NovelToon NovelToon
Istri Yang Tertindas

Istri Yang Tertindas

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir
Popularitas:16.9k
Nilai: 5
Nama Author: waseng

"Dia mencintaiku sampai mati, tapi justru membunuhku perlahan setiap hari."
Di balik kemewahan gaun sutra dan rumah bak istana, Yati hanyalah seorang tawanan yang jiwanya diremukkan oleh suaminya sendiri, Stevanus. Bagi dunia, Stevanus adalah pahlawan; bagi Yati, dia adalah iblis berwajah malaikat.
Puncak pengkhianatan terjadi saat Stevanus membuangnya dalam keadaan hancur demi kekuasaan dan wanita lain. Mereka mengira Yati sudah tidak berdaya dan terkubur bersama rahasia gelap mereka.
Namun, rasa sakit tidak mematikan Yati—ia justru melahirkan sosok baru yang kuat dan tangguh. Kini Yati kembali dengan identitas berbeda, menyusup ke jantung kehidupan Stevanus untuk merebut kembali hidup dan harga dirinya.
Ini adalah kisah tentang perjuangan Yati membuktikan bahwa dari kehancuran, ia bisa bangkit lebih kuat.
Bersiaplah, karena kisah ini akan membawamu pada perjalanan emosional yang penuh liku.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon waseng, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Draft

Duniaku serasa runtuh untuk kesekian kalinya. Suara tawa Lidya Kencana dari balik layar laptop masih berdenging di telingaku, tajam dan menyakitkan seperti pecahan kaca. Aku menoleh perlahan ke arah Kak Surya. Pria yang baru saja kupeluk dengan tangis haru, pria yang kuanggap sebagai pahlawan di tengah neraka ini, kini tampak seperti orang asing yang mengerikan.

"Katakan padaku itu bohong, Kak," bisikku. Suaraku pecah, menahan sesak yang menghimpit dada. "Katakan kalau wanita iblis itu hanya ingin mengadu domba kita."

Surya tidak menjawab. Dia hanya menunduk, menatap lantai kayu rumah aman ini dengan bahu yang merosot. Keheningannya adalah jawaban yang paling jujur sekaligus paling membunuh.

"Kak Surya!" teriakku, mengabaikan rasa perih di perutku. "Jawab aku! Apa kau benar-benar bekerja untuk wanita yang menghancurkan Ayah?!"

"Aku tidak punya pilihan, Yati!" Surya akhirnya mendongak, matanya merah karena air mata dan rasa malu. "Lima tahun lalu, aku benar-benar sekarat di tambang itu. Lidya datang... dia menawarkan nyawa. Dia membiayai operasiku, memberiku identitas baru, tapi harganya adalah kau. Dia menyuruhku mengawasimu dari jauh, memastikan kau tidak melarikan diri dari Stevanus sampai surat tanah itu legal. Jika aku melanggar, dia akan membunuhmu saat itu juga!"

"Jadi kau membiarkanku disiksa selama lima tahun hanya untuk menyelamatkan nyawamu sendiri?" Aku tertawa getir, air mata mengalir deras. "Kau membiarkan Stevanus menendangku hingga aku kehilangan anakku, sementara kau menonton dari lubang tikusmu?!"

"Aku mencoba menolongmu, Yati! Rekaman suara itu... aku yang mengirimnya karena aku sudah tidak tahan!"

"Terlambat, Surya! Kau sudah menjual adikmu sendiri ke iblis!" teriakku.

Tiba-tiba, BRAKK!

Pintu depan hancur diterjang. Dua pria bersenjata dengan seragam hitam taktis Kencana Group menyerbu masuk. Aris dengan sigap menarik senjatanya dan melepaskan tembakan balasan.

"Widya, merunduk!" Aris menarikku ke belakang meja dapur yang kokoh.

Suara tembakan memekakkan telinga memenuhi ruangan sempit itu. Bau mesiu dan serpihan kayu yang beterbangan menciptakan suasana mencekam di awal tahun 2026 ini. Di tengah kekacauan, Surya justru berdiri diam, seolah-olah dia sudah menyerah pada maut.

"Tangkap wanitanya hidup-hidup! Nyonya Lidya menginginkan wasiat itu!" teriak salah satu penyergap.

Aris menembak jatuh satu orang, tapi satu lagi berhasil mendekat. Dalam kepanikan, aku melihat Surya tiba-tiba bergerak. Dia tidak lari ke arahku untuk melindungiku, melainkan menerjang penyergap itu dengan tangan kosong, mencoba merebut senjatanya.

"Lari, Yati! Aris, bawa dia pergi lewat jendela samping! Aku akan menahan mereka!" teriak Surya sambil bergulat di lantai.

Aris menatapku, meminta keputusan cepat. Aku menatap Surya untuk terakhir kalinya. Rasa benci dan cinta berperang di dadaku. Namun, saat aku melihat satu lagi mobil hitam berhenti di depan rumah dengan lebih banyak orang bersenjata, aku tahu tidak ada waktu untuk drama keluarga.

"Ayo, Aris," kataku dengan suara yang kini menjadi dingin dan mati rasa.

Kami melompat keluar jendela, berlari menembus hutan pinus yang gelap di belakang rumah aman. Aku tidak menoleh lagi. Aku mematikan semua rasa empati yang tersisa. Jika darah sendiri bisa mengkhianati, maka di dunia ini aku benar-benar hanya bisa mengandalkan diriku sendiri dan bayi yang ada di rahimku.

Setelah berlari hampir satu kilometer, Aris membawaku ke sebuah gubuk tua di tepi tebing yang sudah ia siapkan sebagai cadangan darurat. Napasku tersengal, perutku terasa sangat kencang. Aku jatuh terduduk di atas balai-balai bambu yang keras.

"Kau tidak apa-apa?" Aris memeriksa denyut nadiku dengan cemas.

"Aku... aku baik-baik saja," bohongku. "Aris, berapa banyak dana yang kita punya di akun luar negeri?"

"Cukup untuk menyewa tentara bayaran, tapi tidak cukup untuk melawan seluruh kekuatan politik Lidya Kencana."

Aku menatap kegelapan di luar gubuk. "Kita tidak butuh tentara. Kita butuh skandal. Aris, buka laptop cadangan. Aku ingin kau menyebarkan data pencucian uang Stevanus yang melibatkan bank milik keluarga Kencana ke seluruh media sosial malam ini juga. Gunakan akun anonim."

"Itu akan membuat Lidya semakin gila, Widya. Dia akan memburu kita sampai ke ujung dunia."

"Biarkan saja," aku tersenyum penuh kebencian. "Dia pikir dia bisa mengontrol segalanya karena dia punya uang. Mari kita lihat bagaimana dia mengontrol kemarahan publik saat tahu uang tabungan mereka digunakan untuk membiayai sindikat pembunuhan."

Aku mulai mengetik, menyusun narasi yang akan menghancurkan citra 'dermawan' Lidya Kencana. Namun, di tengah kesibukanku, ponsel satelit Aris bergetar. Sebuah pesan video masuk.

Aris membukanya, dan wajahnya mendadak pucat. Dia menyerahkan ponsel itu padaku.

Di video itu, Surya tampak terikat di sebuah kursi dengan wajah hancur karena pukulan. Dan di belakangnya, berdiri seorang pria yang sangat kukenali. Pria yang seharusnya ada di dalam penjara pusat.

Stevanus.

Stevanus mendekatkan wajahnya ke kamera, tersenyum lebar memperlihatkan giginya yang berdarah. "Halo, Istriku tersayang. Apakah kau merindukanku? Ibu sangat berkuasa, Yati. Penjara hanyalah tempat mampir bagiku."

Dia mengeluarkan sebuah pisau bedah dan menempelkannya ke leher Surya. "Aku tahu kau ada di suatu tempat mendengarkan ini. Jika kau tidak datang ke dermaga tua dalam dua jam membawa wasiat asli Ayahmu, aku akan membedah perut kakakmu ini perlahan-lahan... dan setelah itu, aku akan mencarimu untuk melakukan hal yang sama pada bayi haram yang kau kandung itu."

Stevanus kemudian tertawa gila sebelum layar menjadi hitam. Aku menatap perutku, dan untuk pertama kalinya, aku merasakan tendangan kuat dari dalam. Bayiku seolah-olah sedang memberitahuku bahwa perang yang sesungguhnya baru saja dimulai.

Aku mengusap perutku dengan tangan yang gemetar, merasakan detak kehidupan yang kini menjadi satu-satunya alasanku untuk tetap tegak. Di dalam gubuk yang pengap ini, aroma kayu lapuk dan tanah basah seolah menekan dinding kesadaranku. Stevanus bebas. Kenyataan itu menghantamku lebih keras daripada pukulan fisik mana pun. Bagaimana mungkin hukum di tahun 2026 begitu mudah dibeli? Bagaimana mungkin iblis itu bisa berjalan bebas hanya dalam hitungan jam setelah mencoba meledakkan kepalaku?

"Aris, dia akan membunuh Surya," bisikku, suaraku nyaris hilang ditelan suara jangkrik di luar. "Dan dia akan mencari kita. Dia tidak akan berhenti sampai aku menjadi mayat yang benar-benar kaku."

Aris mengepalkan tinjunya hingga buku-buku jarinya memutih. "Kita tidak bisa ke dermaga itu, Widya. Itu jebakan terbuka. Lidya pasti sudah menempatkan penembak jitu di setiap sudut. Jika kau ke sana, kau menyerahkan nyawa bayi itu secara sukarela."

Aku menatap wasiat asli Ayah yang tergeletak di atas meja bambu. Kertas tua ini adalah kunci dari segalanya, namun sekarang ia terasa seperti beban yang terkutuk. Aku teringat wajah Surya yang penuh luka di video tadi. Meskipun dia telah menjualku, meskipun dia membiarkanku hidup dalam neraka selama lima tahun, ada bagian dari diriku yang tetap melihatnya sebagai satu-satunya kepingan masa kecilku yang tersisa.

"Aku tidak akan menyerahkan wasiat ini, Aris," kataku dengan mata yang kini berkilat tajam, memancarkan kedinginan yang bahkan membuat Aris mundur selangkah. "Tapi aku akan pergi ke sana. Bukan untuk menyerah, tapi untuk menjemput iblis itu kembali ke neraka. Siapkan semua bahan peledak yang kita punya dari gudang cadanganmu. Jika Stevanus ingin pertunjukan di dermaga, maka aku akan memberinya kembang api yang tidak akan pernah dia lupakan."

Aku berdiri, mengabaikan rasa nyeri yang menjalar di pinggangku. Setiap langkahku kini bukan lagi langkah seorang istri yang tertindas, melainkan langkah seorang algojo. Malam ini, di dermaga tua itu, darah akan tumpah. Dan aku bersumpah, bukan darahku atau darah anakku yang akan membasahi kayu-kayu lapuk di sana.

Saat aku hendak melangkah keluar, Aris menahan lenganku. Dia menunjuk ke arah layar laptop yang tiba-tiba menyala kembali secara otomatis. Sebuah koordinat GPS baru muncul, bukan di dermaga, melainkan di sebuah lokasi yang sangat kukenal: Makam Ayah.

Sebuah pesan teks muncul di bawah koordinat itu: "Jangan tertipu dengan video dermaga itu, Yati. Stevanus hanyalah pengalih perhatian. Ibumu masih hidup, dan dia ada bersamaku di sini. Datanglah ke makam Ayahmu jika kau ingin melihat wajah wanita yang melahirkanmu sebelum aku menguburnya hidup-hidup."

1
Abang imbran
gak bertele" 👍
Abang imbran
kurang ngajer banget ni stevanus/Right Bah!/
grandi
up lagi thor/Kiss/
Chici👑👑
Kak kamu keren bisa up banyak, aku nulis 1 bab aja kelar nya 2 sampe 3 hari baru selesai🤧
christian Defit Karamoy
TRIMAKASIH SUDAH MAMPIR🙏
JANGAN LUPA UNTUK SELALU BAHAGIA🫰

Like Setiap Bab Kalau selesai 👍

Rate Bintang 5 🌟

Vote setiap hari Senin 🙏

Kalau Ada Poin Boleh Mawar sebiji🌹

Tinggalkan komentar, penyemangat, kritik & Saran, 🎖️

Makaseh banya samua 🙇🙏😇
PURPLEDEE ( ig: _deepurple )
Halo kak aku mampir. kalo berkenan boleh mampir keceritaku juga yang judulnya "Istri pengganti " mari saling suport🤗 makasih👋
christian Defit Karamoy: okey siap trimakasih🙏
total 1 replies
Bela Viona
wow lumayan cepat juga ya thor,dlm 3 bln op kelar,blm lagi merubah karakter seseorang. sebenar nya gak mudah. minimal setahun lh.
tapi ini kisah sat set beres. gak bertele tele. langsung pada inti nya...
christian Defit Karamoy: iya kak🙏
total 1 replies
Bela Viona
Iblis berbadan manusia.
semoga mati ny tdk mudah.
gila stevanus.
Bela Viona
sesekali klo bikin kopi,di kasih 3 tetes racun tikus kn gak masalah thor...
biar ad sensasi buih buih ny tuh lakik
Bela Viona
baru baca bab awal udh di suguh kn dgn sebuah pengkhianatan,kdrt,penipuan dan manipulatif.
sakit jiwa nih lakik...
Bela Viona
Mampir thor...
Bela Viona: siapppp
total 3 replies
grandi
ngeri
grandi
apakah aman Thor
grandi
kata kata yang terpaksa/Scowl/
Chici👑👑
Thor kamu kuat banget apdet nya bisa banyak...kalo aku udah kriting jempol nya /Hammer/
Chici👑👑
Semangat thor💞
Chici👑👑
Lanjut lagi semangat thor apdet nya
christian Defit Karamoy: siap kak ku🙏
total 1 replies
Chici👑👑
Lanjutkan thor
christian Defit Karamoy: siap kak🙏
total 1 replies
Chici👑👑
Kak aku mampir
christian Defit Karamoy: trimakasih🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!