NovelToon NovelToon
Paper Plane Memories

Paper Plane Memories

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Keluarga / Bullying dan Balas Dendam / Ibu Tiri / Balas Dendam / Romantis
Popularitas:546
Nilai: 5
Nama Author: SellaAf.

Aera, seorang anak perempuan yang kehilangan ibunya karena meninggal. Setelah ibu tirinya datang, hidup Aera berubah total. Ayahnya yang dulunya sangat mencintainya, kini tidak peduli lagi. Aera merasa sendirian dan terkucil, seperti bawang yang terlupakan. Aera hanya ingin satu hal: mengembalikan kasih sayang ayahnya. Tapi, dia menemukan kebenaran yang mengerikan: ibu tirinya lah yang membunuh ibu kandungnya. Aera merasa marah dan sedih, tapi dia tidak tahu apa yang harus dilakukan. Suatu hari, datanglah Leonar, seorang laki-laki muda. Dia ramah dan baik, serta peduli pada Aera. Aera merasa bahagia, tapi kebahagiaan itu tidak akan bertahan lama. Leonar membantu Aera untuk membongkar kasus meninggalnya ibu kandungnya, tapi mereka tidak tahu bahwa ibu tirinya akan melakukan apa saja untuk menyembunyikan kebenaran. Bagaimana Aera dan Leonar akan menghadapi bahaya yang mengancam mereka? Apakah mereka akan berhasil membongkar kebenaran dan mengembalikan kasih sayang ayah Aera? Ataukah mereka akan gagal, dan Aera akan tetap menjadi bawang yang terlupakan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SellaAf., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sekolah Baru

Di pagi hari.

Leo sudah bersiap-siap akan berangkat ke sekolah barunya bersama sang sahabat yaitu Alex, Wain, Davin dan si bungsu ALAXTAR siapa lagi kalau bukan Zayyan.

Mereka mengendarai sepeda motornya masing-masing. Hanya butuh belasan menit menuju sekolah barunya.

Setelah beberapa menit di perjalanan akhirnya Mereka berlima pun sampai di SMA Galaksi.

Mereka turun dari sepeda motornya sambil membuka helm full face nya masing-masing. Tidak lupa juga mereka merapikan baju seragam nya yang sedikit berantakan.

Karena ini bukan sekolah nya yang lama, jadi mereka pun harus mengubah penampilan nya menjadi lebih rapi.

Setelah sampai. Mereka semua menghadap gerbang sekolah yang bertulisan " Peradaban maju karena orang - orang berilmu. "

Karena berhubung mereka siswa baru. Jadi belum mengenal semua lingkungan sekolah barunya itu, termasuk parkiran motor.

Bukannya masuk ke dalam, mereka berlima malah tercengang dengan senyuman lebar.

"Busettt, ini sekolah gede banget." Celetuk Davin. Yang langsung di balas oleh zayyan.

"Lebih gede dari sekolah kita ini mah." Balas Zayyan.

"Tapi sayangnya Sekolah segede gini kalau nggak ada satpam nya percuma!" Sahut Wain.

"Lah iya anjir, pak satpam di sekolah ini ke mana?" Tanya Davin bingung.

"Bego, ini baru jam 5 pagi. Ya jelas belum pada datang. Liat aja di sana, belum ada satu orang pun murid yang datang." timpal Wain yang sambil melihat jam tangan yang ia pakai di sebelah kiri nya.

Mereka yang mendengar celetukan dari Wain seketika langsung melihat jam tangan yang ada di pergelangan tangannya itu. Dan ya betul, ini baru jam 5 pagi. Pantas saja di perjalanan sangat sepi.

"Hahaha… sekalinya berangkat pagi malah kepagian." Celetuk Davin.

"Kita kan terbiasa berangkat siang, itu pun berakhir dengan hukuman. Hahaha..." timpal zayyan. Ia mengusap matanya yang sedikit berair karena menertawakan kebodohannya itu. Begitupun dengan yang lain, mereka pun ikut menertawakan diri nya sendiri.

Tak lama mereka menunggu akhirnya ada satu murid yang datang. Ia pun kembali menatap murid tersebut sambil memperhatikan penampilan murid itu dari atas sampe bawah.

Rambut yang di belah dua, seragam yang kebesaran dan jangan lupakan juga kecamata bulatnya itu.

Culun!

Itu lah yang ada di pikirannya nya mereka.

"Zaman sekarang masih ada orang yang culun di sekolah?" Celetuk Davin yang langsung di bungkam oleh Leo.

“Jaga mulut lo.” Ucapnya datar namun menusuk.

Davin spontan mengangkat kedua tangannya. “Iya, iya… becanda, Bos”

Murid laki-laki yang bername tag—Rafael yasiz itu  wajah nya langsung memucat ketika melihat siapa orang yang ia temui di depan gerbang sekolahnya.

Iya betul Geng Alaxtar!

Siapa sih yang tidak mengenal geng Alaxtar siapapun pasti mengenal nya termasuk dirinya sendiri.

Humor yang mengatakan bahwa mereka sekumpulan anak-anak yang most wanted di sekolah SMA Marpati yang terkenal karena kegantengan nya dan prestasi mereka. Tidak ada hal yang buruk tentang mereka. Karena walaupun mereka membangun komunitas geng motor akan tetapi mereka tidak senakal dan seberandalan seperti anak geng motor lainnya.

Itu lah yang Refael dengar dari ucapan orang lain.

“Kh-emmm, kalian ko ada di sini?" Tanya Refael gugup, tampak ketakutan di wajahnya.

Mereka tidak menghiraukan pertanyaan murid laki-laki itu.

Leo yang melihat ketakutan dari murid tersebut langsung membuka suara, "Lo Murid sini?" Tanya Leo kepada Refael yang langsung di anggukkan oleh Refael.

"Bisa tolong buka pintu gerbangnya?" Tanya Leo dengan suara bas nya itu.

Refael menelan ludah. Tangannya refleks mencengkeram tali tas ransel yang menggantung di pundaknya. Lima laki-laki di depannya itu berdiri dengan aura yang… menekan. Terutama yang berbicara barusan—tatapannya tajam, suaranya rendah tapi tegas.

“E-eem… bisa sih,” jawab Refael gugup. “T-tapi… biasanya gerbang dibuka sama satpam.”

Leo menyipitkan matanya sedikit. “Kita siswa baru,” katanya datar. “Datang kepagian.”

Davin mengangguk cepat. “Iya, parah banget kepagiannya. Niat rajin malah jadi aneh.”

Wain menoleh ke Refael sambil menyeringai tipis. “Tenang aja, kita nggak makan orang.”

Ucapan itu sama sekali tidak menenangkan.

Refael tertawa kecil, kaku. “He… he… iya.”

Ia melirik ke arah pos satpam yang masih kosong, lalu ke gerbang besi yang terkunci rapat. Setelah ragu beberapa detik, akhirnya ia menghela napas dan berjalan ke arah pintu kecil di samping gerbang.

“Ada kuncinya di ruang TU belakang,” jelas Refael sambil melangkah. “Biasanya guru piket naruh di sana.”

Leo mengangguk. “Tunjukin jalannya.”

Refael mengiyakan cepat dan berjalan sedikit di depan. Sepanjang perjalanan, ia bisa merasakan tatapan kelima orang itu di punggungnya. Langkahnya jadi makin kaku.

Zayyan mendekat ke Davin sambil berbisik, “Dia tegang banget, kek mau ujian nasional.”

“Ya gimana,” bisik Davin balik, “ketemu kita jam segini.”

Sampai di depan ruang TU, Refael membuka pintu perlahan. Suasana di dalam masih gelap, hanya cahaya pagi yang masuk dari jendela. Ia menyalakan lampu, lalu berjalan menuju laci meja dan mengambil sebuah gantungan kunci.

“Nah… ini,” katanya sambil mengangkat kunci itu.

Beberapa menit kemudian, mereka kembali ke gerbang utama. Refael memasukkan kunci, memutarnya dengan sedikit susah payah.

Krek.

Gerbang besi terbuka perlahan.

Leo melangkah maju lebih dulu. “Makasih,” ucapnya singkat.

Refael mengangguk cepat. “I-iya, sama-sama.”

Saat mereka berlima mulai masuk, Davin sempat menepuk pundak Refael ringan. “Santai aja, bro. Kita nggak segalak itu.”

Deggg...

Refael yang menunduk takut seketika langsung mendongakkan kepalanya.

"Ternyata benar yang orang-orang bilang, Anak geng motor Alaxtar tidak se jahat seperti anak geng motor lainnya."Ucap Refael dalam hati.

...----------------...

Setelah beberapa menit. Akhirnya jam pun menujukan pukul 06:00 Yang tadinya sepi sekarang sudah mulai ramai banyak siswa/siswi yang datang.

Mereka melangkah maju memasuki sekolah itu. Orang - orang banyak sekali melihat ke arahnya, melirik ketampanan Mereka yang di milikinya.

Berjalan kaki dengan Cool, baju seragam yang mereka masukkan ke dalam celana nya sungguh penampilan yang sangat rapi. Jangan lupa kan juga wajah mereka yang tampan dan mempesona.

Semua siswa/siswi yang melihat keberadaan mereka langsung membulatkan matanya kaget. Tidak ada angin tidak ada hujan tiba-tiba sekolah mereka kedatangan geng motor Alaxtar.

"WOY, ADA GENG ALAXTAR..." teriak salah satu siswi SMA Galaksi.

Siswa/ siswi yang sudah berada di dalam kelas maupun di kantin langsung berlari keluar untuk melihat apa benar yang di ucapkan oleh siswi tersebut.

Mereka yang melihat geng motor Alaxtar seketika langsung menganga tidak percaya untuk apa mereka datang ke sekolah nya pagi-pagi buta gini.

Siswi SMA Gakaksi seketika langsung menjerit histeris begitu melihat kedatangan ke lima laki-laki tersebut, semua mata tertuju pada kelima pria yang berjalan dengan gagahnya bahkan sampai ada yang memotretnya secara diam-diam.

Tempat yang tadi nya sepi kini bertambah ramai hanya karena kedatangan ke lima laki-laki itu.

orang terpana akan ketampanan mereka yang benar-benar tampan seperti artis korea, dan aktor drama cina yang mereka tonton apalagi Leonar Andromedra Sky, ketampanan nya mirip seperti Leo—Xodiac yang baru debut tahun kemarin.

Sungguh, kedatangan mereka menimbulkan kehebohan luar biasa, pekikan kaum hawa dengan kalimat memuji terdengar jelas di setiap pasang telinga, jeritan histeris begitu menggema dimana-mana.

"Aaakhhh pagi-pagi sudah di suguhi pemandangan cowok ganteng..."

"Demi apa? Anak geng motor ALAXTAR ke sekolah kita."

"Ternyata mereka aslinya lebih ganteng yaaa..."

"Yaampun Leo ganteng nya..."

"Davin Jomblo nggak? Gue mau dong jadi pacar kamu Aaakhh... T-tapi kalau Davin enggak mau. sama Leo juga nggak-papa deh hehehe."

"Huhuhuhu..." sorak siswi yang ada di sebelahnya. " jangan kan Leo, Davin aja enggak bakal mungkin mau sama lo."

Bisik-bisik terdengar di telinga mereka masing-masing tetapi mereka tidak sama sekali memperdulikan ucapan dan sorakan para siswi tersebut, karena mereka baru pertama kali menginjakkan kakinya di sekolah ini. Jadi harus menjaga Image nya dulu.

Mereka berjalan melewati kerumunan yang ada di sekitar mereka, lalu melirik ke ruangan yang akan mereka datangi.

Ya, Ruang Kepala Sekolah!

Sesampainya di pintu Ruang kepala sekolah, Leo yang sedang melangkah menuju pintu tersebut harus di kagetkan dengan suara seseorang yang tidak asing di telinganya.

"Hai, kita ketemu lagi."

Deggg…

Jantung Leo berdebar kencang saat mendengar suara yang terdengar dari arah belakangnya.

Ia menolehkan kepalanya pada sumber suara tersebut, dan Ya betul. Ternyata seseorang itu adalah gadis yang pernah ia tabrak sekitar 3 minggu yang lalu.

Dan bertemu lagi di sebuah tempat yang sepi ia melihat gadis tersebut sedang berada di sebuah gedung tertinggi seorang diri, Leo berpikir seperti nya gadis tersebut akan melakukan bunuh diri.

Di saat Leo melihat gadis tersebut yang sedang bersiap-siap untuk melompat akhirnya ia pun langsung menghampiri gadis tersebut.

Leo mengangkat sebelah alisnya, ia tidak menjawab pertanyaan Gadis tersebut—Aera yang melihat ekspresi pemuda tersebut langsung tersenyum lebar.

Aera mulai kembali melangkah mendekat pada Pemuda itu, lalu berseru pelan namun cukup jelas. "Kita udah beberapa kali ketemu tapi gue belum tau nama lo siapa?"

Leo menoleh bingung."Gue?"

Aera mengangguk.

Leo menetralkan suaranya lalu menjawab, "Leo." Jawabnya singkat.

"Oh, gue kira nama lo jo," ucapnya dengan suara lembut. "Jodohku..." lanjutnya.

Semua murid yang ada di koridor langsung riuh terpukau, teriak geli, dan saling dorong menahan tawa.

"Astagaaaa... ko gue yang malu, sih?" Teriak Stella.

"Aera tobat, Nak, tobat." Kata—Ravindra, menutupi mukanya dengan buku.

Leo langsung buru-buru masuk dengan wajah merah padam, nyaris tersandung kaki sendiri.

"Kenapa bos?" Tanya Zayyan.

"Aduh bos malu-maluin banget sih." Ucap Davin yang ada di sebelahnya.

Leo langsung menatap horor pada teman-temannya itu, "Ayo buruan masuk." Ucapnya.

Mereka yang melihat kejadian tersebut tertawa keras bersama, satu geng laki-laki yang aneh tapi kompak, tak sepenuhnya mengerti. Aera, tapi ia jelas-jelas menikmati pertunjukan.

Bel belum berbunyi, tapi keributan kecil dari geng Aera belum juga mereda. Tiba-tiba suasana mendadak berubah saat langkah tegap seorang siswa mendekat mengenakan almamater OSIS, rambut rapih, dan wajah datar yang seperti tidak pernah mengenal kata ' bercanda'.

Samuel—ketua OSIS, tangannya sibuk membagikan brosur kegiatan ekstrakurikuler minggu depan. Tatapannya lurus, fokus, dan efisien. Satu tangan memegang map tebal. Siswa lain langsung berdiri lebih tegap saat dia lewat, seolah kehadirannya membawa angin kedisiplinan.

"Dan masuklah target berikutnya," bisik—Sheina dramatis, menirukan suara narator dokumenter.

Aera sudah berdiri lurus, rambutnya di sentuh sedikit dengan tangan untuk memastikan masih tampak acak-acakan dengan cara yang keren.Ia menunggu hingga Samuel benar-benar berdiri di depan Aera.

"Samuel," sapa Aera, nadanya santai tapi terdengar seperti tantangan samar.

Ketua OSIS itu menoleh singkat, mengangguk sopan sambil menyodorkan brosur. "Untuk kamu juga. Ekstrakurikuler wajib minggu depan, pastikan—"

"Aku pilih ikut kegiatan yang kamu urus langsung aja, boleh?" Potong Aera, sambil menerima brosur tanpa melihat isinya. "Soalnya... kalau kamu yang mimpin, aku pasti rajin datang. Demi kamu."

Hening sejenak.

Devanta sudah menutup mulutnya dengan tangan agar tidak tertawa keras. Ravindra dan Sheina menoleh ke arah lain, pura-pura mengamati tembok. Sementara Niko dan Aldo terus menonton apa yang Aera lakukan.

Aku–kamu?

Mendengarnya saja membuat mereka semua merinding tidak karuan, mengingat Aera tidak pantas memakai panggilan itu.

Samuel tidak langsung menjawab. Matanya menatap Aera beberapa detik-tajam, tapi sulit di tebak. Lalu ia berkata datar. "Silakan daftar kalau kamu minat."

"Kalau daftar jadi pacar kamu, gimana?"

Samuel menggelengkan kepalanya.

"Apa tuh artinya? Nggak kuat?"

"NGGAK MAU."

Jawaban Samuel membuat teman-teman Aera kembali tertawa, mereka puas melihat gadis itu di tolak mentah-mentah.

"Ra, balik, Ra," teriak Ravindra. "Jangan bikin malu."

Aera membalasnya dengan acungan jari tengah, sementara matanya masih fokus pada Samuel yang ada di depannya.

"Hmmm, Samuel umur kamu berapa?"

"Tujuh belas."

"Oh ya? Kok mukanya udah kayak bapak-bapak, sih?"

Samuel mengerutkan keningnya. "Bapak-bapak?"

"Iya, bapak dari anak-anakku," lanjutnya.

Mendengar itu. Wajah dan telinga Samuel langsung memerah. Benteng pertahanannya hancur sudah, ia mengaku kalah karena gombalan dari teman sekelasnya tersebut yang mampu membuatnya salah tingkah.

Tidak mau menjadi bahan gombalan lagi. Samuel pun bergegas pergi dari sana dengan wajah yang masih memerah.

1
SellaAf
😍😍😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!