NovelToon NovelToon
Aku Yang Kau Nikahi, Dia Yang Kau Hamili

Aku Yang Kau Nikahi, Dia Yang Kau Hamili

Status: sedang berlangsung
Genre:Selingkuh / Pelakor / Penyesalan Suami
Popularitas:2.8k
Nilai: 5
Nama Author: Kak_Hans

Nayara tak pernah menyangka, pria yang dinikahinya dengan penuh cinta, justru tega mengkhianatinya.

Adrian berselingkuh, bahkan menghamili wanita lain, di belakang dirinya.

Di tengah luka dan pengkhianatan, hadir seorang pria yang mencintainya.

Rendra, pria yang mencintai Nayara dalam diam dan bersedia memberinya ketulusan, dan cinta yang tak pernah ia dapatkan dari suaminya sendiri.

Kini, Nayara dihadapkan pada pilihan yang menyakitkan: bertahan demi pernikahan yang telah dikhianati atau pergi bersama luka yang belum sembuh.

Sementara itu, ada hati lain yang menunggunya, berharap suatu hari Nayara mampu membuka kembali pintu cintanya.

Namun, ketika Nayara akhirnya menentukan pilihannya, siapa yang akan ia genggam, suami yang mengkhianatinya, atau pria yang mencintainya? Dan akankah Adrian rela kehilangan istri yang selama ini ia sia-siakan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kak_Hans, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

32: Istri yang Ditinggalkan.

____🌺

Matahari pagi baru saja terbit ketika suara mesin mobil mewah memecah ketenangan jalan di depan rumah Bu Rina.

Nayara yang sedang duduk di ruang tamu sambil melipat pakaian langsung menghentikan kegiatannya.

Tak lama kemudian, terdengar suara pintu mobil dibanting. Langkah kaki yang familiar terdengar mendekati teras dengan tergesa-gesa.

Tok! Tok! Tok!

“Nayara! Buka pintunya!”

Suara Adrian terdengar lantang dari luar.

Bu Rina yang sedang menyapu ruang tengah langsung menoleh ke arah putrinya. Wajahnya tampak cemas.

“Itu Adrian, Nay?”

“Biar Nayara yang hadapi, Bu. Ibu di dalam saja,” jawab Nayara tenang.

Ia meletakkan pakaian yang baru dilipatnya di atas sofa, kemudian berjalan menuju pintu depan.

Nayara memutar kunci dan membuka pintu perlahan.

Ceklek!

Adrian berdiri di teras dengan penampilan berantakan. Kemeja yang dikenakannya sejak semalam tampak kusut dan tidak lagi rapi. Rambutnya acak-acakan, sementara lingkaran hitam di bawah matanya menunjukkan betapa lelahnya pria itu. Meski begitu, sikap angkuh yang selama ini melekat padanya masih terlihat jelas.

Adrian langsung melangkah maju hendak masuk, tetapi Nayara merentangkan tangan untuk menghalangi jalannya.

“Mau apa kamu ke sini, Mas?” tanyanya datar.

Adrian menepis tangan Nayara dengan kasar.

“Mau menjemput istriku. Minggir, Nay. Aku mau masuk.”

“Ini rumah ibuku. Kamu nggak berhak masuk seenaknya.”

Nayara tetap berdiri di ambang pintu, tidak bergeser sedikit pun.

Adrian mengembuskan napas kasar, lalu memijat pangkal hidungnya dengan kesal.

“Nay, tolong. Aku capek sekali. Semalaman aku tidak tidur sama sekali, karena harus mengurus masalah di rumah sakit. Jangan mulai drama lagi pagi-pagi begini. Ambil kopermu, kita pulang sekarang.”

Nayara menatap suaminya dengan sorot mata dingin.

“Pulang? Ke rumah yang mana? Rumah tempat kamu mencuci kemeja mu, setelah menemui selingkuhanmu, atau rumah keluargamu yang menganggap ku, cuma sebagai wanita rendahan?”

“Kamu masih membahas itu?!” bentak Adrian.

Rahangnya mengeras. Ia menunjuk ke arah Nayara dengan wajah memerah menahan amarah.

“Kamu sudah membuat kekacauan besar semalam! Gara-gara kamu kabur, aku harus menjawab semua pertanyaan dari puluhan pemegang saham sendirian! Kamu mempermalukan aku, di depan para kolega keluarga Mahendra!”

“Kamu mempermalukan dirimu sendiri, Mas,” balas Nayara tanpa gentar. “Kalau saja kamu tidak menghamili perempuan lain, nggak akan ada kekacauan yang harus kamu tutupi dari para pemegang saham.”

“Aku sudah bilang itu khilaf! Kenapa kamu terus mengulang-ulang masalah yang sama?!”

Adrian menggeleng frustrasi.

“Kamu benar-benar kekanak-kanakan, Nay! Ada masalah sedikit, langsung bawa koper dan lari ke rumah ibumu. Kamu pikir masalah kita bakal selesai dengan cara seperti ini?”

Nayara tertawa sinis. Ia memeluk tubuhnya sendiri ketika udara pagi terasa semakin dingin.

“Perselingkuhan selama enam bulan kamu sebut masalah sedikit? Menghamili mantan pacarmu sendiri, itu juga kamu anggap sepele?”

“Tapi, kamu tidak perlu membesar-besarkan semuanya sampai kabur dari rumah!” Adrian berkilah. “Itu masalah rumah tangga kita. Kita selesaikan di rumah, berdua. Bukan dengan cara seperti ini. Kamu istriku, Nay. Tanggung jawabmu ada di rumah kita, bukan di sini!”

Nayara menatapnya tajam.

“Lalu, tanggung jawabmu ada di mana, Mas? Di rumah kita, atau di properti keluarga Mahendra yang baru saja kamu siapkan untuk tempat tinggal Selena?”

Adrian mendadak terdiam.

Tangan yang semula menunjuk ke arah Nayara perlahan turun. Bibirnya sedikit terbuka, jelas terkejut karena istrinya sudah mengetahui kabar tersebut.

“Kamu ... tahu dari mana soal itu?” tanyanya. Suaranya melemah, sementara kepanikan mulai menggantikan keangkuhannya.

“Itu nggak penting. Kamu pikir dunia cuma berputar di sekelilingmu? Kamu pikir bisa terus menyembunyikan semuanya dariku setelah menggendong perempuan itu keluar dari lobi hotel di depan banyak orang?”

Adrian mengusap wajahnya kasar.

“Itu keadaan darurat, Nayara! Dia mengalami pendarahan! Bayi di dalam kandungannya hampir keguguran, karena dia kelelahan. Aku panik dan harus segera membawanya ke rumah sakit!”

“Lalu, kenapa kamu memindahkannya ke rumah keluargamu?”

“Karena dia butuh pengawasan medis selama dua puluh empat jam!” jawab Adrian cepat, berusaha membenarkan tindakannya.

“Dokter bilang dia nggak boleh stres atau melakukan aktivitas berat. Apartemennya ada di lantai atas dan nggak ada yang bisa menjaganya di sana. Jadi, Mama memutuskan untuk memindahkannya ke salah satu rumah singgah milik keluarga sementara waktu, sampai kondisinya stabil!”

“Sampai kondisinya stabil, atau sampai dia berhasil melahirkan pewaris yang diinginkan ibumu?” potong Nayara telak.

“Itu cuma sementara, Nay!”

Adrian melangkah mendekat, berusaha menekan istrinya dengan tatapan tajam.

“Aku tidak membelikannya rumah itu! Itu fasilitas dari Mama demi keselamatan darah dagingku. Lagipula, aku tidak tinggal di sana. Aku akan tetap pulang ke rumah kita, bersamamu!”

Nayara menatap suaminya dengan rasa muak yang semakin sulit disembunyikan.

Adrian benar-benar tidak merasa bersalah. Baginya, selama ia masih pulang ke rumah dan tidak menceraikan istrinya, ia seolah sudah menjalankan tanggung jawab sebagai suami. Ia bahkan tidak memedulikan betapa dalam luka yang telah ditorehkannya di hati Nayara.

“Kamu egois, Mas,” ucap Nayara sambil menggeleng pelan. “Kamu memberikan fasilitas keluarga kepada perempuan yang sudah merusak pernikahan kita, lalu menuntut agar aku pulang, dan menerima semuanya begitu saja?”

“Kamu yang terlalu membesar-besarkan masalah ini!” balas Adrian keras. “Kalau kamu bisa bersikap lebih dewasa, kita tidak akan terus bertengkar seperti ini! Kamu seharusnya sadar kalau posisimu sama sekali nggak terancam. Selena cuma tinggal sementara di rumah keluargaku. Dia tidak akan merebut posisimu sebagai istriku!”

Nayara tersenyum getir.

“Dia sudah merebut segalanya dariku, Mas. Dan kamu sendiri yang membukakan pintunya.”

“Nayara, cukup!”

Adrian meraih pergelangan tangan istrinya dengan kuat.

“Aku nggak mau mendengar omong kosong ini lagi. Ambil barang-barangmu sekarang! Kalau nggak, aku sendiri yang akan menyeret kopermu keluar dari kamar! Aku suamimu, dan aku berhak memaksamu pulang!”

Nayara tidak meronta ataupun menjerit. Ia hanya menunduk, menatap tangan Adrian yang mencengkeram pergelangan tangannya, lalu kembali mengangkat wajah.

“Lepaskan tanganku, Mas.”

Suaranya pelan, sangat bertolak belakang dengan nada tinggi suaminya.

“Tidak akan, sebelum kamu masuk ke mobilku sekarang,” ancam Adrian.

“Aku bilang, lepaskan.”

Tatapan Nayara begitu tajam dan dingin hingga Adrian seketika kehilangan kata-kata.

Entah sejak kapan, perempuan penurut yang dinikahinya dua tahun lalu itu memiliki tatapan seperti ini. Tidak ada lagi ketakutan atau keraguan yang biasa ia temukan di mata Nayara.

Perlahan, Adrian mengendurkan cengkeramannya dan melepaskan pergelangan tangan istrinya. Ia mendengus kesal, kemudian merapikan kerah kemejanya yang berantakan.

“Bagus. Sekarang ambil barang-barangmu,” perintahnya, masih merasa dirinya memegang kendali.

Namun, Nayara tidak berbalik menuju kamar.

Ia justru bergeser ke arah meja kecil yang menempel di dinding ruang tamu, lalu mengambil sebuah map bening dari atasnya.

Setelah itu, Nayara kembali berdiri di ambang pintu dan menyodorkan map tersebut tepat ke dada Adrian.

“Apa ini?” Adrian mengerutkan kening sebelum menyambar map itu dengan kasar.

“Buka saja,” jawab Nayara datar.

Adrian membuka map bening tersebut. Di dalamnya terdapat beberapa lembar kertas berisi draf dokumen hukum. Matanya langsung menyapu tulisan di bagian paling atas.

Napasnya tertahan.

Wajah yang semula dipenuhi amarah mendadak kaku. Ia membaca kembali tulisan itu, seolah berharap matanya telah salah menangkap maksudnya.

“Kamu ...” Adrian mendongak. Matanya membelalak, menatap Nayara dengan tidak percaya. “Apa yang sedang kamu rencanakan?!”

Nayara melipat kedua lengannya di depan dada. Ia berdiri tegak, tanpa sedikit pun menunjukkan keraguan ataupun ketakutan.

“Aku tidak pernah membesar-besarkan masalah, Mas,” katanya mantap. “Dan kepergianku kemarin bukan tindakan kekanak-kanakan.”

Adrian kembali menunduk. Jemarinya mencengkeram lembaran kertas itu hingga sedikit berkerut.

Nayara menunjukkan surat yang sedang ia siapkan untuk berkonsultasi mengenai perceraian.

1
sunaryati jarum
Adrian Nay sudah muak dengan kamu,urus Selena yang hamil entah benih siapa.Ibumu sangat menyukainya walau Selena cuma benalu.Tuh Selena yang sudah merasa menang kecewa, nanti mengadu pada ibumu
sunaryati jarum
🤣🤣🤣🤭 semoga dengan adanya Nayara perusahaan kecil Rendra semakin berkembang.Adrian kau tidak merasa bersalah sedikitpun pada Naya.Lihat Naya tertawa lepas dengan Rendra,kamu cemburu dan sakit hati, apalagi Nay ,Adrian Tahu suaminya menghamili wanita lain,betapa dalam sakit hatinya,emak berharap itu benih pria lain.Agar Adrian dan ibunya malu dan menyesal
sunaryati jarum
Semoga berhasil dan bisa melambungkan namamu Naya
sunaryati jarum
Tetap semangat jangan goyah,jika Adrian membatalkan tetap kena pinalti.
sunaryati jarum
Bagus Nay, hempaskan nama Adrian.Jika dia merecoki atau mempersulit pekerjaan kamu,ancam kamu akan beberkan perselingkuhan Adrian dengan Selena
sunaryati jarum
Yakinlah Nay, perlakuan suamimu jadikan cambuk untuk berkarir dan kekuatan untuk berdiri di atas kaki sendiri.
sunaryati jarum
Jangan goyah , tetap pendirian kamu.Perusahaan dan nama keluarga bukan urusan kamu,itu urusan Adrian.
sunaryati jarum
Viralkan perselingkuhan mereka jika tidak mau menceraikan kamu.Mungkin Adrian yang bermasalah kesuburannya,dan mudah - mudahan anak yang dikandung Selena bukan anak Adrian, membuat Ny Marissa MALU.
sunaryati jarum
Sudah jangan hiraukan perihal Adrian dan Selena, fokus pada perceraian dan menciptakan kebahagiaan diri sendiri Nay
sunaryati jarum
Semoga keguguran dan itu bukan bayi Adrian
Adinda
jangan jangan kamu yang mandul andrian bukan nayara,anak selena bukan anakmu🤣🤣🤣
한스 |ℌ𝔞𝔫𝔰𝔢𝔫 `: 🫣,,, kayaknya kak😅
total 1 replies
sunaryati jarum
Baru mampir , langsung viralkan perselingkuhan mereka dipastikan perusahaan bangkrut
Adinda
tinggalin rumah itu sembunyi dulu dari suamimu urus perceraian mu
My_Lucia
istrinya udah se-effort ini lho
My_Lucia
bener kata lakinya .. masing-masing aja udah .. dia selingkuh, selingkuh balik aja 😆
emang lu doang yang bisa 🤣🤣
한스 |ℌ𝔞𝔫𝔰𝔢𝔫 `: 🤭, bener lah, yuk, kita, saling selingkuh 🤭
total 1 replies
My_Lucia
laki-laki kurang ajar, udah di masakin gak di hargain... cari yang baru aja Nay, mumpung masih muda
My_Lucia
terlalu berbaik sangka kamu
My_Lucia
terlalu makan ati mikirin laki-laki begini mah
My_Lucia
waduh ada aku di sini 😆
❥␠⃝ ͭ🍁Hs' Arrasy
memang benar sih. makan saja dulu. jangan kelaperan menunggu yg ga pasti. kalau suami pulang, boleh menemani makan dengan porsi sedkit
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!