cerita berbau dewasa, yg belum dewasa jgn coba coba baca , hehe 😅
seorang polisi muda yg sudah berpangkat komandan diumur yg masih muda 25 tahun yg sedang bertugas menangkap pelaku pemakai dan pengedar narkoba tiba tiba harus bertengkar dengan seorang gadis yg belum menginjak usia 20 tahun.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur Nilam Sarii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
NINETEEN
setelah bisikan asisten pribadi Rey tadi, Rey menyuruh Marissa masuk kedalam kamar dan dia berlalu keruang kerja.
bisikan yg mengatakan bahwa Liora wanita yg dulu sangat paling sering bersama Rey ketika di club' datang mencarinya, karena hampir sebulan ini Rey tidak lagi bersamanya.
bersamanya bukan berarti "tidur bersama"
Rey memang terkenal dengan ******** nya tapi itu tidak membuatnya begitu bebas memasuki lubang buaya, apalagi lubang yg terlalu sering di pakai orang. Rey hanya sering meminta dirinya untuk di puaskan dengan cara wanita wanita bayaran itu saja dengan syarat tidak ada namanya Rey memasukkan miliknya ke milik wanita bayaran itu.
tapi siapa yg bisa menolak pesona seorang Rey, laki laki perfect.
tadi setelah perbincangan sedikit di ruang kerja Rey, asisten Rey membawanya keluar menemui Liora wanita seksi itu.
perdebatan demi perdebatan di lakukkan wanita itu dan Rey hanya menanggapinya dengan datar dan acuh tak acuh.
sampai akhirnya kehadiran sang istri membuat Rey merubah ekspresi nya menjadi takut.
takut kalau sang istri mengetahui seberapa brengsek nya dia,takut sang istri meninggalkan dirinya.
hingga akhirnya pelukkan hangat dan lembut Marissa membuatnya terkejut sekaligus tenang.
ingin Rey membalasnya dengan erat tapi ia takut Marissa marah Dengan nya jadi yg dilakukan nya hanyalah membalas dengan mengelus lembut punggung Marissa.
teriakan Liora sedikit banyak membuat Rey takut akan apa yg dilakukan Marissa, tapi perkataan Marissa membuat nya lagi lagi terkejut dan senang.
" milik mu? dia milikku!" suara Marissa yg terdengar lembut , manja dan tegas itu membuat Liora sedikit merasa takut.
" heh milikmu aku duluan yg bersamanya" perkataan Liora yg ngotot tersebut hanya di tanggapi santai oleh Marissa.
" ya aku tau, bersama nya duluan bukan berarti kau bersama selamanya dengannya! sekarang yg akan bersama dengannya adalah aku, jadi kuharap kau pergi dari sini dan jangan ganggu kami" Liora menahan kesalnya terhadap Marissa sedangkan Rey dan asistennya hanya melongo tak percaya dengan Marissa.
" dasar wanita ******, kau merebut milikku" maki Liora, Marissa terkekeh kecil,melepas pelukannya berjalan maju kerahasiaan Liora yg menatap tajam dirinya, sedangkan Rey mencoba tenang walaupun hatinya merasakan was was
" negara juga tau kakak, El Reynolds adalah suami nya Marissa Aqurell" kata kata Marissa jelas membuat hati Rey menghangat.
" hah kau seperti perempuan murahan yg mengambil bekas orang" Rey menatap tajam Liora yg semakin berani saja.
" ya anggap saja begitu, tapi bukankah kau lebih murahan ingin mengambil seseorang yg sudah menjadi hak milikku" sarkas Marissa.
" seharusnya kau berfikir sebelum mengatakan aku murahan, berkacalah dulu karena kau lebih murahan" setelah mengatakan itu Marissa pergi dengan tangan menarik kerah baju depan Rey, bak seorang peliharaan yg penurut Rey hanya patuh mengikuti langkah kaki Marissa.
*/*/
" nyonya muda bukan perempuan yg lemah seperti yg kau bayangkan" asisten Rey juga ikut ikutan mengejek Liora.
dengan perasaan malu,kesal dan dendamnya Liora keluar dari kediaman El Reynolds.
*/*/*
" untung saja dia tidak menamparku, kalau tidak habis sudah wajah ku yg cantik ini" gerutu Marissa saat sudah sampai dalam kamar, sedangkan Rey yg didudukkan di atas ranjang hanya diam pasrah akan apa yg dilakukan Marissa selanjutnya.
" huh melawan wanita seperti dia saja kau tidak bisa, tapi membuatku menangis kau nomor satu" Rey menoleh ke arah istrinya yg mengomel kepadanya.
" apakah dia tidak marah dengan yg dengar tadi dari Liora" batin Rey heran.
bagus
sukses
semangat
semangat melawan pelajor