NovelToon NovelToon
Pedang Abu Nirwana

Pedang Abu Nirwana

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mengubah Takdir / Epik Petualangan
Popularitas:6k
Nilai: 5
Nama Author: Syahriandi Purba

Setelah akar spiritual emasnya dirampas secara paksa oleh sepupunya sendiri dan tubuhnya dibuang ke Jurang Abu Api, Lin Xuan—seorang pemuda klan cabang yang sekarat—justru menyatu dengan Tungku Abu Takdir peninggalan zaman purba. Dari abu kehancuran, ia menempuh jalur kultivasi terlarang yang mampu melebur kutukan, meracik pil dari racun mematikan, dan menebas tatanan langit yang korup.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syahriandi Purba, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 34

Mengetahui bahwa Ekspedisi Hutan Kabut Darah akan dimulai dalam tujuh hari—dan bahwa hadiah utama di pusat hutan tersebut adalah Buah Fondasi Roh yang sangat penting untuk menembus Alam Fondasi Roh—Lin Xuan memutuskan untuk menjalani meditasi tertutup di puncak tertinggi Kuburan Pedang Puncak Kesembilan.

Pada malam pertama meditasinya, Tetua Jian Chen berjalan menghampirinya sambil membawa sepoci arak dan melemparkan sepotong batu asah kuno berwarna abu-abu ke pangkuan Lin Xuan.

"Bocah, di Panggung Hidup-Mati kemarin tebasan pedangmu memang cukup cepat, tapi Niat Pedang (Sword Intent) yang kau lepaskan masih terpecah dan belum menyatu dengan jiwamu," ujar Tetua Jian Chen sambil meneguk araknya di tepi tebing. "Ingat baik-baik: pedang bukanlah alat untuk memamerkan cahaya, melainkan perpanjangan dari kehendak hatimu. Seni pedang yang kau latih berakar pada Abu Nirwana—kehancuran yang melahirkan kehidupan baru. Jika kau bisa melebur kesembilan meridianmu menjadi satu tarikan napas pedang sebelum berangkat ke Hutan Kabut Darah, bahkan kultivator Alam Fondasi Roh pun bisa kau tebas!"

Kata-kata singkat Tetua Jian Chen bagaikan petir yang menerangi kabut di dalam benak Lin Xuan.

Lin Xuan memejamkan kedua matanya. Ia menyerahkan Lencana Giok Alkimia Emas milik Grandmaster Dan Chen kepada Pang Dahai untuk menukarkan tiga puluh jenis tanaman obat tingkat dua dari Puncak Kelima, lalu melebur seluruh tanaman obat itu bersama batu asah kuno dan ribuan jejak pedang di sekitarnya ke dalam Tungku Abu Takdir!

WUUUUUNG!

Selama enam hari enam malam berturut-turut, tubuh Lin Xuan duduk tak bergerak di puncak tebing hingga diselimuti lapisan debu dan abu tebal bagaikan patung batu kuno.

Di dalam tubuhnya, gelombang Abu Asal terus menggempur gerbang terakhir dari Alam Pembukaan Meridian—Meridian Utama Kesembilan!

Pada malam ketujuh, tepat ketika bulan purnama merah terbit di ufuk timur—

KRAK — BOOOOM!

Gerbang Meridian Utama Kesembilan di tubuh Lin Xuan hancur terbuka sepenuhnya!

Kesembilan jalur meridian utama yang lebarnya tiga kali lipat dari manusia biasa kini terhubung membentuk satu siklus sempurna yang tak terputus, mengalirkan Qi Abu Nirwana yang begitu padat hingga mulai tampak mencair menyerupai raksa kelabu keemasan!

Alam Pembukaan Meridian — Lapis Sembilan Puncak!

Pada detik yang sama, Lin Xuan membuka kedua matanya dan mengayunkan Pedang Abu Hitam ke arah lautan awan di depannya.

SWINGGG!

Tidak ada suara ledakan keras. Namun lautan awan tebal sepanjang seratus tombak di depan tebing Puncak Kesembilan tiba-tiba terbelah dua menjadi celah hampa yang tak kunjung menutup selama sepuluh tarikan napas!

Niat Pedang Abu — Lapis Pertama Sempurna!

Di belakangnya, Tetua Jian Chen yang sedang bersandar di pohon pinus tersenyum tipis sambil mengangguk puas.

"Menembus Pembukaan Meridian Lapis Sembilan Puncak dan mematangkan Niat Pedang Lapis Pertama di usia enam belas tahun... tampaknya Hutan Kabut Darah besok akan menjadi panggung pembantaian yang menarik."

Pagi hari keberangkatan Ekspedisi Hutan Kabut Darah, lima ratus murid terbaik dari sembilan puncak Sekte Awan Biru telah berkumpul di Alun-Alun Gerbang Gunung.

Hutan Kabut Darah adalah sebuah lembah kuno tertutup yang terletak di perbatasan antara wilayah Sekte Awan Biru, Sekte Pedang Bulan Beku, dan Sekte Api Merah. Setiap tiga tahun sekali, kabut racun darah di pintu masuk hutan itu akan menipis selama tujuh hari, memungkinkan para kultivator di bawah Alam Fondasi Roh untuk masuk memanen tanaman obat langka dan Buah Fondasi Roh.

Karena formasi alami kuno di Hutan Kabut Darah menolak siapa pun yang telah menembus Alam Fondasi Roh penuh, maka kultivator di Alam Pembukaan Meridian Lapis Sembilan dan Setengah Langkah Fondasi Roh adalah penguasa tertinggi di dalam ekspedisi ini!

Di barisan depan rombongan Puncak Ketiga, berdiri Lin Tianhao dengan jubah zirahnya yang berkilau merah keemasan.

Di sekeliling tubuh Lin Tianhao, berputar aura Qi yang setengah cair berwarna merah darah—tanda bahwa ia telah mencapai Setengah Langkah Alam Fondasi Roh! Di belakangnya, berbaris dua puluh murid dalam pilihan Diakon Lin Cang yang semuanya berada di Alam Pembukaan Meridian Lapis Delapan dan Lapis Sembilan.

"Tianhao," bisik Diakon Lin Cang sambil menepuk bahu putranya sebelum gerbang keberangkatan dibuka. "Di dalam kantong penyimpananmu sudah kusiapkan Jimat Pembunuh Fondasi Roh dan racun pelumpuh meridian. Begitu kalian masuk ke zona tengah Hutan Kabut Darah, bergabunglah dengan para algojo Sekte Darah Langit yang sudah menyusup dari celah selatan. Kali ini, pastikan kau membawa pulang kepala Lin Xuan dan merampas rahasia tungku alkimia miliknya!"

Lin Tianhao menyeringai kejam, matanya yang sedikit kemerahan akibat efek samping pencangkokan jantung binatang darah menatap tajam ke arah sosok pemuda berjubah hitam yang berdiri tenang seorang diri di sisi barat alun-alun.

"Tenang saja, Ayah," desis Lin Tianhao penuh keyakinan. "Dengan kekuatanku yang sudah mencapai Setengah Langkah Fondasi Roh saat ini, ditambah kepungan tiga puluh kultivator Lapis Sembilan di dalam hutan... Lin Xuan tidak ubahnya seekor ikan di atas talenan!"

Di sisi lain alun-alun, Pang Dahai mendekati Lin Xuan dengan wajah cemas sambil menyerahkan sekantong penuh jimat pelindung yang ia beli dengan uang hasil penjualan pil.

"Saudara Lin, kudengar di dalam Hutan Kabut Darah nanti bukan hanya kelompok Lin Tianhao dari sekte kita yang masuk, tapi juga murid-murid elit dari Sekte Pedang Bulan Beku dan Sekte Api Merah," ujar Pang Dahai berbisik. "Berhati-hatilah, aura di tubuh Lin Tianhao pagi ini terasa sangat aneh dan berbau darah!"

Lin Xuan menepuk bahu sahabatnya sambil tersenyum tenang. "Jaga dirimu baik-baik di sekte, Saudara Pang. Tujuh hari lagi, saat aku keluar dari Hutan Kabut Darah, aku akan membawakan Buah Fondasi Roh untuk kita berdua."

DONG!

Begitu lonceng keberangkatan ditabuh, lima ratus murid elit Sekte Awan Biru memacu tunggangan roh dan teknik langkah cepat mereka, melesat turun gunung menuju hamparan hutan merah gelap yang membentang di cakrawala utara!

1
Ozzy aljokery
mantappp ..,lanjutkan
Ozzy aljokery
korban pertama dari pedang Abu Hitam
Ozzy aljokery
semoga tidak Hiatus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!