NovelToon NovelToon
Giok Purba: Multiplikasi Abadi

Giok Purba: Multiplikasi Abadi

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Sci-Fi
Popularitas:268
Nilai: 5
Nama Author: aryaa_v2

Di ambang kematian setelah dikhianati dan dikubur hidup-hidup, Leo Akira secara tidak sengaja meneteskan darahnya pada sepotong giok kuno yang ternyata menyimpan kekuatan primordial: Multiplikasi 1000× dan Ruang Penyimpanan Abadi. Apa pun yang dia sentuh dapat digandakan seribu kali lipat ke dalam ruang tak terbatas; siapa pun yang dia targetkan akan membuat Leo mendapatkan kemampuan orang itu—dengan kekuatan seribu kali lebih hebat.

Dari titik terendah, Leo bangkit dengan satu tujuan sederhana: menghancurkan orang yang menjatuhkannya dan menjadi orang terkaya di dunia. Tapi takdir membawanya lebih jauh. Dia tak hanya mengubah nasibnya, tetapi juga mengangkat peradaban manusia dari level teknologi rendah menuju Tingkat 1 Skala Kardashev, bahkan melampaui alam semesta yang dikenal.

Inilah kisah tentang seorang manusia yang menjadi entitas tak terkalahkan, penjaga umat manusia, dan pengembara di antara bintang-bintang dimulai dari satu tetes darah dan sepotong giok.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aryaa_v2, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Uji Coba dan Hukum Konservasi

Hujan mereda menjadi gerimis yang menyisakan kabut tipis di atas atap-atap Jakarta. Leo berdiri di tengah puing-puing liang pondasi, seperti batu yang baru lahir dari rahim bumi. Giok di telapak tangannya tak lagi bersinar terang, tetapi memancarkan kehangatan yang stabil, seperti detak jantung kedua yang sinkron dengan nadinya sendiri. Marka hijau pucat itu berdenyut pelan, mengingatkannya bahwa apa yang terjadi bukan mimpi yang diinduksi oleh kekurangan oksigen.

Dia mengangkat tangan, menatapnya di bawah cahaya lampu jalan yang redup. Kulitnya sama. Tapi ketika ia mengepal, otot-otot lengan bawahnya menegang dengan kekuatan yang asing. Ia berjalan mendekati tumpukan besi bekas tulangan beton—batang sepanjang dua meter dengan diameter tiga sentimeter. Dengan satu tangan, ia mencengkeramnya.

Lalu, dengan sedikit usaha—terlalu sedikit—ia membengkokkannya menjadi huruf ‘U’.

Napasnya tertahan. Bukan karena lelah, tapi karena kengerian yang bercampur kagum. Ini nyata. Kekuatan yang setara dengan mesin hidrolik di ujung jarinya.

“Oke,” gumamnya pada dirinya sendiri, suara serak. “Oke. Uji coba sistematis. Mulai dari yang kecil.”

Prinsip ilmiahnya bangkit, mengubur sisa-sisa kepanikan. Dia perlu data. Memahami batasan. Mencari pola.

Dia melihat sebuah batu bata pecah di tanah. Dengan tangan kiri yang tidak bermarka, ia mengambilnya. Dingin, kasar, berat sekitar dua kilogram. Dengan tangan kanannya yang bermarka, ia sentuh batu bata itu, sambil memusatkan pikiran.

Kehendak: GANDAKAN. Simpan.

Tidak ada kilatan cahaya dramatis. Hanya sensasi gelitik samar di ujung sarafnya, seperti statis listrik ringan. Dan di dalam benaknya, di ruang penyimpanan yang ia rasakan sebagai “Tempat itu”, muncul sebuah entri. Visual batu bata itu, dengan metadata sederhana: Material: Tanah liat bakar. Massa: 2.1 kg. Jumlah: 1001.

Seribu salinan ditambahkan ke salinan aslinya. Ia fokus pada entri itu, dan mengeluarkan satu salinan. Batu bata baru, identik dalam setiap partikel debunya, materialisasi di tangan kirinya yang kosong. Beratnya sama. Dinginnya sama.

Hukum Kekekalan Massa? pikirnya cepat. Dari mana massa 2000 kilogram tambahan itu berasal?

Dia merasakan kelelahan mental yang sangat halus, seperti setelah memecahkan persamaan matematika kompleks. Sangat kecil, tapi ada. Energi. Itu jawabannya. Kekuatan itu mengonversi sesuatu menjadi massa. Energi dari mana? Dari giok? Dari dirinya? Dari alam sekitar?

Percobaan kedua. Dompetnya yang basah, isinya tipis: beberapa lembar uang kertas sepuluh ribuan yang lembap, dua kartu kredit yang sudah diblokir Rafael, dan foto ibunya yang sudah lusuh. Dia sentuh uang kertas itu dengan marka giok.

Kehendak: GANDAKAN. Simpan.

Sekali lagi, gelitik. Di “Tempat itu”, entri uang kertas muncul. Kertas polymer. Nomor seri: AB 7382910. Jumlah: 1001.

Nomor serinya sama persis.

Ini masalah. Uang dengan nomor seri sama persis adalah palsu yang jelas. Tidak bisa digunakan. Ia perlu memahami batasan konseptual dari kekuatan ini. Apakah hanya menyalin materi? Atau juga menyalin informasi abstrak yang tertanam?

Dia mencoba pada sesuatu yang lebih sederhana: kerikil biasa. Hasilnya sama. Seribu kerikil identik.

Lalu, eksperimen berani. Ia melihat seekor kecoa merayap di atas puing. Ia ragu, tetapi rasa ingin tahu mengalahkan jijik. Ia sentuh serangga itu dengan ujung jari kanannya.

Kehendak: GANDAKAN.

Gelombang kelelahan mental yang lebih kuat menghantamnya, membuatnya terhuyung. Di “Tempat itu”, entri baru muncul. Tapi ini berbeda. Ada… kesadaran yang redup? Atau lebih tepatnya, pola biologis yang kompleks. Organisme: Periplaneta Americana. Status Biologis: Hidup – Diresepkan. Jumlah: 1001.

“Diresepkan?” ia bergumam. Kecoa asli di tangannya meronta. Kecoa-kecoa di ruang penyimpanan itu tidak hidup, tapi sepertinya dalam keadaan diam, diawetkan sempurna dalam stasis. Mungkin menyalin kehidupan penuh membutuhkan energi yang jauh lebih besar, atau ada batasan etis yang tertanam.

Ia mengeluarkan satu salinan kecoa mati yang diawetkan. Kaku. Dingin. Seperti spesimen museum.

Jadi, benda mati: sempurna. Makhluk hidup: hanya pola biologis tanpa “nyawa” aktif. Informasi unik seperti nomor seri: tercopy apa adanya. Ini bagus untuk komoditas mentah, tapi berbahaya untuk barang jadi dengan identitas.

Kepalanya mulai berdenyut pelan. Ada kuota. Batasan energinya sendiri, atau giok itu.

Waktunya untuk uji coba terakhir, yang paling relevan. Ia perlu uang yang bisa digunakan. Sekarang.

Di pinggir lokasi mangkrak itu, ada sebuah container office berkarat. Ia mendekati, dan dengan kekuatan barunya, merenggangkan kunci pintunya seperti membuka kaleng soda. Di dalam, gelap dan berdebu. Ada meja rusak, dan sebuah brankas kecil yang mungkin ditinggalkan.

Brankas itu tebal. Tapi di matanya yang sekarang, kunci kombinasi dan engselnya terlihat seperti titik lemah yang jelas. Ia meremas pegangan baja itu, dan dengan suara metalik yang mencekik, ia mencabutnya keluar. Isinya: tumpukan dokumen basah, dan—syukur—sebuah kotak besi berisi peralatan lapangan. Di dalamnya, ada beberapa batang emas lantakan kecil, kemungkinan untuk cadangan nilai proyek. Mungkin 100 gram total.

Emas. Komoditas universal. Tanpa nomor seri.

Dia sentuh satu batang dengan marka giok-nya. Kelelahan mental yang signifikan menyergap, jauh lebih besar daripada saat menggandakan batu bata. Emas padat, elemen berat. Butuh lebih banyak energi.

Tapi berhasil. Di “Tempat itu”, entri emas muncul. Unsur: Au. Kemurnian: 99.9%. Massa: 100g. Jumlah: 1001.

Seratus kilogram emas. Bernilai puluhan miliar rupiah. Ada di dalam kepalanya.

Leo menarik napas dalam-dalam, berusaha menenangkan degup jantung yang berpacu. Kekuatan ini tidak main-main. Ia telah melanggar hukum kekekalan massa-energi dengan santai. Dia sekarang adalah anomali berjalan.

Dia duduk di lantai container yang kotor, memandangi batang emas asli di tangannya. Cahaya hijau samar dari marka-nya memantul pada permukaan logam kuning itu. Ini bisa membuatnya kaya dalam sekejap. Tapi pertanyaan yang lebih besar menggema: Untuk apa?

Balas dendam terhadap Rafael adalah gairah pertama, api yang menghangatkannya di kuburan. Tapi api itu terasa… kecil sekarang. Dangkal. Kekuatan di tangannya bisa menghancurkan Rafael seperti meremukkan serangga. Tapi lalu apa?

Angka 0.73 muncul lagi di pikirannya, disusul oleh wajah-wajah investor yang sinis, dan yang lebih jelas, wajah Maya—Dr. Maya Sari—ilmuwan brilian di timnya dulu yang selalu memperingatkannya tentang dampak sosial dari teknologi mereka. “Kita tidak boleh hanya menjadi kaya, Leo. Kita harus menjadi bijaksana.”

Kebijaksanaan. Kekuatan ini memintanya untuk bijaksana.

Dia menyimpan batang emas asli, dan mengeluarkan satu batang salinannya dari ruang penyimpanan. Identik sempurna. Dia menggenggamnya, merasakan berat dan dinginnya yang nyata.

Rencana mulai terbentuk, kabur tetapi memiliki arah. Dia tidak akan hanya membalas dendam. Itu terlalu kecil. Rafael hanyalah gejala dari sistem yang sakit, sistem yang membuat peradaban mandek di 0.73. Sistem yang mengorbankan visi besar untuk keuntungan kecil.

Leo akan menggunakan kekuatannya. Tapi tidak secara sembrono. Ia akan mengujinya, memahaminya, dan kemudian… memperbanyaknya. Bukan hanya uang.

Ia akan memperbanyak kemajuan. Memperbanyak inovasi. Memperbanyak peluang.

Dia berdiri, tubuhnya yang perkasa terasa ringan. Langkah pertamanya jelas: menguangkan emas ini tanpa menimbulkan kecurigaan. Butuh identitas baru. Butuh sistem. Butuh pengetahuan.

Dia melihat ke arah kota lagi. Rafael, bersenang-senang di menaranya yang tinggi, tidak tahu bahwa apa yang ia kubur bukanlah seorang rival yang kalah, tapi sebuah benih. Benih yang akan tumbuh menjadi pohon raksasa yang akarnya suatu hari nanti akan mengangkat seluruh kota—seluruh peradaban—ke ketinggian yang tidak pernah ia impikan.

Leo menghapus lumpur terakhir dari wajahnya, ekspresinya sekarang tenang, determinasi dingin menggantikan kepanikan.

“Mari kita mulai,” katanya kepada malam, sambil menggenggam emas tiruan itu. “Dari satu menjadi seribu. Dari gelap menuju terang.”

Ia melangkah keluar dari container, menyatu dengan bayang-bayang Jakarta, seorang manusia yang tidak lagi sepenuhnya manusia, membawa giok purba dan masa depan yang tak terbayangkan di tangannya.

1
Arya Saputra
jangan-jangan ada identitas tersembunyi nih dari batu akiknya, jadi penasaran🤔
Arya Saputra
yok lah bisa otw ke peradaban tipe 1 nih
Arya Saputra
Jujur ini cerita yang layak masuk rekomendasi sih, perkembangan karakter Leo yang signifikan dari diinjak-injak bahkan dikubur lalu bangkit dengan identitas berbeda dan merubah sikap 180°, sistem kekuatan giok juga logis dibarengi cerita sains.
Arya Saputra
saya suka nih kalo ada cerita bertemakan sains🤩
Arya Saputra
awal yang lumayan bagus👏🏻
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!