Mei Zhiyi dipindahkan ke sebuah dunia kuno oleh sistem setelah mengalami insiden penembakan di markas militer.
Dia diubah menjadi seorang pelayan istana yang akan segera mati karena telah menyinggung seseorang di istana yang dalam.
Untuk mencegah kemusnahan karakter asli, Mei Zhiyi diminta melakukan serangkaian misi penyelamatan diri.
Namun ketika dia bertemu dengan Liu Yan, Kaisar penguasa dinasti yang sangat ditakuti dan sukar diajak kompromi, sistem tiba-tiba berkata: Taklukan dia, cegah dia jadi iblis tiran atau kau akan mati!
***
"Mentang-mentang seorang Kaisar, suka sekali menyuruh-nyuruh bawahan," Mei Zhiyi menggerutu dalam hati.
Kaisar tiba-tiba bertitah, "Pelayan Mei menghina atasan. Hukum cambuk lima kali!"
"Dasar Kaisar jahat. Aku mengutukmu impoten sampai mati!" Mei Zhiyi berseru dalam hatinya.
Tiba-tiba Kaisar menariknya ke tempat tidur dan berkata, "Beraninya kau mengutukku! Akan kubuktikan padamu apakah aku impoten atau tidak!"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zhuzhu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
EPISODE 10: BIAR AKU YANG MEMBANTUNYA!
Mei Zhiyi mengambil tali yang dimaksud Duan Jiu. Lalu, dia berlari keluar dan masuk lagi dengan membawa kotak medis miliknya.
Saat itu, tangan dan kaki Liu Yan sudah diikat dengan tali oleh Duan Jiu. Namun, kondisinya masih sama seperti beberapa saat lalu.
Matanya memerah. Liu Yan tampak sedang menahan sakit yang luar biasa. Tubuhnya bergerak memberontak dengan gelisah. Urat-urat di wajahnya menegang hingga terlihat.
“Apa yang mau kau lakukan pada Yang Mulia?” tanya Duan Jiu saat dia melihat Mei Zhiyi membuka kotak medis dan mengambil sesuatu dari dalamnya.
“Jika kau ingin tuanmu selamat, minggir dan jangan halangi aku! Biarkan aku yang membantunya!”
Mei Zhiyi tidak tahu penyakit apa yang menyebabkan Liu Yan menjadi seperti sekarang. Namun, dia berpikir hal yang paling tepat saat ini adalah membuatnya tidur lebih dulu agar dia tenang. Dia menyuntikkan obat bius pada tangan Liu Yan dan dalam beberapa saat, Liu Yan mulai kehilangan kesadaran.
Keadaan berangsur-angsur tenang dalam kendali. Duan Jiu berusaha mencerna apa yang baru saja dia lihat.
Mei Zhiyi, seorang pelayan istana yang baru dipekerjakan di sini kurang dari tiga hari, dengan berani menusukkan jarum aneh ke tubuh Kaisar dan bahkan bisa membuatnya yang semula menggila menjadi tenang, bahkan sampai tertidur.
“Jarum macam apa yang kau suntikkan pada tubuh suci Yang Mulia? Mengapa dalam sekejap Yang Mulia bisa kehilangan kesadaran?”
“Hanya obat bius biasa, setingkat lebih tinggi dari obat bius di tempat kalian. Jika aku tidak menyuntiknya, kaisarmu akan semakin kehilangan kendali.”
Mei Zhiyi menatap Liu Yan yang tidak sadarkan diri. Dari yang dia perhatikan secara sekilas, penyebab Liu Yan tiba-tiba menggila bukan berasal dari kondisi medis atau penyakit tersembunyi. Itu lebih seperti sebuah respon yang timbul akibat sebuah trauma psikologis yang sulit disembuhkan dan telah bersarang dalam tubuhnya selama bertahun-tahun.
“Ding! Pemberitahuan: Daya hidup tuan rumah telah mencapai 20%. Misi utama kedua telah terbuka!”
Suara sistem lalu terdengar. Mei Zhiyi mengernyit. Liu Yan pingsan, tapi daya hidupnya malah bertambah.
Apakah jika Liu Yan mati, daya hidup Mei Zhiyi akan mencapai seratus persen? Kalau begitu, haruskah dia menyuntik mati Liu Yan sekarang?
“Xiaotong, jika aku membunuh Liu Yan sekarang, apakah misi pertamaku akan selesai?” tanyanya.
“Tidak. Tuan, kau tidak dapat membunuh Kaisar Daqi.”
“Kenapa?”
“Karena Kaisar Daqi adalah misi utama keduamu. Taklukan dia, cegah dia menjadi iblis tiran! Turunkan tingkat kebencian dalam hatinya hingga ke angka terendah!”
Jika sistem berwujud, Mei Zhiyi ingin sekali menghajarnya dan menghancurkannya sampai berkeping-keping. Misi pertama sudah begitu sulit, menyelamatkan diri sendiri itu begitu susah. Sekarang dia malah disuruh menyelamatkan hidup orang lain!
“Lalu berapa tingkat kebencian dalam hatinya sekarang?”
“Tingkat kebencian saat ini adalah 80%.”
Mei Zhiyi benar-benar ingin mengutuk sistem. 80% adalah angka yang sangat besar!
Dengan daya hidupnya yang hanya 20% sekarang, bisakah dia menurunkan tingkat kebencian di hati Liu Yan yang telah mencapai 80%?
“80%... kau benar-benar ingin membunuhku,” keluh Mei Zhiyi.
Tingkat kebencian sebesar itu pasti tidak terbentuk dalam waktu yang singkat. Dalam hidupnya, seberapa banyak penderitaan yang telah dialami Liu Yan hingga dia memiliki kebencian sedalam itu?
Tampaknya kejadian hari ini ada hubungannya dengan peristiwa yang telah ia alami di masa lalu. Seorang kaisar terhormat yang tampak begitu agung rupanya menyimpan banyak luka.
Tak disangka di balik ketampanan yang dingin ini, tersimpan sisi gelap yang dapat menjadi bom waktu. Di balik aura luar biasa yang dapat membuat orang lain takut dan punya rasa hormat padanya, tersimpan kekelaman yang menghanyutkan.
Tadi dia mendengar soal Ibu Suri, dan sepertinya hubungan Liu Yan dengan orang yang disebut Ibu Suri itu tidak begitu baik. Jika tidak, tidak mungkin dia akan tiba-tiba menggila.
“Selir Feng sudah tiba,” ucap Li Dezai.
Mei Zhiyi menoleh dan melihat seorang wanita cantik dengan aura yang unik masuk ke dalam ruangan. Wanita itu bertubuh ramping, rambutnya agak keriting dan tidak semuanya disanggul.
Tidak banyak aksesoris dipakai di kepalanya. Mungkin usianya sekitar dua puluh tahunan.
Jadi, dia adalah Selir Feng? Kalau tidak salah, wanita ini yang tadi siang dikunjungi oleh Liu Yan, kan?
“Dia kambuh lagi?” tanya Feng Yuzhen pada Duan Jiu.
Duan Jiu mengangguk. Feng Yuzhen kemudian memeriksa denyut nadi Liu Yan dan mengernyitkan dahinya.
Tidak biasanya seperti ini. Biasanya ketika Liu Yan kehilangan kendali, dia membutuhkan waktu berjam-jam untuk mendapatkan kembali ketenangannya.
“Nadinya sangat stabil. Apa yang kau lakukan padanya hingga dia bisa tenang dalam waktu singkat?” Feng Yuzhen bertanya lagi.
“Ah, itu semua berkat Nona Mei. Dia yang membuat Kaisar tidak semakin kehilangan kendali,” jawab Duan Jiu sambil melirik Mei Zhiyi.
Feng Yuzhen seketika mendongak menatap sesosok gadis muda berpakaian pelayan yang berdiri tak jauh dari sana sembari menenteng sebuah kotak aneh. Dia memperhatikannya dari atas kepala hingga ke kaki, melihat sosok itu seakan sedang mencari sesuatu.
“Jadi, kau adalah Mei Zhiyi?”
Mei Zhiyi mengangguk sekali. “Salam, Selir Feng.”
Selir Feng ini pasti selir kesayangan Liu Yan. Di antara selir-selir yang ada di harem, Liu Yan sering mengunjunginya meski tidak lama.
Mei Zhiyi juga mendengar bahwa Selir Feng ini istimewa sehingga tidak semua orang bisa bertemu dengannya. Yang paling penting, identitas Selir Feng ini berbeda dan tidak semua selir dapat disamakan dengannya. Liu Yan begitu mempercayainya hingga membiarkan selirnya ini mengetahui penyakit lamanya.
“Bagaimana caramu menenangkan Kaisar? Setiap kali dia lepas kendali, aku membutuhkan waktu beberapa jam sampai bisa membuatnya benar-benar tenang. Apa kau punya metode khusus?”
“Tidak ada metode khusus. Aku hanya menyuntikkan obat bius dengan dosis tertentu agar Kaisar bisa tenang.”
“Kau seorang tabib? Mengerti pengobatan?”
“Tidak. Aku hanya seorang pelayan yang kebetulan mengerti beberapa prinsip dan metode pertolongan pertama.”
Feng Yuzhen sekali lagi memperhatikan Mei Zhiyi dengan saksama. Tubuh pelayan itu begitu kecil dan masih terlihat sangat muda. Namun, dia malah memiliki keberanian yang tidak dimiliki pelayan lain.
Ketika melihat Liu Yan kehilangan kendali, dia tidak lari dan malah dengan berani menolongnya. Ketika bertemu dengannya, dia tidak menunjukkan rasa takut akan disalahkan atau takut melihat seseorang yang statusnya jauh lebih tinggi darinya.
Raut wajahnya sama sekali tidak menunjukkan kekhawatiran. Bertahun-tahun tinggal di istana, baru kali ini Feng Yuzhen melihat seorang pelayan tidak takut pada kekuasaan. Pantas saja Liu Yan begitu memperhatikannya bahkan sampai memindahkannya ke tempatnya.
Feng Yuzhen tiba-tiba tersenyum. Saat Liu Yan bangun besok pagi, dia ingin tahu bagaimana responnya ketika tahu bahwa seorang pelayan telah menolongnya dari kehilangan kendali.
“Kerja bagus. Kau boleh pergi. Aku akan menjaganya di sini,” ucap Feng Yuzhen.
“Nyonya, Anda tidak marah karena aku bertindak tanpa izin?”
Mei Zhiyi tidak mau meninggalkan masalah yang tidak perlu. Ia dengar seseorang bisa langsung kehilangan kepala saat bertindak tanpa izin dan dapat dianggap sebagai sebuah pelanggaran serius.
Jadi, dia perlu memastikan apakah memberikan obat bius pada Liu Yan akan membawa masalah untuknya di kemudian hari atau tidak.
“Kenapa harus marah? Kau telah berjasa besar. Kau hanya akan dapat hadiah.”
“Kalau begitu, pelayan ini pamit.”
“Ya. Pergilah.”
Setelah Mei Zhiyi pergi, Feng Yuzhen mengambil handuk dan mengelap keringat yang bercucuran di kening dan wajah Liu Yan.
Ikatan tali di tubuhnya juga sudah dilepas. Napas Liu Yan berembus teratur, menandakan bahwa dia sudah benar-benar tenang dan terlelap.
“Apakah dia juga yang membalut lukanya?” tanya Feng Yuzhen ketika dia melihat telapak tangan Liu Yan yang terbungkus kasa putih.
Duan Jiu mengangguk. “Pada penyerangan malam kemarin, Nona Mei menjahit luka Kaisar dan membalutnya.”
“Dia bahkan bisa menjahit luka?”
“Benar. Nona Mei sepertinya sangat terampil.”
“Apakah ada orang lain yang tahu?”
“Kaisar memerintahkan agar kami menutup rapat semuanya. Jadi, bisa dipastikan tidak ada yang tahu soal ini selain kami.”
“Baguslah. Tetap seperti itu saja. Jangan biarkan pihak lain mengetahuinya.”
Terutama Ibu Suri, pikir Feng Yuzhen. Nenek sihir tua itu pasti akan mengincarnya dan memastikan dia lenyap jika tidak bisa dimanfaatkan olehnya. Untuk menjaga keamanan, sebaiknya memblokir semua berita dari Istana Zhaoyang ini.
Duan Jiu lalu keluar dan berjaga semalaman. Li Dezai juga begadang menjaga Liu Yan bersama Feng Yuzhen.
Takut knp knp sama Liu yan
😁😁😁😁
nebak" aja dulu
Emang enak di ghibahin sama Mei