NovelToon NovelToon
SESAL YANG TERLAMBAT

SESAL YANG TERLAMBAT

Status: tamat
Genre:Penyesalan Suami / Pelakor jahat / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Tamat
Popularitas:2.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: Mama Mia

Virginia Fernandes mencintai Armando Mendoza dengan begitu tulus. Akan tetapi kesalah pahaman yang diciptakan Veronica, adik tirinya membuatnya justru dibenci oleh Armando.

Lima tahun pernikahan, Virginia selalu berusaha menjadi istri yang baik. Namum, semua tak terlihat oleh Armando. Armando selalu bersikap dingin dan memperlakukannya dengan buruk.

Satu insiden terjadi di hari ulang tahun pernikahan mereka yang kelima. Bukannya membawa Virginia ke rumah sakit, Armando justru membawa Vero yang pura-pura sakit.

Terlambat ditangani, Virginia kehilangan bayi yang tengah dikandungnya. Namun, Armando tetap tak peduli.

Cukup sudah. Kesabaran Virginia sudah berada di ambang batasnya. Ia memilih pergi, tak lagi ingin mengejar cinta Armando.

Armando baru merasa kehilangan setelah Virginia tak lagi berada di sisinya. Pria itu melakukan berbagai upaya agar Virginia kembali.

Apakah itu mungkin?
Apakah Virginia akan kembali?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mama Mia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

08. makan bersama yang gagal

Armando enggan mengakui kehilangan. Namun, nyatanya ketidakhadiran Virginia beberapa hari benar-benar mengganggu pikirannya. Armando menatap sepiring steak wagyu yang kini di hadapannya. Seketika ingatannya terlempar ke masa lalu.

Flashback

“Ya ampun, Sayang! Apa yang terjadi?” Virginia begitu panik melihat tangan Armando terkena pisau saat memotong steak. Dengan cekatan, wanita itu mengambil piring Armando dan mulai memotong steak itu menjadi potongan-potongan kecil.

“Tunggu sebentar.” Virginia beranjak dari duduknya. “Aku akan mengambilkan saus kesukaanmu.” Tanpa menunggu jawaban darinya, Virginia berlari ke dapur. Sedetik kemudian, wanita itu telah kembali dengan botol saus di tangannya. Dengan cekatan, Virginia menuangkan saus itu di atas steak yang sudah dipotong kecil-kecil.

“Kamu harus makan yang banyak, ya. kamu adalah pimpinan grup Mendoza yang paling dikagumi, jadi tidak boleh kurus,”

Virginia menatap ke arah wajah Armando sambil tersenyum manis.

Armando menarik piring itu dengan kasar, membuat Virginia terkejut.

“Kekanak-kanakan,” ucapnya lalu mulai memakan steak itu dengan paksa.

Virginia tersenyum manis. Meskipun ditolak berkali-kali, ia tak pernah bersedih, tak pernah kecewa, dan tak pernah marah, juga tak pernah meninggalkannya.

End of Flashback

“Kak Armando. Sebenarnya ada apa denganmu? Kenapa kamu melamun lagi?” Veronica berseru kesal.

Armando tertegun, lagi. Di hadapannya bukan Virginia, melainkan Veronica. Armando meletakkan pisau dan garpu di tangannya dengan kasar di atas piring. Ia bahkan tak selera untuk memakan steak itu.

“Wah wah… Bukankah ini adalah Veronica Fernandez dengan calon kakak iparku? Kalian sedang makan romantis rupanya?”

Seorang pria tampan berkacamata, berambut hitam legam, mengenakan jaket kulit berwarna hitam datang menghampiri. Dia adalah Sergio Santibanez, suami Cecilia. Dengan kata lain, adik ipar Armando.

Armando menghela napas, kemudian menyandarkan punggung, menarik kedua tangannya lalu meletakkan di atas paha. Mendengus kesal. Kedatangan Sergio membuat moodnya kian hancur.

Veronica menengadahkan wajah menatap kedatangan pria itu dengan penuh kebencian. Sergio Santibanez adalah salah satu dari sekian banyak orang yang tidak menyukai keberadaannya di sisi Armando.

Sergio Santibanez menopang tubuhnya dengan kedua tangannya yang bertumpu di atas meja, menatap datar ke arah Veronica. Veronica meneguk ludahnya kasar. Kedatangan pria ini bukanlah sesuatu yang baik untuknya.

“Padahal.kamuntahi kalau Armando adalah suami Virginia, tapi kamu tak juga berhenti mendekatinya. Kamu benar-benar tidak tahu malu, ya?"

“Kamu!” Veronica menunjuk kesal. Seandainya tidak ada Armando di sana, pasti ia sudah mencaci maki pria itu. Sayangnya ia masih harus menahan diri.

"Kak Armando," Veronica menatap ke arah Armando, berharap ada pembelaan dari pria itu untuknya.

“Apa?” Sergio memotong ucapan Veronica. “Kamu ingin bicara apa pada Armando?" Sergio tak memberi kesempatan Veronica untuk membela diri.

“Kenapa Tuan Santibanez selalu membenciku? Kesalahan apa yang sudah aku lakukan?” Veronica menatap ke arah Sergio. Menggelengkan kepala dengan mata berkaca-kaca. Seperti biasa, akting sang ratu kebaikan yang teraniaya.

"Ratu drama?” Sergio menatap Veronica dingin.

"Itu bukan kesalahan Veronica. Aku yang memang ingin bersamanya," bela Armando.

Pembelaan Armando membuat Sergio tersenyum miring. "Kalian berdua memang pasangan sampah. Sangat cocok jika bersama. Yang satu manipulatif, yang satu bodoh. Benar-benar klop," ejek Sergio.

Armando menggebrak meja dan menatap kesal ke arah Sergio. "Sergio Santibanez, apa kamu lupa Virginia dulu seperti apa? Dia yang memaksaku untuk menikahinya. Jadi, jangan salahkan aku jika aku tak bisa mencintainya." Armando terus melakukan pembelaan.

Tanpa gentar, Sergio menatap tajam wajah Armando. Kedua mata mereka bertatapan dalam jarak yang sangat dekat.

“Armando, kamu jangan lupa. Dulu Virginia ikut berjuang keras untuk kemajuan grup mendoza. Lalu sekarang saat kau sudah berada di atas, kau akan melupakan jasa Virginia? Tidak tahu diuntung!”

Armando bingung dengan kata-kata Sergio, bukankah yang dulu membantu mencari investor adalah Veronica? Armando menatap Veronica penuh tanya.

Veronica menjadi gugup. Menggelengkan kepala berharap “Waktu itu aku…” Veronica berusaha menyela ucapan Sergio. Tapi…

“Diam kamu!” bentak Sergio dan menunjuk wajah Veronica dengan telunjuknya, membuat wanita itu mengkeret.

Sergio kembali menatap ke arah Armando, tatapan keduanya kembali beradu. “Bukan hanya membantu berjuang untuk grup Mendoza, Virginia juga yang merawatmu saat kau sakit. Waktu dokter menyatakan matamu akan buta seumur hidup. Kamu juga takkan bisa lagi berjalan. Kamu akan terkurung di kursi roda selamanya. Veronica ada di mana?”

Armando hendak menatap Veronica, tapi Sergio menahan rahangnya, memaksa Armando untuk tetap menatapnya. “Waktu itu yang menemanimu di rumah sakit adalah istrimu, Virginia! Hanya Virginia istrimu yang menemanimu di saat kamu tidak bisa apa-apa!”

Armando tertegun. Ucapan Sergio ini membuatnya bingung. “Apa katamu? Virginia yang menemani aku?” Ia melepaskan cengkeraman tangan Sergio pada wajahnya lalu menatap Veronica.

Veronica berulang kali menggeleng, menatap Armando dengan mata berkaca-kaca. Berharap Armando tetap percaya padanya.

“Omong kosong apa yang sedang kau bicarakan?” Armando menatap sinis ke arah Sergio. Adik iparnya ini memang begitu mengidolakan Virginia. Tak heran jika sampai membela sedemikian rupa.

Sergio menggeleng tak percaya. “Armando, meskipun saat itu matamu buta, harusnya telingamu tidak tuli. Jika telingamu tak bisa membedakan suara mereka berdua, harusnya hidungmu bisa mengenali, mana aroma bidadari suci dan mana aroma siluman ular!”

1
Isabela Devi
kepala batu memang
Isabela Devi
memang kamu bodoh Armando
Ike Kartika
😄😄😄😄alay apa cemburu..krn dl gk pernah mesrah.yg ada emosi mulu🤭
tuty sri wartuti
sangat bagus
Ike Kartika
berakit rakit kehulu berenang renang ketepian..ber sakit sakit dahulu senang nya skrg..Alhamdulillah dpt suami yg memuja kan dan memanjakan nya...
Ike Kartika
sungguh nya kasian sm armando..tp buat balikan lg sm virginia ak gk setuju..mgk kl alesandro gk ada.trs ada kesemotn k 2 ak bs setuju..krn ada alesandro jd ak lbh berpihak sm alesandro aja..
Ike Kartika
nah gt bikin lah keluarga veronika menerima hukuman atas smua ini..jgn meratapi jepergian viginia.tp bls kan smua kesakitan virginia
Ike Kartika
bikin bangkrut lah keluarga peronika.terutama ayah nya.padhl ank kandg sm viginia tuh.tp milih s veronika yg jd ank emas..bener2 aya durjana..
Ike Kartika
emg bodoh kamu armnado..dasar komodo
Ike Kartika
gk smua ceo tuh cerdas dlm urusan cinta..justru bodoh kl dgn urusan cinta..kl gk ointer sdh bnyk tertipu sm ular betina.bukti skrg gk bs bedakan mn yg tulus dan yg modus..
Ike Kartika
sabar ada batas nya berjuang sendiri itu cpk..kl perempuan sdh lelah lbh baik mengalah dan pergi..
Erlin
Gak tau malu sumpah
jd danex
hadooohh ini ini laki2 bikin geregetan...... bangett
G.Lo
Hebat yach sekarang...penulis novel selalu memakai nama orang asing untuk novel lokal...seolah olah nama orang asing adalah manusia paling berdosa....sedangkan orang lokal paling suci...yang dia nggak tau orang lokal adalah manusia paling munafik dengan topeng setianya...jijik !!!
Mamah Enung
belum kayanya dia membuang identitas dekat mayat yang meninggal tergilas kereta api
ida wati
pake nanya 😏
lenny sukmasari
Luar biasa
Suherni 123
bener bener mirip dracin
Suherni 123
kalo di dracin mantan istrinya bundir masuk ke laut
Suherni 123
hampir sama sama dracin yg pernah ku tonton ya ..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!