NovelToon NovelToon
SELIR BODOH YANG MENAKJUBKAN

SELIR BODOH YANG MENAKJUBKAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Istana/Kuno / Fantasi
Popularitas:7.3k
Nilai: 5
Nama Author: Lisa

Xiao Yu dipaksa ikut pemilihan selir oleh orangtuanya demi mengangkat derajat keluarga. Padahal gadis ini ingin masuk militer.

Akhirnya ia ikut pemilihan selir dengan berpura-pura bodoh. Tapi sungguh suatu hal ajaib. Dia justru terpilih.

Ternyata pangeran Zhang Li sengaja memilih selir bodoh untuk protes pada raja bahwa ia lelah terus disuruh mencari seorang pendamping.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 3

Aula Utama Istana Timur mendadak mencekam. Keheningan jatuh begitu berat hingga desis asap dupa yang membumbung di udara seolah berhenti berpilin.

Cincin giok di jemari Kaisar terhentak keras ke lengan tahta berukir naga emas. sebuah ketukan tunggal yang menggema tajam bagai cangkir pecah, membuat para menteri di barisan belakang spontan menundukkan kepala lebih dalam.

"Apa maksudmu dengan memilih putri dari keluarga Xiao ini, Zhang Li?!"

Kalimat itu meluncur pelan, namun bergetar penuh amarah yang tertahan. Kaisar tidak berteriak, tetapi setiap suku katanya ditekan keras dengan nada rendah yang menusuk.

Kaisar menghempaskan gulungan bambu laporan seleksi di atas meja marmer. Tatapannya menghujam lurus pada putra ketiganya.

"Tiga penguji kerajaan memberikan nilai terendah padanya," lanjut Kaisar dingin. "Dia tidak tahu tata krama, tulisan tangannya buruk, dan dia menumpahkan teh di depan umum. Ada puluhan putri bangsawan tinggi yang terdidik. Kenapa kau justru memilih gadis itu?"

Pangeran Zhang Li yang berdiri tegak di tengah aula menyunggingkan senyum tipis di sudut bibirnya-sebuah gestur tenang namun sarat akan provokasi halus. Ia memberi hormat dengan santai namun santun.

"Menjawab Ayahanda," ucap Zhang Li dengan suara yang jernih dan santai. "Hamba memilih Putri Xiao Yu justru karena kesederhanaannya. Di saat putri-putri lain sibuk memamerkan keahlian yang dibuat-buat, dia satu-satunya kandidat yang tampil sangat jujur... bahkan terlalu jujur hingga menumpahkan teh. Kediaman hamba membutuhkan ketenangan seperti itu, bukan kepintaran yang merepotkan."

Para menteri saling pandang, wajah mereka memerah menahan kekesalan atas alasan tengil sang Pangeran yang terang-terangan menolak putri-putri titipan mereka.

Kaisar menyandarkan punggungnya, memandang Zhang Li dengan tatapan yang semakin dalam dan menekan.

"Pikirkan sekali lagi, Zhang Li," tegur Kaisar tegas. "Seorang pangeran membawa martabat istana. Jangan membuat keputusan asal-asalan hanya untuk menantang majelis ini."

Zhang Li kembali membungkuk hormat secara sempurna, namun binar tengil di matanya tak sembunyi.

"Terima kasih atas nasihat Ayahanda," jawab Zhang Li mantap. "Namun tekad hamba sudah bulat. Hamba yakin Putri Xiao Yu adalah pilihan paling pas untuk kediaman hamba. Hamba memohon keikhlasan Ayahanda untuk merestui keputusan ini."

Kaisar menghela napas panjang, tahu betul tabiat putra ketiganya yang keras kepala namun selalu memegang kendali. "Jika tekadmu memang sudah bulat, bawa gadis itu ke kediamanmu. Bimbing dia dengan baik agar sikapnya tidak mempermalukan kerajaan."

***

Beberapa jam kemudian, di dalam ruang kerja pribadi Pangeran Zhang Li yang tertutup rapat.

Zhang Li melepas mahkota kecilnya dan melemparkannya santai ke meja kayu cendana, lalu menyandarkan tubuhnya ke kursi dengan kekehan pelan.

"Pilihan yang sangat berani di aula tadi, Yang Mulia," bisik Kasim Sun seraya menyeduhkan teh hangat. "Para menteri senior tampak ingin menelan ludah mereka sendiri."

Zhang Li menyesap tehnya, matanya berkilat jenaka. "Tentu saja. Orang-orang tua itu berpikir bisa menyusupkan mata-mata berkedok putri anggun ke rumahku. Aku memilih gadis dari keluarga Xiao itu justru karena dia polos dan berada di luar permainan kotor mereka. Itu cara terbaik membungkam mulut mereka sekaligus menjaga kediaman ini tetap aman."

Suara tawa pelan yang anggun memotong dari arah sudut ruangan.

Feng melangkah keluar dari kegelapan. Ia menutup kipas sutra di tangannya dengan satu sentakan halus. Lalu menyelipkannya santai ke balik lipatan jubah peraknya yang mewah.

Ketampanannya memikat, namun senyum flamboyannya menyimpan ketajaman yang membuat lawan merinding. Di pinggangnya melingkar pedang tipis berukir naga hitam, senjata mematikan yang jarang tercabut kecuali untuk mencabut nyawa.

"Tindakan yang luar biasa teatrikal, Zhang Li," sahut Feng santai seraya mendekati meja. Ia menyebut nama pangeran tanpa formalitas kaku, karena hubungan sahabat karib sekaligus tangan kanan terpercaya.

Feng mengetuk hulu pedangnya pelan, menciptakan denting besi tipis yang mendadak membuat hawa ruangan menjadi dingin dan menekan.

"Raut wajah Menteri Liu tadi sungguh mahakarya," lanjut Feng dengan binar berbahaya di matanya. "Tiga tahun dia mendidik putrinya untuk menyusup ke sisimu, hanya untuk dihancurkan oleh gadis polos yang menumpahkan teh. Namun... jika gadis keluarga Xiao ini ternyata berpura-pura dungu dan dikirim oleh faksi lain..."

Feng tersenyum flamboyan, namun aura menakutkan dari seorang petarung papan atas menguar kuat. "...kau tahu aku tak keberatan membereskannya sebelum dia sempat melangkah melewati pintu gerbang barat."

Zhang Li terkekeh, menggeleng santai. "Kau terlalu berlebihan, Feng. Dia hanya gadis lugu dari keluarga biasa. Lagipula, bagaimana kabar dari perbatasan?"

Aura menakutkan Feng menguap seketika, berganti dengan gaya santainya yang elegan. Ia membuka kembali kipas sutranya dan mengipasinya pelan.

"Panglima Zhao baru saja mengirim burung pembawa pesan," jawab Feng seraya melempar gulungan surat kecil ke meja Zhang Li. "Panglima sedang menahan pasukan di markas utara untuk mengantisipasi pergerakan suku liar. Dia menitip pesan, kalau kau butuh tambahan pasukan untuk menguras kolam ikan di kediamanmu gara-gara pilihan selir barumu ini, dia siap mengirim satu batalyon."

Zhang Li tertawa renyah membaca sepucuk surat kasar khas sang Panglima Perang.

"Katakan pada Panglima Zhao untuk fokus pada perbatasan," ujar Zhang Li seraya membakar surat itu di atas lilin. "Urusan di dalam rumah ini, cukup kau dan aku yang mengendalikannya."

Feng menyunggingkan senyum tipisnya yang memikat. "Diterima, Pangeran. Lusa, aku sendiri yang akan memastikan 'selir polos'-mu itu tiba dengan aman."

***

Hari itu, suasana rumah keluarga Xiao dipenuhi tangis haru dan sorak gembira. Tuan Xiao merasa derajat keluarganya langsung terangkat ke awan, sementara Ibu Xiao sibuk menyiapkan penyambutan serta bekal untuk kepulangan putrinya dari aula ujian istana.

Namun bagi Xiao Yu yang masih tertahan di paviliun transit istana, kabar itu mendarat seperti petir di siang bolong.

Reaksi para kandidat di Paviliun Transit seketika pecah saat gulungan kain sutra kuning itu digulung kembali oleh kasim. Suasana yang tadinya riuh rendah berubah menjadi keheningan yang menampar, sebelum akhirnya meledak dalam bisik-bisik beracun.

"Apa?! Pangeran Zhang Li memilih... dia?!"

Pekikan tertahan itu meletus dari bibir seorang Putri keluarga. Cangkir teh porselen di genggamannya bergetar hebat hingga airnya meluber membasahi jemarinya yang lentik.

Seluruh mata di aula transit mendadak tertuju lurus pada Xiao Yu. Kipas-kipas sutra yang tadinya dikibas anggun mendadak berhenti di udara.

"Tidak masuk akal!" bisik salah satu kandidat bergaun hijau dengan nada tak terima. "Bagaimana mungkin Pangeran memilih gadis yang bahkan tidak memiliki latar belakang yang kuat?!"

Para putri yang tidak terpilih itu sungguh kesal melihat pilihan pangeran Zhang Li.

1
Nia mie
suka ceritanya❤️semangat kk othor🔥💪
Nia mie
menurut saya karya ini luar biasa. . .dengan alur cerita yang runtut dan tidak bertele tele. ceritanya menarik. pemilihan kata dalam kalimatnya jelas dan tepat sasaran.
Pa Muhsid
selir lan kekasih tabib mo mungkin
Nia mie
up 🙏💪
Fauziah Rahma
ini lebih bahaya, diam nusuk dari belakang
Inah Ilham
tak kirain Pangeran milih Xiao Yu karena sudah tau rahasianya eh ternyata gegara dia gadis bodoh🤣🤣🤣🤣
paijo londo: 🤦🤦q juga jadi ikutan salfok dgn pilihan pangeran yg keliru🤭🤭🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!