NovelToon NovelToon
Cinta Seorang CEO Cantik

Cinta Seorang CEO Cantik

Status: sedang berlangsung
Genre:Beda Usia / One Night Stand / CEO / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Crazy Rich/Konglomerat / Berondong
Popularitas:4.4k
Nilai: 5
Nama Author: Wirabumi

Dicampakkan demi masa depan! Arya tidak menyangka hubungan tiga tahunnya dengan Tiara berakhir tepat di gerbang kampus. Namun, saat Arya tenggelam dalam luka, ia tidak sadar bahwa selama ini ada sepasang mata yang terus mengawasinya dengan penuh gairah.

Arini Wijaya, CEO cantik berusia 36 tahun sekaligus ibu dari Tiara, telah memendam rasa selama sepuluh tahun pada pemuda yang pernah menyelamatkan nyawanya itu. Baginya, kegagalan cinta putrinya adalah kesempatan emas yang sudah lama ia nantikan.

"Jika putriku tidak bisa menghargaimu, maka biarkan 'Mbak' yang memilikimu seutuhnya."
Mampukah Arya menerima cinta dari wanita yang seharusnya ia panggil 'Ibu'? Dan apa yang terjadi saat Tiara menyadari bahwa mantan kekasihnya kini menjadi calon ayah tirinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wirabumi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 35

Doni Wijaya melihat tidak ada yang membantunya, lalu dia menelepon departemen keamanan kantor.

"Saya, Doni Wijaya. Ada orang yang berbuat onar dan memukul orang di perusahaan, segera kirim petugas keamanan ke departemen pemasaran!" Selesai bicara, dia menutup telepon dan menatap Arya Wiratama dengan tatapan bengis. "Bocah, tidak peduli siapa kau, sangat mudah bagiku untuk menghabisimu di Wijaya Group."

"Oh, kau ingin menghabisi siapa?"

"Tentu saja menghabisi bajingan keci—" Belum sempat Doni menyelesaikan kalimatnya, PLAK!, dia kembali terkena tamparan keras.

"Siapa bajingan yang berani memukulku! Aku akan—" Saat dia melihat jelas siapa yang datang, dia sangat ketakutan hingga tidak berani mengeluarkan suara lagi.

Arini Wijaya menatap Doni dengan wajah sedingin es.

"Mbak, orang ini memukulku, Mbak harus membelaku," rengek Doni.

"Aku tanya padamu, kau ingin menghabisi siapa?" teriak Arini.

Doni menunjuk Arya dengan gemetar, PLAK!, dia kembali menerima tamparan dari Arini.

"Kau ingin menghabisi suamiku, apakah itu berarti aku juga harus menghabisimu?"

"Suami?" Doni memegang pipinya yang bengkak sambil bertanya heran.

"Benar, suamiku. Suami dari aku, Arini Wijaya. Biasanya kau sombong dan sewenang-wenang di perusahaan, aku mengabaikanmu hanya demi menjaga perasaan Paman Kedua. Sekarang kau sudah merasa begitu hebat sampai bisa menghabisi orang sesukamu?"

Doni ketakutan dan segera melunak: "Mbak, aku tidak bermaksud begitu, aku hanya menggertaknya saja."

Arini tidak memedulikan Doni, dia berbalik menghampiri Arya dengan lembut. "Sayang, kamu tidak apa-apa?"

Arya melambaikan tangan. "Tidak apa-apa."

Arini menarik napas lega, lalu menoleh ke arah Doni dengan suara dingin: "Mulai detik ini, lepaskan semua jabatan Doni Wijaya. Tendang dia keluar dari perusahaan!"

Setelah bicara, dia menarik Arya kembali ke kantor. "Sayang, maafkan aku. Aku tidak menyangka kerabat keluargaku begitu sombong di perusahaan."

Arya memeluk Arini. "Istriku jangan marah lagi. Ayo kita pergi makan, sekalian ada urusan yang harus diselesaikan."

Hotel Sunlan, Semarang

Saat turun dari mobil, mereka melihat Ibu Maya sudah menunggu bersama seorang pria kekar dan seorang wanita cantik jelita berambut pirang yang mengenakan pakaian kulit ketat.

Pria kekar itu berbicara lebih dulu. "Bos, saya Tian Yong, kapten tim pengawal Anda."

Wanita pirang itu menyusul: "BOSS, saya Lisa, wakil kapten."

Arya menarik Arini ke ruang perjamuan. Begitu mereka melangkah masuk, 28 anggota tim lainnya berdiri serempak dengan gerakan militer yang sangat teratur. "Selamat siang, Bos!"

"Selamat siang semuanya. Perkenalkan, ini istriku, Arini Wijaya."

"Selamat siang, Ibu Bos!" seru mereka serentak.

Setelah semua duduk, Arya memerintahkan Ibu Maya untuk menyajikan hidangan. Arini berbisik pelan: "Sayang, kamu tidak mau memberi penjelasan?"

Arya tersenyum. "Ini adalah tim pengawalku. Istriku jangan mengira aku hanya punya aset Mulyono dan Sunlan saja ya? Kamu tahu Aliyi Group? Itu grup raksasa di luar negeri, itu juga milikku."

Arini ternganga lebar. "Sayang, Aliyi Group yang bernilai triliunan itu milikmu? Suamiku luar biasa hebat!"

Arya mengelus kepala Arini. "Istriku, bagaimana kalau kamu yang mengelola Aliyi Group juga?"

"Selama Suami menyuruhku, aku akan melakukannya." Arini tidak menyangka suaminya sehebat ini. Jika Wijaya Group, Mulyono, dan Aliyi digabungkan, mereka bisa mendominasi pasar nasional dan internasional.

Arya mulai memberikan instruksi kepada timnya. "Tian Yong, cari tiga orang terbaik untuk mengikutiku. Elisa, cari tiga pengawal wanita terbaik untuk melindungi istriku."

"Sayang, tidak perlu lah, kan ada Laras," potong Arini.

"Bukan berarti aku tidak percaya pada Laras, tapi tim pengawalku adalah kelas dunia. Aku akan lebih tenang jika mereka menjagamu. Elisa, atur juga dua anggota wanita untuk melindungi kakakku di Kendal, lalu atur empat pengawal untuk melindungi orang tuaku, sekalian jemput mereka ke Semarang besok."

Arya menoleh ke Arini, "Apakah orang tuamu juga perlu disiapkan pengawal?"

"Nanti malam saat pulang akan kutanyakan dulu pada Bapak dan Ibu."

Tiba-tiba Arini menyadari sesuatu. "Tapi Sayang, rumah kita tidak cukup luas untuk menampung orang sebanyak ini."

Arya berpikir sejenak. "Istriku, kamu tahu di mana tempat yang menjual Manor (rumah mewah dengan lahan luas) di Semarang?"

Arini segera mengambil ponselnya. "Ada sih. Biar aku tanyakan pada pemilik Properti Xinyi."

Arini menghubungi Indah Atmajaya. "Halo, apakah ini dengan Ibu Indah Atmajaya?"

"Benar, ini saya. Dengan siapa saya bicara?"

"Saya Arini Wijaya dari Wijaya Group. Begini, aku dan suamiku ingin membeli rumah. Apakah unit Manor di Bukit Meilin milik perusahaan Anda masih tersedia?"

Mendengar itu, Indah Atmajaya menarik napas lega (karena mengira Arini akan melabraknya). "Masih tersedia, Bu Arini. Tapi jangan membeli, akan kuberikan secara gratis untukmu dan suamimu."

"Mana boleh begitu?"

"Bu Arini tenang saja, tahukah Ibu? Akulah gadis yang pernah diselamatkan oleh Mas Arya dulu. Cuma satu rumah saja, anggap saja ini kado pernikahanku untuk kalian."

Arya memberi isyarat agar Arini menerimanya. "Baiklah kalau begitu, terima kasih banyak ya, Dek Indah."

"Jangan sungkan. Besok segera kuproses surat-suratnya atas nama Pak Arya Wiratama."

Setelah menutup telepon, Arini menatap Arya dengan kagum. "Sayang, kamu hebat sekali. Menolong orang saja bisa menolong putri seorang Gubernur."

Padahal, baru sekarang Arya tahu kalau Indah Atmajaya adalah putri Gubernur Jawa Tengah.

1
Dwi Winarni Wina
Srigala kecil sangat ganas dan buas arini😄
Dwi Winarni Wina
Arini mengejar berondong cinta pertamanya...
Dwi Winarni Wina
Arini memendam rasa cintanya bertahun-tahun sm arya, rasanya cinta sangat dalam..
Dwi Winarni Wina
Mampir dan nyimak thor, kayaknya sangat menarik dan bikin penasaran....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!