Perjodohan antara CEO kaya dan tampan dengan wanita bertubuh tambun. Semua itu adalah keinginan dari kakek kedua pasangan tersebut sewaktu mereka masih sama-sama muda.
Karya ini hanyalah fiksi semata. Jadi jika terdapat hal yang tidak sesuai dengan kenyataan atau dengan keinginan para readers. Mohon dimaafkan. Karena semua cerita ini hanyalah khayalan author semata.
Terima kasih, terus dukung author ya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pena_Senja🧚♀️, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
chapter 20
Hatinya merasa gelisah bercampur dengan marah. Alfarezi mondar mandir di halaman rumahnya. Sesekali dia mencoba menghubungi Kimora, tapi ponsel Kimora mati.
Alfarezi tidak bisa menahan amarahnya karena beraninya Kimora mematikan ponselnya. Dan beraninya dia pergi ke rumah lelaki lain.
Alfarezi tidak tahu dimana rumah Shaka. Mereka tidak terlalu dekat dan hanya kenal setelah berebut seorang wanita dulu.
"Kimora belum pulang?" tanya Deddy menyusul Alfarezi yang sedang gelisah di halaman rumah.
"Belum," jawab Alfarezi singkat.
"Dia tadi udah hubungi kakek kalau dia main ke rumah temannya. Jadi jangan khawatir lagi!" bahkan Deddy bisa melihat kegelisahan di wajah Alfarezi.
"Kakek juga tahu kalau dia main ke rumah temen laki-laki?" Deddy menganggukan kepalanya. Sebelumnya Kimora sudah memberitahunya jika dia main di rumah Shaka. Dan, Deddy mengizinkannya. Dia selalu merasa jika pemuda bernama Shaka tersebut tidak punya niat buruk terhadap Kimora.
"Jadi dia boleh main ke rumah teman lelakinya, sementara Alfa nggak boleh main sama Ines?" Alfarezi merasa kakeknya terlalu pilih kasih. Dan terlalu membebaskan Kimora.
"Temen Kimora itu anak baik,"
"Darimana kakek tahu kalau dia anak baik? Kakek kenal sama dia?" Alfarezi menyela dengan cepat.
Deddy pun terdiam. Dia memang tidak mengenal pemuda tersebut. Tapi Deddy memiliki feeling jika Shaka adalah orang baik. Deddy juga merasa familiar dengan sosok Shaka tersebut.
"Kek, Alfa mohon! Izinin Alfa nikah sama Ines!" mohon Alfarezi kepada kakeknya. Dia belum menyerah untuk niatnya menikahi Ines. Wanita yang telah ia pacari selama lima tahun.
"Sampai kapanpun kakek nggak akan restui hubungan kalian! Kamu belum tahu siapa Ines sebenarnya!" Deddy sedikit marah karena permohonan Alfarezi yang masih belum menyerah untuk wanita itu.
"Ines kenapa? Dia baik, dia mencintai Alfa. Meskipun dia hanya anak angkat, tapi Alfa mencintai dia." meskipun belum pernah ketemu dengan orang tua Ines secara langsung, dia hanya tahu dari cerita Ines. Alfarezi tidak mempermasalahkan identitas Ines. Karena mereka saling mencintai.
"Ines adalah orang yang ingin kamu hancur!" seru Deddy tidak lagi bisa menahan amarahnya.
"Meskipun dia hanya alat, tapi dia juga mau melakukannya, itu menandakan dia tidak pernah mencintai kamu!!" Alfarezi membulatkan matanya. Apa yang dikatakan kakeknya, sama dengan apa yang Boy katakan sebelumnya.
Ada apa ini. Ada apa sebenarnya yang terjadi. Dia sama sekali tidak tahu apa-apa mengenai itu semua.
Selama ini dia merasa Ines sangat tulus. Apalagi mereka sudah pacaran selama lima tahun. Perkenalan tanpa sengaja itu membuat mereka bersama sampai saat ini.
Alfarezi masih berpikir keras. Kalau Ines ingin menghancurkannya, dia tidak akan menunggu selama ini kan. Lima tahun bukan waktu yang sebentar. Alfarezi kembali dilanda dilema yang besar.
Apa yang sebenarnya terjadi. Yang tidak dia tahu tentang kekasihnya. Kenapa kakeknya dan teman dekatnya mengatakan hal yang sama.
Alfarezi dilanda pusing pada saat itu. Kepala terasa sakit. Tidak mampu berpikir lebih keras lagi.
Bersamaan dengan itu. Sebuah mobil mewah berhenti di depan gerbang rumahnya. Seorang wanita gendut turun dari mobil tersebut. Disusul oleh seorang lelaki yang juga turun dari mobil mewah itu.
Sebelumnya, Shaka memaksa ikut turun ingin menjelaskan kepada Alfarezi dan juga kakeknya. Supaya mereka tidak salah paham kepada Kimora.
Dengan memakai kaos dibalut jaket yang berwarna senada, menambah penampilan elegan Shaka. Senyuman yang selalu tersungging dibibirnya menambah ketampanannya.
Kimora tidak mau menggiraukan Alfarezi. Jadi dia hanya melewatinya dan menyapa kakek mertuanya. "Kek, maafin aku, pulang telat." ucap Kimora bermanja ke kakek mertuanya.
Sementara Deddy menganggukan kepalanya, "Nggak apa-apa cantik." ucap Deddy lembut.
Tiba-tiba terdengar suara bukkk. Ternyata Alfarezi memukul Shaka membuat Shaka terjatuh. Kimora dan Deddy kaget dengan apa yang dilakukan Alfarezi.
"Kak Shaka.." seru Kimora langsung berlari dan membantu Shaka berdiri.
Melihat istrinya lebih perhatian dengan lelaki lain, apalagi sebelumnya juga mengacuhkan dia. Membuat Alfarezi semakin marah. Dia kembali memukul Shaka, tepat di perutnya, membuat Shaka kembali terjatuh. Sepertinya pukulan itu terlalu keras. Shaka sampai terkapar, sulit bangun.
Dengan cepat Alfarezi menahan tangan Kimora yang hendak menolong Shaka lagi. Kimora pun meronta-ronta minta dilepaskan.
"Kak Alfa, lepasin! Kamu keterlaluan!" seru Kimora menarik tangannya tapi Alfarezi enggan melepaskannya.
"Kamu milih ikut aku masuk rumah, atau bantuin dia?" Alfarezi sedikit menarik tangan Kimora.
"Lepasin! Aku mau bantuin kak Shaka!" Kimora masih meronta-ronta. Bahkan kakeknya juga turun tangan. Deddy meminta Alfarezi melepaskan tangannya. Dia tidak tega melihat Kimora yang kesakitan bahkan menangis.
Melihat air mata Kimora, Alfarezi menjadi semakin marah. Istrinya menangis untuk lelaki lain. Hatinya semakin bergejolak antara marah dan emosi.
"Kamu nangis untuk lelaki lain?" tanyanya dingin.
"Sekarang kamu pilih! Pilih masuk rumah sama aku, atau masih mau bantuin dia?" lanjutnya.
"Aku mau bantuin kak Shaka." jawab Kimora masih menatap Shaka dengan khawatir. Karena saat itu Shaka masih terkapar, tidak mampu bangun.
Mendengar jawaban Kimora, hati Alfarezi terasa sangat sakit. Dia menatap Kimora dengan marah. Setelah kemudian melepaskan tangan Kimora.
Tanpa berkata, Kimora berlari menghampiri Shaka yang masih berusaha bangun. Tapi sepertinya perutnya sangat sakit.
"Kak Shaka..." Kimora membantu Shaka bangun.
"Bawa masuk dulu, obati di dalam!" ucap Deddy tidak tega melihat Shaka.
Saat itu, Alfarezi yang marah sudah masuk ke dalam rumah duluan. Entah kenapa hatinya terasa sangat sakit. Rasanya seperti dia telah dikhianati oleh orang yang dia cintai.
Kimora menuntun Shaka masuk ke dalam rumah atas izin Deddy. Memberi air hangat untuk Shaka. Juga mengobati luka disudut bibir Shaka akibat pukulan Alfarezi.
"Jangan nangis lagi!" Shaka mengusap air mata Kimora. Dia sudah seharian melihat Kimora menangis. Tidak mau lagi melihat kesedihan wanita itu.
"Maafin kak Alfa.." ucap Kimora sembari terisak. Shaka tersenyum dan menganggukan kepalanya.
"Maafin aku udah ngerepotin ya kek?" ucap Shaka kepada Deddy yang memperhatikan dia dan Kimora sedari tadi.
"Nggak ngerepotin kok nak, kakek yang minta maaf atas nama Alfarezi, temtramen anak itu sulit ditebak. Kakek minta maaf, kakek akan obati kamu sampai sembuh, dan kakek yang akan tanggung semua biayanya." ucap Deddy dengan gugup. Dia semakin bersemangat ketika berbicara dengan Shaka.
"Nggak perlu kek! Asal lihat senyuman Kimora saja, aku udah baik-baik aja kok." Shaka tersenyum menantap Kimora yang sembab matanya.
"Jaga perlakuan kamu! Dia istri aku. Mau aku pukul lagi.." Alfarezi tidak senang melihat Shaka yang menatap Kimora dengan tatapan tak biasa.
"Udah selesai kan ngobatinnya? Duduk sini!" perintah Alfarezi menepuk temoat duduk yang kosong di sebelahnya. Tapi lagi-lagi, Kimora tidak menghiraukan perintahnya.
"Makan dulu ya nak!"
"Nggak usah kek, aku udah makan sama Kimora tadi." tolak Shaka.
"Kek, aku cuma mau minta izin berteman dengan Kimora, kakek kan mertua Kimora jadinya aku minta izin kakek." ucap Shaka mengagetkan Kimora. Seketika Kimora menatap Shaka. Shaka tidak memberitahu sebelumnya mengenai itu semua.
"Kamu harusnya minta izin aku! Dia istri aku! Dan aku tidak izinin kamu deket dengan istri aku." Alfarezi kembali tidak puas dengan apa yang Shaka katakan.
"Kamu aja bebas deket sama wanita lain, kenapa aku harus minta izin sama kamu? Memang kamu pernah anggap Kimora sebagai istri kamu?" ucap Shaka sarkas.
"Anj*ng!!" Alfarezi berdiri dan ingin memukul Shaka lagi. Tapi dengan cepat ditahan oleh Deddy.
"Duduk kamu!" ucap Deddy. Alfarezi pun nurut apa kata kakeknya.
"Iya, kakek seneng kok kalau Kimora punya banyak temen, meskipun dia menantu kakek tapi kakek udah anggep dia cucu sendiri, dan kakek juga ingin dia bahagia." Kimora memeluk Deddy dengan erat. Dia bersyukur memiliki kakek mertua yang begitu sangat menyayanginya.
Tapi saat melihat Alfarezi yang menatapnya dengan marah, Kimora langsung mengalihkan pandangannya.
big no
JENGKEL DGN TOKOH SUAMI LO SI ALFA, TPI KDG2 LBH JENGKEL DGN KARAKTER TOKOH LOO..