NovelToon NovelToon
Asrama Hati

Asrama Hati

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Diam-Diam Cinta
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: indah Mayaddah f

Sinopsis

Zain Arvendra Atmaja, seorang remaja yang seakan tak pernah lelah terlibat masalah di sekolahnya. Setelah berbagai kejadian yang menumpuk, ayahnya akhirnya mengambil keputusan Zain harus pindah ke sebuah SMA berbasis asrama yang dikenal mampu membimbing anak-anak yang sedang kehilangan arah.

Awalnya Zain menolak keras. Namun seiring berjalannya waktu, ia perlahan mulai menerima kenyataan itu. Di asrama inilah ia bertemu dengan Vanya, seorang gadis ceroboh yang dengan polosnya kerap menyeret Zain ke dalam berbagai situasi baru yang tak terduga.

Cerita terasa semakin rumit ketika Keira Cattleya Wiratama, kekasihnya yang selama ini jauh dari sana, tiba-tiba memutuskan untuk pindah ke asrama yang sama pula.

Tiga orang, satu atap, dan hati-hati yang mulai saling bersilang. Bagaimana kelanjutan cerita mereka ? Baca selengkapnya !

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon indah Mayaddah f, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 2 PINTU YANG TERBUKA UNTUK DUNIA BARU

Keesokan paginya, koper besar sudah siap berdiri di ruang tamu dan perjalanan tidak memakan waktu lama. Jalan-jalan yang ia lewati masih sangat ia kenal, hingga akhirnya, gerbang asrama itu mulai terlihat di kejauhan, berdiri di antara pepohonan yang rindang. Zain menarik napas dalam-dalam, mengembuskannya perlahan, lalu melangkah keluar dari mobil menuju pintu gerbang yang akan membawanya ke kehidupan yang baru.

Zain berdiri di depan gerbang asrama yang kokoh itu, menatap papan nama bertuliskan SMA Harapan Bangsa yang terlihat bersih dan rapi. Ayah membuka bagasi mobil, mengangkat koper besar Zain ke tanah.

"Masuklah, Zain. Semuanya akan baik-baik saja di sini" Ucap Danuel sambil menepuk pelan bahu anaknya.

Zain mengangguk pelan, namun hatinya terasa berat sekali. Ia memeluk ayah sebentar, lalu mengambil alih gagang kopernya. Saat mobil ayah perlahan menjauh, Zain berdiri sendirian di sana, menatap mobil yang menghilang di tikungan jalan. Rasanya seperti satu-satunya tautan dengan dunia lamanya baru saja pergi meninggalkannya.

Dengan langkah ragu, Zain melangkah masuk melewati gerbang itu. Halaman asrama luas dan tertata rapi. Beberapa siswa berjalan berkelompok, ada yang tertawa, ada yang membawa buku menuju gedung utama dan semua terasa asing. Zain berjalan sendirian, menarik kopernya di sepanjang jalan setapak yang berbatu, menatap ke kiri dan ke kanan seakan takut salah melangkah.

Sesampainya di ruang administrasi, seorang petugas menyambutnya dengan ramah.

"Selamat datang, Zain Arvendra Atmaja. Kamar kamu sudah siap dan kamu menempati kamar 203, di lantai dua. Ini kuncinya, di sana ada tiga teman sekamarmu yang lain dan semuanya sudah datang sejak kemarin" Jelas Petugas

Zain menerima kunci itu dengan canggung.

"Terima kasih" Ucap Zain

Zain berjalan menuju gedung asrama, lorong lantai dua terasa hening. Saat ia berdiri di depan pintu bernomor 203, jantungnya berdebar tak menentu. Ia menarik napas dalam, lalu mengetuk pintu pelan.

"Masuk saja, pintunya tidak terkunci" Suara seseorang terdengar dari dalam.

Zain membuka pintu perlahan, 3 pasang mata langsung beralih ke arahnya. Ruangan itu bersih dan terang, dengan empat tempat tidur yang tertata rapi.

"Hai, kamu penghuni baru ya ?" Tanya seorang anak laki-laki berbadan tegap sambil tersenyum ramah.

"Namaku Rian, selamat datang" Tambahnya

"Aku Bima," Ucap Anak laki-laki yang sedang merapikan bukunya di meja, suaranya lembut dan tenang.

"Saya Dimas" Ucap anak ketiga yang duduk di tepi jendela, menatap Zain dengan senyum tipis namun tulus.

Zain berdiri di ambang pintu, merasa canggung sekali.

"Saya Zain" Ujar Zain sambil tersenyum

"Taruh barangmu di sana, tempat tidur di dekat jendela itu kosong buat kamu" Tunjuk Rian.

"Jangan sungkan, anggap saja rumah sendiri ya" Ucap Dimas

Zain mengangguk pelan, lalu meletakkan kopernya di samping tempat tidur yang baru saja ditunjuk itu. Ia merasa asing di antara mereka tapi mereka terasa begitu dekat satu sama lain, sementara ia masih merasa seperti orang asing yang baru saja masuk ke dalam kehidupan mereka.

*****

Sore itu berlalu dengan canggung, Zain lebih banyak dia mendengarkan cerita mereka yang saling mengenal sejak awal masuk asrama. Ia merasa seperti orang yang tidak diundang, namun di saat yang sama, ada sesuatu yang aneh tidak ada satu pun dari mereka yang bertanya ‘Kenapa kamu dikirim ke asrama? atau ‘Kamu bermasalah ya di sekolah sebelumnya?’

Malam harinya, saat lampu mulai diredupkan, Zain berbaring menatap langit-langit kamar. Dari jendela, ia bisa melihat sebagian langit kota yang masih ia kenal. Ia belum jauh dari rumah, tapi rasanya dunianya sudah berbeda. Tiba-tiba suara Dimas terdengar pelan dari arah tempat tidurnya.

"Zain, tidur nyenyak ya. Besok akan terasa lebih mudah, percayalah" Celetuk Dimas

Zain tertegun sejenak, lalu menjawab pelan

"Terima kasih" Jawab Zain

Kata-kata sederhana itu terasa seperti jangkar yang menahannya agar tidak hanyut dalam kesepian malam pertamanya di tempat yang baru.

1
Miu.Nuha
betul. keputusan apapun yg kamu ambil akan mempengaruhi hidupmu nanti.
😏 jdi jalanin seadanya aja, gk usah milih
hehe pis ya mas Zain...
Luneya
dua figura hadir dalam masa yang sama..yang mana satu Zain akan memilih..tapi Aku sama Vanya..🌹
Hamzah [Hiatus]
waduh.. akankah balikan sama mantan. gak mungkinlah gak mungkin😁
Hamzah [Hiatus]
loh kenapa ditutup🤔
Myz Pena
keira.. kamu harus sadar dan tahundiri sepertinya zain nggak nyaman dekat dengan mu sekaligus segala perhatian mu padanya.. jadi stop
Myz Pena
jadi bagaiaman zain ,, apa kaira sikapnya itu membuatmu sangat tidak nyaman kah ?
aefpe fp
ah kalau gini ceritanya jadi bestie sahabat aja ndak si...kayaknya lebih seru daripada pacaran pacaran🤣
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️
Ya Allah akhirnya Zain bisa dapetin kawan yang pas sejauh ini... Ya Semoga semakin berubah juga Zain... 💪💪💪
Maya 摩耶
kenapa tidak keduanya saja? 👀 ahik ahik ahik kwkwkw
Siti Aisyah
Gimana nih membuat hati zain jadi bimbang antara memilih vanya atau keira😆
Maya 摩耶
naah she is just wanna impress you 🤭
Pencari Cerita
pikirin matang matang zain sebelum memilih ya
ginevra
pantas saja Zain merasa nyaman di dekat vanya. karna vanya tidak pernah memaksa dan menekan Zain.
aefpe fp
bakal banyak drama kehidupan yang akan menantimu bersiaplah dan itu tidak akan sesederhana yang kau kira💪
Hamzah [Hiatus]
kamu menemukan seseorang yang berharga di masa depan nanti Zain, jangan lupakan itu 🗿
Myz Pena
ia memang banyak suka dan dukanya.. intinya kamu akan belajar banyak hal lagi.. jadi kuatlah
Luneya
Mereka benar-benar sama geng. Mereka saling membantu. bagus sekali jika ada teman satu komplotan.☺️
Myz Pena
berarti zain sekarang kamu dah nyaman ya di asrma berkat vanya hari hari mu lebih ceria dan bwrwarna 😂👍
Maya 摩耶
emang matanya kenapa? ada saringgannya kah? 🤭
Maya 摩耶
mo balikan kah kamu? 🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!