Nadia tak suka dengan perjodohan yang orang tuanya berikan padanya dengan Jayden Mahendra.
Jayden san Nadia kini resmi menjadi suami istri, tapi pernikahan mereka masih harus di sembunyikan sampai mereka lulus sekolah
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Smarrr, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 14
"Nadia kesini?" Gumam Jay yang langsung ingin keluar dari ruangannya.
"Mau kemana lo?" tanya Jeica yang saat itu juga seang ada di perusahaan Jay untuk mnegurus kerja sama.
Saat Jay melihat Jesica, terlintas ide muncul di benak Jay.
"Hehe... gue butuh bantua lo saat ini," tukas Jay dengan cengiran di bibirnya.
"Apaan sih? jangan yang macem macema?"
"Tenang, cuma satu macem kok."
Sementara di sisi lain, Nadia dengan pedenya masuk ke dalam perusahaan dengn langkah yang mantab. Tapi langkahnya terhenti saat netranya melihat Jay sedang berjalan dengan seorang wanita cantik tidak! bahkan sangat cantik, hingga Nadia sendiri pun membenarkan hal itu.
"Cantik banget, sama siapa ya itu dia?" Nadia sedikit pesimis karena melihat dirinya dengan penampilan yang biasa saja menurutnya.
Nadia bahkan melihat Jay sangat akrab dan juga tertawa bersama dengan wanita itu, keduanya terlihat sangat bahagia, dan itu membuat Nadia cemburu.
"Masa gue cemburu sih? sejak kapan? tapi kangue istrinya, wajar kan kalau gue cemburu?" gumamnya dengan kini menatap tajam ke arah dua sejoli yang tengah tertawa entah apa yang mereka obrolkan.
"Sekarang gue di sini! dan nggak akan gue biarin lo seneng - seneng!" kesal Nadia yang mendnumel di dalam hati.
Diam - diam Nadia merekam dan mengambil foto saat tak sengaja lengan wanita itu sangat menempel di badan Jay.
"Cih, dasar buaya!"
Nadia dengan cepat berjalan dan ingin memnghampiri Jay dengan wanita itu yang akan masu ke dalam lift sayangnya langkah Nadia yang kecil tak bisa mengejar dan ketinggalan.
"Yahh elah, gara-gara gue yang pendek nih, jadi nggak bisa ngejar mereka kan?" ocehnya kesal.
Mau tak mau akhirnya Nadia menungug lift berikutnya dengan melihat di lantai mana mereka berhenti.
Saat Nadia sedang menungug, ada seorang pria yang juga tampan berdiri di sampingnya.
"Kamu anak baru? kayaknya kau baru liat kamu deh di kantor ini" kata seoang pria itu yang tak lain adalah Arnold.
"Emmmm... itu, anu, eh maksudnya saya," Nadia menjadi gagap karena bingung haus memnjawab apa.
"Bilang nggak ya kalau gue istrinya Jay? tap[i mana ada yang percaya? orang gue masih keliatan kaya anak kecil begini," gumam Nadia bimbang.
"Dek, kamu baru lulus atau masih sedang magang di sini? tapi baju kamu kaya orang lagi mau main ke mall," kata Arnold yang semakin membuat Nadia pesimis.
"Saya mau ketemu sama pak Jayden, apa bapak bisa mengantarkan saya ke ruanganya?"
Dan Ting!
Suara lift terbuka.
Keduaya masuk ke dalam lift.
"Oh, dengan orang yang tepat, kebetulan saya asisten pak Jayden, tapi sepertinya hari ini beliau tidak ada janji ketemuan dengan seseorang."
"Emang harus buat janji dulu ya pak? kalau saya bilang saya istrinya pak Jayden bapak percaya nggak?" dan entah keberanian dari mana Nadia yang langsung mengaku bahwa dirinya aalah istri dari Jayden.
Arnold sengaja melihat Nadia dari bawah ke atas seolah tengah memeprhatikan penampilan dan juga pasti dengan wajahya yang kalah cantik dengan wanita yang bersama Jay tadi
"Ehem.... saya memang pernah mendengar bahwa pak Jay sudha menikah," Nadia mengangguk antusias saat pria di hadapanya itu mengetahui. " Tapi saya masih nggak yakin kalau kamu istrinya, sedangkan mantan- mantan pak jay saja saya tahu, jadi saya tahu gimana tipe pak Jay." kompor kan Arnold.
"Tapi saya beneran istrinya pak, saya bisa telepon papa saya kalau bapak nggak percaya!"
akhirnya Nadia mempunyai bukti yang kuat.
"Tapi udah sering dan banyak yag mengaku-ngaku kaya kamu gini," makin kompor.
Ting! pintu lift terbuka
Nadia merasa frustasi, hanya ingin bertemu dengan Jayden saja susahnya minta ampun.
"Tapi kalau kamu kekeuh pengen ketemu sama Pak jay, saya bantu deh, kasian kan jauh - jauh datang kakau nggak ketemu," rasanya Arnold ingin tertawa kencang saat itu juga saat melihat ekspresi wajah Nadia yang begitu frustasi.
"Beneran bisa pak?" Arnold mengangguk dan tersenyum.
"Ikuti saya ya," titah Arnold danNadia menurut.
Tok Tok Tok...
"Masuk" terdengar suara berat khas Jayden dari dalam.Dan betapa terkejtnya Nadia saat pintu ruangan Jay terbuka, karena Jay wanita cantik tadi edang berdiri di samping Jay yang sedang duduk dinkurs kebesaranya. Yang membuaNadia terbelalak adalah pakaian yang wanita itu pakai sangat minim, hinga memperlihatkan garis yang membelah antara dua gunung kembar.
Tatapan Nadia begitu tajam melihat jayden yang sengaja mesra dengan Jesica.
"Ada apa?" tanya Ja datar, bahlan aJay seolah tak melihat keberadaan Nadia di sana.
"Ada yang nyari pak, katanya istri bapak," netra Jay melirik ke arah Nadia sekilas.
"Dia?" Jay menunjuknke arah Nadia." Dia sepupu saya," sahuutJay yang sontak membuat Nadia kaget.
Nadia menganga, ia tak percaya jika Jay tak mengakui dirinya hanya karena dirinya sedang bersama wanita cantik.
"Bisa bisanya lo ya nggak nganggep gue, bahkan lo yang maksa nikah sama gue!"
Nadia berjalan mendekati jayden, cewek ktu juga sengaja menjauhkan Jesica dari samping Jay.
"Sayang....!!! kok kamu tega sih nggak ngakuin aku? atau jangan-jangan kamu selingkuh ya sama tante - tante ini? apa kurangnya aku coba? kurang gede?kurang sexi? kamu kan bisa bilang sama aku,aku bisa kok oprasi, asal kamu puas say-yangku..."
Rasanya jay sangat ingin tertawa saat itu juga mendengar ocehan Nadia yang tak pernah ia dengar sebelumnya, bukan hanya Jay, Arnold dan Jesica juga ingin tertawa saat itu juga melihat drama rumah tangga sahabnya itu.
"Emangnya kapan kita nikah?" jay sengaja memancng Nadia.
"Masa kamu lupa sih sayang, bahan kamu cium aku di depan orang tua ku dan di depan orang banyak wakut itu,"
"Nggak akan gue biarin lo seneng- seneng sama cewek manapun ya, inget anjir lo yang maksa!" desis Nadia di telinga Jay.
"Coba cium kalau emang kamu istri aku," Jay menaik pinggak Nadia dan membuat cewek itu berakhir di pangkuan Jayden.
"Banyak orang sayang, malu.," kata Nadia manja. " si alan lo ya, lonpasti sengaja kan minta cium sama gue?"bisik Nadia lirih.
"Jay.. maksud kamu apa ini?" kata Jesica yang sengaja ikut mendrama.
"Sorry baby, this is just a misunderstanding, aku akan urus ini sebentar ya," kata Jay dan Nadia memutar bola matanya malas.
Jay seolah memberi kode pada Arnold untukmembawa Jesica keluar terlenih dahulu.
"Akuk kecewa sama mauJay!" seru Jesica yang masih saja bepura - pura hingga akhirnya pintu ruangan Jayden tertutup
"Bisa bisanya lo ikut drama anjir, gue cemburu nih," tukas Arnold merajuk.
Cup.
"Masih marah?" tanya Jesica yang membuat Arnold terkejut karena wanita it tiba-tiba nencium pipinya.
Di sisi lain, di dalam ruangan kerja Jayden. Saat Arnold dan juga Jesica sudah keluar, Nadia hendak turun dari pangkuan Jay, namun d tahan oleh pria itu.
"Turunin gue!" ketus Nadia yang kembali ke mode galak lagi.
"Lo sendiri tadi yang bilang kalau lo malu kalau ada orang, sekarang udah nggak ada orang sayang,"
"Cih, bisa bisanya lo manggil cewek lain di depan gue dengan panggilan BABY terus sekarang lo manggil gue sayang? gila lo ya?"
"Lo cemburu?" seketika Nadia menjadi gugup.