NovelToon NovelToon
Bertukar Ranjang dengan Saudari Kembarku

Bertukar Ranjang dengan Saudari Kembarku

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Terlarang / Dark Romance / Selingkuh
Popularitas:3.4k
Nilai: 5
Nama Author: Dewi Sari

Nadia dan Nadine adalah saudari kembar identik berusia 28 tahun. Wajah mereka nyaris sama, tetapi kehidupan pernikahan mereka sangat berbeda.
Nadia lelah menghadapi Arga, suaminya yang dingin dan selalu sibuk. Sementara itu, Nadine hidup bersama Fajar, fotografer muda yang hangat, manja, dan penuh perhatian.
Berawal dari sebuah rencana nekat, mereka sepakat bertukar identitas selama lima belas hari. Nadia ingin merasakan bagaimana rasanya dicintai Fajar, sedangkan Nadine berniat memberi pelajaran kepada Arga agar lebih menghargai istrinya.
Mereka sudah menghafal kebiasaan, cara bicara, bahkan rahasia tubuh satu sama lain. Seharusnya tak ada yang menyadari pertukaran itu.
Namun mereka melupakan satu hal: perasaan tidak bisa ditiru.
Saat satu kamar berubah menjadi satu ranjang, sentuhan yang awalnya harus ditolak justru terasa semakin sulit dilepaskan. Nadia mulai mendambakan suami adiknya, sementara Nadine menemukan gairah yang tak pernah ia rasakan bersama suaminya sendiri.
Kebohongan selama lima belas hari itu akhirnya menyeret dua keluarga ke dalam cinta terlarang, kehamilan, pengkhianatan, dan rahasia yang terus diwariskan kepada generasi berikutnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dewi Sari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 1

Nadia dan Nadine adalah saudari kembar yang nyaris tak bisa dibedakan. Nadia lahir dua menit lebih dulu, tetapi sifat mereka bertolak belakang. Nadia ceria, spontan, dan suka menjadi pusat perhatian, sedangkan Nadine tenang, dewasa, dan selalu berpikir panjang. Sejak kecil mereka sangat dekat dan terbiasa berbagi apa pun, sampai pernikahan membawa mereka ke rumah yang berbeda.

Nadia menikah dengan Arga, pria yang tiga tahun lebih tua darinya. Arga adalah direktur utama sebuah perusahaan publik: mapan, tenang, dan berwibawa. Selama lima tahun menikah, Nadia hidup nyaman di sisinya dan tetap menjadi perempuan ceria yang sedikit manja. Ia tidak memiliki pekerjaan tetap. Bersama Nadine, ia memiliki sebuah kedai kopi, tetapi hampir seluruh urusan kedai ditangani Nadine. Nadia hanya sesekali datang, lalu menunggu pembagian keuntungan di akhir tahun.

Dengan rambut sebahu, riasan cerah, dan lesung pipit yang manis, Nadia terlihat jauh lebih muda daripada usianya yang sudah 28 tahun. Ia menyukai rok pendek berwarna cerah dan selalu punya alasan untuk pergi bersenang-senang.

Nadine baru menikah pada awal tahun. Suaminya, Fajar, dua tahun lebih muda dan bekerja sebagai fotografer lepas. Parasnya tampan, senyumnya hangat, dan dua gigi taring kecil membuatnya terlihat nakal sekaligus menawan. Mereka bertemu saat bepergian dan menikah hanya lima belas hari kemudian. Tak seorang pun menyangka Nadine yang biasanya begitu rasional akan mengambil keputusan secepat itu.

Berbeda dari Nadia, Nadine menyukai pakaian sederhana, rok panjang, dan warna-warna tenang. Rambut hitamnya dibiarkan tergerai sampai pinggang, sementara riasannya selalu tipis. Penampilan alami itulah yang membuat Fajar jatuh cinta pada pandangan pertama. Namun setelah beberapa bulan menikah, diam-diam Fajar mulai merasa Nadine terlalu tenang. Ada bagian dalam dirinya yang justru tertarik pada perempuan secerah Nadia.

Hari itu adalah ulang tahun pernikahan Nadia dan Arga yang kelima. Nadia mengenakan gaun merah dengan bahu terbuka, menyiapkan makan malam romantis, lalu menunggu suaminya pulang. Ia baru menerima telepon hampir pukul sepuluh malam. Dengan nada datar, Arga mengatakan bahwa ia harus lembur dan tidak akan pulang.

Hampir pukul sepuluh malam, ponsel yang sejak tadi diletakkan Nadia di samping piring akhirnya berdering. Nama Arga muncul di layar dan Nadia segera mengangkatnya.

Arga lupa pada hari penting mereka.

Sejak sore, Nadia sudah mengatur meja makan sendiri. Ia memilih hidangan kesukaan Arga, menyalakan lilin, dan meletakkan hadiah kecil di samping piring suaminya. Beberapa kali ia memeriksa WhatsApp, berharap ada pesan bahwa Arga sedang dalam perjalanan pulang. Tidak ada apa-apa. Ketika telepon itu akhirnya datang, Nadia masih memegang kotak hadiah di pangkuannya. Arga hanya berkata, "Rapatnya belum selesai. Aku pulang terlambat," lalu buru-buru menutup sambungan sebelum Nadia sempat menjawab. Ucapan selamat ulang tahun pernikahan yang sudah dilatihnya sejak sore akhirnya tertahan di bibir.

Arga sebenarnya tidak pernah memperlakukannya dengan kasar. Ia memenuhi semua kebutuhan Nadia dan selalu pulang ke rumah setelah pekerjaan selesai. Namun belakangan, perhatian yang diinginkan Nadia seperti terus kalah oleh jadwal rapat dan urusan perusahaan. Malam itu bukan kekecewaan pertama, hanya saja untuk pertama kalinya Nadia merasa benar-benar lelah memakluminya.

Nadia menutup telepon sambil menangis. Dalam kemarahannya, ia membuang seluruh hidangan yang sudah dingin ke tempat sampah.

Keesokan paginya, Nadia menutupi mata bengkaknya dengan riasan tebal lalu pergi ke kedai kopi. Nadine sedang menghitung pemasukan ketika lonceng pintu berbunyi. Ia spontan menyambut pelanggan, tetapi yang dilihatnya justru wajah lelah saudari kembarnya.

Nadine menyeduhkan teh hangat dan duduk di hadapan Nadia. "Kak, ada apa?"

Begitu mendengar pertanyaan itu, pertahanan Nadia runtuh. Air matanya kembali mengalir dan, dengan suara terputus-putus, ia menceritakan semua yang terjadi malam sebelumnya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!