NovelToon NovelToon
Calon Adikku Menjadi Suamiku

Calon Adikku Menjadi Suamiku

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Patahhati / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:472.6k
Nilai: 4.9
Nama Author: Lili Hernawati

Proses Revisi!

Dia berada di posisi yang rumit, tumbuh dengan kasih sayang berat sebelah dari keluarganya dan kebetulan mencintai laki-laki yang sama membuat Rain menumbuhkan sebuah keraguan di dalam hatinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lili Hernawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CAMS-Ep 21

"Dimana matamu saat berjalan?"

Aku otomatis menegakkan tubuhku dan buru-buru menjaga jarak darinya. Aku tidak sadar telah mensejajarkan langkah ku dengan dia dan parahnya lagi aku tidak berhati-hati saat menuruni tangga.

Untung saja Deon segera menangkap ku atau kalau tidak, mungkin aku sudah terbaring di rumah sakit sekarang.

"Tolong maafkan aku karena tidak berhati-hati saat berjalan dan terima kasih telah menolongku."

Deon mengalihkan pandangannya ke depan,"Lain kali gunakanlah matamu saat berjalan dan jangan ceroboh lagi." Katanya memperingatkan ku.

Aneh, nadanya tidak terlalu tajam seperti biasanya. Apakah ini hanya perasaanku saja?

"Aku minta maaf, aku tidak akan mengulanginya lagi." Aku meminta maaf kepadanya lagi.

Deon tidak mengatakan apa-apa dan melanjutkan langkah kakinya ke bawah. Aku juga ikut menyusul satu langkah di belakangnya. Berulangkali aku menenangkan euforia yang terbentuk di dalam hatiku agar tidak menganggu kenyamanan Deon. Ini juga salah satu alasan kenapa aku tidak ingin berjalan sejajar dengannya, selain tidak ingin Deon risih tapi aku juga tidak ingin dia melihat ekspresi senang di wajah ku.

Sesampai di bawah aku dan Deon langsung pergi ke ruang tamu. Di sana Papa mertuaku masih berbincang ringan dengan Papa. Ketika melihat kami datang mereka segera menghentikan pembicaraan dan meminta kami bergabung. Aku tidak menolak dan dengan sopan duduk di samping Papa sedangkan Deon duduk di samping Papa mertua. Kami berdua duduk terpisah tapi tidak ada yang merasa aneh atau keberatan.

Sepanjang berkumpul dengan mereka aku lebih banyak diam. Berbicara hanya bila diminta berbicara dan sisanya lebih banyak diam mendengarkan apa yang mereka bicarakan.

Waktu makan malam pun tiba. Kali ini aku tidak diminta untuk memasak karena para pembantu rumah tangga sudah menyiapkannya. Kami semua pergi ke meja makan dan duduk di kursi masing-masing. Sedangkan aku dengan sadar diri duduk di tempatku sebelumnya dan sekali lagi bersebelahan dengan Ari, adik sepupu suamiku.

"Hei, minggir. Aku ingin duduk di sini." Sasa mendatangi ku dengan wajah cemberut.

Eh, bukankah dia tadi duduk di samping Deon?

"Kamu tidak duduk di samping Deon?" Tanyaku spontan.

Dia memutar bola matanya terlihat sebal.

"Apa kamu tidak mendengar? Aku bilang-"

"Dimana sopan santun mu sebagai seorang adik? Pergi, jangan duduk di sini. Lebih baik aku duduk bersama Rain daripada dengan kamu." Ari mendebat Sasa karena mungkin risih dengan sikap kasar Sasa.

Mereka bersaudara dan hanya karena ku, mereka berdua berdebat.

"Aku juga ogah duduk sama, Kakak, tapi mau bagaimana lagi ini adalah perintah dari Kak Deon sendiri!"

Ah, Deon?

Aku spontan mengalihkan perhatianku melihat ke arah Deon.

Deg

Entah kebetulan atau karena apa, kedua mataku berpapasan langsung dengan mata kelam milik Deon. Ini hanya beberapa detik saja karena setelah itu aku segera memalingkan wajahku tidak tahan menatap matanya.

Detak jantungku berdetak kencang memenuhi kedua pendengaran ku. Sampai-sampai perdebatan Ari dan Sasa yang masih berlangsung di samping tanpa sadar ku abaikan.

"Jika Kakak tidak percaya maka tanya saja Kak Deon!" Sasa berkata tidak sabar dengan volume cukup tinggi.

Aku dan semua orang yang ada di atas meja langsung menatapnya.

Sasa tersenyum malu, dia memegang bahu kananku dan merem*snya keras. Sakit, mulutku spontan mendesis kesakitan. Aku mengerutkan keningku tidak nyaman karena Sasa masih belum melepaskan tangannya.

"Aku sedang berbicara dengan Kakak ku yang bodoh. Dia selalu membuatku kesal." Katanya diselingi tawa, palsu.

"Ahaha... kalian berdua sangat rukun, yah. Yang satu cantik dan berprofesi sebagai model, yang satunya lagi tampan dan memiliki banyak prestasi di perusahaan." Bibi Mei ikut tertawa dan diikuti oleh keluarga yang lain.

Topik pembicaraan mereka di atas makan kini sedang membicarakan si pasangan bersaudara Ari dan Sasa.

"Berhenti menyakitinya, biarkan dia pergi." Syukurnya, Ari melihat ketidaknyamanan ku dan dia juga menarik tangan Sasa dari pundak ku.

Aku akhirnya bisa bebas.

"Terima kasih." Ucapku lega sembari bangun dari dudukku dan membiarkan Sasa mendudukinya.

Sedangkan aku dengan gugup duduk di kursi samping Deon. Aku mengepalkan kedua tanganku menahan gugup, melirik Deon di samping, aku merasa lega juga kecewa karena fokusnya saat ini sedang tertuju pada tempat lain.

"Tidak apa-apa, setidaknya aku bisa makan di sampingnya." Bisik ku menyemangati diri sendiri.

Makan malam berlalu sangat cepat, ini adalah pendapat ku sendiri. Walaupun aku dan Deon tidak berinteraksi sepanjang makan malam tapi tinggal di sisinya terasa sangat menyenangkan untukku.

Semua orang menyelesaikan makan malam dengan cepat dan beberapa orang dari keluarga Deon mulai undur diri satu persatu sampai akhirnya hanya ada Papa mertuaku, Deon, dan Sasa di rumah.

Mereka tampaknya tidak terburu-buru untuk kembali.

"Rain, kemari, Nak." Papa mertuaku memanggil.

Aku tersenyum sehangat mungkin dan duduk di sebelahnya. Aku tidak tahu apakah ini karena perasaanku saja atau apa tapi Papa mertua menatapku dengan tatapan sendu?

Apa dia tidak marah kepadaku karena aku sekarang telah menikah dengan putranya?

Walaupun hanya nikah siri tapi aku masih menjadi istri putranya dan bukan Almira.

"Ayo antar kan Papa ke halaman depan." Katanya sambil berdiri dari duduknya.

Dia melambaikan tangannya kepadaku agar aku mengikutinya.

"Baik, Pa." Aku langsung mengikuti Papa menuju halaman.

Di depan teras aku melihat mobil Papa mertua sudah terparkir dengan sopir setia yang sudah menunggu di samping.

"Mamamu sedang tidak enak badan, Nak. Dia tidak datang bukan karena marah kepadamu."

Deg

Aku tidak mengira Papa tiba-tiba menyebutkan topik pembicaraan ini. Aku pikir Papa mertua tidak perlu menjelaskan apapun kepadaku karena tidak ada satupun orang di rumah ini yang merestui pernikahan ku dengan Deon.

1
Danel Ain Vita
itu rain telalu bodoh pa gimana sih.masak cinta buta nya ke bangatan😄
Lilik Sukitri
ceritanya awalnya menarik tapi kok ngk ada akhirnya
Dian Dian
padahal enak2 deon g mau tanggung jawab n nyuruh jgn nyambang almira... tp pas liat sma laki laen mau d nikahin... trus sllu jdi tr Sangka.. aneh
Amilia Indriyanti
isin
Amilia Indriyanti
Cen rain orak dwe iain
Amilia Indriyanti
bebal, goblog, pantes semua benci
sok polos...
Amilia Indriyanti
rain yg bebal
Novri
Luar biasa
Alia Canim
deon kpn otak lu ingat...gemes sama author lama bener ingetnya
Ananda Muthaharoh
ya sayang sekali kak, lanjut aja kak, qu baca ini sampai nagis juga terharu atas perjuangan rain, entah sampai kapan nasib rain berakhir kebahagiaan, lanjut aja kak ceritanya bagus, sayang loh klo ga dilanjut pengemarnya pd sedih.
Ananda Muthaharoh
udah rain sama bimo aja walaupun rain tidak perawan lagi, semoga bimo bisa menerima kekurangan rain, tp kembali keawal, tergantung jodoh.
Ananda Muthaharoh
tinggalkan aja keluarga kamu rain yg tidak percaya sm kamu, apa lagi bibi2mu yv selalu menyudutkan apapun yg tidak km lakukan, jangan2 itu ulah bibi km yg ingin km pergi, pergilah rain yg jauh agar mereka puas, buktikan pd mereka bawa km mampu jg bisa berusaha untuk menggapai mimpi2mu, jangan biarkan mereka mengolok2mu, hanya karena km ank tidak mampu. coba setelah km pergi mereka mencarimu apa tidak, klo ia mencari berarti km dibutuhkan, klo tidak berarti mereka tidak menganggap km penting dlm hidup mereka. kasihan km rain
Ayu Nuraini Ank Pangkalanbun
jgn2 ada rasa si rain
Ukhtie Iis Sumiati
lanjut lagi donk cerita ini
Renita 85
novel membingungkan🤣🤣🤣
amalia gati subagio
hm mm 1lg penderita upik abu sinderela stockholm maskosis sindrom akut 😼so... whatever lah he
Arya Al-Qomari@AJK
ini kenapa gk up lagi thorrr
Yati Rosmiyati
Thor punya novel bentuk buku nggak cerita tentang rain aku mau dong cerita rain sampai tamat dan kalau ada semoga terjangkau🤭
masih penasaran 💪❤️
Xyylva Xyylva
mana up nya thor
Xyylva Xyylva
thor kenapa gak up lagi
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!