Mira tidak pernah bermimpi menjadi Ratu. Ia merasa tidak siap, tidak layak, dan takut salah. Ketika nama aslinya dibacakan di hadapan dewan bangsawan, ia justru ingin lari dan bersembunyi. Ia tidak tumbuh dengan pelatihan kepemimpinan sejak lahir ia tumbuh dengan pelajaran melayani. Banyak bangsawan meremehkannya: "Anak penasehat mana tahu cara memerintah?"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon meraa shuellyin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Keberhasilan rencana mira
Setelah Tahap pertama seleksi selesai,seleksi pun berlanjut ke tahap ke dua.
Dimana kali ini Mira diuji untuk berbicara langsung dengan sang ratu .
meskipun sering berbicara kasar ala orang orang dipasar namun ketika berbicara dengan sang ratu Mira bersikap sangat sopan dan lembut,ia bahkan mampu menjelaskan keahlian nya dalam mengurus rumah tangga, dan hal itu membuat sang ratu merasa senang.
Namun itu belum selesai, karena masih ada seleksi tahap akhir yaitu mereka harus memasakan makanan untuk sang ratu dan jika siapapun gagal maka ia tidak akan terpilih menjadi seorang dayang bagi ratu.
Karena sang ratu tidak ingin ada pelayan nya yang tidak bisa memasak dan hal itu membuat Mira merasa sedikit takut dan ragu namun ia percaya jika ia bisa.
Ia kemudian kembali menemui wanita itu dibelakang istana.
"aku tidak terlalu pandai memasak makanan... Aku khawatir aku gagal...".
"ujarnya".
"hum... Kau belum mencobanya...,kenapa takut?".
"jawab wanita itu".
"selama ini aku jarang memasak dan lebih banyak menghabiskan waktu seharian dipasar".
"Mira merasa ragu".
"kau terlalu takut pada kegagalan... Mengapa ? padahal kegagalan adalah awal dari keberhasilan mu..., lakukanlah sebisa mu... Karena setiap orang punya kelebihan nya masing masing tapi jika kau ingin mundur lakukanlah tetapi sampai kapanpun kau tidak akan mengetahui rahasia hidup mu dan apa yang terjadi sebenarnya".
"ujarnya".
"humm... baiklah aku tidak akan menyerah...aku akan lakukan apapun yang terjadi ".
"ucap Mira".
"nah begitu dong bagus...".
"jawab wanita itu dengan wajah yang puas".
"omong omong kau belum memberi tau namamu,siapa namamu".
"tanya Mira".
"namaku Atsuko... panggil aku Atsuko".
"jawab Atsuko sambil membuka jubahnya".
"huh... Ya".
"jawab Mira sambil menunduk".
...----------------...
Keesokan harinya...
Seleksi tahap akhir pun dimulai, peserta diperbolehkan masak apapun asal enak dan tidak mengandung racun sedikit pun.
Saat Mira sedang memasak ,ia sangat gugup sampai menjatuhkan sebuah sendok berisi garam ke dalam panci yang berisi sup dan hal itu membuat nya panik sementara waktu telah habis.
"ya ampun jatuh,ah sudahlah...".
"Hingga akhirnya Mira pasrah dan siap menerima cibiran dari sang ratu.".
"ya ampun...gawat".
"ujar Atsuko".
Namun hal yang tidak diduga terjadi saat sang ratu mencicipi masakan nya.
"terlihat enak ya...,apa bahannya?".
"tanya sang ratu".
"bahannya hanya lobak putih dan beberapa bumbu yang mulia".
"jawab Mira".
"hummm".
"tiba tiba sang ratu terdiam usai mencicipi masakan nya".
"waduh gawat...,".
"Mira gemetar ketakutan, tubuh nya menggigil dan mengeluarkan keringat dingin seperti orang yang melihat hantu".
"humm... hidangkan masakan ini diatas mejaku untuk makan malam".
"ucap sang ratu ".
"ehhh?bukannya supnya keasinan?aku tidak sengaja menjatuhkan sesendok garam penuh ke sup itu".
"tanya Mira".
"asin? Apa maksud mu?,sup ini sup terenak yang pernah ku coba,bravo bravo,kau hebat dan nampaknya semua tamu kerajaan mencoba nya".
"ujarnya".
"owh begitu ya, syukurlah ".
"jawab Mira".
"huhh untung saja masakan itu belum dikasih garam".
"ujar Atsuko".
...----------------...
Beberapa hari kemudian Mira mendapatkan surat dari kerajaan yang menyatakan jika ia terpilih sebagai dayang ratu dan hal itu membuatnya sangat senang.
"apa ? Ratu menerimaku,ini serius?".
"tanya Mira".
"iya nona... Anda diminta datang pada esok hari oleh sang ratu".
"jawab salah seorang prajurit".
"baiklah terima kasih ".
"ucap Mira sambil kegirangan".
Yumi yang mendengar hal itu sontak langsung memeluk Mira sambil terharu.
"selamat ya...hum tapi setelah ini kita tidak akan bertemu lagi...,jangan lupakan aku ya walaupun kau sudah tinggal diistana".
"yumi merasa sedih".
"jangan sedih dong,mana mungkin aku lupa pada sahabat ku sendiri ".
"Mira menepuk pundak nya".
"ah iya ,nanti jangan lupa traktir ya".
"ucap yumi".
"boleh tapi tahun depan ya..."
"jawab Mira ".
"uuu pelit,".
"yumi merasa kesal".
"ahahaha hanya bercanda ".
"jawab Mira".
"Mira ... Selamat ya...tapi kau harus hati hati, karena tidak ada orang yang benar benar baik didalam istana"?
"Atsuko menepuk pundaknya ".
"ya pasti.. ".
"jawab Mira ".
...----------------...
Hingga pada keesokan harinya...
Setelah mengucapkan sumpah setia didepan sang ratu dan menandatangani kontrak,Mira akhirnya resmi menjadi dayang sang ratu.
Meskipun usia nya masih sangat muda ,Mira mampu mengerjakan semua tugas yang diberikan oleh sang ratu mulai dari memasak , menyiapkan pakaian dan lain lain.
Hal itu membuat sang ratu sangat bangga terlebih lagi sifat nya yang tegas namun lembut membuat sang ratu kemudian mengangkat nya sebagai kepala pelayan seluruh istana tepat diusianya yang ke 16 tahun.
hal itu membuat Mira semakin leluasa untuk masuk ke berbagai ruangan diistana lantaran ia harus memastikan semua para pelayan bekerja dengan baik.
Dan hal tersebut dia manfaat kan untuk terus mencari tau misteri kematian ayahnya, namun hal itu tidak lah mudah Mira harus berhati hati karena banyak orang disana yang tidak menyukai sejak awal bahkan setelah ia diangkat sebagai kepala pelayan diusianya yang masih muda.
Banyak sekali orang yang ingin menyingkirkan nya, meskipun begitu Mira selalu berhati hati dan menyiapkan strategi yang lebih baik lagi.
"ratu sangat mempercayai mu tapi kau harus hati hati, banyak manusia berwajah dua disini".
"ujar Atsuko yang menemuinya di kamarnya".
"ya pasti".
"jawab Mira".
> * to be continued...