? kamu yakin sayang, kita baru saja makan," jawab Raj.
"ayolah mas, aku ingin makan itu, please," mohon Raina.
Raj pun tak bisa mengatakan apapun jadi dia memenuhi keinginan istrinya itu.
mobil mewah itu berhenti di sebuah kapan penjual martabak dengan kleber berwarna kuning.
"mas mau martabak telor bebek tiga spesial, sama terang bulan coklat kacang ya," kata Raina.
"siap mbak, silahkan duduk dulu," kata penjual itu.
Raj yang melihat istrinya turun dan ada beberapa pembeli pria memilih turun dan melepaskannya jad miliknya.
kemudian memakainya pada Raina, "ah kamu turun sayang," kata Raina yang melihat wajah Raj sedikit aneh
"iya, aku ingin menemanimu, karena angin malam ini cukup dingin," jawab Raj yang duduk di samping Raina.
para pembeli lain pun bisa melihat dua orang itu bukan orang biasa, terlebih dari pakaian yang di pakai saja sudah terlihat.
tak hanya itu, kedua orang itu juga seperti memiliki aura tersendiri, Kinjal memilih duduk santai sambil main ponselnya di dalam mobil.
"kamu tak mau turun juga Kinjal?"
"kamu gila ya kak, aku tidak mau begitu banyak pembeli pria, tapi sebenarnya aku juga lapar sih, soalnya tadi makan malam pakai makanan seperti itu, aku tak kenyang," marah Kinjal.
"dasar perut kuli, mau aku belikan susu jahe saja untuk ganjal, kebetulan ada penjual minuman di depan," kata Rohan menunjuk pedagang yang mengunakan sepeda onthel.
"boleh deh kalau ada," jawab Kinjal yang turun bersama dengan Rohan.
Raj juga sempat melihat keduanya yang turun dan mengunci mobil, pesanan milik Raina akhirnya sudah selesai dan Raj yang membayarnya.
setelah itu mereka ke arah mobil dan menerima susu jahe panas di cup plastik.
"enak ya, kita bisa minum susu jahe di mana pun," kata Kinjal yang baru kali ini jajan di pinggir jalan.
"memang enak, nanti kalau kamu besok ke car free day lagi pasti lebih senang," kata Raina
"kalian juga ikut dong, aku tak mau jadi obat nyamuk dadi Rika dan Rino," mohon Kinjal.
"baiklah besok kakak temani ya," kata Raina yang melirik suaminya.
"sudah sudah, Rohan kita pulang dulu," kata Raj.
"siap tuan," jawab pria itu.
mobil.itu melanjutkan perjalanan menuju ke rumah, dan sesampainya di rumah benar saja semua sudah tidur karena sudah terlalu larut.
tapi Raina dan Kinjal malah asik makan martabak yang tadi di beli.
Rohan dan Raj pun jadi ikut bergabung karena aroma makanan itu sangat enak.
"em... rasanya sangat liar biasa," kata Kinjal.
"kamu benar, tapi besok jangan sampai kesiangan karena car-free day itu lebih asik jika kita datang dari pagi," jawab Raina.
"siap kakak ipar, sudah aku mau tidur sudah kenyang," kata Kinjal yang ingin pergi.
"heh bocah, main pergi setelah habis banyak," tegur Raj.
"sayang, semua sudah tidur jangan berisik," lirih Raina pada suaminya itu.
mereka pun juga je kamar setelah Raina membereskan semuanya, karena tak mau merepotkan.
setelah Raj mandi, pria itu terlihat duduk bermain ponsel, sedang Raina keluar dari kamar mandi dengan lingerie berwarna hitam yang begitu minim.
"sayang kamu tidak dingin memakai baju seperti itu," tanya Raj yang mrligat istrinya.
"ah ini ya, aku dapat dari hadiah saat pernikahan kita dulu, apa tidak bagus," kata Raina berputar di depan kaca.
tanpa basa-basi Raj menarik istrinya itu dan menindihnya kemudian keduanya pun melakukan olahraga panas.
Raj terus menikmati setiap gerakannya karena istrinya itu benar-benar sangat membuatnya gila.
dan Raina pun merasa senang karena dia berhasil menjaga mahkota kesuciannya untuk suaminya itu.
malam panjang mereka berhenti setelah Raj keluar dua kali di dalam, bahkan dia berharap semoga Raina segera bisa hamil putranya.
karena keluarganya butuh penerus nama Malhotra yang sempurna, sepertinya yang tak tertandingi.